Category: Pemerintahan

  • Pisang: Komoditas Unggulan Baru di Kaliorang, Siap Geser Dominasi Sawit

    Pisang: Komoditas Unggulan Baru di Kaliorang, Siap Geser Dominasi Sawit

    Kutai Timur – Di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, kini menyoroti potensi besar lain di sektor hortikultura: pisang. Komoditas ini tumbuh menjadi harapan ekonomi baru, memberikan prospek menjanjikan bagi banyak warga.

    Camat Kaliorang, Rusmono, mengungkapkan bahwa luas lahan pisang di wilayahnya telah mencapai sekitar 500 hektare. Ia bahkan menyebut Kaliorang sebagai penghasil pisang terbesar di Kutai Timur.

    “Pisang menjadi salah satu komoditas yang paling banyak ditanam karena mudah dirawat dan cepat panen. Dari menanam sampai panen hanya butuh beberapa bulan,” jelas Rusmono, sabtu (15/11/2025)

    Jenis yang paling banyak dibudidayakan adalah pisang kepok krecek, yang memiliki permintaan tinggi. Rusmono menjelaskan bahwa produksi pisang Kaliorang bahkan sempat menembus pasar ekspor ke Belgia melalui kerja sama dengan pihak swasta, PT Mutigo.

    Sayangnya, setelah kontrak kerja sama dua tahun berakhir, ekspor tersebut terhenti karena tidak adanya perpanjangan pendampingan. Meski demikian, petani tetap optimistis karena pasar lokal masih kuat, dengan pemasaran utama ke Kutai Timur dan Bontang.

    Rusmono menyebutkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah biaya distribusi yang tinggi. Karena Kaliorang tidak memiliki pelabuhan ekspor langsung, pengiriman harus dilakukan melalui jalur darat yang memakan ongkos besar. “Kalau ongkos bisa ditekan, kita bisa bersaing dengan daerah lain seperti Sulawesi,” tuturnya.

    Pemerintah kecamatan saat ini gencar mendorong dukungan dari dinas terkait untuk memfasilitasi pemasaran yang lebih luas dan hilirisasi produk.

    “Kita ingin pisang tidak hanya dijual mentah, tapi juga diolah jadi produk turunan,” ujar Rusmono.

    Ia optimistis bahwa pisang akan menjadi komoditas andalan baru setelah sawit. “Kaliorang punya potensi besar, tinggal dukungan dan pasar yang perlu diperkuat,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)

  • Dispora Kutim Dorong Olahraga Sebagai Gaya Hidup, Targetkan Prestasi Berkelanjutan

    Dispora Kutim Dorong Olahraga Sebagai Gaya Hidup, Targetkan Prestasi Berkelanjutan

    Kutai Timur – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggiatkan gerakan memasyarakatkan olahraga, menjadikannya sebagai gaya hidup warga, bukan sekadar aktivitas fisik. Kepala Dispora, Basuki Isnawan, menyatakan bahwa tujuan utama pihaknya adalah mewujudkan masyarakat Kutim yang sehat, tangguh, dan berprestasi, melalui dua fungsi utama: pembinaan olahraga dan pemberdayaan pemuda.

    “Yang kita harapkan adalah bagaimana kita bisa memasyarakatkan olahraga. Masyarakat mau gemar berolahraga dan pada saat yang sama kita dorong peningkatan prestasi atlet-atlet kita,” jelas Basuki,Sabtu (15/11/2025).

    Ia mencontohkan kawasan Stadion Kudungga Sangatta yang kini ramai dipadati warga setiap pagi dan sore hari. Penuhnya kawasan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk berolahraga sudah tumbuh.

    Dalam upaya peningkatan prestasi, Dispora Kutim aktif menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk membina berbagai cabang olahraga (cabor). Semua pengurus cabor didorong agar aktif menggelar latihan dan kegiatan kompetitif secara berkelanjutan.

    “Kami terus berkoordinasi dengan KONI agar setiap cabor tetap semangat mempersiapkan diri menuju berbagai ajang olahraga, termasuk Porprov mendatang,” lanjutnya.

    Basuki menekankan bahwa semangat atlet dan pelatih menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki fasilitas dan dukungan pembinaan. Dispora Kutim berharap, semangat olahraga masyarakat ini dapat berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet Kutim di tingkat provinsi hingga nasional.

    “Bila masyarakat gemar olahraga, bibit atlet unggul akan lebih mudah muncul. Itulah target besar kita,” tutup Basuki.(Adv/Kominfo)

  • Petani Kutim Kini Gunakan Irigasi Pintar, Kontrol Air Hanya Lewat Smartphone

    Petani Kutim Kini Gunakan Irigasi Pintar, Kontrol Air Hanya Lewat Smartphone

    Kutai Timur-Inovasi baru dalam sektor pertanian mulai diterapkan oleh petani di Kutai Timur. Melalui bantuan Bank Indonesia, petani kini menggunakan alat irigasi berbasis internet yang dapat dikontrol langsung melalui smartphone.

    Kabid DTPHP Kutim, Wahyudi Nur, menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi solusi efisien bagi petani hortikultura di tengah tantangan cuaca ekstrem.

    “Petani bisa mengatur kapan penyiraman dilakukan hanya dari ponsel. Semua proses sudah terintegrasi secara digital,” katanya,Minggu (15/11/2025)

    Alat tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengatur penyiraman, tetapi juga mampu memantau kelembapan tanah dan tingkat kekeringan lahan. Bahkan, sistemnya dapat memperkirakan kandungan serat tanah secara otomatis.

    Menurut Wahyudi, inovasi ini membuat pekerjaan petani jauh lebih cepat dan efisien. Biasanya penyiraman dilakukan manual selama berjam-jam, kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.

    “Dampaknya sangat besar terhadap produktivitas dan efisiensi tenaga kerja,” ujarnya.

    Teknologi tersebut saat ini digunakan oleh Kelompok Tani Karya Bersama di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliurang. Lahan yang dikelola mencapai tiga hektare.

    Wahyudi menambahkan, alat ini menggunakan sistem sprinkler yang mendistribusikan air secara merata ke seluruh lahan. Instalasinya dilakukan secara mandiri oleh kelompok tani.

    Ia juga menyebutkan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pertanian modern. “Ini bukan hanya bantuan alat, tapi juga investasi teknologi jangka panjang,” jelasnya.

    Keberadaan teknologi irigasi pintar ini diharapkan mampu menginspirasi kelompok tani lainnya di Kutim.

    “Petani sekarang harus mulai akrab dengan teknologi digital. Kita dorong agar semakin banyak yang memanfaatkannya,” tegas Wahyudi.

    DTPHP Kutim berkomitmen mendampingi petani agar mampu mengoperasikan alat tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

    “Kami ingin teknologi ini tidak hanya berhenti di satu lokasi, tapi bisa menjadi model untuk pertanian cerdas di Kutim,” tutupnya.(Adv/Kominfo)

  • PUPR Kutim Siapkan Polder Ilham Maulana Sangatta Jadi Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Rekreasi Terpadu

    PUPR Kutim Siapkan Polder Ilham Maulana Sangatta Jadi Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Rekreasi Terpadu

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Joni Abdi Setia, memastikan bahwa kawasan Polder Ilham Maulana Sangatta akan dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus area rekreasi masyarakat. Pengembangan ini menjadi bagian dari rencana penataan ulang fungsi folder yang selama ini semakin berkembang menjadi pusat aktivitas warga.

    Joni menjelaskan, meskipun Polder dibangun sebagai sarana teknis pengendali banjir, fungsinya kini berkembang jauh lebih luas. Setiap hari kawasan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan berkumpul. Karena itu, PUPR menilai penting adanya penataan agar fungsi teknis dan fungsi sosial dapat berjalan berdampingan.

    “Ke depan, Polder itu tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pengendali air, tetapi juga kita siapkan sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman untuk aktivitas masyarakat,” tegasnya, Jumat (14/11/2025)

    Menurutnya, konsep yang akan diterapkan adalah mix use development, yaitu pemanfaatan ruang yang menggabungkan beberapa fungsi sekaligus tanpa menghilangkan peran utama Polder sebagai penampung dan pengatur aliran air. Penataan ini mencakup area jogging, tempat duduk, area hijau, hingga ruang publik yang tertata rapi.

    “Aktivitas masyarakat tetap diperbolehkan. Olahraga, jogging, rekreasi silakan. Tapi semua harus diatur. Karena selama ini penggunaan kawasan Polder tidak terkelola dengan baik,” tambah Joni.

    Ia menjelaskan, kawasan sekitar Polder memang memiliki karakter yang sejuk karena berada di dekat air. Suhu yang lebih rendah dibanding area lain menjadi daya tarik alami yang mendukung pengembangan RTH. Namun untuk memaksimalkan potensi tersebut, pengelolaan yang profesional harus segera dibentuk.

    PUPR Kutim telah menyiapkan langkah penataan secara bertahap, termasuk penyediaan fasilitas umum yang lebih aman dan terawat. “Tujuannya agar Polder tetap berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi kawasan hijau yang bersih, indah, dan layak dimanfaatkan masyarakat,” tutup Joni.(Adv/Kominfo)

  • Folder Sangatta Tetap Jalankan Fungsi Utama sebagai Pengendali Banjir

    Folder Sangatta Tetap Jalankan Fungsi Utama sebagai Pengendali Banjir

    Kutai Timur – Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa Folder Sangatta tetap menjalankan fungsi teknis utamanya sebagai pengendali banjir, meskipun kawasan tersebut kini berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

    Menurut Joni, sejak awal pembangunan, folder dirancang sebagai sistem pengaturan air yang berfungsi menampung limpasan dan menyalurkannya melalui pintu air yang tersedia. “Folder itu bukan sekadar kolam retensi. Di situ ada pintu air yang dioperasikan sesuai kondisi lapangan. Kalau volume air luar tinggi, pintu kita tutup. Kalau butuh limpasan, pintu dibuka,” jelasnya, Sabtu (15/11/2025).

    Ia menilai banyak masyarakat mengira fungsi folder kini hanya sebatas area rekreasi, karena semakin ramai digunakan untuk olahraga, jogging, dan kegiatan publik lainnya. Namun secara teknis, peran folder sebagai infrastruktur pengendalian banjir masih berjalan sebagaimana mestinya. “Fungsinya tidak hilang. Meski aktivitas masyarakat meningkat, mekanisme teknis pengaturan air tetap berjalan seperti biasa,” tambahnya.

    Perubahan penggunaan ruang folder oleh masyarakat memang tak dapat dihindari. Seiring berkembangnya kota Sangatta, area tersebut menjadi ruang terbuka yang digemari warga. Meski demikian, Joni menekankan bahwa aktivitas publik tidak boleh mengganggu operasi teknis folder. Oleh karena itu, PUPR kini tengah mempersiapkan penataan dan pembentukan lembaga pengelola agar fungsi teknis dan fungsi rekreasi dapat berjalan beriringan.

    “Kami ingin folder tetap aman dan dapat melindungi kota dari banjir, sekaligus nyaman dipakai masyarakat. Karena itu pengelolaannya harus lebih terstruktur,” ungkapnya.(Adv/Kominfo)

  • PUPR Kutim Matangkan Kajian Pembentukan UPTD Pengelolaan Folder Sangatta

    PUPR Kutim Matangkan Kajian Pembentukan UPTD Pengelolaan Folder Sangatta

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mempersiapkan langkah strategis untuk menata pengelolaan Folder Sangatta agar lebih optimal dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, yang menegaskan bahwa pihaknya kini sedang berfokus pada penyusunan kajian akademis sebagai dasar pembentukan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah).

    Menurut Joni, proses penyusunan kajian ini merupakan tahapan penting sebelum folder resmi dikelola oleh lembaga khusus. “Pembentukan UPTD tidak bisa serta-merta. Harus ada kajian akademis terlebih dahulu untuk menilai kelayakan, kebutuhan SDM, struktur, hingga mekanisme pengelolaannya,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025)

    PUPR Kutim menggandeng Universitas Brawijaya Malang, khususnya bidang teknik sumber air, untuk melakukan kajian teknis dan rekomendasi akademis. Kerja sama ini sekaligus memastikan bahwa seluruh aspek pengelolaan sesuai standar profesional. Setelah kajian selesai, hasilnya akan diserahkan ke Bagian Organisasi Setkab Kutim untuk ditelaah lebih lanjut sebelum diajukan ke Pemerintah Provinsi guna proses asistensi dan penilaian.

    Joni menambahkan bahwa pembentukan UPTD bertujuan untuk memastikan pengelolaan Folder Sangatta berjalan lebih terarah, mulai dari fungsi teknis pengendalian banjir, perawatan kawasan, hingga penataan aktivitas masyarakat.

    “Folder ini berkembang menjadi area wisata, olahraga, hingga rekreasi. Karena itu, perlu ada lembaga resmi yang benar-benar fokus mengelolanya,” jelasnya.

    Selain itu, keberadaan UPTD nantinya juga akan mencakup pengawasan keamanan, pengaturan pintu air, perawatan fasilitas, serta memastikan pemanfaatan area tetap sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa folder bukan sekadar ruang publik, tetapi juga infrastruktur vital penampung limpasan air.

    Terkait waktu pembentukan, Joni menyebutkan bahwa target pelaksanaan UPTD diproyeksikan pada tahun 2026, menunggu rampungnya kajian dan legalitas melalui Perbup atau Perda. “Semua bertahap. Yang terpenting kajian harus kuat dulu,” tutupnya.(Adv/Kominfo)

  • Camat Kaliorang Dorong Sinergi Antardinas untuk Hilirisasi Produk Lokal

    Camat Kaliorang Dorong Sinergi Antardinas untuk Hilirisasi Produk Lokal

    Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Kaliorang menyerukan perlunya sinergi lintas dinas untuk memperkuat hilirisasi produk lokal, khususnya hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

    Camat Kaliorang, Rusmono, menegaskan bahwa selama ini masyarakat sudah mampu memproduksi hasil kebun seperti pisang, sawit, dan hortikultura, namun masih kesulitan di tahap pemasaran dan pengolahan. “Produksinya ada, tapi nilai tambahnya belum maksimal,” ujarnya, Jumat (14/11/2025)

    Menurutnya, masalah terbesar bukan di tingkat petani, melainkan pada kurangnya koordinasi antarinstansi. “Pertanian bekerja sendiri, perdagangan sendiri, koperasi juga jalan sendiri. Harusnya satu arah,” katanya.

    Ia mencontohkan, program ekspor pisang Kaliorang sempat berhasil namun terhenti karena tidak ada tindak lanjut lintas sektor. “Padahal dulu kita sampai ekspor ke Belgia,” ungkapnya.
    Rusmono berharap, ke depan dinas terkait bisa bersama-sama membangun sistem hilirisasi yang kuat. “Kalau ada pabrik pengolahan pisang atau minyak sawit skala kecil, hasilnya bisa dijual dengan harga lebih baik,” jelasnya.

    Selain itu, ia juga menyoroti perlunya penguatan jaringan distribusi antar kecamatan. “Masalah ongkos kirim ini yang sering membuat produk kita kalah bersaing,” katanya.
    Camat Kaliorang mengusulkan agar pemerintah daerah menyediakan jalur logistik terpadu bagi hasil perkebunan dan UMKM. “Supaya biaya transportasi turun dan produk bisa masuk pasar lebih luas,” tambahnya.

    Menurutnya, tanpa dukungan kebijakan yang terintegrasi, potensi besar Kaliorang hanya akan berhenti di angka produksi. “Nilai ekonomi yang tinggi justru dinikmati daerah lain,” ujarnya.

    Ia menilai, sinergi lintas dinas juga akan memperkuat daya tahan ekonomi lokal. “Kalau petani untung, pedagang hidup, dan koperasi jalan, semua akan tumbuh bersama,” katanya.

    Rusmono menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap program pemerintah. “Jangan hanya proyek, tapi benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

    Ia menambahkan, hilirisasi produk lokal bukan sekadar agenda ekonomi, tapi juga wujud kemandirian daerah. “Kaliorang harus berdiri di kaki sendiri, tidak selalu tergantung dari luar,” tegasnya.

    Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia yakin Kaliorang bisa menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Kutai Timur. “Sinergi dan komitmen, itu kunci utamanya,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)

  • Pemerintah Kutim Komitmen Perluas Fasilitas Olahraga Hingga ke Seluruh Kecamatan

    Pemerintah Kutim Komitmen Perluas Fasilitas Olahraga Hingga ke Seluruh Kecamatan

    Kutai Timur Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), berkomitmen penuh dalam menghadirkan fasilitas olahraga yang merata hingga ke tingkat kecamatan. Upaya ini ditegaskan sebagai bagian dari pemenuhan hak setiap warga.

    Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyatakan bahwa pembangunan sarana olahraga tidak boleh hanya terpusat di ibu kota kabupaten. “Prinsip kami sederhana, olahraga itu hak semua warga. Karena itu, fasilitasnya juga harus hadir di seluruh kecamatan,” ujarnya pada Jumat (14/11/2025).

    Menurut Basuki, Dispora telah merealisasikan pembangunan sejumlah fasilitas di berbagai wilayah pada tahun-tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, di kawasan menuju Samarinda dan Teluk Pandan, kini telah terlihat sarana olahraga baru yang didukung oleh pemerintah daerah, menjadi bukti nyata dari program pemerataan ini.

    Selain menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Basuki menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga di Kutim juga melibatkan pihak swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

    “Kami aktif berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Kutai Timur agar mereka juga berkontribusi. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha adalah kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan sarana olahraga,” terangnya.

    Ia menambahkan bahwa perusahaan menyambut baik ajakan untuk membantu masyarakat ini. Diharapkan, fasilitas olahraga yang memadai di tingkat kecamatan akan meningkatkan minat masyarakat untuk aktif berolahraga sekaligus memicu penemuan bibit atlet potensial.

    “Kalau lapangan dan sarana lengkap, anak-anak muda akan lebih semangat berlatih. Dari sanalah muncul atlet-atlet baru,” tambahnya.(Adv/Kominfo)

  • Separuh dari Proyek MYC Kutim Difokuskan untuk Peningkatan Jalan Antar Kecamatan

    Separuh dari Proyek MYC Kutim Difokuskan untuk Peningkatan Jalan Antar Kecamatan

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan berskala besar. Dalam rancangan Multi Years Contract (MYC) periode 2026–2028, sekitar setengah dari total 32 proyek diarahkan khusus untuk peningkatan dan pembangunan jalan baru.

    Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa terdapat 16 paket proyek jalan yang akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam skema tersebut.
    “Yang paling banyak itu peningkatan jalan. Ada 16 paket dan semuanya difokuskan untuk memperkuat konektivitas antar kecamatan,” jelas Noviari, Jumat (14/11/2025).

    Ia mengatakan, pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses antarwilayah, tetapi juga merupakan strategi memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama di daerah pedalaman dan kawasan produktif.

    “Kami ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil juga bisa menikmati akses jalan yang layak. Dengan konektivitas yang baik, ekonomi lokal bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

    Menurut Noviari, proyek jalan tersebut akan terdistribusi di beberapa wilayah strategis yang menghubungkan sentra produksi pertanian, perkebunan, dan kawasan industri menuju pusat distribusi dan pelabuhan.
    Selain itu, sejumlah proyek juga diarahkan untuk mendukung kawasan ekonomi baru dan desa berkembang.

    “Kalau akses jalan lancar, maka harga komoditas pertanian bisa lebih stabil karena distribusi barang lebih mudah. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tambahnya.

    Pemerintah berharap pelaksanaan MYC mulai tahun 2026 dapat berjalan lancar sesuai rencana. Setiap proyek yang diajukan akan melalui proses evaluasi teknis dan sinkronisasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

    “Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun konektivitas sosial dan ekonomi antarwilayah,” tegas Noviari.

    Dengan komitmen ini, Pemkab Kutim optimistis pembangunan jalan akan menjadi fondasi utama dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah di masa mendatang.(Adv/Kominfo)

  • Pemerintah Kutim Tambah 250 Hektare Lahan Pisang Kepok Grecek

    Pemerintah Kutim Tambah 250 Hektare Lahan Pisang Kepok Grecek

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sektor hortikultura, salah satunya melalui pengembangan pisang kepok grecek sebagai komoditas unggulan.

    Kabid Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, mengungkapkan selama periode 2023 hingga 2024, pemerintah berhasil menambah luasan tanam sekitar 250 hektare.

    “Selama dua tahun terakhir kami terus memberikan bantuan dan motivasi kepada petani. Luas tanam meningkat signifikan,” ujar wahyudi, Jumat (14/11/2025).

    Dengan penambahan tersebut, total lahan pisang kepok grecek di Kutim kini mencapai 1.700 hingga 1.800 hektare berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini mencerminkan komitmen Pemkab dalam menjadikan pisang grecek sebagai salah satu ikon pertanian daerah.

    Menurut Wahyudi, pengembangan tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas hasil panen. Petani mendapat pembinaan terkait teknik budidaya, pemilihan bibit unggul, dan penanganan pascapanen.

    “Tujuan kami agar pisang kepok grecek Kutim mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional,” katanya.

    Ia menambahkan, perhatian pemerintah juga menyasar sektor kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani di berbagai kecamatan.
    Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dari hulu ke hilir.
    Selain itu, DTPHP Kutim juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat sistem distribusi hasil tani.

    “Kerja sama lintas sektor penting agar produk unggulan seperti pisang grecek ini punya daya jual tinggi dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Wahyudi menilai, peningkatan lahan dan dukungan pemerintah menjadi modal kuat bagi Kutai Timur untuk menjadi salah satu sentra pisang kepok grecek terbesar di Kalimantan Timur.(Adv/Kominfo)