Category: Kominfo Kutim

  • Petani Kutim Kini Gunakan Irigasi Pintar, Kontrol Air Hanya Lewat Smartphone

    Petani Kutim Kini Gunakan Irigasi Pintar, Kontrol Air Hanya Lewat Smartphone

    Kutai Timur-Inovasi baru dalam sektor pertanian mulai diterapkan oleh petani di Kutai Timur. Melalui bantuan Bank Indonesia, petani kini menggunakan alat irigasi berbasis internet yang dapat dikontrol langsung melalui smartphone.

    Kabid DTPHP Kutim, Wahyudi Nur, menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi solusi efisien bagi petani hortikultura di tengah tantangan cuaca ekstrem.

    “Petani bisa mengatur kapan penyiraman dilakukan hanya dari ponsel. Semua proses sudah terintegrasi secara digital,” katanya,Minggu (15/11/2025)

    Alat tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengatur penyiraman, tetapi juga mampu memantau kelembapan tanah dan tingkat kekeringan lahan. Bahkan, sistemnya dapat memperkirakan kandungan serat tanah secara otomatis.

    Menurut Wahyudi, inovasi ini membuat pekerjaan petani jauh lebih cepat dan efisien. Biasanya penyiraman dilakukan manual selama berjam-jam, kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.

    “Dampaknya sangat besar terhadap produktivitas dan efisiensi tenaga kerja,” ujarnya.

    Teknologi tersebut saat ini digunakan oleh Kelompok Tani Karya Bersama di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliurang. Lahan yang dikelola mencapai tiga hektare.

    Wahyudi menambahkan, alat ini menggunakan sistem sprinkler yang mendistribusikan air secara merata ke seluruh lahan. Instalasinya dilakukan secara mandiri oleh kelompok tani.

    Ia juga menyebutkan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pertanian modern. “Ini bukan hanya bantuan alat, tapi juga investasi teknologi jangka panjang,” jelasnya.

    Keberadaan teknologi irigasi pintar ini diharapkan mampu menginspirasi kelompok tani lainnya di Kutim.

    “Petani sekarang harus mulai akrab dengan teknologi digital. Kita dorong agar semakin banyak yang memanfaatkannya,” tegas Wahyudi.

    DTPHP Kutim berkomitmen mendampingi petani agar mampu mengoperasikan alat tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

    “Kami ingin teknologi ini tidak hanya berhenti di satu lokasi, tapi bisa menjadi model untuk pertanian cerdas di Kutim,” tutupnya.(Adv/Kominfo)

  • PUPR Kutim Siapkan Polder Ilham Maulana Sangatta Jadi Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Rekreasi Terpadu

    PUPR Kutim Siapkan Polder Ilham Maulana Sangatta Jadi Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Rekreasi Terpadu

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Joni Abdi Setia, memastikan bahwa kawasan Polder Ilham Maulana Sangatta akan dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus area rekreasi masyarakat. Pengembangan ini menjadi bagian dari rencana penataan ulang fungsi folder yang selama ini semakin berkembang menjadi pusat aktivitas warga.

    Joni menjelaskan, meskipun Polder dibangun sebagai sarana teknis pengendali banjir, fungsinya kini berkembang jauh lebih luas. Setiap hari kawasan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan berkumpul. Karena itu, PUPR menilai penting adanya penataan agar fungsi teknis dan fungsi sosial dapat berjalan berdampingan.

    “Ke depan, Polder itu tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pengendali air, tetapi juga kita siapkan sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman untuk aktivitas masyarakat,” tegasnya, Jumat (14/11/2025)

    Menurutnya, konsep yang akan diterapkan adalah mix use development, yaitu pemanfaatan ruang yang menggabungkan beberapa fungsi sekaligus tanpa menghilangkan peran utama Polder sebagai penampung dan pengatur aliran air. Penataan ini mencakup area jogging, tempat duduk, area hijau, hingga ruang publik yang tertata rapi.

    “Aktivitas masyarakat tetap diperbolehkan. Olahraga, jogging, rekreasi silakan. Tapi semua harus diatur. Karena selama ini penggunaan kawasan Polder tidak terkelola dengan baik,” tambah Joni.

    Ia menjelaskan, kawasan sekitar Polder memang memiliki karakter yang sejuk karena berada di dekat air. Suhu yang lebih rendah dibanding area lain menjadi daya tarik alami yang mendukung pengembangan RTH. Namun untuk memaksimalkan potensi tersebut, pengelolaan yang profesional harus segera dibentuk.

    PUPR Kutim telah menyiapkan langkah penataan secara bertahap, termasuk penyediaan fasilitas umum yang lebih aman dan terawat. “Tujuannya agar Polder tetap berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi kawasan hijau yang bersih, indah, dan layak dimanfaatkan masyarakat,” tutup Joni.(Adv/Kominfo)

  • Folder Sangatta Tetap Jalankan Fungsi Utama sebagai Pengendali Banjir

    Folder Sangatta Tetap Jalankan Fungsi Utama sebagai Pengendali Banjir

    Kutai Timur – Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa Folder Sangatta tetap menjalankan fungsi teknis utamanya sebagai pengendali banjir, meskipun kawasan tersebut kini berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

    Menurut Joni, sejak awal pembangunan, folder dirancang sebagai sistem pengaturan air yang berfungsi menampung limpasan dan menyalurkannya melalui pintu air yang tersedia. “Folder itu bukan sekadar kolam retensi. Di situ ada pintu air yang dioperasikan sesuai kondisi lapangan. Kalau volume air luar tinggi, pintu kita tutup. Kalau butuh limpasan, pintu dibuka,” jelasnya, Sabtu (15/11/2025).

    Ia menilai banyak masyarakat mengira fungsi folder kini hanya sebatas area rekreasi, karena semakin ramai digunakan untuk olahraga, jogging, dan kegiatan publik lainnya. Namun secara teknis, peran folder sebagai infrastruktur pengendalian banjir masih berjalan sebagaimana mestinya. “Fungsinya tidak hilang. Meski aktivitas masyarakat meningkat, mekanisme teknis pengaturan air tetap berjalan seperti biasa,” tambahnya.

    Perubahan penggunaan ruang folder oleh masyarakat memang tak dapat dihindari. Seiring berkembangnya kota Sangatta, area tersebut menjadi ruang terbuka yang digemari warga. Meski demikian, Joni menekankan bahwa aktivitas publik tidak boleh mengganggu operasi teknis folder. Oleh karena itu, PUPR kini tengah mempersiapkan penataan dan pembentukan lembaga pengelola agar fungsi teknis dan fungsi rekreasi dapat berjalan beriringan.

    “Kami ingin folder tetap aman dan dapat melindungi kota dari banjir, sekaligus nyaman dipakai masyarakat. Karena itu pengelolaannya harus lebih terstruktur,” ungkapnya.(Adv/Kominfo)

  • PUPR Kutim Matangkan Kajian Pembentukan UPTD Pengelolaan Folder Sangatta

    PUPR Kutim Matangkan Kajian Pembentukan UPTD Pengelolaan Folder Sangatta

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mempersiapkan langkah strategis untuk menata pengelolaan Folder Sangatta agar lebih optimal dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, yang menegaskan bahwa pihaknya kini sedang berfokus pada penyusunan kajian akademis sebagai dasar pembentukan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah).

    Menurut Joni, proses penyusunan kajian ini merupakan tahapan penting sebelum folder resmi dikelola oleh lembaga khusus. “Pembentukan UPTD tidak bisa serta-merta. Harus ada kajian akademis terlebih dahulu untuk menilai kelayakan, kebutuhan SDM, struktur, hingga mekanisme pengelolaannya,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025)

    PUPR Kutim menggandeng Universitas Brawijaya Malang, khususnya bidang teknik sumber air, untuk melakukan kajian teknis dan rekomendasi akademis. Kerja sama ini sekaligus memastikan bahwa seluruh aspek pengelolaan sesuai standar profesional. Setelah kajian selesai, hasilnya akan diserahkan ke Bagian Organisasi Setkab Kutim untuk ditelaah lebih lanjut sebelum diajukan ke Pemerintah Provinsi guna proses asistensi dan penilaian.

    Joni menambahkan bahwa pembentukan UPTD bertujuan untuk memastikan pengelolaan Folder Sangatta berjalan lebih terarah, mulai dari fungsi teknis pengendalian banjir, perawatan kawasan, hingga penataan aktivitas masyarakat.

    “Folder ini berkembang menjadi area wisata, olahraga, hingga rekreasi. Karena itu, perlu ada lembaga resmi yang benar-benar fokus mengelolanya,” jelasnya.

    Selain itu, keberadaan UPTD nantinya juga akan mencakup pengawasan keamanan, pengaturan pintu air, perawatan fasilitas, serta memastikan pemanfaatan area tetap sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa folder bukan sekadar ruang publik, tetapi juga infrastruktur vital penampung limpasan air.

    Terkait waktu pembentukan, Joni menyebutkan bahwa target pelaksanaan UPTD diproyeksikan pada tahun 2026, menunggu rampungnya kajian dan legalitas melalui Perbup atau Perda. “Semua bertahap. Yang terpenting kajian harus kuat dulu,” tutupnya.(Adv/Kominfo)

  • Camat Kaliorang Dorong Sinergi Antardinas untuk Hilirisasi Produk Lokal

    Camat Kaliorang Dorong Sinergi Antardinas untuk Hilirisasi Produk Lokal

    Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Kaliorang menyerukan perlunya sinergi lintas dinas untuk memperkuat hilirisasi produk lokal, khususnya hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

    Camat Kaliorang, Rusmono, menegaskan bahwa selama ini masyarakat sudah mampu memproduksi hasil kebun seperti pisang, sawit, dan hortikultura, namun masih kesulitan di tahap pemasaran dan pengolahan. “Produksinya ada, tapi nilai tambahnya belum maksimal,” ujarnya, Jumat (14/11/2025)

    Menurutnya, masalah terbesar bukan di tingkat petani, melainkan pada kurangnya koordinasi antarinstansi. “Pertanian bekerja sendiri, perdagangan sendiri, koperasi juga jalan sendiri. Harusnya satu arah,” katanya.

    Ia mencontohkan, program ekspor pisang Kaliorang sempat berhasil namun terhenti karena tidak ada tindak lanjut lintas sektor. “Padahal dulu kita sampai ekspor ke Belgia,” ungkapnya.
    Rusmono berharap, ke depan dinas terkait bisa bersama-sama membangun sistem hilirisasi yang kuat. “Kalau ada pabrik pengolahan pisang atau minyak sawit skala kecil, hasilnya bisa dijual dengan harga lebih baik,” jelasnya.

    Selain itu, ia juga menyoroti perlunya penguatan jaringan distribusi antar kecamatan. “Masalah ongkos kirim ini yang sering membuat produk kita kalah bersaing,” katanya.
    Camat Kaliorang mengusulkan agar pemerintah daerah menyediakan jalur logistik terpadu bagi hasil perkebunan dan UMKM. “Supaya biaya transportasi turun dan produk bisa masuk pasar lebih luas,” tambahnya.

    Menurutnya, tanpa dukungan kebijakan yang terintegrasi, potensi besar Kaliorang hanya akan berhenti di angka produksi. “Nilai ekonomi yang tinggi justru dinikmati daerah lain,” ujarnya.

    Ia menilai, sinergi lintas dinas juga akan memperkuat daya tahan ekonomi lokal. “Kalau petani untung, pedagang hidup, dan koperasi jalan, semua akan tumbuh bersama,” katanya.

    Rusmono menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap program pemerintah. “Jangan hanya proyek, tapi benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

    Ia menambahkan, hilirisasi produk lokal bukan sekadar agenda ekonomi, tapi juga wujud kemandirian daerah. “Kaliorang harus berdiri di kaki sendiri, tidak selalu tergantung dari luar,” tegasnya.

    Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia yakin Kaliorang bisa menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Kutai Timur. “Sinergi dan komitmen, itu kunci utamanya,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)

  • Pemerintah Kutim Komitmen Perluas Fasilitas Olahraga Hingga ke Seluruh Kecamatan

    Pemerintah Kutim Komitmen Perluas Fasilitas Olahraga Hingga ke Seluruh Kecamatan

    Kutai Timur Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), berkomitmen penuh dalam menghadirkan fasilitas olahraga yang merata hingga ke tingkat kecamatan. Upaya ini ditegaskan sebagai bagian dari pemenuhan hak setiap warga.

    Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyatakan bahwa pembangunan sarana olahraga tidak boleh hanya terpusat di ibu kota kabupaten. “Prinsip kami sederhana, olahraga itu hak semua warga. Karena itu, fasilitasnya juga harus hadir di seluruh kecamatan,” ujarnya pada Jumat (14/11/2025).

    Menurut Basuki, Dispora telah merealisasikan pembangunan sejumlah fasilitas di berbagai wilayah pada tahun-tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, di kawasan menuju Samarinda dan Teluk Pandan, kini telah terlihat sarana olahraga baru yang didukung oleh pemerintah daerah, menjadi bukti nyata dari program pemerataan ini.

    Selain menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Basuki menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga di Kutim juga melibatkan pihak swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

    “Kami aktif berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Kutai Timur agar mereka juga berkontribusi. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha adalah kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan sarana olahraga,” terangnya.

    Ia menambahkan bahwa perusahaan menyambut baik ajakan untuk membantu masyarakat ini. Diharapkan, fasilitas olahraga yang memadai di tingkat kecamatan akan meningkatkan minat masyarakat untuk aktif berolahraga sekaligus memicu penemuan bibit atlet potensial.

    “Kalau lapangan dan sarana lengkap, anak-anak muda akan lebih semangat berlatih. Dari sanalah muncul atlet-atlet baru,” tambahnya.(Adv/Kominfo)

  • Separuh dari Proyek MYC Kutim Difokuskan untuk Peningkatan Jalan Antar Kecamatan

    Separuh dari Proyek MYC Kutim Difokuskan untuk Peningkatan Jalan Antar Kecamatan

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan berskala besar. Dalam rancangan Multi Years Contract (MYC) periode 2026–2028, sekitar setengah dari total 32 proyek diarahkan khusus untuk peningkatan dan pembangunan jalan baru.

    Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa terdapat 16 paket proyek jalan yang akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam skema tersebut.
    “Yang paling banyak itu peningkatan jalan. Ada 16 paket dan semuanya difokuskan untuk memperkuat konektivitas antar kecamatan,” jelas Noviari, Jumat (14/11/2025).

    Ia mengatakan, pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses antarwilayah, tetapi juga merupakan strategi memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama di daerah pedalaman dan kawasan produktif.

    “Kami ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil juga bisa menikmati akses jalan yang layak. Dengan konektivitas yang baik, ekonomi lokal bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

    Menurut Noviari, proyek jalan tersebut akan terdistribusi di beberapa wilayah strategis yang menghubungkan sentra produksi pertanian, perkebunan, dan kawasan industri menuju pusat distribusi dan pelabuhan.
    Selain itu, sejumlah proyek juga diarahkan untuk mendukung kawasan ekonomi baru dan desa berkembang.

    “Kalau akses jalan lancar, maka harga komoditas pertanian bisa lebih stabil karena distribusi barang lebih mudah. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tambahnya.

    Pemerintah berharap pelaksanaan MYC mulai tahun 2026 dapat berjalan lancar sesuai rencana. Setiap proyek yang diajukan akan melalui proses evaluasi teknis dan sinkronisasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

    “Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun konektivitas sosial dan ekonomi antarwilayah,” tegas Noviari.

    Dengan komitmen ini, Pemkab Kutim optimistis pembangunan jalan akan menjadi fondasi utama dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah di masa mendatang.(Adv/Kominfo)

  • Pemerintah Kutim Tambah 250 Hektare Lahan Pisang Kepok Grecek

    Pemerintah Kutim Tambah 250 Hektare Lahan Pisang Kepok Grecek

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sektor hortikultura, salah satunya melalui pengembangan pisang kepok grecek sebagai komoditas unggulan.

    Kabid Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, mengungkapkan selama periode 2023 hingga 2024, pemerintah berhasil menambah luasan tanam sekitar 250 hektare.

    “Selama dua tahun terakhir kami terus memberikan bantuan dan motivasi kepada petani. Luas tanam meningkat signifikan,” ujar wahyudi, Jumat (14/11/2025).

    Dengan penambahan tersebut, total lahan pisang kepok grecek di Kutim kini mencapai 1.700 hingga 1.800 hektare berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini mencerminkan komitmen Pemkab dalam menjadikan pisang grecek sebagai salah satu ikon pertanian daerah.

    Menurut Wahyudi, pengembangan tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas hasil panen. Petani mendapat pembinaan terkait teknik budidaya, pemilihan bibit unggul, dan penanganan pascapanen.

    “Tujuan kami agar pisang kepok grecek Kutim mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional,” katanya.

    Ia menambahkan, perhatian pemerintah juga menyasar sektor kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani di berbagai kecamatan.
    Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dari hulu ke hilir.
    Selain itu, DTPHP Kutim juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat sistem distribusi hasil tani.

    “Kerja sama lintas sektor penting agar produk unggulan seperti pisang grecek ini punya daya jual tinggi dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Wahyudi menilai, peningkatan lahan dan dukungan pemerintah menjadi modal kuat bagi Kutai Timur untuk menjadi salah satu sentra pisang kepok grecek terbesar di Kalimantan Timur.(Adv/Kominfo)

  • Pemasaran Nanas Himba Kutim Tembus Pasar Antarprovinsi

    Pemasaran Nanas Himba Kutim Tembus Pasar Antarprovinsi

    Kutai Timur – Popularitas Nanas Himba di Kabupaten Kutai Timur  (Kutim) kini tak hanya berhenti di pasar lokal. Buah nanas yang memiliki tingkat kemanisan tinggi ini sudah merambah ke berbagai wilayah di luar Kutai Timur, termasuk Kalimantan Utara, Samarinda, dan Makassar.

    Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor , menjelaskan bahwa permintaan nanas dari Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar, meningkat pesat dalam dua tahun terakhir.

    “Nanas Himba Kutim sudah dikenal punya rasa yang manis dengan kadar brix di atas 19 sampai 20, tanpa rasa gatal di lidah dan berukuran besar,” ujarnya, Jumat (14/11/2025)

    Wahyudi menambahkan, keunggulan dari buah nanas himba sendiri membuat banyak pedagang buah dari luar daerah tertarik untuk mengambil langsung dari sentra produksi.

    “Kemarin saja ada pedagang dari Kalimantan Utara yang membeli dua pick-up sekaligus. Tidak sampai seminggu, semuanya habis,” kata Wahyudi.

    Menurutnya, ekspansi pasar nanas Kutim ini menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing dengan komoditas hortikultura dari daerah lain. Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan jaringan pemasaran agar komoditas ini semakin dikenal.

    “Kami juga sedang berupaya mengedukasi konsumen bahwa nanas Kutim ini memiliki kualitas tinggi dan siap dipasok secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga loyalitas pasar,” ucapnya.

    Dengan kualitas prima dan kontinuitas produksi yang stabil, Nanas Himba Kutim berpotensi menjadi ikon hortikultura andalan Kalimantan Timur.(Adv/Kominfo)

  • BI Dukung Modernisasi Pertanian di Kutim Lewat Bantuan Alat Mesin

    BI Dukung Modernisasi Pertanian di Kutim Lewat Bantuan Alat Mesin

    Kutai Timur – Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, lembaga keuangan negara itu menyalurkan bantuan berupa alat mesin pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas petani.

    Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan, bantuan tersebut diserahkan kepada kelompok tani di Kecamatan Kaubun melalui Unit Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja).

    Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa drone pertanian dan combine harvester atau mesin pemanen padi. Kedua alat ini diharapkan mampu mempercepat proses kerja petani dan menekan biaya operasional di lapangan.

    “Drone itu berfungsi untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida, sementara combine digunakan untuk memanen padi secara otomatis,” jelas Dessy, Jumat (14/11/2025).

    Ia menuturkan, penggunaan teknologi modern di sektor pertanian menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia, petani di Kutim diharapkan bisa lebih mandiri dan produktif.

    Bantuan pertama berupa drone diserahkan sekitar dua tahun lalu untuk kelompok tani di Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun. Sedangkan bantuan combine diberikan pada tahun ini dan langsung dimanfaatkan saat panen raya bersama Bupati Kutim pada Agustus lalu.

    “Bantuan dari BI ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor sangat penting untuk membangun ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

    Dessy menyebut, keberadaan alat-alat modern ini menjadi titik awal penerapan pertanian presisi di Kutai Timur. Petani kini mulai terbiasa menggunakan teknologi berbasis digital dalam kegiatan sehari-hari.

    Selain itu, program tersebut juga membuka peluang bagi daerah lain untuk mendapatkan dukungan serupa di masa mendatang. “Kalau hasilnya baik dan efisien, tentu potensi replikasi di kecamatan lain akan terbuka,” ujarnya.

    Ia pun mengapresiasi langkah BI yang tidak hanya fokus pada sektor keuangan, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian.
    Dengan bantuan ini, pemerintah daerah berharap dapat mempercepat transformasi sistem pertanian dari konvensional menuju modern.

    “Semoga sinergi ini berkelanjutan dan menjadi contoh bagi instansi lain untuk ikut mendukung petani kita,” pungkas Dessy. (Adv/Kominfo)