BI Dukung Modernisasi Pertanian di Kutim Lewat Bantuan Alat Mesin

Kutai Timur – Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, lembaga keuangan negara itu menyalurkan bantuan berupa alat mesin pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan, bantuan tersebut diserahkan kepada kelompok tani di Kecamatan Kaubun melalui Unit Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja).

Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa drone pertanian dan combine harvester atau mesin pemanen padi. Kedua alat ini diharapkan mampu mempercepat proses kerja petani dan menekan biaya operasional di lapangan.

“Drone itu berfungsi untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida, sementara combine digunakan untuk memanen padi secara otomatis,” jelas Dessy, Jumat (14/11/2025).

Ia menuturkan, penggunaan teknologi modern di sektor pertanian menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia, petani di Kutim diharapkan bisa lebih mandiri dan produktif.

Bantuan pertama berupa drone diserahkan sekitar dua tahun lalu untuk kelompok tani di Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun. Sedangkan bantuan combine diberikan pada tahun ini dan langsung dimanfaatkan saat panen raya bersama Bupati Kutim pada Agustus lalu.

“Bantuan dari BI ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor sangat penting untuk membangun ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Dessy menyebut, keberadaan alat-alat modern ini menjadi titik awal penerapan pertanian presisi di Kutai Timur. Petani kini mulai terbiasa menggunakan teknologi berbasis digital dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, program tersebut juga membuka peluang bagi daerah lain untuk mendapatkan dukungan serupa di masa mendatang. “Kalau hasilnya baik dan efisien, tentu potensi replikasi di kecamatan lain akan terbuka,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah BI yang tidak hanya fokus pada sektor keuangan, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian.
Dengan bantuan ini, pemerintah daerah berharap dapat mempercepat transformasi sistem pertanian dari konvensional menuju modern.

“Semoga sinergi ini berkelanjutan dan menjadi contoh bagi instansi lain untuk ikut mendukung petani kita,” pungkas Dessy. (Adv/Kominfo)