Blog

  • Wabup Kasmidi Bulang Tanggapi Pasar Tumpah

    Wabup Kasmidi Bulang Tanggapi Pasar Tumpah

    SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang menanggapi keberadaan pasar tumpah yang berada di luar pasar induk dan Pasar dadakan yang ada di beberapa wilayah Sangatta.

    Dikatakan, Pemkab kutim sudah berupaya secara optimal untuk menertibkan pasar tumpah yang sangat meresahkan para pedagang pasar induk. “Sudah kita lakukan beberapa tindakan, pemkab bahkan sudah memanggil pihak pedagang pasar tumpah dan diberikan edukasi, tetapi tetap saja mereka berjualan,”katanya.

    Keberadaan Pasar tumpah itu, bukan ada pada saat ini, jauh sebelumnya sudah ada dan pemkab telah berkali kali menertibkan, namun mereka tetap kembali berjualan.

    Dikatakan, banyak pembeli yang lebih memilih untuk transaksi di pasar tumpah, selain mudah juga akses tidak terlalu jauh masuk ke dalam pasar induk. “dengan kondisi kondisi seperti ini kita memberikan edukasi yang salah,”katanya

    Diakui, keberadaan pasar tumpah itu, membuat tata kota menjadi sembraut. Hal ini sudah disampaikan kepada pedagang pasar tumpah. “kita tidak melarang mencari nafkah atau rejeki, namun harus mengikuti aturan yang ada dan sesuai kesepakatan,”katanya

    Lebih jauh ia mengatakan, pemkab Kutim tidak mau secara prontal untuk menertibkan itu, pemkab terus berupaya untuk memberikan edukasi dan pengertian kepada pedagan pasar tumpah.

    “Kami tidak mau ada gejolak dilapangan jika terjadi penertiban. Pasar tumpah tidak boleh dibiarkan dan harus ada tindakan, namun tindakan itu tidak menimbulkan gejolak di lapangan. (ADV)

  • Wabup Kutim: Camat Perpanjangan Tangan, Harus Jadi Inspirasi

    Wabup Kutim: Camat Perpanjangan Tangan, Harus Jadi Inspirasi

    SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang meminta para Camat yang menjadi perpanjangan pemerintah Kabupaten, serta bisa memberikan inspirasi kepada bawahannya dalam menjalan tugas.

    “Harus bisa menjadi inspirasi, terus juga bisa menyambung silaturahmi. Karena camat ini perpanjangan tangan dari kabupaten,” pesan Kasmidi Bulang saat menghadiri acara Pengukuhan dan Penyematan Atribut Camat Kongbeng serta Halal Bihalal, di Lamin Adat Lung Baun Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kongbeng, Jumat (19/5/2023).

    Lebih lanjut Kasmidi menyebut, seseorang yang ditunjuk menjadi camat adalah orang-orang cerdas. Untuk itu, ia menegaskan tidak boleh mengkotak-kotakkan masyarakatnya. Ditambah nuansa politik saat ini lagi, hangat-hangatnya.

    “Jadi teman-teman PNS bisa bekerja profesional. Anda diberikan beban  tugas harus dijalankan secara maksimal sesuai tupoksinya,” singkatnya

    Terkait dengan Pengukuhan Camat, ia menjelaskan karena memang sesuai regulasi, ada aturan yang memang mengharuskan, walaupun camat sudah dilantik tetapi wajib untuk dikukuhkan.

    “Kita sudah laksanakan ini sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

    Lebih jauh Ia berharap camat yang telah dilantik beberapa bulan lalu dan yang telah dikukuhkan bisa tetap menjalankan kinerja sesuai tupoksinya. (*ADV-DiskominfoKutim)

  • Yayasan GVF Berikan Kursi ke Penyandang Disabilitas di Kutim

    Yayasan GVF Berikan Kursi ke Penyandang Disabilitas di Kutim

    SANGATTA – Yayasan Kampung Sedunia atau Global Village Foundation (GVF) berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional Kutai Timur (Baznas Kutim) untuk membagikan bantuan kursi roda khusus kepada 40 anak penyandang disabilitas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kota Bontang pada tanggal 20 Mei 2023.

    Acara tersebut diadakan di Resto Agra Rasa, Jalan Yos Sudarso 3, Sangatta Utara, dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pamkesra) Puniso Suryo Renggono, Kepala Baznas Kutim Masnip Sofyan, Founder GVF Mr. Andi, Yayasan Mata Hati Banyuwangi, PPDI Kalimantan Timur, serta beberapa undangan lainnya.

    Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggono mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Organisasi GVF yang turut berkontribusi membantu masyarakat, khususnya anak-anak dengan keistimewaan ini. Ia menyatakan bahwa anak-anak tersebut membutuhkan dukungan dan perhatian serius dari semua orang, dan kolaborasi ini merupakan bentuk yang baik dan perlu terus dikembangkan. Poniso Suryo Renggono juga berharap bahwa kolaborasi antara GVF dan pemerintah dapat berlanjut dan mengembangkan kerjasama di bidang sosial lainnya. Ia menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah, dan ia akan terus mengawal kegiatan semacam ini, termasuk melibatkan Dinas Sosial (Dinsos).

    Sebelumnya, Kepala Baznas Kutim, Masnip Sofyan, menyatakan bahwa sebanyak 40 anak dari Kutim dan Bontang akan menerima bantuan kursi roda khusus, yang akan dibagikan secara bertahap.

    “Pada hari itu, sebanyak 30 kursi roda dibagikan, sementara sisanya akan diberikan keesokan harinya.,”sebutnya.

    Sofyan menjelaskan bahwa kursi roda ini didesain khusus sesuai dengan ukuran tubuh anak-anak penerima, dan tidak boleh diperjualbelikan secara umum. Jika ada penerima bantuan yang sudah tidak membutuhkan lagi, Sofyan mengimbau agar kursi roda tersebut dikembalikan ke Baznas agar bisa disalurkan kepada orang yang membutuhkannya

    Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara GVF, Ulfa, menyampaikan bahwa pemberian kursi roda khusus secara gratis merupakan bagian dari gerakan kepedulian khusus kepada anak-anak penyandang disabilitas. Gerakan ini telah dilakukan sejak tahun 1998 oleh organisasi nirlaba Wheelchairs For Kids (WFK) yang berasal dari Perth, Australia. WFK telah membantu memberikan sekitar 60 ribu kursi roda di 90 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Kalimantan Timur (Kaltim), GVF sebagai penyalur bantuan dari WFK telah memberikan 170 kursi roda kepada anak-anak (ADV)

  • Wabup Kasmidi Apresiasi Lanal Yang Usul Pulau Miang Jadi Kampung Bahari

    Wabup Kasmidi Apresiasi Lanal Yang Usul Pulau Miang Jadi Kampung Bahari

    SANGATTA – Desa Pulau Miang yang terletak di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, resmi menjadi Kampung Bahari Nusantara. Peresmian yang dilaksanakan melalui zoom di Pantai Kenyamukan dan dihadiri Wakil Presiden RI H Ma’aruf Amin. Senin (15/5/2023) pagi.

    Wakil bupati Kutai Timur Kasmidi bulang menyambut positif penetapan pulau Miang sebagai Kampung Bahari Nusantara. “Suatu kebanggaan desa pulau Miang bisa di tetapkan sebagai kampung Bahari,”kata Kasmidi saat di temui awak media, Kamis (18/05/2023)

    Penetapan kampung Bahari itu lanjut Kasmidi Bulang, merupakan kerjasama Pemkab dengan Lanal Kutim untuk mewujudkan sebuah wilayah yang di akui secara nasional.

    “Terima Kasih Pak Danlan atas perjuangan dan bekerja keras mengusulkan Pulau Miang sehingga terpilih sebagai Kampung Bahari Nusantara, Kutim salah satu di Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai Kampung Bahari,”katanya.

    Ia menambahkan, dengan diresmikannya pulau miang sebagai kampung bahari, banyak keuntungan yang bisa di dapatkan diantarannya meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat pesisir sedta mengembangkan UMKM di wilayah pesisir.

    Cluster kesehatan, tujuanya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yaitu hidup sehat, berupa penyuluhan medis dan pengobatan langsung.

    “Seperti Pulau Miang ini, kami sudah buat cottage maupun simbol atau ikon yang menarik wisatawan,” imbuhnya. Terakhir cluster pertahanan, dimana pihak lanal aka memberdayakan masyarakat dalam pertahanan negara. Kondisi Pulau Miang saat ini telah dibuat kertak ulin dan telah dibuat cottage-cottage untuk tempat menginap wisatawan. Harapannya dengan dipilihnya KBN di Pulau Miang dapat menarik wisatawan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

    “Serta dilengkapi dengan patung-patung, banana boot dan wahana permainan anak,” pungkasnya. (ADV)

  • Pantai Alien Atau Teluk Lingga Akan di Kembangkan Dinas Pariwisata Kutim

    Pantai Alien Atau Teluk Lingga Akan di Kembangkan Dinas Pariwisata Kutim

    -SANGATTA – Pantai Alien, Manggrove Alien atau Pantai Teluk Lingga menjadi objek wisata lokal yang baru dikembangkan dinas Pariwisata Kutai Timur. Pantai tersebut sudah ramai di kunjungi warga lokal yang ingin menyaksikan Sanset di sore Hari.

    Pantai yang terletak di Kawasan Bukit Pelangi, Sungai Bendera, Dibelakang Gedung Expo Kutai Timur Sangatta, menjadi perhatian serius bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

    Nama pantai Alian atau Teluk Lingga ini, di senatkan oleh Bupati Ardianysah sulaiman ketika mengunjungi Partai tersebut. Pemberian nama alian tentu tidak salah, pasalnya pantai tersebut tepat berada di belakang Gedung EXPO yang berbentuk pesawat Alian atau UFO.

    Ditemui di Kantor bupati Kutim, Ardiansyah mengatakan, pantai tersebut sudah ramai di kunjungi oleh warga lokal. Selain lokasinya berada di kota Sangatta dekat Dari Gedung Expo ditempuh sekitar 2 Km, pantai tersebut bisa menjadi wahana wisata favorit masyarakat lokal.

    “Sudah ramai di kunjungi (Pantai Teluk Lingga). Hampir tiap sore masyarakat berkunjung kesana. Pantai itu baru di kembangkan oleh dinas Pariwisata Kutim,”Ungkapnya.

    Dikatakan, Akses masuk ke area pantai cukup mudah dan jalannya juga cukup lebar sekitar 10 meter sehingga kendaraan roda dua dan roda empat bisa langsung masuk ke pantai tersebut.

    “Kalau sabtu atau minggu bisa jalan kesana (Pantai Alien) , jalannya sudah saya saksikan itu cukup lebar sekitar 10 meter lebih.,”katanya

    Lebih lanjut ia menambahkan, kedepannya pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata Kutim akan membangun sejumlah fasilitas dan akan di kembangkan UMKM di pantai tersebut.

    “Nantinya, kita kembangkan lagi dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti kamar mandi, air bersih. Bisnis juga kita akan kembangkan disana. Kalau kamu mau buka warung disana kita silakan. Intinya UMKM disana nantinya bisa berjalan,”Pangkasnya (ADV)

  • Kutim Raih WTP, Wabup Kasmidi Bulang “Kita sudah Kerja Keras”

    Kutim Raih WTP, Wabup Kasmidi Bulang “Kita sudah Kerja Keras”

    SANGATTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemkab Kutim 2022.

    Tentunya, hasil tersebut menjadi kabar baik yang diterima Pemkab Kutim, sebab dua tahun berturut-turut mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

    Wakil bupati Kutim Kasmidi Bulang mengucapkan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bekerja secara optimal dan bekerja keras dalam mendapatkan Opini WTP

    “Saya atas nama pemerintah, Sebagai Wakil bupati Kutai Timur, menyapaikan Terima kasih banyak terhadap kinerja SKPD (OPD). Alhamdulillah tahun ini kita bisa meraih Opini WTP dari BPK,” kata kasmidi Saat ditemui di DPRD Kutim.

    Terkait dengan beberapa temuan di tahun sebelumnya, Kasmidi mengakui, memang dalam berproses pencapaian dari WDP ke WTP terdapat beberapa temuan, bahkan daerah lain yang sudah meraih WTP berkali kali masih ada temuan.

    “Bahkan yang tiga kali sampai empat kali meraih WTP masih ada temuan. Tapi ada Rekomendasi dari BPK. Tentunya ini akan menjadi perbaikan kedepannya,”ungkap Kasmidi.

    Dikakatan, dalam penilaian BPK, tentunya memiliki pertimbangan tehnis dan kajiannya dalam menetapkan Opini WTP. Temuan yang sudah dibelum di kembalikan tentunya pertimbangan lain dari BPK.

    “BPK punya pertimbangan Tehnis dan kajian kewajaran dan kita tidak bisa intervensi lembaga BPK itu,”katanya.

    Lebih lanjut ia menambahkan, laporan temuan dari BPK, Pemkab sudah tindak lanjuti dan itu sudah dilaksanakan oleh kepala tim TAPD Kutim yakni Sekda Kutim. “untuk rekomendasi dari BPK maksimal 60 hari kerja,”pangkasnya (ADV)

  • Ketua Komisi III DPRD Kutim Akui Kinerja Pemkab Dalam Pembangunan Pelabuhan

    Ketua Komisi III DPRD Kutim Akui Kinerja Pemkab Dalam Pembangunan Pelabuhan

    www.ads.pojokdigital.com/, SANGATTA – Ketua Komisi III DPRD Kutai Timur (Kutim) H. Adi Sutianto, DS., S.A.P mendukung pemerintah daerah Kutim terkait penyelesaian pembangunan pelabuhan Kenyamukan Sangatta Kutim.

    Hal tersebut diungkapkan Adi saat ditemui di ruang fraksi Partai Golkar kantor sekretariat DPRD Kutai Timur pada Selasa (09/05/2023) kemarin.

    Dikatakan, saat diskusi dengan wakil bupati Kutim Kasmidi Bulang, pihaknya menanyakan tentang pengerjaan sisi darat pelabuhan kenyamukan tersebut.

    “Saya sempat diskusikan ini ke pak wakil bupati, Alhamdulillah sudah mulai ada tindak lanjut dari pemkab Kutim. Itu sudah mulai kelihatan progresnya,”kata Adi.

    Lebih lanjut ia menambahkan, untuk pengerjaan jalan masuk ke pelabuhan, pemerintah bekerjasama dengan pihak perusahaan PT KPC melalui dana CSR perusahaan. Pihaknya melihat PT. KPC sudah memulai pengerjaan jalan menuju pelabuhan tersebut.

    “Pengerjaan dari pihak perusahaan (PT. KPC) sudah terlihat progresnya. Tinggal kita tunggu saja hasilnya saya optimis Akhir tahun atau awal tahun depan bisa selesai pengerjaannya,”terangnya

    Diungkapkan, kendala utama dari pengerjaan pelabuhan tersebut adalah masalah material. Pasalnya material yang di gunakan harus standar Nasional dan material itu dikirim dari Palu Sulawesi Tengah.

    Sementara, lanjut Ia, Material dari palu seperti koral, Pasir dan sebagainya harus berbagi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang di bangun oleh pemerintah pusat, sehingga ini bisa menghambat pembangunan.

    “yang terpenting penyedian material. Karena pembangunan ini bersamaan dengan pembanguna IKN program nasional dari pemerintah pusat. Kayaknya kita harus berbagi nih.”katanya.

    Selanjutnya kata dia, pemkab Kutim segera membuka tender pembangunan lainya di area pelabuhan kenyamukan. Di rencanakan tender tersebut bisa diakses pada pekan depan.

    “Saya optimis awal tahun depan pelabuhan sudah running. Semoga saja tidak ada kendala yang bisa menghambat pembangunan tersebut, sehingga apa yang di nantikan masyarakat bisa segera dinikmati fasilitasnya,”pangkasnya (adv/IA)

  • Kunjungi Long Masengat Bupati Ardiansyah Lantik Camat dan Anggota BPD

    Kunjungi Long Masengat Bupati Ardiansyah Lantik Camat dan Anggota BPD

    LONG MESANGAT – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman melantik dan mengukuhkan Camat Long Mesangat (Longmes) Rapichin. Pelantikan tersebut digelar Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Jalan Pembangunan Desa Sumber Sari Kecamatan Longmes, Kamis (18/5/2023).

    Selain mengukuhkan Camat, mantan wakil bupati kutim 2 priode ini juga melantik anggota BPD di 4 desa di Longmes.  Kegiatan ini turut dirangkai dengan pelantikan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Segoi Makmur, Sumber Sari, Tanah Abang dan Sumber Agung.

    Wabup Kasmidi Bulang, Plt Asisten Administrasi Umum Seskab Kutim Didi Herdiansyah, Kepala DPMDes Yuriansyah hingga undangan yang hadir menjadi saksi pelantikan tersebut.

    Pada kesempatan itu, Ardiansyah meminta Camat Longmes Rapichin segera bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab untuk memajukan pemerintahan kecamatan dalam membangun daerahnya.

    “Tugas Camat yang sangat penting adalah mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan serta mengendalikan tugas umum pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah Kabupaten yakni untuk menangani sebagai urusan pemerintah di wilayah yang telah dipercayakan,” tegas Ardiansyah.

    Ia mengimbau kepada seluruh jajaran Forkopimcam, pemerintahan desa hingga elemen masyarakat untuk membantu kelancaran tugas Camat.

    “Karena hal ini demi mewujudkan visi misi Pemkab Kutim menata Kutim sejahtera untuk semua. Akhir kata, selamat kepada Camat Longmes yang baru saja dikukuhkan. Semoga selalu amanah,” urainya.

    Sementara Ardiansyah berpesan kepada anggota BPD, untuk terus menjalin sinergitas kepada seluruh elemen masyarakat hingga pemerintahan desa.

    Adapun sinergi yang dimaksud oleh Ardiansyah yaitu selalu mengoordinasikan program dan peraturan desa agar bisa sejalan dan tidak terjadi miss komunikasi.

    “Usai pelantikan ini, saya harap seluruh anggota BPD harus rajin menjaga komunikasi dan berkoordinasi dengan kepala desa. Supaya dalam menjalankan program bisa sejalan,” harapnya. (ADV)

  • Bupati Pastikan Proses Lelang Proyek Multiyears Selesai Dalam dua Pekan

    Bupati Pastikan Proses Lelang Proyek Multiyears Selesai Dalam dua Pekan

    SANGATTA – Lambatnya proses Leleng Proyek Tahun Jamak atau Multiyears 2023 banyak dipertanyakan masyarakat Kutai Timur, khususnya para kontraktor dan DPRD Kutim.

    Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memberikan respon terkait dengan hal itu. Pihaknya memastikan proyek multiyears sudah berjalan dan akan selesai pada pekan depan.

    Bupati Ardiansyah mengatakan, lambatnya dibuka proses lelang proyek multiyears di akibatkan masalah non tehnis. “Informasinya, Ibunya (Kepala dinas PU) lagi sakit keras dan ia sudah meminta izin kepada saya untuk pulang kampung dulu,”ujarnya.

    Dikatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Dinas PU telah membuka proses lelang dan sudah ada beberapa perusahaan yang telah mengajukan penawaran. “Informasinya sudah di buka dan sudah ada kontraktor yang masuk dalam proses pelelangan,”katanya

    Seperti di ketahui Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan mengalokasikan anggaran APBD Kutim senilai kurang lebih Rp 1,2 triliun untuk proyek proyek tahun jamak atau multi years.

    Proyek tersebut mendapat sorotan dari anggota DPRD dan para kontraktor yang akan melakukan proses lelang. Salah satu anggota DPRD Kutim menyoroti proyek tersebut adalah Politisi PDI Perjuangan Faizal Rahman.

    Faizal Rachman menjelaskan bahwa memasuki bulan Mei program MY belum ada sama sekali yang berjalan. “Kami sudah minta untuk konsultasi kepada LKPP terkait, namun sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda,” ucap Faizal Rachman, Rabu (17/5/2023) lalu.

    Sebagai anggota legislatif, Dirinya mempertanyakan keseriusan Pemkab Kutim dalam menangani program Multiyears tahun 2023 ini

    Berikut Daftar 18 proyek multiyears 2022-2024

    Pembangunan Jembatan Telen.

    Pembangunan Jembatan Bengalon tembus Sepaso Selatan.

    Pembangunan Jalan Manubar – Seliwung Kecamatan Sandaran.

    Peningkatan Jalan Simpang 3 Kecamatan Rantau Pulung.

    Peningkatan jalan Poros Kecamatan Long Mesangag.

    Peningkatan jalan poros Benua Baru Kecamatan Muara Begkal.

    Peningkatan Jalan Jembatan Kelinjau 1 Muara Bengkal.

    Peningkatan Jalan Tanjung Manis Susuk Kecamatan Sandaran.

    Peningkatan jalan Simpang Batu Redi Kecamatan Batu Ampar.

    Peningkatan jalan beton Simpang Garuda Bukit Permata Kecamatan Kaubun.

    Peningkatan Jalan Sidimulyo / Sri Pantun Kecamatan Kongbeng.

    Peningkatan jalan Jabdan Kecamatan Muara Wahau.

    Peningkatan jalan Ngayau-Senambah-Malupan Kecamatan Muara Bengkal.

    Peningkatan jalan simpang 4 Kaliorang.

    Peningkan jalan Bangun Jaya Kecamatahn Kaliorang.

    Peningkatan jalan jembatan Kelinjau 1 Muara Ancalong.

    Pembangunan IPA dan jaringan PDAM Kawasan pedesaan di Kecamatan Karangan, Kecamatan Muara Wahau dan Kaliorang.

    Timbanganisasi dan Pengembangan System Penyediaan air Minum ( SAPM) Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Peningkatan Drainase jalan Dayung Kecamatan Sangatta Utara. (ADV)

  • Bupati Kutim Inginkan PDAM Tirta Tuah Benua Kembangkan Bisnis Lain

    Bupati Kutim Inginkan PDAM Tirta Tuah Benua Kembangkan Bisnis Lain

    SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menginginkan Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua mengembang usaha lain selain tugas utamanya memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat.

    Hal tersebut di Katakan Bupati Ardiansyah saat di temui oleh para awak media usai menghadiri silaturahmi akbar Masyarakat Paguyuban di ruang Meranti Kantor bupati Kutai Timur pada Selasa (16/05/2023) lalu.

    “Sejak tahun 2021 lalu saya meminta PDAM mengembangkan rencana bisnis di samping tugas utamanya melayani masyarakat dalam menyediakan air bersih, “kata Ardiansyah

    Ia menambahkan, jika PDAM Tirta Tuah Benua mampu melebarkan sayap bisnisnya, tentunya akan lebih luas cakupannya dalam membantu masyarakat Kutai Timur.

    Bupati menginginkan PDAM belajar di daerah lain, di mana PDAM Nya sudah mengembangkan bisnis lain selain penyediaan air bersih ke pada masyarakatkan.

    Mantan bupati dua priode ini mencontohkan, PDAM Yogyakarta, telah mengembangkan bisnis lain yakni bisnis air kemasan, mereka sudah punya merek air kemasan sendiri dan memenuhi pasar di Yogyakarta dan pulau Jawa lainnya.

    “PDAM Yogyakarta, itu mereka membuat bisnis air kemasan. Mereka sudah punya merek dan memenuhi pasar. Nah itu yang saya maksudkan,”ungkapnya.

    PDAM Tirta benua lanjut Ardiansyah, adalah perusahaan milik daerah atau BUMD, PDAM bisa mengembangkan bisnis lain dan tidak terpaku hanya pada satu pengelolaan bisnis semata.

    Ardiansyah meminta PDAM Kutim belajar kepada PDAM Yogyakarta dalam mengembangkan bisnis air kemasan. Apalagi nilai investasi yang di keluarkan dalam menyediakan atau membangun pabrik air kemasan tergolong kecil.

    “Dengan contoh yang ada di Yogyakarta itu yang nilai investasinya sangat kecil. Hanya sekitar Rp3 miliar, itu sudah termasuk lahan, bangunan, dan mesin produksi. Setiap hari mereka bisa memproduksi ribuan bahkan ratusan ribu air kemasan dan sudah di pasarkan di sejumlah daerah di Yogyakarta dan luar Yogyakarta”Pangkasnya (ADV)