Blog

  • HUT ke-80 TNI, Kapolres Kutim: Bersama TNI, Wujudkan Indonesia Aman dan Sejahtera

    HUT ke-80 TNI, Kapolres Kutim: Bersama TNI, Wujudkan Indonesia Aman dan Sejahtera

    KUTAI TIMUR – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi mendalam atas dedikasi TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Atas nama keluarga besar Polres Kutim, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada TNI. Semoga TNI semakin kuat, profesional, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” ucap AKBP Fauzan Arianto, Minggu (5/10/2025).

    Menurutnya, hubungan sinergis antara TNI dan Polri di wilayah Kutim selama ini berjalan dengan sangat baik. Kedua institusi tersebut terus berkolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial masyarakat di seluruh wilayah hukum Kutim.

    “TNI dan Polri adalah garda terdepan penjaga keamanan dan stabilitas bangsa. Kami selalu bersinergi dalam setiap langkah dan kegiatan di lapangan. Kolaborasi ini akan terus kami jaga sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tegasnya.

    Kapolres Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0909/KTM dan Lanal Sangatta yang selama ini telah menunjukkan kerja sama solid dalam berbagai kegiatan, baik pengamanan, sosial kemasyarakatan, maupun penanggulangan bencana.

    “Sinergitas TNI-Polri adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

    Sementara itu, dalam amanat nasional HUT ke-80 TNI, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kepemimpinan berkarakter, berintegritas, dan menjadi teladan di lingkungan TNI.

    “Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus Ing Ngarso Sung Tulodho, memberi contoh di depan. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten dan tidak profesional,” tegas Presiden Prabowo.

    Ia juga menekankan bahwa seluruh unsur pimpinan di tubuh TNI wajib terus membina diri serta memberikan teladan terbaik bagi para prajuritnya.

    “Saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI untuk selalu memberi teladan. Panglima TNI dan para Kepala Staf saya perintahkan untuk terus menilai kepemimpinan di tubuh TNI. Karena prajurit kita berhak mendapatkan kepemimpinan yang terbaik,” pungkasnya.

  • Pertanian Jadi Leading Sektor, Pemkab Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

    Pertanian Jadi Leading Sektor, Pemkab Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmen menjadikan pertanian sebagai leading sektor pembangunan jangka panjang. Tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, Pemkab Kutim kini mendorong hilirisasi berbagai komoditas lokal agar nilai tambahnya meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor, mengatakan arah pembangunan pertanian saat ini tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan pangan pokok, tetapi juga memacu tumbuhnya produk turunan yang lebih bernilai.

    “Kalau kita berbicara ketahanan pangan, pasti pangan utama itu padi. Secara bertahap kita akan memenuhi itu. Tapi yang secara existing sudah menjadi unggulan nasional, yang pertama adalah pisang kepok grecek. Itu sudah sesuai dengan SK Menteri Pertanian tahun 2015,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

    Menurut Wahyudi, langkah hilirisasi akan menjadi kunci agar Kutim tidak hanya menjual produk dalam bentuk segar, melainkan juga mampu menghasilkan olahan yang berdaya saing tinggi.

    “Mudah-mudahan sesuai dengan RPJP Kutai Timur, kita sudah melakukan transformasi ekonomi sekaligus transformasi hilirisasi. Jadi, nanti kita tidak hanya menjual pisang atau produk apapun dalam bentuk buah segar, tapi juga produk turunannya,” tambahnya.

    Wahyudi mengakui, meski sektor pertanian belum mampu menyumbang angka besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dibandingkan pertambangan, pemerintah daerah tetap menjadikan pertanian sebagai pilar penting. Apalagi, sumber daya tambang seperti batubara dan minyak bumi merupakan kekayaan yang tidak terbarukan.

    “Kalau kita berkaca pada PDRB, sektor pertanian memang masih jauh kontribusinya dibandingkan tambang, baik secara nasional maupun lokal. Tapi harus kita sadari, tambang seperti batubara dan minyak bumi itu kan sumber daya yang tidak terbarukan,” tegasnya.

    Ia menyebut, konsistensi pembangunan pertanian sudah terlihat sejak awal berdirinya Kutim. Mulai dari program Gerakan Daerah (Gerda) Bank Agri hingga visi Kutim Hebat, pertanian tidak pernah ditinggalkan dari RPJM Kepala Daerah.

    “Kita secara bertahap terus melanjutkan upaya ini. Dari awal Kutim berdiri, RPJM Kepala Daerah tidak pernah meninggalkan sektor pertanian. Mulai dari Gerda Bank Agri sampai sekarang Kutim Hebat, leading sektor ke depannya pasti pertanian,” jelasnya.

    Wahyudi menekankan, penguatan sektor pertanian tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat. Melalui dukungan RPJPD dan RPJMD, arah pembangunan pertanian Kutim dipastikan semakin terarah.

    “Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dengan komitmen legislatif melalui RPJPD dan RPJMD. Jadi arah pembangunan kita sudah jelas, pertanian menjadi sektor yang terus diperkuat,” pungkasnya.(Ciaa/*)

  • Akbar Ajak Pemuda Kutim Berkolaborasi Wujudkan Pertanian Modern

    Akbar Ajak Pemuda Kutim Berkolaborasi Wujudkan Pertanian Modern

    Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Akbar Tanjung, mengajak generasi muda di seluruh kecamatan dan desa untuk bersemangat terlibat dalam pembangunan sektor pertanian modern.

    Menurutnya, keberhasilan mewujudkan pertanian yang tangguh dan berdaya saing tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi nyata masyarakat, khususnya pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

    Akbar menegaskan, pertanian modern adalah salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk menopang perekonomian Kutim di masa depan.

    Meski saat ini kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih sekitar 4 persen, ia optimistis angka itu dapat meningkat jika ada sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

    “Saya mengajak pemuda di 18 kecamatan, 141 desa, agar bersemangat berkolaborasi. Karena inilah momentum untuk kita wujudkan komitmen bersama dalam pembangunan daerah,” ucapnya, Sabtu (4/10/2025).

    Ia menambahkan, semangat pemuda dalam sektor pertanian dapat menjadi energi baru untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah.

    Dengan penerapan teknologi, inovasi, serta dukungan sumber daya manusia yang mumpuni, pertanian modern bisa berkembang lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah.

    Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menunjukkan komitmen serius untuk mengembangkan sektor ini melalui 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

    Dinas Pertanian telah menyatakan siap memaksimalkan kebijakan yang ada, sementara perguruan tinggi, seperti Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim, juga siap mendukung melalui penyediaan SDM berkualitas.

    Akbar menyebut, peran DPRD adalah mengawal setiap kebijakan agar berjalan sesuai aturan dan tidak terhambat oleh regulasi yang tidak berpihak pada pembangunan ekonomi.

    “Kalau legislatif tidak boleh bikin program sendiri. Fungsi kita adalah pengawasan, legislasi, dan penganggaran. Jadi konsennya bagaimana memastikan aturan tidak menghambat perkembangan ekonomi dan sektor pertanian,” tegasnya.

    Ia memastikan DPRD Kutim akan terus mendukung pemerintah daerah agar program pembangunan, terutama di sektor pertanian modern, dapat berjalan optimal.(Ciaa/*)

  • STIPER dan Pemda Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Modern di Kutim

    STIPER dan Pemda Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Modern di Kutim

    Kutai Timur – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) bersama pemerintah daerah berkomitmen berkolaborasi mewujudkan pertanian modern demi memperkuat ketahanan pangan di daerah.

    Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendorong Kutim menuju kemandirian pangan yang berbasis pada sumber daya manusia (SDM) unggul dan pemanfaatan teknologi.

    Ketua STIPER Kutim, Dr. Ismail Fahmi Almadi, S.Pi., MP menegaskan bahwa generasi muda di Kutim telah menunjukkan semangat untuk terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian yang lebih maju. Ia menilai keterlibatan pemuda menjadi modal besar untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

    “Pemudanya siap. Sekarang masih dalam tahap perencanaan. Mudah-mudahan dengan hadirnya legislatif dan Dinas Pertanian, ke depan bisa berkolaborasi,” ucapnya, Jumat (3/10/2025).

    Menurutnya, STIPER sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM berkualitas. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kampus akan berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil di lapangan.

    “Kami siap membantu menjadikan Kutim sebagai daerah hebat dengan ketahanan pangan yang kuat. Sumber daya manusia juga harus berjalan selaras. Bukan hanya pintar secara teori, tapi juga punya keterampilan,” tegasnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan program pertanian modern tidak akan tercapai tanpa adanya kolaborasi lintas sektor. Dunia pendidikan, pemerintah, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar potensi besar lahan pertanian di Kutim benar-benar termanfaatkan dengan baik.

    Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor menyebutkan pemerintah daerah turut serius mendorong pengembangan pertanian. Salah satunya dengan pemetaan lahan dan program prioritas bupati.

    “Lahan pertanian untuk padi sawah berdasarkan LP2B itu sekitar 2.600 hektar. Namun itu akan terus dikembangkan sesuai dengan program 50 unggulan bupati, tentu saja 10.000 hektar. Tapi itu bukan sawah semua. Itu pertanian dalam arti luas. Target kita adalah 20.000 hektar nantinya,” ungkapnya.

    Meski demikian, Wahyudi menekankan bahwa sebelum melangkah jauh, ada sejumlah persoalan mendasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Antara lain ketersediaan lahan yang clean and clear, kesiapan SDM petani, hingga penguatan konsep pertanian modern.

    “Petani modern itu bukan hanya cara bertaninya. Tapi juga sampai ke pengolahan pasca panen, sampai ke pemasarannya harus modern,” jelasnya.

    Saat ini, beberapa teknologi pertanian sudah mulai diperkenalkan di Kutim. Mulai dari penerapan internet of things (IoT), penggunaan peralatan yang sesuai dengan karakteristik lahan, hingga pemakaian drone untuk penyiraman tanaman.

    Tak hanya dalam proses tanam, Wahyudi menambahkan penguatan pasca panen juga penting. Packaging yang baik, kualitas produk yang terjaga, hingga sistem pemasaran berbasis online menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertanian modern.

    “Pasca panennya nanti kita juga harus bisa memulai packaging yang bagus, kualitas produk yang terjaga, sampai dengan pemasaran yang sudah mulai online,” tambahnya.

    Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan legislatif akan menjadi faktor penentu keberhasilan. Dengan sinergi tersebut, target pertanian modern di Kutim akan lebih cepat terwujud.(Ciaa/*)

  • Polres Kutim Tegaskan Komitmen Cegah Balapan Liar Lewat Patroli Malam

    Polres Kutim Tegaskan Komitmen Cegah Balapan Liar Lewat Patroli Malam

    Kutai Timur – Polres Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mencegah aksi balapan liar dengan menggelar patroli malam di sejumlah ruas jalan utama Sangatta. Langkah ini menjadi upaya preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di wilayah perkotaan.

    Patroli tersebut dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutim melalui Unit Turjawali, Kamis (02/10/2025) malam. Kegiatan dipimpin langsung oleh IPTU Wilson Tanjung, SH, bersama empat personel yang menyasar titik-titik rawan aksi balap liar dan kepadatan arus kendaraan.

    Rute patroli meliputi beberapa kawasan utama di Sangatta, seperti Jalan Yos Sudarso I (Tikungan Sahara), Simpang 4 Guru Besar, Jalan AW Syahranie, hingga Jalan H. Abdullah. Personel Satlantas terlihat berkeliling menggunakan kendaraan dinas dengan lampu rotator biru menyala, sementara tim lain bergerak dengan sepeda motor untuk menyusuri jalur sempit dan alternatif.

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa patroli malam ini bukan hanya tindakan rutin, melainkan bentuk nyata kepolisian hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman.

    “Kami berkomitmen menjaga arus lalu lintas tetap lancar sekaligus mencegah potensi balapan liar yang membahayakan pengendara. Kehadiran polisi di jalanan juga untuk memastikan masyarakat merasa aman ketika beraktivitas di malam hari,” tegas AKBP Fauzan Arianto.

    Ia menambahkan, patroli tidak hanya bersifat represif, tetapi juga menjadi langkah preventif agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjerumus dalam aktivitas yang membahayakan diri maupun orang lain.

    “Balap liar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan jiwa. Kami berharap generasi muda bisa menyalurkan hobi dan energinya di tempat yang tepat. Polres Kutim akan terus melakukan langkah persuasif dan penegakan hukum bila diperlukan,” pungkasnya.(Ciaa/*)

  • Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

    Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

    Kutai Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kodim 0909/KTM mengambil peran strategis dalam mengawasi sekaligus mendampingi jalannya distribusi makanan bergizi agar tepat sasaran dan aman dikonsumsi masyarakat.

    Komandan Kodim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, menegaskan bahwa tanggung jawab menyukseskan program MBG tidak hanya berada di pundak TNI semata, melainkan juga seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah.

    “Ini kan sudah menjadi program utama Presiden. Jadi semua stakeholder harus punya tanggung jawab untuk menyukseskan, bukan hanya TNI saja,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

    Di Kutim, program MBG menyasar lebih dari 21.000 penerima manfaat, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 42 titik dapur telah disiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi, termasuk dapur baru di kawasan APT Pranoto yang baru saja diresmikan bulan lalu.

    Menurut Letkol Ragil, pengawasan akan dilakukan secara masif, tidak hanya terfokus di Sangatta sebagai ibu kota kabupaten, tetapi juga merata hingga wilayah kecamatan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman.

    “Pemerintah daerah juga membentuk satgas percepatan pembangunan dapur MBG. Di tiap dapur ada tenaga profesional, mulai dari kepala dapur, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan. Tugas Kodim adalah mendampingi dan mengawasi di lapangan,” jelasnya.

    Seluruh jajaran Kodim, termasuk Koramil dan Babinsa, turut dilibatkan dalam pengawasan. Mereka mengawal proses mulai dari penyortiran bahan baku, pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.

    Langkah ini sekaligus menjadi antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kasus keracunan massal, sebagaimana sempat terjadi di beberapa daerah lain. Menurutnya, faktor keracunan bisa muncul dari bahan baku yang tidak layak, cara penyimpanan makanan yang kurang tepat, hingga aspek higienitas dapur.

    “Contoh paling sederhana adalah telur. Kalau distribusinya memakan waktu lama, kualitasnya bisa menurun. Karena itu pengawasan harus ketat sejak tahap penyortiran bahan baku,” ungkap Ragil.

    Ia juga menyoroti waktu antara proses memasak dan konsumsi yang cukup panjang. Makanan yang dimasak sejak dini hari baru akan disantap penerima sekitar pukul 09.00–10.00. Karena itu diperlukan teknik penyimpanan yang baik agar makanan tetap segar dan tidak cepat basi.

    Selain itu, Kodim bersama tim dapur juga melakukan pendataan terhadap penerima manfaat untuk mengantisipasi kemungkinan alergi. Menu yang disajikan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing penerima.

    Ragil menekankan agar makanan program MBG segera dikonsumsi setelah disajikan, bukan dibawa pulang. “Makanan ini punya masa waktu. Harus habis jam 1 atau jam 2 siang. Kalau dibawa pulang, bisa basi dan itu berisiko menimbulkan keracunan,” jelasnya.

    Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, Kodim Kutim optimistis program MBG dapat berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. “Tujuan Presiden, tujuan pemerintah, dan tujuan negara adalah memastikan anak-anak kita serta masyarakat mendapat gizi yang layak. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

  • Polres Kutim Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

    Polres Kutim Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

    Kutai Timur – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan menyusul adanya kasus keracunan massal di beberapa daerah lain yang diduga berasal dari konsumsi makanan program tersebut.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dapur pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

    “Polres Kutim siap membantu mengawasi jalannya program MBG agar benar-benar berjalan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan terjamin mutunya,” ujar Kapolres.

    Polres Kutim akan menurunkan personel ke lapangan, baik di titik-titik dapur pengolahan maupun sepanjang jalur distribusi. Kehadiran polisi diharapkan mampu memastikan proses berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut, perwira lulusan Akpol 2005 itu menegaskan bahwa hingga kini belum ada kasus keracunan makanan di Kutim. Namun langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

    “Kita lakukan pencegahan dari sekarang agar tidak terjadi seperti kasus yang ada di beberapa wilayah di Indonesia,” tegasnya.

    Selain pengawasan langsung, Polres Kutim juga akan memperkuat koordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat MBG. Guru maupun komite sekolah diimbau segera melaporkan jika menemukan kendala atau dugaan pelanggaran dalam pengolahan dan distribusi makanan.

    Upaya pengawasan ketat ini dilakukan untuk menghindari potensi masalah yang bisa mengganggu pelaksanaan program. Polres Kutim menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, khususnya dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya.

    Melalui pengawasan yang intensif, Polres Kutim berharap program MBG berjalan sukses, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi pelajar di daerah.(Ciaa/*)

  • Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 Resmi Diluncurkan, Angkat Tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara”

    Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 Resmi Diluncurkan, Angkat Tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara”

    Samarinda – Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 resmi diluncurkan dengan mengusung tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara” serta slogan “Learning Today, Leading Tomorrow.” Ajang ini menjadi wadah pengembangan diri bagi generasi muda Bumi Etam yang diharapkan mampu tampil sebagai pelajar visioner, inspiratif, dan siap berkontribusi nyata bagi daerah maupun bangsa.

    Sejak pendaftaran dibuka pada 18 Oktober 2025, antusiasme pelajar Kaltim cukup tinggi. Tercatat sebanyak 176 peserta dari jenjang SMP dan SMA mendaftar, mewakili tujuh kabupaten/kota di Kaltim. Angka ini menunjukkan dukungan luas terhadap ruang aktualisasi yang positif sekaligus kompetitif bagi pelajar di daerah.

    Ajang Putera Puteri Pelajar Kaltim bukan sekadar kompetisi kecerdasan dan penampilan, tetapi juga upaya membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, mencintai budaya lokal, serta berjiwa kepemimpinan. Mereka nantinya diproyeksikan sebagai ambassador pelajar yang mampu menjadi teladan di sekolah maupun lingkungan sosial.

    Rangkaian kegiatan seleksi disiapkan dengan ketat. Dimulai dari seleksi berkas, wawancara, hingga talent show yang menguji bakat dan kreativitas peserta. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti pra-karantina dengan pembekalan public speaking, personal branding, kelas kepribadian, hingga pelatihan pengembangan project sosial.

    Tahap berikutnya adalah karantina secara offline yang direncanakan berlangsung di Samarinda. Puncak kegiatan atau Grand Final akan digelar pada awal tahun 2026. Tanggal resmi akan segera diumumkan panitia melalui kanal informasi resmi.

    Dalam Grand Final, para finalis akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya kemampuan public speaking, penampilan panggung, talent performance, wawasan kebangsaan, budaya lokal, serta project sosial yang digagas. Penjurian melibatkan pakar pendidikan, tokoh budaya, praktisi seni, hingga alumni Putera Puteri Pelajar.

    Selain gelar kehormatan sebagai Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026, pemenang juga akan mendapat kesempatan mewakili Kaltim di ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia di tingkat nasional. Kesempatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pelajar Kaltim untuk unjuk kualitas di panggung lebih luas.

    Regional Director sekaligus pemegang lisensi Putera Puteri Pelajar Kaltim, Handi Wijaya, menyebutkan bahwa ajang ini merupakan momentum penting bagi pelajar di Kaltim. Menurutnya, melalui tema dan slogan yang diusung, panitia ingin mengukuhkan identitas pelajar Kaltim sebagai generasi visioner.

    “Melalui tema Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara dan slogan Learning Today, Leading Tomorrow, kami ingin menegaskan bahwa generasi muda Kalimantan Timur adalah pelajar visioner yang siap belajar hari ini untuk memimpin di masa depan,” ujar Handi.

    Ia menambahkan, para pemenang diharapkan mampu membawa nama baik Kaltim di tingkat nasional serta menjadi inspirasi bagi sesama pelajar di daerah. “Kami berharap wakil Kaltim dapat menginspirasi sekaligus menunjukkan kualitas terbaik di ajang nasional,” tambahnya.

    Panitia juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat luas. Informasi pendaftaran, peluang menjadi media partner, hingga dukungan sponsor bisa diakses melalui nomor resmi 0822-3628-6858, email dutapelajarkaltim@gmail.com, atau akun Instagram @pp.pelajarkaltim.

    Keterlibatan sponsor dan partner resmi akan diumumkan secara berkala melalui media sosial panitia. Kehadiran pihak-pihak pendukung ini diyakini akan memperkuat pelaksanaan acara, sehingga dapat berjalan lebih maksimal dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan serta pelajar Kaltim.

    Dengan peluncuran resmi ini, Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 diharapkan menjadi panggung prestisius yang mampu melahirkan generasi muda unggul, berdaya saing, dan siap mengabdikan diri bagi bangsa.

  • Bimtek Psikotes Pertama di Kutim, Dorong Pencari Kerja Lokal Lebih Siap Bersaing

    Bimtek Psikotes Pertama di Kutim, Dorong Pencari Kerja Lokal Lebih Siap Bersaing

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tips dan trik menghadapi psikotes masuk perusahaan.

    Kegiatan ini tercatat sebagai yang pertama kali dilaksanakan di Kutim, bahkan diduga juga baru pertama di wilayah Kalimantan Timur. Bimtek ini di laksanakan mulai dari Tanggal 29 September – 01 Oktober 2025, Di Hotel Royal Victoria.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek ini sangat penting karena selama ini banyak pencari kerja lokal tersisih akibat tidak mampu bersaing di tahap psikotes.

    “Rata-rata pelamar kerja kita gugur di psikotes. Kadang perusahaan menjadikan itu alasan untuk memasukkan pekerja dari luar. Dengan adanya Bimtek ini, pencari kerja lokal akan lebih siap menghadapi tes tersebut,” ujar Mahyunadi.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi perusahaan beralasan ketika tidak memenuhi kewajiban penerapan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan 80:20. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan mempekerjakan 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen dari luar daerah.

    “Perda itu sudah ditegaskan dalam Perbup Nomor 6 Tahun 2024. Ke depan, kami akan lebih maksimal menegakkannya, termasuk mengawasi syarat rekrutmen yang tidak memberatkan tenaga kerja lokal,” tambahnya.

    Mahyunadi mencontohkan, dalam penerimaan kali ini hanya 112 orang yang akan direkrut dari 300 lebih pelamar. Namun ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat disebarkan dari mulut ke mulut agar semakin banyak pencari kerja lokal yang siap bersaing.

    Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa psikotes sering menjadi faktor utama yang membuat pencari kerja gagal diterima perusahaan. Karena itu, pelatihan ini difokuskan untuk membekali peserta dengan pemahaman terkait keterampilan teknis dan soft skill.

    “Sering kali mereka kalah bukan karena tidak mampu bekerja, tetapi karena gagal di psikotes. Melalui Bimtek ini, kami ajarkan bagaimana menyeimbangkan kemampuan teknis dengan soft skill seperti pemecahan masalah dan komunikasi,” jelas Roma.

    Roma menambahkan, Disnakertrans tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyiapkan komunitas bagi peserta. Dengan adanya komunitas ini, mereka dapat saling berbagi pengalaman dan informasi seputar peluang kerja.

    “Ke depan akan kami tindaklanjuti dengan membangun komunikasi berkelanjutan. Sama seperti pelatihan menjahit dan pengolahan coklat yang sudah kami lakukan, kami bentuk komunitas agar mereka bisa terus berkembang dan bahkan langsung menerima order dari perusahaan mitra,” ungkapnya.

    Menurut Roma, pemerintah Kutim berkomitmen membuka berbagai sektor lapangan kerja, bukan hanya di pertambangan atau perkebunan, tetapi juga di sektor usaha lain seperti garment dan industri kreatif.

    “Tenaga kerja kita harus siap di semua bidang. Bukan hanya tambang dan kebun, tetapi juga usaha kecil hingga industri garmen. Dengan begitu, kesempatan kerja semakin luas dan perekonomian masyarakat bisa ikut tumbuh,” pungkasnya.(Ciaa/*)

  • Adat Kenyah Kutim Soroti Dugaan Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegakkan Hukum

    Adat Kenyah Kutim Soroti Dugaan Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegakkan Hukum

    Kutai Timur- Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum pengacara di Kutai Timur (Kutim) hingga kini belum menemukan titik terang. Hal itu memicu desakan dari tokoh adat Dayak Kalimantan Timur, yang meminta kepolisian segera mempercepat proses penanganan perkara.

    Kasus ini pertama kali dilaporkan keluarga korban ke Polres Kutim pada 19 Agustus 2025 lalu. Baik terduga pelaku maupun korban diketahui masih memiliki ikatan keluarga dalam komunitas adat Dayak, sehingga peristiwa ini menyedot perhatian luas dari para tokoh masyarakat.

    Pada Rabu (24/9/2025), puluhan tokoh adat Dayak Kaltim mendatangi Polres Kutim. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengawal jalannya proses hukum agar kasus dapat diselesaikan secara cepat dan transparan.

    Kepala Adat Dayak Kenyah Kaltim, Gun Ingan, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat adat yang terlibat dalam kasus tersebut.

    “Karena yang melapor dan terlapor adalah masyarakat kami, maka kami ingin memastikan pihak kepolisian menegakkan keadilan sesuai aturan hukum positif di Indonesia,” tegasnya kepada awak media.

    Dalam pertemuan dengan aparat kepolisian, terungkap bahwa terlapor sudah dua kali dipanggil untuk diperiksa. Namun hingga kini, panggilan tersebut tidak pernah dipenuhi.

    Menanggapi hal itu, Gun Ingan meminta aparat bersikap lebih tegas agar proses hukum tidak berlarut-larut. “Kalau tidak tegas, kasus ini bisa terus mandek. Kami harap segera ada langkah nyata,” ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan, pihaknya sempat menggelar sidang adat di Samarinda terkait kasus ini. Namun, terduga pelaku juga tidak menghadiri sidang adat tersebut.

    “Padahal sidang itu sifatnya memberi nasihat. Bagi kami, ini adalah amanah leluhur bahwa setiap masyarakat adat yang bermasalah harus dipanggil untuk mendapat nasihat. Tidak hadir berarti menyalahi aturan adat,” jelasnya.

    Gun Ingan menambahkan, tokoh adat Dayak memberikan harapan besar kepada kepolisian agar segera menyelesaikan perkara ini secara profesional dan transparan.

    “Jangan sampai laporan ini dibiarkan berlarut-larut. Kami minta diselesaikan secepatnya, agar keadilan bisa ditegakkan,” pungkasnya.(Ciaa/*)