Category: Warta Parlementeria

  • Ketua DPRD Kutim: Wajib Pajak Adalah Urat Nadi Pembangunan Daerah

    Ketua DPRD Kutim: Wajib Pajak Adalah Urat Nadi Pembangunan Daerah

    Kutai Timur – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah menunaikan kewajibannya dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kontribusi pajak memiliki peran vital sebagai sumber utama pendapatan asli daerah (PAD) yang menopang pertumbuhan ekonomi.

    “Wajib pajak ini adalah urat nadi dan jantung hati dari pembangunan ekonomi kita,” ujar Jimmi, Jumat (7/11/2025).

    Ia menilai, pemberian apresiasi kepada para wajib pajak yang patuh merupakan bentuk penghargaan sederhana namun bermakna bagi para pelaku ekonomi di daerah.
    Ia menambahkan, pemerintah daerah juga perlu terus mendorong tumbuhnya wajib pajak baru, terutama dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Kita berharap banyak tumbuh wajib pajak lainnya agar PAD semakin meningkat,” jelasnya.

    Menurut Jimmi, peningkatan PAD tidak hanya bertumpu pada pajak usaha besar, tetapi juga retribusi sektor lain seperti jasa perparkiran. Potensi dari parkir dinilai masih bisa dimaksimalkan untuk menambah penerimaan daerah.

    “Parkiran ini salah satu potensi yang bisa ditingkatkan. Kita harap pengumpulan retribusinya lebih dimaksimalkan,” katanya.

    Ia juga mendorong agar pemerintah daerah menyediakan fasilitas dan regulasi yang mendukung pengembangan usaha kecil menengah, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkontribusi terhadap pendapatan pajak.

    Selain itu, Jimmi menilai perlunya inovasi digital dalam sistem perpajakan daerah untuk memperluas basis pajak dan mengurangi kebocoran. Menurutnya, teknologi dapat membantu transparansi dan kemudahan pembayaran.

    “Kalau sistem pajak kita modern dan transparan, masyarakat akan lebih mudah dan percaya untuk membayar pajak,” ucapnya.

    Jimmi berharap seluruh masyarakat memiliki kesadaran bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

    “Mari sama-sama kita sadari, pajak itu bukan beban, tapi bentuk partisipasi kita membangun Kutai Timur,” tutupnya.(Adv/DPRD)

  • Yusri Yusuf Minta Perbaikan Infrastruktur Jalan di Rantau Pulung Segera Dilakukan

    Yusri Yusuf Minta Perbaikan Infrastruktur Jalan di Rantau Pulung Segera Dilakukan

    SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yusri Yusuf, menyoroti kondisi infrastruktur di Dapil II, khususnya jalan di Kecamatan Rantau Pulung, yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Jalan yang rusak parah tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari tetapi juga mengancam keselamatan dalam situasi darurat.

    “Jalan Rantau Pulung ini merupakan jalan kabupaten. Perlu diperhatikan, kasihan jika ada situasi darurat seperti orang sakit, tetapi kendaraan tidak bisa melaju dengan lancar karena jalan rusak,” ungkap Yusri.

    Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak agar akses masyarakat menjadi lebih lancar dan aman. Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Dapil II, yang mencakup Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon, harus menjadi prioritas untuk mendukung pemerataan pembangunan.

    Selain jalan, Yusri meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan di sektor pertanian dan pelayanan umum. Ia menilai bahwa partisipasi aktif dari camat dan pemerintah desa sangat penting dalam merancang dan merealisasikan pembangunan di wilayah tersebut.

    Perhatian Yusri terhadap kondisi jalan di Rantau Pulung bukanlah hal baru. Ia mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat mengenai perbaikan jalan ini telah disuarakannya sejak masih menjadi calon legislatif. Hingga kini, ia terus berjuang agar permasalahan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

    “Saya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama terkait infrastruktur jalan. Ini menjadi komitmen saya untuk memastikan akses masyarakat lebih baik dan aman,” tegas Yusri. (adv)