Category: Kutai Timur

  • ‎DPC Hanura Kutim Resmi Dilantik, Targetkan Konsolidasi hingga Akar Rumput ‎

    ‎DPC Hanura Kutim Resmi Dilantik, Targetkan Konsolidasi hingga Akar Rumput ‎

    Kutai Timur – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H. Marsidik, ST., MM, resmi melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Kutai Timur periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Hotel Royal Sangatta, Senin (26/1/2026).

    Dalam berbagai hal, Ketua DPC Hanura Kutim, Sumarno, menegaskan komitmen partainya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat yang selama ini belum tersalurkan secara optimal kepada pemerintah.

    Meski saat ini Hanura belum memiliki kursi di parlemen, Sumarno optimistis partainya mampu mencetak kemenangan pada pemilu mendatang.

    ‎”Insya Allah Hanura ini akan memimpin nanti di parlemen. Sekarang belum ada kursi, tapi ke depan akan tetap menjadi partai pemenang. Usia boleh tua, tapi semangat masih menggelora,” tegas Sumarno.

    ‎Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi. Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi mengakui peran strategis Sumarno dalam peta politik lokal.

    Ia bahkan menyebut Sumarno sebagai tokoh yang berkontribusi besar dalam memenangkan sejumlah tokoh politik, termasuk dirinya saat maju sebagai Wakil Bupati Kutai Timur.

    ‎Mahyunadi juga mengganggu dinamika politik nasional yang dinilainya semakin kompleks dan dinamis, khususnya terkait putusan Mahkamah Konstitusi serta wacana perubahan sistem pemilu.

    “Politik sekarang sangat dinamis. Pergerakan di tingkat akar rumput sampai desa-desa dinamis, di kabupaten, provinsi, pusat juga dinamis, bahkan undang-undangnya juga sangat dinamis. Kita sekarang menunggu apa yang akan terjadi pada undang-undang politik ke depan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua DPD Hanura Kaltim, H. Marsidik, memberikan instruksi tegas kepada pengurus DPC Hanura Kutim agar segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah.

    ‎Ia menekankan pentingnya keberadaan struktur partai yang nyata dan aktif, bukan sekadar administratif.

    ‎”Tugas Pak Marno berat. Bentuk pengurus hingga tingkat PAC di 18 kecamatan. Jangan ada pengurus yang bodong. Kalau kita kuat di akar rumput, Hanura pasti akan diperhitungkan sebagai pengusung utama pada Pilkada mendatang,” tegas Marsidik.

    ‎Ia juga secara khusus menugaskan Ketua DPC Hanura Kutim untuk membesarkan partai dengan membangun struktur hingga tingkat desa, bahkan RT jika memungkinkan.

    “Saya tugaskan Pak Marno membesarkan Partai Hanura di Kutai Timur. Bentuk PAC di 18 kecamatan, sampai ke desa, kalau perlu tingkat RT. Karena di banyak daerah, partai tidak dapat kursi bukan karena tidak ada dukungan, tapi karena tidak ada pengurus yang aktif. Bodong,” tutupnya.(*)

  • Peduli Generasi Muda, PT Subur Abadi Plantations Gelar Edukasi Kesehatan dan Keselamatan

    Peduli Generasi Muda, PT Subur Abadi Plantations Gelar Edukasi Kesehatan dan Keselamatan

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter dan kualitas hidup generasi muda, PT Subur Abadi Plantations (SAP) menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak di ruang belajar perusahaan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menanamkan kesadaran hidup sehat dan perilaku aman sejak usia dini.

    Administratur PT Subur Abadi Plantations, Abdus Syukur, mengatakan bahwa edukasi kesehatan dan keselamatan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing.

    Menurutnya, pemahaman sejak dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.

    “Kesehatan dan keselamatan adalah nilai yang terus kami tanamkan. Dengan memberikan edukasi sejak usia dini, kami berharap anak-anak tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga diri sendiri dan lingkungan sekitarnya,” ujar Abdus Syukur, Senin (26/1/2026).

    Ia menambahkan, kurangnya pemahaman terkait perilaku hidup sehat dan aman dapat meningkatkan risiko penyakit maupun kecelakaan di kemudian hari.

    Oleh karena itu, perusahaan mendorong metode pembelajaran yang interaktif dan disertai praktik langsung agar mudah dipahami oleh anak-anak.

    Kegiatan edukasi ini menghadirkan sejumlah materi, di antaranya kesehatan gigi yang disampaikan oleh dr. Vera. Dalam sesi tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik menyikat gigi dengan cara yang benar, sehingga lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Materi keselamatan berkendara disampaikan oleh perwakilan Safety, Health, and Environment (SHE) PT Subur Abadi Plantations, Mulyana. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, serta diajak mempraktikkan cara naik kendaraan dengan tertib dan duduk dengan aman.

    Selain itu, mereka juga diingatkan untuk peduli terhadap keselamatan orang tua dengan mengingatkan penggunaan alat pelindung diri saat bekerja.

    Sementara itu, materi pengenalan dan penanganan api disampaikan oleh Asrul. Anak-anak diberikan pemahaman dasar mengenai manfaat dan bahaya api, serta langkah awal yang harus dilakukan apabila melihat api besar, yakni segera melapor kepada orang dewasa guna mencegah risiko kebakaran.

    Melalui kegiatan ini, PT Subur Abadi Plantations berharap nilai-nilai hidup sehat dan perilaku keselamatan dapat tertanam sejak dini.

    Dengan bekal pengetahuan yang diberikan, anak-anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan kecil di lingkungan keluarga dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun generasi muda yang sehat, aman, dan berkarakter. (*)

  • Dari Sangatta Utara ke Panggung Kaltim, Zihan Atiqah Fanie Siap Menginspirasi

    Dari Sangatta Utara ke Panggung Kaltim, Zihan Atiqah Fanie Siap Menginspirasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Langkah Zihan Atiqah Fanie kian mantap setelah siswi SMP Negeri 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, ini resmi diumumkan sebagai Official Grand Finalist Pelajar Kaltim. Prestasi tersebut mengantarkannya tampil di panggung pelajar tingkat provinsi dan membawa nama daerahnya.

    Tak hanya itu, Zihan juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan dipercaya sebagai Duta Siswa Kabupaten Kutai Timur Bidang Pariwisata Tahun 2025. Peran tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai pelajar yang aktif dan berprestasi di luar akademik.

    Zihan berhasil melewati serangkaian seleksi yang ketat bersama pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Ajang ini tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga karakter, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi peserta.

    Bagi Zihan, perjalanan ini berawal dari keberanian untuk mencoba. Ia menilai menjadi pelajar bukan hanya soal hadir di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana berani melangkah keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan potensi diri.

    “Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari sebuah langkah kecil. Menjadi pelajar bagi saya adalah tentang berani mencoba hal baru, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan kepercayaan diri,” ujar Zihan.

    Melalui ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026, Zihan ingin menjadikan pengalamannya sebagai ruang belajar sekaligus sarana untuk memberi inspirasi kepada pelajar seusianya.

    “Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai wadah pembelajaran, bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga untuk menginspirasi teman-teman sebaya bahwa setiap pelajar punya potensi untuk berkembang,” lanjutnya.

    Sebagai Duta Siswa Pariwisata Kutai Timur 2025, Zihan juga aktif memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada generasi muda. Ia berharap perannya dapat menumbuhkan rasa cinta daerah sekaligus kepedulian terhadap pengembangan pariwisata lokal.

    Meski aktif di berbagai kegiatan, Zihan tetap berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia berupaya menyeimbangkan kewajiban akademik dengan aktivitas pengembangan diri.

    Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Keberhasilan Zihan dinilai mampu menjadi motivasi bagi pelajar lain di Sangatta Utara dan Kabupaten Kutai Timur.

    Dari Sangatta Utara menuju panggung Pelajar Kaltim, langkah Zihan Atiqah Fanie menjadi bukti bahwa keberanian mencoba, konsistensi, dan semangat belajar dapat membuka jalan menuju prestasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

  • Berkedok Ibu Rumah Tangga, Pengedar Narkotika di Kongbeng Terbongkar

    Berkedok Ibu Rumah Tangga, Pengedar Narkotika di Kongbeng Terbongkar

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali terbongkar. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutim menangkap seorang perempuan berinisial LK (32) yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika.

    Pelaku yang diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu diamankan di rumahnya di Desa Miau Baru, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim, AKP Erwin Susanto, menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari informasi warga yang diterima sejak awal Januari 2026. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

    “Setelah kami lakukan pengumpulan bahan keterangan dan memastikan kebenaran informasi, tim langsung melakukan penindakan,” ujar AKP Erwin Susanto saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).

    Saat penggerebekan, petugas mendapati LK berada di area dapur rumah. Polisi kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan aparat setempat.

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 137 bungkus narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat total 79,71 gram bruto. Barang haram tersebut ditemukan tersembunyi di teras dapur samping rumah.

    Narkotika tersebut disimpan dengan modus rapi, yakni dimasukkan ke dalam tempat sabun lulur merek Shinzui dan kotak plastik warna-warni. Selanjutnya, barang tersebut dibungkus kembali menggunakan kaos kaki hitam dan diselipkan di tumpukan pakaian kotor.

    Selain narkotika, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa dua sendok takar, plastik klip berbagai ukuran, serta satu unit telepon genggam merek Vivo warna ungu yang diduga digunakan untuk transaksi.

    "Berdasarkan keterangan awal, tersangka mengaku memperoleh narkotika dari seseorang yang tidak dikenal melalui komunikasi telepon, "jelas Erwin.

    Barang tersebut, lanjutnya, diambil dengan sistem jejak atau lokasi tertentu tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman berat menanti, mengingat jumlah barang bukti yang melebihi lima gram.

    “Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah kami amankan di Polres Kutai Timur untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Erwin.

    Pihak kepolisian juga memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

    Polres Kutim mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing sebagai upaya bersama dalam memberantas peredaran narkotika.(Ciaa*/)

  • Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya pencarian korban kecelakaan air (laka air) truk pengangkut cangkang sawit yang terjatuh dari LCT RPNE atau ponton penyeberangan di Sungai Telen, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya membuahkan hasil.

    Pada hari ketiga pelaksanaan SAR, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Korban diketahui bernama Andi Agus Supriadi (45), warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain korban, satu unit dump truck yang ikut tenggelam juga berhasil dievakuasi dari dasar sungai.

    Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan bahwa kegiatan pencarian hari ketiga diawali dengan apel dan pengarahan kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Tim gabungan terdiri dari Sat Polairud Polres Kutim, BPBD Kutim, Basarnas Berau, Basarnas Balikpapan, personel TNI-Polri, pihak perusahaan, serta masyarakat sekitar.

    “Tim melakukan penyisiran di permukaan sungai serta penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban dan kendaraan,” ujar AKP Sudarwanto.

    Sekitar pukul 15.00 WITA, tim SAR bersama masyarakat menemukan satu unit dump truck Hino warna hijau dengan nomor polisi KT 8579 VN. Selanjutnya, tim penyelam dari Basarnas melakukan pengikatan sling untuk proses evakuasi kendaraan.

    Pada pukul 16.00 WITA, dump truck tersebut berhasil diangkat ke darat dengan bantuan alat berat excavator milik pihak perusahaan. Proses pencarian kemudian dilanjutkan hingga sore hari.

    Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.21 WITA oleh tim SAR gabungan bersama warga yang masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas PDC Kecamatan Muara Wahau untuk dilakukan visum.

    “Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya akan dibawa ke Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambah AKP Sudarwanto.

    Sementara itu, satu unit kendaraan lainnya, yakni dump truck Isuzu warna putih dengan nomor polisi KT 8341 YT, hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

    “Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh personel Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pihak perusahaan, serta masyarakat yang telah bersinergi dalam pelaksanaan SAR ini. Alhamdulillah, pada hari ketiga korban berhasil ditemukan dan satu unit kendaraan dapat dievakuasi,” ujarnya.

    AKBP Fauzan juga menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh objek yang tenggelam berhasil ditemukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel SAR.

  • Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

    Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui sektor pariwisata. Pada Kalender Event Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, dua event kebudayaan unggulan Kutim, yakni Festival Lom Plai dan Festival Sekerat, resmi masuk sebagai agenda daerah.

    Pengusulan dua event tersebut dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim sebagai strategi mempromosikan kekayaan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah di tingkat provinsi hingga nasional.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebutkan masuknya dua festival itu diumumkan bersamaan dengan peluncuran 20 event unggulan Kaltim yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    “Pada saat launching 20 event unggulan Kaltim kemarin, yang masuk dari Kutai Timur adalah Festival Lom Plai dan Festival Sekerat,” ujar Rifanie.

    Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kaltim meminta setiap kabupaten dan kota mengajukan event yang rutin dilaksanakan serta memiliki kesiapan dari sisi anggaran dan penyelenggaraan.

    Berdasarkan permintaan tersebut, Dispar Kutim mengajukan Festival Lom Plai dan Festival Sekerat karena dinilai paling siap serta telah dilaksanakan secara konsisten setiap tahun oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

    Menurut Rifanie, kedua festival itu tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga merupakan representasi budaya lokal yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun di Kutai Timur.

    “Pemilihan dua event ini didasarkan pada kesiapan anggaran, konsistensi pelaksanaan, serta nilai budaya yang kuat dan masih hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, Kutai Timur masih memiliki sejumlah event kebudayaan lain yang berpotensi untuk dikembangkan, namun keterbatasan kepastian anggaran membuat belum semuanya dapat diajukan ke kalender event Kaltim 2026.

    “Ada event-event budaya lain yang ingin kami masukkan, tetapi karena kepastian anggarannya belum ada, sementara ini baru dua event tersebut yang bisa dipastikan,” pungkas Rifanie.

  • Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pengadilan Agama (PA) Sangatta mencatat peningkatan tajam perkara perceraian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang tahun 2025. Ribuan perkara masuk dan ratusan pasangan resmi berpisah melalui putusan pengadilan.

    Berdasarkan data PA Sangatta, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 1.522 perkara dari berbagai jenis yang diterima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.493 perkara berhasil diselesaikan melalui proses persidangan.

    Panitera Muda Hukum PA Sangatta, Abdulrahman Sidik, menyampaikan bahwa tidak seluruh perkara yang diputus berujung pada perceraian. Namun ratusan perkara dikabulkan dan diterbitkan akta cerai.

    “Perkara yang diselesaikan itu beragam. Tidak semuanya dikabulkan. Akta cerai hanya diterbitkan bagi perkara yang diputus cerai oleh majelis hakim,” ujar Abdulrahman.

    Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 848 perkara perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap dan berujung pada penerbitan akta cerai.

    Jumlah tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, PA Sangatta hanya mencatat 567 perkara perceraian.

    Peningkatan ini menempatkan perkara perceraian sebagai salah satu perkara paling dominan yang ditangani PA Sangatta sepanjang 2025.

    Mayoritas perkara perceraian yang masuk merupakan cerai gugat, yakni gugatan yang diajukan oleh pihak istri terhadap suami.

    “Sebagian besar perkara yang kami terima adalah cerai gugat,” kata Abdulrahman.

    PA Sangatta menegaskan tetap mengedepankan proses mediasi sebelum perkara dilanjutkan ke tahap putusan.

    “Kami selalu mengupayakan mediasi agar para pihak masih memiliki kesempatan untuk berdamai,” tuturnya.

    Namun, banyak perkara tetap berlanjut ke putusan karena konflik rumah tangga sudah berlangsung lama dan sulit untuk dipulihkan.

  • Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Jepu-Jepu, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar, terutama pada momen libur Tahun Baru 2026.

    Sejak pagi hingga siang hari, arus wisatawan terus berdatangan ke pantai yang dikenal dengan panorama lautnya yang masih alami tersebut. Kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah titik, mulai dari bibir pantai hingga area pondok-pondok istirahat yang tersedia.

    Mayoritas pengunjung datang bersama keluarga dan rombongan kecil untuk menghabiskan waktu liburan. Cuaca cerah dengan angin laut yang sejuk turut mendukung meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Pantai Jepu-Jepu.

    Tidak hanya kunjungan harian yang meningkat, tingkat hunian vila di sekitar pantai juga mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah wisatawan memilih menginap untuk menikmati suasana pantai lebih lama, terutama saat momentum hari raya dan pergantian tahun.

    Salah seorang pengunjung asal Sangatta, Yuni, mengaku sengaja datang ke Pantai Jepu-Jepu untuk melepas penat bersama temannya. Ia menilai pantai ini masih terjaga kealamiannya dan cocok sebagai tempat beristirahat dari rutinitas.

    “Tempatnya masih alami dan udaranya segar, cocok untuk refreshing, apalagi ini libur tahun baru,” ujarnya saat ditemui, Kamis (1/1/2026).

    Menurut Yuni, pengelolaan wisata perlu terus ditingkatkan tanpa menghilangkan keasrian lingkungan. Ia berharap fasilitas pendukung dapat ditambah seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

    Sementara itu, pengunjung lainnya, Andi, mengatakan Pantai Jepu-Jepu menjadi pilihan wisata keluarga karena kondisi pantainya yang relatif bersih dan nyaman untuk anak-anak.

    “Pantainya tidak terlalu ramai dan anak-anak bisa bermain dengan aman. Akses jalannya juga cukup mudah,” tuturnya.

    Dari sisi pengelola, peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian vila. Pengelola vila di kawasan Pantai Jepu-Jepu, Yunan Firdaus Haqqy, menyebut seluruh vila terisi penuh selama libur hari raya dan pergantian tahun.

    “Sejak kemarin sore sampai hari ini, seluruh vila terisi. Kebanyakan tamu menginap satu sampai dua malam, dan mayoritas berasal dari Sangatta dan sekitarnya,” katanya.

    Yunan menambahkan, ramainya wisatawan turut menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa sewa perlengkapan pantai, hingga pelaku UMKM merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata.

    “Kunjungan seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Kami berharap ke depan bisa terus berlanjut,” ujarnya.

    Selain mendorong ekonomi lokal, pengelola wisata bersama masyarakat setempat juga meningkatkan pengawasan di area pantai untuk menjaga keamanan pengunjung serta kebersihan lingkungan. Pengunjung diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

    Pantai Jepu-Jepu hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kecamatan Kaliorang yang diharapkan dapat terus berkembang sebagai tujuan wisata keluarga yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. 

  • Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026

    Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara mengenai polemik penyaluran motor operasional RT yang belum merata. Ia memastikan, seluruh desa dan kelurahan yang belum kebagian jatah akan diselesaikan pada tahun anggaran 2026.

    ​Bupati menyadari adanya kekecewaan di lapangan, termasuk penolakan dari Forum RT di Kelurahan Singa Geweh yang merasa pembagian unit belum maksimal. Namun, ia meminta para Ketua RT memahami kondisi keuangan daerah.

    ​“Anggaran tahun ini memang mengalami penyesuaian luar biasa karena TKD dipangkas. Ditambah lagi TDF Desember 2024 yang tidak terealisasi, membuat kita harus menata ulang anggaran 2025,” ungkap Ardiansyah.

    ​Akibatnya, sisa penyaluran untuk sekitar 8 desa dan 2 kelurahan harus dijadwalkan ulang.

    ​“Untuk kelurahan yang tersisa, meskipun kemarin ada sisa 8 unit, mungkin akan diberikan kalau mereka siap. Kalau tidak, mekanismenya mungkin dititip ke Lurah dulu,” jelasnya.

    ​Meski ada penundaan, Bupati memberikan garansi bahwa program ini tidak akan mangkrak. Dokumen perencanaan untuk pengadaan sisa unit motor disebutnya telah siap untuk dieksekusi pada Anggaran Murni 2026.

    ​“Insyaallah 2026 sudah aman dan siap kita masukkan di murni. Kami harap masyarakat dan perangkat desa bisa berkolaborasi agar realisasi nanti berjalan lancar,” tutupnya.