Category: Berita Pilihan

  • Cegah Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Polres Kutim Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

    Cegah Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Polres Kutim Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

    KUTAI TIMUR – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur menggelar kegiatan edukatif bertajuk Police Go to School.

    Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Pendidikan Prima Swadiri Bersama (YPPSB) Sangatta dan diikuti antusias oleh para pelajar, guru, serta staf sekolah, Kamis (7/8/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif Polres Kutim untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia sekolah. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya keselamatan berkendara, pemahaman dasar tentang aturan lalu lintas, serta prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang benar.

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya edukasi hukum berlalu lintas di kalangan generasi muda. Ia menyebutkan bahwa pelajar merupakan kelompok usia produktif yang cukup rentan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk pelajar yang bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sadar hukum dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Budaya tertib lalu lintas harus ditanamkan sejak di bangku sekolah,” ujarnya.

    Dalam sesi sosialisasi, pelajar dibekali dengan pemahaman mengenai berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, bahaya menggunakan ponsel saat berkendara, hingga risiko fatal dari pelanggaran lalu lintas.

    Sebagai pelengkap, Satlantas juga menggelar simulasi ujian teori SIM. Para siswa dikenalkan pada bentuk soal pilihan ganda yang biasa dihadapi dalam ujian SIM, termasuk pemahaman marka jalan dan situasi lalu lintas yang umum terjadi di lapangan.

    “Ini pengalaman pertama saya belajar soal ujian SIM. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan kalau sudah paham aturannya,” ungkap Ardinof, siswa kelas XII IPA yang mengikuti kegiatan tersebut.

    Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan coaching clinic berkendara yang aman. Personel Satlantas memberikan pelatihan langsung tentang posisi berkendara yang stabil, cara memeriksa kendaraan sebelum digunakan, hingga teknik menghindari kecelakaan seperti blind spot dan rem mendadak.

    Direktur YPPSB Sangatta, Endah Wulandari, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengapresiasi Polres Kutim yang dinilai peduli terhadap keselamatan siswa, terutama karena banyak pelajar sudah mulai mengendarai kendaraan pribadi ke sekolah.

    “Edukasi ini sangat penting karena menyentuh langsung kehidupan sehari-hari siswa. Harapannya mereka bisa lebih bertanggung jawab dan sadar risiko jika tidak tertib berlalu lintas,” tuturnya.

    Kasat Lantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Haris Meihendra, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa edukasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas di masyarakat.

    “Dengan edukasi yang konsisten dan pendekatan yang tepat, kami yakin para pelajar bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” jelasnya.(Ciaa/)

  • Dana Cair, Proyek Gagal : “Rumah Kopri” Kutim Jadi Sarang Semak Belukar

    Dana Cair, Proyek Gagal : “Rumah Kopri” Kutim Jadi Sarang Semak Belukar

    Kutai Timur – Proyek perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang dikenal sebagai Rumah Kopri di Jalan Kenyamukan, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali menjadi sorotan publik setelah video unggahan akun media sosial  menunjukkan kondisi terkini kawasan tersebut.

    Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak deretan rumah yang terbengkalai, sebagian hampir tertutup semak belukar. Bangunan tanpa penghuni itu tampak dibiarkan mangkrak sejak lama.

    Proyek yang sedianya menjadi solusi hunian layak bagi para abdi negara tersebut justru berubah menjadi lahan kosong yang nyaris tak terawat.

    Padahal, pembangunan kawasan perumahan itu diketahui menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim. Sayangnya, proyek yang mulai dikerjakan sekitar tahun 2018 atau 2019 itu tidak pernah selesai hingga kini.

    Wakil Ketua I DPRD Kutim, Sayyid Anjas, membenarkan bahwa proyek tersebut memang bermasalah dan telah masuk ke ranah hukum. Bahkan, menurutnya, sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah divonis.

    “Rumah Kopri yang di Jalan Kenyamukan itu memang bermasalah. Sudah ada tersangkanya dan sudah divonis. Saya juga kebetulan jadi salah satu saksi dalam kasus itu,” ujar Anjas kepada awak media, Sabtu (2/8/2025)

    Anjas menjelaskan bahwa meskipun pembangunan dilakukan oleh pihak swasta, seluruh dananya bersumber dari anggaran pemerintah daerah. Permasalahan muncul karena proses pencairan dana yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    “Yang mengerjakan memang pihak swasta, tapi menggunakan anggaran pemerintah. Permasalahan utama ada pada proses pencairannya. Itu yang bermasalah, sehingga muncul pelanggaran dan ditetapkan tersangka,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa kontraktor pelaksana mengalami wanprestasi atau gagal memenuhi kewajibannya. Anehnya, meski progres fisik proyek tidak berjalan sesuai rencana, pencairan anggaran tetap dilakukan.

    “Kontraktornya wanprestasi, tapi anehnya proses pencairan tetap jalan. Jadi ini jelas ada yang tidak beres dari awal. Investornya pun tidak bisa diandalkan,” tegasnya.

    Kondisi lapangan saat ini memperlihatkan rumah-rumah yang terbengkalai dengan ilalang dan semak liar tumbuh subur, mengelilingi bangunan yang belum rampung. Pemandangan itu pun memantik reaksi dari warga dan warganet yang menyayangkan pemborosan dana publik.

    Menanggapi hal ini, Anjas meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga berharap pemerintah daerah segera mengambil sikap tegas terhadap proyek yang mangkrak tersebut.

    “Biar proses hukum berjalan dulu sampai selesai. Setelah itu baru pemerintah memutuskan apakah proyek itu dilanjutkan atau tidak,” pungkasnya. (Ciaa/*)

  • Forum Muda Berbudaya Kutim Resmi Dibentuk, Padliyansyah: Saatnya Pemuda Ambil Alih Pelestarian Seni dan Budaya

    Forum Muda Berbudaya Kutim Resmi Dibentuk, Padliyansyah: Saatnya Pemuda Ambil Alih Pelestarian Seni dan Budaya

    Kutai Timur – Forum Muda Berbudaya Kutai Timur (Kutim) resmi dibentuk melalui musyawarah yang digelar di Gedung Wanita, Ruang Rapat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim, Sabtu (5/7).

    Forum ini diinisiasi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliyansyah, sebagai upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

    Forum ini menjadi bagian dari aksi perubahan yang tengah dijalankan Padliyansyah sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), namun menurutnya, gagasan ini sudah lama menjadi cita-cita pribadi.

    “Alhamdulillah wa syukurillah pada hari ini sudah separuh dari cita-cita saya tercapai yaitu membentuk forum muda berbudaya,” kata Padliyansyah.

    Ia mengaku tak menyangka antusiasme pemuda dan dukungan dari berbagai pihak begitu tinggi terhadap pembentukan forum ini. Menurutnya, ini menjadi momen yang tepat bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

    “Mudah-mudahan dengan terbentuknya pemuda berbudaya ini seperti yang sedang sudah saya sampaikan, saatnya pemuda mengambil alih pelestarian pengembangan seni budaya di daerah kita, terutama budaya di Kabupaten Kutai Timur. Itu maksud dan tujuannya,” jelasnya.

    Padliyansyah juga menegaskan bahwa forum ini akan terus dikembangkan agar dapat memberi dampak lebih luas. Ia membuka peluang untuk memperluas jangkauan forum hingga ke wilayah lain.

    “Insyaallah kalau dalam hal melebarkan insyaallah juga akan kita usahakan. Mudah-mudahan ini menjadi penggerak dari minimal di Kalimantan Timur karena peserta PKA itu adalah dari Kalimantan Timur dan Kaltara,” ujarnya.

    Meski diinisiasi olehnya, Padliyansyah menekankan bahwa forum ini tidak akan membebani anggaran pemerintah. Ia berkomitmen untuk melegalkan forum secara mandiri agar dapat berdiri sebagai lembaga resmi yang terbuka terhadap berbagai bentuk dukungan, termasuk dari pemerintah pusat.

    “Walaupun lembaga ini saya lah inisiatornya, saya tidak akan membebani pemerintah. Tidak membebani bidang saya supaya lembaga ini bisa resmi berdiri supaya legal ke depannya dan peluang tadi yang seperti saya sampaikan, peluang untuk kegiatan dibantu oleh pusat ini terbuka,” katanya.

    Untuk mendukung aktivitas forum, ia mengaku sudah menyiapkan tempat berkumpul meskipun masih dalam tahap penyelesaian.

    “Sudah hampir satu minggu saya gunakan untuk memanggil teman-teman berdiskusi di sana, terutama anggota saya di dinas, karena di dinas itu saya membentuk tim sendiri untuk mensukseskan kegiatan saya ini,” jelasnya.

    Dalam waktu dekat, Padliyansyah juga berencana menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan UPT Pendidikan untuk memperluas gerakan forum ini hingga ke tingkat kecamatan.

    “Setelah ini kita melakukan apa, apa, dan semua kita libatkan. Bahkan bukan di kecamatan, bukan di sini. Saya bilang di pembukaan, saya kan segera action ke kecamatan. Teman-teman di KNPI juga kemarin hasil audiensi saya sudah bersedia membantu juga,” tegasnya.

    Ia berharap Forum Muda Berbudaya Kutim bisa segera dikenal luas dan menjadi motor penggerak pelestarian budaya yang digerakkan langsung oleh generasi muda.

  • HMI Tarakan Desak Pemkot Terbitkan Edaran Penutupan THM Jelang Iduladha

    HMI Tarakan Desak Pemkot Terbitkan Edaran Penutupan THM Jelang Iduladha

    Tarakan — Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah yang semakin dekat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan mendesak Pemerintah Kota Tarakan agar segera menerbitkan surat edaran penutupan sementara Tempat Hiburan Malam (THM) selama perayaan Iduladha. Seruan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap pengalaman tahun sebelumnya, di mana sejumlah THM tetap beroperasi saat malam takbiran hingga hari-H Iduladha.

    Menurut HMI, keberadaan THM yang tetap buka saat malam keagamaan mencederai nilai-nilai religius serta mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam menyambut hari raya. Ketidakhadiran regulasi resmi dari pemerintah dinilai menjadi penyebab lemahnya pengawasan terhadap operasional THM di momen-momen sakral.

    “Kami mendesak Wali Kota Tarakan untuk segera mengeluarkan surat edaran resmi yang mengatur penutupan THM selama perayaan Iduladha. Ini penting demi menjaga ketertiban sosial dan menghormati nilai-nilai keagamaan,” ujar Mulchidir, Ketua Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Tarakan, Rabu (4/6/2025).

    Mulchidir mengungkapkan bahwa pada perayaan Iduladha tahun lalu (1445 H/2024), HMI tidak menemukan adanya edaran resmi dari pemerintah terkait penutupan THM. Hal ini membuat aktivitas hiburan malam tetap berlangsung tanpa batasan yang jelas, bahkan saat umat Islam tengah menjalankan takbiran.

    “Jika pada bulan Ramadan Pemkot bisa menerbitkan edaran penutupan THM, maka seharusnya Iduladha juga mendapat perhatian serupa. Konsistensi dalam menegakkan nilai religius sangat kami harapkan,” tambahnya.

    HMI juga mendorong Satpol PP dan instansi terkait untuk meningkatkan patroli serta pengawasan menjelang dan saat hari raya berlangsung. Langkah ini dinilai perlu agar edaran yang diterbitkan nantinya tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar diterapkan secara efektif di lapangan.

    Sebagai catatan, setiap bulan Ramadan, Pemkot Tarakan biasanya menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penutupan THM, panti pijat, dan tempat karaoke. Namun, kebijakan serupa belum berjalan secara konsisten pada momentum Iduladha.

    HMI Cabang Tarakan menegaskan bahwa seruan ini bukanlah bentuk konfrontasi terhadap pemerintah, melainkan ajakan untuk bersama-sama menjaga suasana religius dan ketenangan di tengah masyarakat, demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan beradab.

  • PSU Pilbup Mahakam Ulu di Pedalaman Berjalan Aman dan Tertib

    PSU Pilbup Mahakam Ulu di Pedalaman Berjalan Aman dan Tertib

    Mahakam Ulu – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu di Kampung Noha Silat, Kecamatan Long Apari, berlangsung aman dan tertib, Sabtu pagi (24/5/2025). Warga menunjukkan partisipasi aktif dalam proses demokrasi yang mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan Linmas setempat.

    Sejak pukul 08.30 WITA, personel gabungan telah bersiaga di lokasi. Pengamanan dipimpin oleh Briptu Yoga Arief Rhamdani dari Polsek Long Apari, dibantu dua anggota Linmas, Agustinus Agon dan Petrus Abang. Meski lokasi berada di wilayah perbatasan dengan akses yang cukup sulit, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

    Warga setempat tampak antusias menggunakan hak pilihnya. Kehadiran aparat keamanan turut memberikan rasa aman dan nyaman selama proses pemungutan suara.

    Kapolsek Long Apari mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran PSU, khususnya masyarakat Kampung Noha Silat. “Kondisi ini membuktikan bahwa proses demokrasi bisa berlangsung damai dan bermartabat, bahkan di pelosok perbatasan sekalipun,” ujarnya.

    Pengamanan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga integritas pemilu, memperkuat kepercayaan publik, serta menjamin hak politik warga negara di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Dokumentasi kegiatan telah disiapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas di lapangan.

    Jika Anda ingin menyesuaikan gaya bahasa untuk media tertentu (misalnya media pemerintah, media independen, atau internal Polri), saya bisa bantu lebih lanjut.

  • Potensi Genangan di Telen, PDAM Kutim Minta Proyek Diselesaikan Dulu

    Potensi Genangan di Telen, PDAM Kutim Minta Proyek Diselesaikan Dulu

    Kutai Timur – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benuah (TTB) Kutai Timur menegaskan belum bisa menerima proyek sistem drainase atau instalasi air di wilayah Telen karena pengerjaannya belum rampung. Direktur Perumdam TTB, Suparjan, menekankan pentingnya penyelesaian menyeluruh dan uji kelayakan sebelum serah terima dilakukan.

    “Kalau sesuatu belum selesai, kita komentari nanti enggak pas. Biar selesai dulu. Setelah itu pasti ada uji coba, tes kelayakan, dan penilaian teknis lainnya,” ujar Suparjan kepada awak media pada Rabu (21/05/2025).

    Suparjan juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi genangan air yang muncul di area proyek. Ia menyebut sejumlah dokumentasi video menunjukkan adanya genangan yang mengindikasikan sistem drainase belum berfungsi dengan baik.

    “Kalau pekerjaan belum selesai secara keseluruhan, ya pasti ada masalah seperti air tergenang, apalagi di masa hujan. Itu harus diantisipasi, apalagi ada peralatan yang bisa saja terendam,” jelasnya.

    Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan sangat diperlukan sebelum membuat keputusan final. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kelayakan sistem harus dilakukan secara objektif dan terbuka.

    “Nah, kalau seandainya nanti pada saat ke lapangan, terus tidak sesuai, enggak bisa digunakan, kita sampaikan sama-sama. Kalau berfungsi, katakan berfungsi. Kalau tidak, saya tidak mau ambil risiko,” ujarnya.

    Ia menambahkan, PDAM sebagai operator tidak ingin menerima tanggung jawab atas proyek yang belum memenuhi standar teknis. Penyerahan proyek secara prematur, menurutnya, justru akan menjadi beban.

    “Kalau tidak layak dan kita dipaksa menerima, nanti malah jadi beban. Anggaran yang digunakan tidak sedikit. Tujuan pembangunan kan untuk memberi manfaat, bukan menambah masalah,” pungkasnya. (Ciaa)

  • Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Kutai Timur – Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi mengumumkan 10 peserta terbaik yang berhasil lolos ke tahap akhir. Dari puluhan video kreatif yang masuk, para finalis ini dinilai mampu menangkap esensi desa dengan cara yang menyentuh, segar, dan autentik menghadirkan kisah-kisah lokal dari sudut pandang generasi muda,

    Disiarkan langsung melalui akun Instagram Sangatta Folks dan Pemuda Kutim Hebat, pengumuman ini disambut antusias oleh warganet. Tiga dewan juri Ordiansyah Tarlan, Aidil Putra, dan Maisarah Muhaidin (Mae) hadir langsung dalam siaran tersebut dan memberikan apresiasi atas kualitas karya peserta.

    “Kami melihat semangat luar biasa dalam setiap video yang dikirimkan. Peserta tidak hanya mempromosikan potensi desanya, tetapi juga menyampaikan narasi dengan sudut pandang yang kuat dan menggugah. Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kutai Timur memiliki banyak cerita yang layak diangkat,” ujar Ordiansyah Tarlan mewakili dewan juri, Minggu (17/05/2025).

    10 Finalis Terbaik “Explore Potensi Desa Kutim 2025”

    1.Charly Ridwan Manurung – Desa Singa Gembara

    2.Devin Adriansyah Lukman – Desa Perkebunan Bukit Makmur

    3.Faisal Ghani – Gula Merah Desa Peridan

    4.Forum Dance Traditional Kutim – Desa Perkebunan Kelulut, Sangatta Selatan

    5.Flora Laway – Desa Mekar Baru, Busang

    6.Muhamad Vickram Asikin DM – Desa Sekerat

    7. Muhammad Alfarizi Edytia – Desa Swarga Bara

    8.Kaindi Biru – Pedalaman Suku Dayak, Desa Miau Baru

    9.Naomi Sachi – Desa Sangatta Selatan

    10.Laurentina Milo Maku – Desa Swarga Bara

    Selanjutnya, 10 peserta ini akan bersaing memperebutkan tiga kategori penghargaan utama:

    1.5 Juara Terbaik

    2.5 Juara Harapan

    3.5 Juara Favorit

    Penilaian akan berfokus pada eksplorasi potensi lokal, kreativitas, teknik pengambilan gambar, narasi, serta dampak sosial. Pemenang akan diumumkan pada 19 Mei 2025.

    Ketua Penyelenggara, Wily Christian, menegaskan bahwa kompetisi ini lebih dari sekadar lomba. “Kami ingin menjadikan lomba ini sebagai gerakan positif yang terus hidup. Desa-desa di Kutim menyimpan begitu banyak keunikan dan potensi yang belum banyak diketahui. Melalui vlog, suara dan cerita dari desa bisa didengar lebih luas,”ungkapnya.

    Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi jembatan penting untuk mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih besar.(*)

  • Polres Kutai Timur Tangkap Pengedar Narkoba di Muara Wahau, Sita 163 Gram Sabu

    Polres Kutai Timur Tangkap Pengedar Narkoba di Muara Wahau, Sita 163 Gram Sabu

    Kutai Timur – Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Timur kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika. Seorang pria berinisial MHA (27) ditangkap di Desa Nehes Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, pada Sabtu, 10 Mei 2025 sekitar pukul 03.30 Wita.

    Penangkapan dilakukan di kediaman pelaku yang berada di Jalan Log Pond RT 006. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita lima poket diduga sabu seberat bruto 163 gram berikut plastik pembungkus, satu unit telepon genggam, satu kotak handphone, satu bungkus kantong plastik hitam, dan lima buah plastik klip bening.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim, Iptu Erwin Susanto, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

    “Setelah melakukan pengembangan, kami berhasil mengamankan tersangka di rumahnya. Barang bukti sabu ditemukan disembunyikan di semak-semak dekat rumah. Tersangka mengakui bahwa barang tersebut miliknya dan diperoleh melalui sistem jejak,” ujar Iptu Erwin saat dikonfirmasi pada Selasa (13/5/2025).

    Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP-A / 44 / V / 2025 / Kaltim / Res. Kutim, tertanggal 10 Mei 2025. Saat ini, MHA telah diamankan di Mapolres Kutai Timur untuk menjalani proses hukum. Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika,” tegas Iptu Erwin.(*/C)

  • KB-Kinsu Ucapkan Selamat kepada Paslon ARMI atas Keunggulan Quick Count Pilkada Kutim 2024

    KB-Kinsu Ucapkan Selamat kepada Paslon ARMI atas Keunggulan Quick Count Pilkada Kutim 2024

    Kutai Timur – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur nomor urut 1, Kasmidi Bulang dan H. Kinsu (KB-Kinsu), menunjukkan sikap legawa dengan mengucapkan selamat kepada Paslon nomor urut 2, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi (ARMI). Paslon ARMI dinyatakan unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Kutai Timur 2024.

    Dalam pernyataan resminya, Kasmidi Bulang memberikan apresiasi atas keberhasilan sementara Paslon ARMI. Ia menegaskan, hasil sementara ini merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak.

    “Kami, KB-Kinsu, mengucapkan selamat kepada pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi atas keunggulan sementara yang mereka raih berdasarkan quick count. Mari kita jaga persatuan dan semangat demokrasi untuk Kutai Timur yang lebih baik,” ungkap Kasmidi, Kamis (28/11/2024).

    Kinsu, yang mendampingi Kasmidi, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Paslon KB-Kinsu selama masa kampanye hingga pemungutan suara. Ia juga mengingatkan bahwa keputusan resmi tetap berada di tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan hasil akhir Pilkada.

    “Kami menghormati hasil quick count, tetapi mari kita tunggu keputusan resmi dari KPU. Kepada seluruh pendukung kami, tetaplah tenang, jaga kebersamaan, dan teruslah berkontribusi untuk Kutai Timur,” ujar Kinsu dengan penuh harap.

    Dalam kesempatan tersebut, KB-Kinsu menyampaikan apresiasi kepada partai politik pengusung, tim kampanye, dan seluruh relawan yang telah bekerja keras selama tahapan Pilkada. Mereka juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada Paslon nomor urut 1.

    “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh partai pengusung, relawan, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada kami. Ini adalah perjalanan yang luar biasa, dan kami bangga telah menjadi bagian dari proses demokrasi di Kutai Timur,” tutur Kasmidi, yang akrab disapa KB.

    Paslon KB-Kinsu juga mengajak seluruh masyarakat untuk melupakan perbedaan politik dan bersatu dalam mendukung pembangunan daerah. Mereka berharap agar pemerintahan baru dapat membawa Kutai Timur ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

    “Kami percaya, siapapun yang memimpin, tujuan kita tetap sama, yaitu membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kutai Timur. Mari kita dukung bersama pemerintahan yang baru untuk mewujudkan hal tersebut,” imbuh Kasmidi.

    Berdasarkan hasil hitung cepat, Paslon ARMI unggul tipis atas Paslon KB-Kinsu. Dari data yang beredar, Paslon nomor urut 1 meraih suara sebanyak 90.303 dengan persentase 47,1%, sedangkan Paslon nomor urut 2 memperoleh 104.811 suara dengan persentase 52,9%.

    Meskipun hasil resmi dari KPU masih ditunggu, sikap legawa dan kedewasaan politik yang ditunjukkan oleh KB-Kinsu memberikan contoh positif dalam menjaga kedamaian pascapilkada di Kutai Timur. (wal)

  • APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    SANGATTA – Setelah melalui pembahasan yang panjang dan intensif, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur Tahun Anggaran (TA) 2025 resmi disahkan oleh DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-XXII, Selasa (26/11/2024) malam, di ruang Sidang Utama Gedung DPRD, Bukit Pelangi.

    Pengesahan ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Jimmi, dan Wakil Ketua I Sayid Anjas, setelah seluruh fraksi di DPRD menyampaikan pandangan akhir yang sepakat menerima Rancangan APBD (RAPBD) untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD 2025.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dalam kesimpulannya menyatakan bahwa seluruh tujuh fraksi menerima dan menyetujui RAPBD menjadi Perda APBD 2025. “Dengan ini, saya minta pendapat saudara-saudara, apakah menerima dan menyetujui RAPBD 2025?” tanya Jimmi, yang langsung dijawab dengan persetujuan oleh seluruh fraksi, disusul ketukan palu tanda pengesahan.

    Rincian APBD 2025
    APBD Kutai Timur 2025 ditetapkan sebesar Rp11,151 triliun. Rincian pendapatan daerah meliputi:

    • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp358,388 miliar
      • Pajak Daerah: Rp208,019 miliar
      • Retribusi Daerah: Rp74,837 miliar
      • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp7,441 juta
      • Lain-lain PAD yang Sah: Rp68,069 miliar
    • Pendapatan Transfer: Rp10,256 triliun
    • Lain-lain Pendapatan: Rp547,795 miliar

    Jumlah pendapatan tersebut menjadi dasar alokasi belanja daerah yang bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kutim.

    Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembahasan APBD 2025. Ia mengapresiasi kerja keras yang ditujukan demi kesejahteraan masyarakat Kutim.

    “Pemerintah menyampaikan terima kasih atas dedikasi semua pihak dalam membahas APBD 2025. Semangat kerja yang tinggi ini adalah upaya bersama untuk menciptakan hasil terbaik bagi Kutai Timur,” ujar Ardiansyah.

    Ketua DPRD Jimmi juga memberikan apresiasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Anggaran (Banggar) DPRD, fraksi-fraksi, komisi-komisi, dan seluruh pihak yang berperan dalam proses pengesahan ini.

    “Semoga kita terus semangat dalam menjalankan tugas demi menuju kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kutai Timur,” kata Jimmi.

    Dengan disahkannya APBD 2025, diharapkan program-program prioritas daerah dapat segera direalisasikan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (ADV)