Category: Berita Pilihan

  • Dua Pemain Muda Persikutim Dipanggil Timnas U-20, Manajer: Ini Kehormatan Besar

    Dua Pemain Muda Persikutim Dipanggil Timnas U-20, Manajer: Ini Kehormatan Besar

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Dua pemain muda Persikutim United dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Indonesia U-20. Pemanggilan ini disambut bangga oleh manajemen klub, yang menyebutnya sebagai kehormatan besar bagi Persikutim United dan seluruh masyarakat Kutai Timur.

    Manager Persikutim United, Fauzan Arianto, menilai pemanggilan tersebut merupakan momen bersejarah dan bukti nyata keberhasilan pembinaan pemain muda yang dilakukan klub."Ini panggilan negara. Suatu kehormatan bagi Persikutim," ujar Fauzan saat diwawancarai, Selasa (2/11/2025).

    Fauzan berharap kedua pemain itu mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama seleksi dan optimistis mereka dapat lolos masuk ke skuad resmi Timnas U-20 yang akan berlaga pada Piala AFC U-20.

    "Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Mudah-mudahan mereka bisa tampil maksimal," tambahnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Fauzan juga membahas persiapan tim menjelang pertandingan berikutnya di liga, yakni melawan Persibo Bojonegoro. Ia menegaskan, tim saat ini tengah bekerja keras untuk memperbaiki kekurangan dan memantapkan strategi permainan.

    "Pertandingan melawan Persibo ini menjadi momentum penting untuk kembali meraih poin positif," jelasnya.

    Meski Persikutim United sebelumnya harus menelan kekalahan 1-0, Fauzan tetap memberikan apresiasi tinggi kepada skuadnya, menilai permainan tim sudah menunjukkan perkembangan positif.

    Menurutnya, Persikutim sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan. Namun, beberapa faktor teknis di lapangan, termasuk kondisi cuaca dan keputusan penalti, membuat hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.

    "Apa boleh buat, itu bagian dari sepak bola. Ke depan kita perbaiki lagi," tutup Fauzan.

  • Hadapi Nataru, Forkopimda Kutim Fokus Stabilitas Harga, Jalan, dan Cuaca Ekstrem

    Hadapi Nataru, Forkopimda Kutim Fokus Stabilitas Harga, Jalan, dan Cuaca Ekstrem

    www.ads.pojokdigital.com/, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus pada 8 Desember 2025. Rakor ini menjadi langkah konsolidasi awal Pemkab Kutim dalam mempersiapkan pengamanan dan mitigasi menjelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi tingkat nasional yang bertujuan menyamakan gerak seluruh instansi dan stakeholder daerah dalam menjaga stabilitas selama libur panjang akhir tahun.

    “Rakor ini kita lakukan sebagai kelanjutan dari pembahasan nasional. Fokusnya pada pengamanan Nataru dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana,” kata Ardiansyah, 01 Desember 2025.

    Beberapa poin krusial yang akan dibahas meliputi pengendalian inflasi dan stabilitas harga bahan pokok, serta kesiapan infrastruktur. Menurut Bupati, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dipanggil untuk memaparkan langkah teknis antisipasi, mencakup kesiapan sembako, kondisi jalur transportasi, drainase, hingga optimalisasi fasilitas umum yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

    Selain itu, koordinasi lintas sektor seperti TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan lembaga kesehatan akan diperkuat untuk memastikan respons penanganan darurat berjalan cepat dan terukur.

    Untuk kesiapsiagaan bencana, Bupati menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memaksimalkan penyebaran informasi kebencanaan.

    “Seluruh videotron di Kutim akan menampilkan data prakiraan cuaca dari BMKG selama dua bulan, mulai akhir November hingga Januari 2026,” jelas Ardiansyah.Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman

    Langkah ini diambil agar masyarakat dapat memperoleh peringatan dini secara mudah, cepat, dan akurat, serta dapat mengantisipasi aktivitas selama periode Nataru. Ardiansyah berharap rakor ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat Kutim selama perayaan Nataru. (Ciaa)

  • Viking Borneo Sangatta Genap 10 Tahun, Dorong Solidaritas dan Kepedulian Sosial

    Viking Borneo Sangatta Genap 10 Tahun, Dorong Solidaritas dan Kepedulian Sosial

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Komunitas Viking Borneo Sangatta merayakan anniversary satu dekade dengan mengusung pesan besar mengenai solidaritas dan kepedulian sosial. Perayaan berlangsung meriah di Teras Belas, Sangatta Selatan, pada Sabtu malam (29/11/2025), sekaligus menjadi ajang silaturahmi para bobotoh Persib Bandung yang ada di Kutai Timur (Kutim).

    Wakil Ketua Umum Viking Persib Club, Dadan Gareng menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarfans. Ia berharap Viking Borneo Sangatta semakin solid di usia ke-10 tahun ini.

    “Semoga di usia sekarang Viking Borneo Sangatta tambah solid dan militan. Bukan hanya bergerak di dunia sepak bola tapi sosial juga,” ucapnya.

    Dadan juga mengingatkan seluruh bobotoh agar tetap menjaga keharmonisan antarpendukung klub sepak bola lainnya, khususnya di Kutai Timur. Menurutnya, keharmonisan suporter menjadi bagian penting dalam kemajuan kompetisi sepak bola di Indonesia.

    “Viking tetap solid dan harus menjaga kondisi dukungan sepak bola Indonesia,” tegasnya.

    Sementara itu, Koordinator Wilayah Viking Kalimantan, Hendra Wiguna menyebutkan bahwa Viking telah berkembang dan memiliki cabang di berbagai daerah di Pulau Kalimantan. Ia menegaskan komunitas ini tidak hanya fokus pada dukungan terhadap Persib Bandung, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial.

    “Kita ada kegiatan sosial movement juga sebagai solidaritas di lingkungan,” ungkapnya.

    Ketua Viking Borneo Sangatta, Arif Hendrawan menyampaikan bahwa komunitas ini siap berkembang lebih besar serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kutai Timur. Ia juga menegaskan pentingnya saling menghormati antarsupporter.

    “Persib Bandung tetap di hati, tapi kita juga harus saling menghormati di Kutai Timur ini bersama seluruh fans club lainnya,” ujarnya.

    Arif menambahkan, selama 10 tahun berdiri, Viking Borneo Sangatta telah banyak melakukan kegiatan sosial, baik di bidang kemanusiaan maupun dukungan terhadap perkembangan sepak bola di Kutim. Melalui momentum anniversary ini, ia berharap Viking Borneo dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

  • HMI Cabang Sangatta Perkuat Literasi dan Kemandirian Ekonomi Kader

    HMI Cabang Sangatta Perkuat Literasi dan Kemandirian Ekonomi Kader

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta menegaskan komitmennya untuk memperkuat proses kaderisasi di tingkat komisariat hingga cabang pada periode kepengurusan 2025-2026.
    Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Sangatta, Siswandi Bin Rusli, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), atas dukungan yang diberikan.

    Bantuan tersebut telah direalisasikan untuk menunjang fasilitas kaderisasi, di antaranya pengadaan komputer bagi komisariat, termasuk persiapan komisariat definitif di Bontang, serta pembangunan perpustakaan cabang guna meningkatkan literasi kader.

    "Alhamdulillah, di kepengurusan ini kami berupaya menjaga proses kaderisasi dengan mendukung perpustakaan. Karena sebelumnya literasi kita agak kurang, jadi kita persiapkan fasilitasnya," ujar Siswandi, saat sambutan di Hotel Royal Victori, Jumat (28/11/2025).

    Tak hanya fokus pada intelektualitas, HMI Sangatta juga melakukan terobosan di bidang kemandirian ekonomi dengan menyediakan peralatan sablon. Siswandi berharap usaha ini dapat menjadi wadah kreativitas kader sekaligus menopang kebutuhan operasional organisasi.

    "Kami sudah siapkan mesin sablon agar adik-adik HMI terus berkarya. Ke depan, kami berharap bisa bermitra dengan Dispora untuk kebutuhan sablon kegiatan, sehingga perputaran ekonomi di cabang tetap berjalan," tambahnya.

    Siswandi juga mengumumkan bahwa pada bulan Desember mendatang, HMI Cabang Sangatta akan meluncurkan website resmi sebagai wadah bagi kader untuk menuangkan opini dan pemikiran kritis secara digital. Selain itu, ia menegaskan posisi HMI yang kini telah bergabung di bawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur demi menjaga kondusivitas dan kolaborasi pemuda.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyambut positif langkah strategis HMI. Basuki menegaskan bahwa Dispora adalah rumah bagi seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), baik HMI, PMII, GMNI, maupun lainnya.

    "HMI, KNPI, dan OKP lainnya adalah laboratorium kader yang luar biasa untuk mencetak pemimpin hebat. Saat ini, Kutai Timur telah menjadi role model kepemudaan di Kalimantan Timur, terbukti dengan diraihnya Panji Keberhasilan Bidang Pemuda Juara 1 tingkat provinsi pada tahun 2025," ungkap Basuki.

    Basuki mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjaga harmonisasi dan mengurangi dinamika yang tidak perlu. Ia meminta KNPI sebagai wadah berhimpun untuk merangkul dan membina seluruh OKP agar bergerak satu visi memajukan daerah.

    "Kita tunjukkan Kutai Timur bukan 'kaleng-kaleng'. Kita targetkan Kutai Timur menjadi Kabupaten Layak Pemuda, di mana anak muda merasa nyaman dan memiliki ruang untuk berkarya. Bantu pemerintah, berikan kritik dan saran melalui diskusi yang konstruktif untuk kemajuan bersama," pungkas Basuki.(C/*)

  • Wujudkan Visi “Kutim Hebat 2029,” Pemkab Kutai Timur Siapkan 50 Program Unggulan

    Wujudkan Visi “Kutim Hebat 2029,” Pemkab Kutai Timur Siapkan 50 Program Unggulan

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan visi besar “Kutim Hebat 2029”. Komitmen ini diwujudkan melalui perancangan 50 program unggulan yang disusun secara terencana dan komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa visi ini bukan sekadar jargon politik, melainkan arah kebijakan yang harus dikawal bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, program-program ini terbagi ke dalam tiga klaster utama: klaster hebat, desa hebat, dan kota hebat.

    Masing-masing klaster dirancang spesifik untuk memperkuat tiga aspek penting: pembangunan manusia, ekonomi kerakyatan, dan tata kelola pemerintahan. Tujuan utamanya adalah memastikan pertumbuhan daerah berjalan seimbang, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

    “Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan sampai ke pelosok desa,” ujar Bupati Ardiansyah, pada Senin (17/11/2025).

    Lebih lanjut, 50 program unggulan tersebut mencakup berbagai sektor vital, antara lain, Infrastruktur dasar, Pendidikan berkualitas, Layanan kesehatan, Pemberdayaan ekonomi rakyat, Pelestarian lingkungan dan Tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa semua kebijakan disusun berdasarkan prinsip keberlanjutan, pemerataan, dan efisiensi agar pembangunan berjalan efektif.

    Untuk mengakselerasi pembangunan, Pemkab Kutim juga secara aktif membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, dan kalangan akademisi sebagai mitra strategis.

    “Melalui kerja sama yang solid, kita ingin Kutai Timur menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Kutim Hebat 2029 adalah cita-cita bersama yang harus kita wujudkan demi kesejahteraan seluruh warga,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)

  • Budaya Dayak Wehea Siap Tampil di Panggung Nasional, Lom Plai Diperjuangkan Masuk KEN 2026

    Budaya Dayak Wehea Siap Tampil di Panggung Nasional, Lom Plai Diperjuangkan Masuk KEN 2026

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah berupaya keras memperjuangkan agar festival budaya adat Lom Plai kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

    ‎Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Akhmad Rifanie, mengungkapkan bahwa festival Lom Plai saat ini telah lolos tahap administrasi dan akan segera mengikuti tahapan presentasi serta kurasi di hadapan pihak kementerian.

    ‎“Saat ini kami telah lolos tahap administrasi. Kami akan melakukan presentasi dan kurasi terkait festival Lom Plai ke Kementerian secara langsung pada 14 November mendatang,” ujarnya di Sangatta, Selasa (4/11/2025).

    ‎Menurut Rifanie, festival Lom Plai merupakan salah satu dari empat event budaya di Kalimantan Timur yang berhasil melaju ke tahap akhir seleksi KEN 2026. Tiga lainnya yakni Borneo Culture Week 7.0, Erau Adat Kutai, dan Balikpapan Fest.

    ‎Ia menjelaskan bahwa salah satu syarat utama agar suatu kegiatan dapat masuk dalam KEN adalah konsistensi penyelenggaraan yang dilakukan secara rutin, serta memiliki dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi daerah.

    ‎“Setiap daerah diminta menampilkan potensi dan keunggulan event mereka secara utuh, baik dari aspek pelaksanaan, kreativitas, maupun pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

    ‎Pihaknya kini tengah menyiapkan berbagai materi dan data pendukung untuk memperkuat argumen dalam sesi presentasi mendatang. Termasuk di dalamnya dokumentasi kegiatan, dampak ekonomi, hingga partisipasi masyarakat lokal.

    ‎“Kami sedang mempersiapkan seluruh materi dan data pendukung untuk keperluan presentasi tersebut,” tambahnya.

    ‎Festival Lom Plai sendiri dikenal sebagai perayaan adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea yang sarat dengan nilai-nilai pelestarian alam serta warisan leluhur.

    ‎Dalam prosesi ritualnya, masyarakat menampilkan tarian, musik, dan tradisi gotong royong yang telah diwariskan turun-temurun.

    ‎“Festival Lom Plai memiliki ciri khas tersendiri karena mengangkat adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea, salah satu suku yang menjaga warisan leluhur dan harmoni dengan alam,” tuturnya.

    ‎Rifanie menegaskan bahwa keberhasilan Lom Plai masuk kembali dalam KEN akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kutim, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur.

    ‎“Kami siap dan optimis festival unggulan di Kutim ini mampu kembali menembus event nasional di 2026 mendatang,” tegasnya.

    ‎Ia menambahkan, festival Lom Plai sebelumnya sempat masuk dalam daftar KEN pada 2023 dan 2024, namun tidak tercantum dalam agenda nasional tahun 2025. Meski demikian, animo masyarakat dan wisatawan terhadap kegiatan tersebut tetap tinggi.

    ‎“Semoga Lom Plai bisa kembali ditunjuk untuk ketiga kalinya masuk dalam jajaran event berskala nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaannya,” pungkasnya.

  • Masyarakat Kutim Menggugat, Desak Evaluasi Pejabat, Bupati Janji Tindaklanjuti

    Masyarakat Kutim Menggugat, Desak Evaluasi Pejabat, Bupati Janji Tindaklanjuti

    Kutai Timur – Suara massa menggema di halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Selasa (28/10/2025) sore. Ratusan warga yang tergabung dalam Seruan Aksi Masyarakat Kutim Menggugat menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah menepati janji-janji pembangunan yang selama ini dinilai tidak kunjung direalisasikan.

    Koordinator Lapangan aksi, Arsil, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan bentuk keprihatinan atas lemahnya kinerja perangkat daerah yang berdampak langsung pada masyarakat di berbagai kecamatan.

    “Penuntutan kami sederhana. Apa yang sudah menjadi janji Bupati saat kunjungan kerja ke kecamatan dan desa, tolong segera direalisasikan,” ujar Arsil.

    Ia menyoroti bahwa banyak program pembangunan yang dijanjikan pemerintah daerah tak kunjung terlaksana, sementara beberapa kebijakan justru dianggap tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Kondisi itu, kata dia, menunjukkan lemahnya perencanaan dan koordinasi antarperangkat daerah.

    “Sekda, BPKAD, Bappeda, Bapenda, sampai bagian pengadaan barang dan jasa itu harus diaudit. Banyak program yang ngaco. Yang diminta masyarakat tidak diterbitkan, yang tidak diminta malah keluar,” tegasnya.

    Arsil menambahkan, jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah, pihaknya siap menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar. Ia bahkan mengancam akan memboikot pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di 18 kecamatan.

    “Kalau Bupati tidak mengaudit, tidak merevisi, dan tidak mengevaluasi seluruh perangkatnya, maka kami akan boikot Musrenbang,” ujarnya disambut sorakan massa.

    Menanggapi desakan tersebut, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, dan Kepala Satpol PP Fata Hidayat, turun langsung menemui perwakilan massa untuk mendengar aspirasi mereka.

    Ardiansyah mengakui bahwa tuntutan masyarakat bersifat normatif dan dapat diterima sebagai bentuk pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah. Ia menjelaskan, sejumlah program memang mengalami keterlambatan akibat kendala fiskal dari pemerintah pusat, terutama dalam penyaluran transfer ke daerah (TKD).

    “Pada dasarnya semua bisa kita akomodir. Beberapa program memang tertunda karena faktor keuangan, tapi insyaallah tahun depan sebagian akan kita gulirkan kembali,” ucap Ardiansyah menenangkan massa.

    Bupati Kutim, Ardiansyah menemui para unjuk rasa di halaman kantor

    Terkait desakan evaluasi terhadap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah OPD, Ardiansyah menegaskan bahwa langkah pembenahan internal akan dilakukan. Ia menilai evaluasi penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Kita akan evaluasi seluruh perangkat daerah. Tidak ada manusia yang sempurna dalam bekerja. Kalau ada kekurangan, itu tugas kami untuk memperbaikinya,” ungkapnya.

    Bupati juga menanggapi aspirasi masyarakat adat Basap yang menuntut pembangunan perkampungan khusus. Ia menyebut, hal itu sudah dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah daerah.

    “Perkampungan Basap sudah kita bahas, dan insyaallah siap kita tindaklanjuti,” ujarnya.

    Menutup pertemuan, Ardiansyah mengapresiasi aksi yang digelar dengan tertib dan damai. Ia menilai, suara rakyat adalah energi penting dalam memperkuat arah pembangunan daerah.

    “Saya mengapresiasi aksi ini. Pemerintah tidak anti kritik. Justru kami butuh masukan agar Kutim bisa lebih baik ke depan,” tutupnya.

  • Irma Hatika Ramadani, Remaja Kutim Siap Harumkan Nama Kaltim di Ajang Miss Teenager Indonesia 2025

    Irma Hatika Ramadani, Remaja Kutim Siap Harumkan Nama Kaltim di Ajang Miss Teenager Indonesia 2025

    Kutai Timur – Semangat dan tekad tinggi terpancar dari sosok Irma Hatika Ramadani, gadis 15 tahun asal Kutai Timur (Kutim) yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang bergengsi Miss Teenager Indonesia 2025.

    Tak sekadar berparas manis, Irma hadir membawa misi besar, membuktikan bahwa remaja Kaltim mampu bersaing, berprestasi, dan menginspirasi di tingkat nasional.

    Bagi Irma, ajang Miss Teenager bukan sekadar kontes kecantikan. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan diri, mulai dari public speaking, manajemen waktu, hingga membangun karakter yang berdedikasi.

    “Saya ingin membuktikan bahwa ajang ini bukan hanya tentang kecantikan, tetapi tentang kontribusi positif yang bisa kita berikan,” ujarnya.

    Perjalanan Irma menuju panggung nasional tidaklah mudah. Ia mengaku banyak belajar dari proses panjang yang menempanya hingga kini berdiri mewakili nama Kaltim.

    “Perjuangan ini mengajarkan arti pantang menyerah. Saya bangga bisa membawa panji Kaltim dan akan berjuang menampilkan potensi terbaik daerah yang kini menjadi Jantung Nusantara,” tuturnya.

    Dalam persiapannya, Irma terus melatih kemampuan berbicara di depan umum serta menjawab pertanyaan dengan cerdas, terstruktur, dan meyakinkan. Bagi gadis asal Kutim ini, kunci keberhasilan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga ketulusan dalam menyampaikan pesan positif.

    Meski berjuang dengan segala keterbatasan, Irma tak berhenti berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta. Ia menilai, partisipasinya di ajang nasional merupakan bentuk investasi citra daerah yang tak ternilai.

    “Saya membawa nama Kaltim di tingkat nasional. Dukungan moral maupun material dari berbagai pihak akan menjadi penguat langkah saya. Kemenangan nanti bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh Benua Etam,” ungkapnya.

    Irma juga menegaskan bahwa perjuangannya bukan hanya untuk meraih gelar semata. Ia memiliki visi yang lebih luas, menyebarkan nilai-nilai positif bagi remaja Indonesia.

    “Saya ingin mengajak remaja Indonesia untuk berpartisipasi aktif memajukan bangsa dengan moral yang positif, membangun benteng moralitas kuat di tengah tantangan pergaulan bebas,” tegasnya.

    Dalam pesannya kepada masyarakat Kalimantan Timur, Irma menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi representasi daerah di kancah nasional.

    “Saya mungkin berjuang sendirian di atas panggung, tapi saya percaya ada jutaan doa dari masyarakat Kaltim yang mengiringi langkah saya. Dukungan kecil pun sangat berarti,” ucapnya.

    Selain mempersiapkan diri secara mental dan fisik, Irma juga terus berusaha menghimpun dukungan finansial agar dapat tampil maksimal di ajang Miss Teenager Indonesia 2025. Ia menilai, setiap bentuk dukungan merupakan bagian penting dari perjuangannya mengharumkan nama daerah.

    Jika terpilih menjadi pemenang, Irma berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Timur. Dengan kemampuan berkolaborasi dan beradaptasi yang tinggi, ia ingin menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

    “Saya siap berkolaborasi untuk kemajuan Kaltim. Setiap kritik dan saran akan saya jadikan energi positif agar saya bisa tumbuh menjadi remaja yang bermanfaat,” tutupnya.

    Melalui ajang Miss Teenager Indonesia 2025, Irma Hatika Ramadani berharap dapat membawa pesan bahwa remaja Kaltim adalah generasi yang tangguh, cerdas, dan berintegritas, serta siap berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia.

  • Wakili Kaltim, Dina Khasana Siap Gaungkan Budaya Lewat Teknologi di Ajang Nasional

    Wakili Kaltim, Dina Khasana Siap Gaungkan Budaya Lewat Teknologi di Ajang Nasional

    Kutai Timur – Perempuan muda asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dina Khasana Kusairi, siap membawa semangat baru dalam pelestarian budaya di kancah nasional.

    Dina akan mewakili Kalimantan Timur dalam ajang bergengsi Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 1 November mendatang.

    Dalam ajang tersebut, Dina mengusung konsep unik yang menggabungkan nilai budaya dan sentuhan teknologi modern. Ia ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan gaya hidup generasi muda masa kini.

    “Anak muda sekarang lebih suka visual daripada teks. Karena itu, saya mencoba memanfaatkan teknologi agar budaya bisa lebih menarik dan tidak membosankan,” ujar Dina saat ditemui di kantor Bupati, Minggu (12/10/2025).

    Melalui gagasan bertema “Budaya dan Teknologi”, Dina berupaya memperkenalkan kembali dongeng dan cerita rakyat Nusantara dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini diharapkan mampu membuat generasi muda lebih mudah memahami dan mencintai budaya lokal.

    Program advokasi yang digagas Dina bahkan telah mulai diterapkan di lingkungan sekolahnya, SMP YPPSB. Ia mengajak para pelajar untuk mengenal kebudayaan lokal melalui media digital interaktif, termasuk animasi dan cerita bergambar hasil olahan AI.

    Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda melupakan akar budaya. Justru, teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk melestarikan dan memperluas jangkauan budaya Indonesia ke berbagai lapisan masyarakat.

    “Dengan teknologi, kita bisa membuat budaya tampil lebih modern tanpa mengubah maknanya. Ini cara saya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah dunia digital,” tambahnya.

    Bagi Dina, partisipasinya di ajang nasional bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung pembuktian bahwa generasi muda Kutai Timur mampu bersaing di level nasional dengan ide dan gagasan yang relevan dengan zaman.

    Ia mengaku bangga sekaligus terharu bisa membawa nama Kalimantan Timur, terutama karena dirinya berasal dari Kutai Timur.

    “Rasanya senang sekali bisa mewakili daerah sendiri. Saingannya berat karena dari 34 provinsi, semua luar biasa,” katanya.

    Saat ini, Dina terus mematangkan berbagai persiapan menjelang keberangkatannya ke Bali, mulai dari latihan public speaking, catwalk, hingga pemantapan konsep advokasi budaya.

    “Persiapan sudah hampir selesai, tinggal menyesuaikan kostum yang akan digunakan,” ungkapnya.

    Selain fokus pada persiapan kompetisi, Dina juga berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia ingin membawa nama daerah dengan hasil terbaik dan memperkenalkan konsep budaya modern ke tingkat nasional.

    “Saya sangat berharap didukung, karena selain membawa nama Kutai Timur, saya juga mewakili Kalimantan Timur. Dengan program ini, saya ingin budaya daerah bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai mancanegara,” tegas Dina.

    Menutup perbincangan, Dina menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk ikut mendoakan perjuangannya.

    “Saya minta doa dan restu dari seluruh warga Kaltim, khususnya Kutim. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membuat budaya kita semakin dikenal,” tutupnya.(Ciaa/*)

  • Gedung Baru Kejari Kutim Berdiri di Atas Lahan 2,4 Hektare, Anggaran Capai Rp131,5 Miliar

    Gedung Baru Kejari Kutim Berdiri di Atas Lahan 2,4 Hektare, Anggaran Capai Rp131,5 Miliar

    Kutai Timur – Gedung baru Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur akhirnya resmi berdiri megah di atas lahan seluas 2,4 hektare di Jalan AW Syahranie, Kecamatan Sangatta Utara. Pembangunan kawasan tersebut menelan total anggaran sebesar Rp131,5 miliar yang bersumber dari APBD Kutai Timur.

    Peresmian gedung baru ini dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur, Supardi, pada Selasa (7/10).

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mewujudkan fasilitas baru bagi lembaga kejaksaan di daerah.

    “Gedung baru ini megah sekali. Kalau kita lihat dari luar, gagah, luas, dan lebar. Ini menunjukkan dukungan luar biasa dari pemerintah daerah terhadap aparat penegak hukum,” ujar Supardi.

    Ia menegaskan, kolaborasi antara kejaksaan dan pemerintah daerah merupakan bentuk sinergi positif yang tetap berpegang pada fungsi dan kewenangan masing-masing.

    “Tentunya saya tekankan kembali tanpa mengurangi tugas dan fungsi masing-masing. Jadi apa yang bisa dibantu nanti bisa saling koordinasi,” tegasnya.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pembangunan kantor Kejari Kutim saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, bangunan utama sudah dapat difungsikan dengan baik.

    “Tahun depan, insyaallah kami akan selesaikan seluruhnya. Kami berharap gedung ini juga bisa menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Ardiansyah.

    Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dan kejaksaan, mengingat peran kejaksaan sebagai pengacara negara yang turut membantu pemerintah dalam urusan hukum.

    “Kami koordinasi cukup bagus. Kejaksaan adalah mitra penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Kejari Kutim, Reopan Saragi, menjelaskan bahwa pembangunan gedung utama kantor Kejari Kutim menyerap anggaran sebesar Rp58,2 miliar. Gedung ini menjadi bagian dari kawasan perkantoran terpadu yang juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung.

    “Selain gedung utama, di kawasan ini juga dibangun rumah jabatan, gedung barang bukti, gedung penjara, loket tilang dan barang bukti, serta fasilitas lainnya,” ungkap Reopan.

    Menurutnya, seluruh perencanaan fisik kawasan kantor Kejari Kutim menelan total anggaran sebesar Rp131,5 miliar. Reopan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas dukungan penuh yang telah diberikan.

    “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkab Kutim yang telah merealisasikan pembangunan kantor baru ini. Fasilitas ini akan semakin menunjang kinerja kami dalam melayani masyarakat,” tutupnya.(Ciaa/*)