Category: Berita Pilihan

  • Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya pencarian korban kecelakaan air (laka air) truk pengangkut cangkang sawit yang terjatuh dari LCT RPNE atau ponton penyeberangan di Sungai Telen, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya membuahkan hasil.

    Pada hari ketiga pelaksanaan SAR, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Korban diketahui bernama Andi Agus Supriadi (45), warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain korban, satu unit dump truck yang ikut tenggelam juga berhasil dievakuasi dari dasar sungai.

    Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan bahwa kegiatan pencarian hari ketiga diawali dengan apel dan pengarahan kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Tim gabungan terdiri dari Sat Polairud Polres Kutim, BPBD Kutim, Basarnas Berau, Basarnas Balikpapan, personel TNI-Polri, pihak perusahaan, serta masyarakat sekitar.

    “Tim melakukan penyisiran di permukaan sungai serta penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban dan kendaraan,” ujar AKP Sudarwanto.

    Sekitar pukul 15.00 WITA, tim SAR bersama masyarakat menemukan satu unit dump truck Hino warna hijau dengan nomor polisi KT 8579 VN. Selanjutnya, tim penyelam dari Basarnas melakukan pengikatan sling untuk proses evakuasi kendaraan.

    Pada pukul 16.00 WITA, dump truck tersebut berhasil diangkat ke darat dengan bantuan alat berat excavator milik pihak perusahaan. Proses pencarian kemudian dilanjutkan hingga sore hari.

    Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.21 WITA oleh tim SAR gabungan bersama warga yang masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas PDC Kecamatan Muara Wahau untuk dilakukan visum.

    “Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya akan dibawa ke Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambah AKP Sudarwanto.

    Sementara itu, satu unit kendaraan lainnya, yakni dump truck Isuzu warna putih dengan nomor polisi KT 8341 YT, hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

    “Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh personel Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pihak perusahaan, serta masyarakat yang telah bersinergi dalam pelaksanaan SAR ini. Alhamdulillah, pada hari ketiga korban berhasil ditemukan dan satu unit kendaraan dapat dievakuasi,” ujarnya.

    AKBP Fauzan juga menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh objek yang tenggelam berhasil ditemukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel SAR.

  • Penolakan Vaksin Masih Membayangi Program Imunisasi di Kutai Timur

    Penolakan Vaksin Masih Membayangi Program Imunisasi di Kutai Timur

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Program imunisasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mengakui penolakan vaksin di kalangan masyarakat masih terjadi, terutama akibat kuatnya pengaruh mitos, budaya, dan isu keagamaan yang berkembang di sejumlah wilayah.

    Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajarannya dalam meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya pada bayi dan anak-anak.

    Salah satu imunisasi dasar yang kerap mendapat penolakan adalah vaksin Bacillus Calmette Guerin (BCG) yang diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC).

    “Terutama imunisasi bayi baru lahir, seperti vaksin BCG. Itu sangat penting untuk mencegah TBC, tapi di lapangan masih ada orang tua yang menolak,” ujar Yuwana.

    Ia menjelaskan, penolakan tersebut banyak dipengaruhi faktor budaya. Di beberapa daerah, masih berkembang kepercayaan bahwa bayi di bawah usia dua bulan tidak boleh dilukai, sehingga orang tua enggan mengizinkan anaknya divaksin.

    “Masih ada anggapan bayi kecil tidak boleh disuntik atau dilukai. Akhirnya mereka benar-benar menolak imunisasi dan ini berdampak pada capaian imunisasi kita,” ungkapnya.

    Selain faktor budaya, isu keagamaan juga kerap muncul sebagai alasan penolakan, terutama saat terjadi kasus penyakit menular seperti campak. Salah satu isu yang beredar adalah anggapan vaksin mengandung bahan dari babi.

    “Isu yang sering muncul itu soal kandungan vaksin. Padahal dalam proses pembuatannya ada sistem penyaringan yang panjang dan ketat,” jelas Yuwana.

    Ia menegaskan, persoalan kehalalan vaksin telah mendapatkan penjelasan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya, vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah dinyatakan halal dan aman.

    “Prosesnya panjang, ada sistem filtering, dan MUI juga sudah menyatakan vaksin itu halal. Tapi memang masih banyak mitos yang dipercaya masyarakat,” tegasnya.

    Dinkes Kutim pun terus berupaya melakukan edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui tenaga kesehatan, kader posyandu, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

    “Edukasi menjadi kunci. Kami berharap masyarakat semakin paham bahwa imunisasi ini penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya,” pungkas Yuwana.

  • Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pengadilan Agama (PA) Sangatta mencatat peningkatan tajam perkara perceraian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang tahun 2025. Ribuan perkara masuk dan ratusan pasangan resmi berpisah melalui putusan pengadilan.

    Berdasarkan data PA Sangatta, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 1.522 perkara dari berbagai jenis yang diterima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.493 perkara berhasil diselesaikan melalui proses persidangan.

    Panitera Muda Hukum PA Sangatta, Abdulrahman Sidik, menyampaikan bahwa tidak seluruh perkara yang diputus berujung pada perceraian. Namun ratusan perkara dikabulkan dan diterbitkan akta cerai.

    “Perkara yang diselesaikan itu beragam. Tidak semuanya dikabulkan. Akta cerai hanya diterbitkan bagi perkara yang diputus cerai oleh majelis hakim,” ujar Abdulrahman.

    Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 848 perkara perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap dan berujung pada penerbitan akta cerai.

    Jumlah tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, PA Sangatta hanya mencatat 567 perkara perceraian.

    Peningkatan ini menempatkan perkara perceraian sebagai salah satu perkara paling dominan yang ditangani PA Sangatta sepanjang 2025.

    Mayoritas perkara perceraian yang masuk merupakan cerai gugat, yakni gugatan yang diajukan oleh pihak istri terhadap suami.

    “Sebagian besar perkara yang kami terima adalah cerai gugat,” kata Abdulrahman.

    PA Sangatta menegaskan tetap mengedepankan proses mediasi sebelum perkara dilanjutkan ke tahap putusan.

    “Kami selalu mengupayakan mediasi agar para pihak masih memiliki kesempatan untuk berdamai,” tuturnya.

    Namun, banyak perkara tetap berlanjut ke putusan karena konflik rumah tangga sudah berlangsung lama dan sulit untuk dipulihkan.

  • Otorita IKN Suport Nathan Purba di Ajang Putera Pelajar Kaltim 2026

    Otorita IKN Suport Nathan Purba di Ajang Putera Pelajar Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,IKN – Dukungan terhadap generasi muda berprestasi terus mengalir. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan dukungan penuh kepada Stanislaus Nathan Aradian Purba, finalis Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026 yang mewakili kawasan IKN.

    Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan audiensi Putera Pelajar Kalimantan Timur Perwakilan IKN bersama Otorita IKN, yang digelar di Kantor Otorita IKN, Selasa (13/1/2026). Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Lantai 3 Kantor Otorita IKN.

    Rombongan diterima langsung oleh Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Dr. Muhsin Palinrungi, S.S., M.A. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan, dilanjutkan dialog serta tanya jawab terkait program dan peran strategis Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur dalam pembinaan karakter generasi muda.

    Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan selempang dan buket kepada Nathan sebagai simbol dukungan resmi dari Otorita IKN. Dr. Muhsin menilai ajang Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur memiliki peran penting dalam mencetak pelajar yang berkarakter, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial.

    “Otorita IKN mendukung kegiatan Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur, khususnya Nathan sebagai perwakilan pelajar dari kawasan IKN. Pelajar harus terus mengembangkan diri, terbuka untuk belajar, serta mampu memanfaatkan media secara positif,” ujarnya.

    Ia berharap Nathan dapat menjalankan perannya dengan baik dan memberi dampak positif bagi pelajar lainnya. Menurutnya, menjaga nama baik daerah serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing merupakan tanggung jawab utama yang harus diemban oleh seorang Putera Pelajar.

    Nathan merupakan pelajar kelas IX SMP di Sekolah Murid Merdeka. Remaja berusia 14 tahun ini lahir di Tangerang pada 29 November 2011 dan saat ini berdomisili di kawasan IKN.

    Di bidang prestasi, Nathan memiliki rekam jejak yang cukup membanggakan. Ia pernah meraih Juara I FLS2N tingkat SD Kecamatan Serpong, Gold Medal Paduan Suara Anak Pesparani Nasional 2023 dan 2024, serta dinobatkan sebagai Putera Kesenian Provinsi Banten 2023.

    Dengan dukungan Otorita IKN tersebut, diharapkan Nathan mampu tampil maksimal pada ajang Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026 serta menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kalimantan Timur, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara.

  • Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Jepu-Jepu, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar, terutama pada momen libur Tahun Baru 2026.

    Sejak pagi hingga siang hari, arus wisatawan terus berdatangan ke pantai yang dikenal dengan panorama lautnya yang masih alami tersebut. Kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah titik, mulai dari bibir pantai hingga area pondok-pondok istirahat yang tersedia.

    Mayoritas pengunjung datang bersama keluarga dan rombongan kecil untuk menghabiskan waktu liburan. Cuaca cerah dengan angin laut yang sejuk turut mendukung meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Pantai Jepu-Jepu.

    Tidak hanya kunjungan harian yang meningkat, tingkat hunian vila di sekitar pantai juga mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah wisatawan memilih menginap untuk menikmati suasana pantai lebih lama, terutama saat momentum hari raya dan pergantian tahun.

    Salah seorang pengunjung asal Sangatta, Yuni, mengaku sengaja datang ke Pantai Jepu-Jepu untuk melepas penat bersama temannya. Ia menilai pantai ini masih terjaga kealamiannya dan cocok sebagai tempat beristirahat dari rutinitas.

    “Tempatnya masih alami dan udaranya segar, cocok untuk refreshing, apalagi ini libur tahun baru,” ujarnya saat ditemui, Kamis (1/1/2026).

    Menurut Yuni, pengelolaan wisata perlu terus ditingkatkan tanpa menghilangkan keasrian lingkungan. Ia berharap fasilitas pendukung dapat ditambah seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

    Sementara itu, pengunjung lainnya, Andi, mengatakan Pantai Jepu-Jepu menjadi pilihan wisata keluarga karena kondisi pantainya yang relatif bersih dan nyaman untuk anak-anak.

    “Pantainya tidak terlalu ramai dan anak-anak bisa bermain dengan aman. Akses jalannya juga cukup mudah,” tuturnya.

    Dari sisi pengelola, peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian vila. Pengelola vila di kawasan Pantai Jepu-Jepu, Yunan Firdaus Haqqy, menyebut seluruh vila terisi penuh selama libur hari raya dan pergantian tahun.

    “Sejak kemarin sore sampai hari ini, seluruh vila terisi. Kebanyakan tamu menginap satu sampai dua malam, dan mayoritas berasal dari Sangatta dan sekitarnya,” katanya.

    Yunan menambahkan, ramainya wisatawan turut menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa sewa perlengkapan pantai, hingga pelaku UMKM merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata.

    “Kunjungan seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Kami berharap ke depan bisa terus berlanjut,” ujarnya.

    Selain mendorong ekonomi lokal, pengelola wisata bersama masyarakat setempat juga meningkatkan pengawasan di area pantai untuk menjaga keamanan pengunjung serta kebersihan lingkungan. Pengunjung diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

    Pantai Jepu-Jepu hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kecamatan Kaliorang yang diharapkan dapat terus berkembang sebagai tujuan wisata keluarga yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. 

  • Ratusan Pelajar Kaltim Berebut Mahkota PPPKT 2026

    Ratusan Pelajar Kaltim Berebut Mahkota PPPKT 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,SAMARINDA – Ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur (PPPKT) 2026 resmi digelar. Sebanyak 338 pelajar tingkat SMP dan SMA dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tercatat mengikuti seleksi untuk memperebutkan gelar Putera dan Puteri Pelajar Kaltim 2026.

    PPPKT 2026 mengusung tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara” dengan slogan “Learning Today, Leading Tomorrow.” Ajang ini bertujuan mencetak pelajar berdampak yang memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen melestarikan budaya lokal.

    Sejak pendaftaran dibuka pada 18 Oktober 2025, para peserta telah melalui tahapan seleksi berlapis. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pelaksanaan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Dari ratusan peserta, panitia akan menyeleksi 35 grand finalis terbaik.

    Rangkaian kegiatan PPPKT 2026 meliputi seleksi administrasi, wawancara, talent show, serta pra-karantina yang berisi pembekalan public speaking, personal branding, kelas kepribadian, dan pengembangan proyek sosial. Tahap karantina akan dilaksanakan secara luring, sebelum memasuki malam Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda pada 26–29 Januari 2026.

    Penilaian finalis dilakukan secara komprehensif, mencakup kemampuan komunikasi, penampilan panggung, bakat, wawasan kebangsaan dan budaya lokal, serta proyek sosial yang dijalankan. Proses penjurian melibatkan pakar pendidikan, tokoh budaya, praktisi seni, hingga alumni Putera Puteri Pelajar.

    Selain meraih gelar Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 serta kesempatan mewakili daerah di ajang nasional, para pemenang juga berhak atas grand prize berupa program edutrip ke Singapura dan Malaysia. Program tersebut didukung oleh Exocloud Indonesia sebagaiS bentuk kontribusi sektor swasta dalam pengembangan kualitas generasi muda.

    Regional Director sekaligus pemegang lisensi Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur, Handi Wijaya, mengatakan PPPKT bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan pelajar.

    “Melalui tema Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara dan slogan Learning Today, Leading Tomorrow, kami ingin menegaskan bahwa pelajar Kalimantan Timur siap belajar hari ini untuk memimpin di masa depan,” ujarnya.

    Informasi terkait kegiatan PPPKT 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pp.pelajarkaltim atau kanal komunikasi panitia.

  • Hetifah Sjaifudian: Gen Z Jangan Cuma Cari Kerja, Tapi Ciptakan Peluang Digital

    Hetifah Sjaifudian: Gen Z Jangan Cuma Cari Kerja, Tapi Ciptakan Peluang Digital

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z, tidak boleh hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi harus mampu menjadi pencipta peluang melalui pemanfaatan teknologi digital.

    Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop bertema “Gen-Zpreneur: Ciptakan Peluang Digital #MulaiAjaDulu” di Aula STIE Nusantara Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (19/12/2025).

    Hetifah menilai, perkembangan teknologi digital membuka ruang yang sangat luas bagi anak muda untuk berwirausaha tanpa harus memiliki modal besar. Menurutnya, kreativitas, literasi digital, serta keberanian memulai menjadi kunci utama dalam membangun usaha di era ekonomi digital.

    “Generasi Z punya modal besar. Jangan takut gagal, yang penting berani memulai, belajar dari proses, dan terus beradaptasi,” ujar Hetifah.

    Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda berbasis inovasi. Kampus, kata dia, harus menjadi ruang tumbuhnya ide-ide kreatif yang mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

    “Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga melahirkan wirausaha muda. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan pelaku industri kreatif sangat penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan digital, termasuk di daerah,” tambahnya.

    Workshop yang berlangsung sehari ini diikuti sekitar 150 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan STIE Nusantara Sangatta, masyarakat umum, komunitas kepemudaan, serta perwakilan media. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi digital yang membagikan pengalaman praktis membangun usaha di era digital.

    Melalui kegiatan ini, Hetifah berharap generasi muda di Kutai Timur semakin percaya diri memanfaatkan peluang ekonomi digital dan mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah berbasis inovasi dan kreativitas.(Ciaa/*)

  • Faizal Rachman Resmi Menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kutim 2025–2030

    Faizal Rachman Resmi Menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kutim 2025–2030

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – DPP PDI Perjuangan menetapkan Faizal Rachman sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Timur untuk periode 2025–2030 melalui SK bernomor 23.06/KPTS/KP/DPP/XI/2025 yang resmi diumumkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Hotel Novotel Balikpapan.

    Acara tersebut turut dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

    Dalam SK tersebut, selain mengangkat Faizal sebagai ketua, DPP juga mengesahkan Puji Kinasih dan Kristian Hasmadi sebagai bagian dari unsur kepengurusan DPC yang baru.

    Usai menerima mandat, Faizal Rachman menjelaskan arah kerja awal kepemimpinannya.

    Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah merapikan dan memperkuat struktur organisasi dari tingkat cabang hingga anak ranting.

    “Pembenahan struktur sampai ke tingkat paling bawah menjadi prioritas awal kami. Dengan susunan organisasi yang rapi, seluruh kader dapat bergerak lebih serempak,” ujarnya.

     

    Faizal menambahkan bahwa konsolidasi internal menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja advokasi partai bagi masyarakat Kutai Timur.

    Menurutnya, kehadiran partai harus benar-benar terasa dalam memperjuangkan kebutuhan rakyat.

    Selain memperkuat internal, ia juga memastikan bahwa DPC Kutai Timur mulai mempersiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang, termasuk persiapan menjelang pemilu berikutnya.

    “Kami berkomitmen agar setiap program dan langkah yang kami jalankan memberikan manfaat nyata, baik untuk warga Kutai Timur maupun bagi partai,” tegas Faizal.

    Dengan pengesahan komposisi pengurus yang baru, PDI Perjuangan Kutai Timur diharapkan semakin solid dan mampu menjalankan agenda-agenda strategis pada periode lima tahun mendatang.

  • Karangan Dilanda Banjir, Warga Diminta Waspadai Buaya di Area Tergenang

    Karangan Dilanda Banjir, Warga Diminta Waspadai Buaya di Area Tergenang

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Intensitas hujan tinggi dalam sepekan terakhir menyebabkan banjir kembali melanda Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), Minggu (7/12/2025). Tiga desa terdampak, yakni Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang.

    Selain merendam permukiman warga, banjir ini juga meningkatkan potensi bahaya serangan satwa liar, terutama buaya yang diketahui hidup di aliran sungai sekitar.

    Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, tinggi air di Karangan Dalam mencapai paha hingga hampir pinggang orang dewasa. Kondisi itu membuat sejumlah warga harus dievakuasi ke lokasi lebih aman.

    “Kondisi air di Karangan Dalam terus naik dan sudah ada warga yang dievakuasi. Namun jumlah pastinya masih menunggu laporan resmi dari desa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim.

    Sementara itu, di Karangan Ilir, debit air terpantau stabil dan belum ada warga yang harus mengungsi. Untuk Karangan Seberang, BPBD masih menunggu perkembangan situasi dari perangkat desa.

    Naim menjelaskan, banjir ini dipicu curah hujan tinggi disertai kondisi sungai yang sedang pasang. Kawasan permukiman yang berada dekat bantaran sungai turut memperparah dampak luapan air.

    “Dalam beberapa hari terakhir hujan cukup sering dan deras. Sungai juga sedang pasang sehingga air cepat meluap ke permukiman,” ucapnya.

    Seiring meningkatnya debit air, BPBD mengeluarkan peringatan khusus kepada warga agar tidak beraktivitas atau membiarkan anak-anak bermain di area banjir. Peringatan ini diberikan karena wilayah Kutim, termasuk Karangan, merupakan habitat buaya sungai.

    “Kami mengimbau warga untuk lebih waspada karena Kutim dikenal sebagai daerah habitat buaya. Anak-anak khususnya jangan dibiarkan bermain di area tergenang,” tegas Naim.

    BPBD juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau potensi keberadaan buaya di area banjir guna mencegah hal-hal yang membahayakan keselamatan warga.

    Untuk mendukung penanganan, BPBD telah menyiagakan perahu dan perlengkapan evakuasi di sejumlah desa. Pemantauan dilakukan 24 jam terhadap perkembangan situasi di lokasi terdampak.

    “Jika dalam 1 x 24 jam air terus naik dan tidak ada tanda-tanda penurunan, tim BPBD akan turun langsung membawa peralatan tambahan,” tutupnya.

  • Dinilai Tebang Pilih, Forum RT Singa Geweh Tolak Bantuan Motor Pemkab Kutim

    Dinilai Tebang Pilih, Forum RT Singa Geweh Tolak Bantuan Motor Pemkab Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/, KUTIM – Polemik distribusi bantuan kendaraan operasional bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kutai Timur kembali mencuat. Kali ini, Forum RT Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, secara resmi menolak bantuan tersebut karena dinilai tidak adil dan tidak proporsional.

    ​Ketua Forum RT Singa Geweh, Chalvin S. Mangera, menegaskan bahwa penolakan ini bukan karena enggan menerima bantuan, melainkan bentuk protes keras atas mekanisme pembagian yang dianggap diskriminatif. Singa Geweh dinilai dijadikan prioritas terakhir dibandingkan wilayah lain.

    ​“Ini program bupati yang seharusnya direalisasikan secara adil, arif, dan bijaksana. Tapi kenyataannya, Kelurahan Singa Geweh justru ditempatkan di urutan belakang,” ujar Chalvin.

    ​Ketimpangan ini terlihat dari alokasi anggaran. Dari total 35 RT di Singa Geweh, hanya delapan unit motor yang dianggarkan untuk tahun 2025, sementara 27 unit sisanya baru dialokasikan pada 2026. Hal ini kontras dengan RT di Kelurahan Teluk Lingga yang—meski berstatus sama sebagai wilayah perkotaan—telah menerima bantuan penuh lebih awal.

    ​“Kalau Teluk Lingga bisa menerima tahun ini secara penuh, seharusnya Singa Geweh juga sama. Pola bertahap ini membuat kami merasa disepelekan,” tegasnya.

    ​Menyikapi hal tersebut, Chalvin menyebut Forum RT telah menggelar rapat internal. Hasilnya, seluruh RT sepakat menolak total bantuan tersebut, termasuk delapan unit yang direncanakan cair tahun depan.

    ​“Daripada dianggap bisa dibodohi, lebih baik kami tidak terima. Bahkan delapan motor yang akan diberikan tahun ini pun kami tolak,” ucapnya.

    ​Sebagai tindak lanjut, surat keberatan resmi yang ditandatangani 35 Ketua RT telah disiapkan untuk dikirim kepada Bupati dan DPRD Kutai Timur. Chalvin menekankan, aksi ini bukan bentuk pembangkangan terhadap pemerintah, melainkan tuntutan kesetaraan perlakuan antara desa dan kelurahan.

    ​“Kami hanya meminta kebijakan yang adil. Tidak boleh ada pembeda padahal sistemnya sama,” jelasnya. Forum RT Singa Geweh kini memilih menunggu evaluasi kebijakan tersebut agar tidak ada kesan pilih kasih di masa mendatang.