Author: Kaltim12

  • Akhmad Sulaiman Dorong Pemerataan Pendidikan untuk Sekolah Swasta di Kutim

    Akhmad Sulaiman Dorong Pemerataan Pendidikan untuk Sekolah Swasta di Kutim

    SANGATTA– Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Akhmad Sulaiman, menyampaikan keinginannya agar pemerataan di bidang pendidikan dapat dirasakan oleh semua pihak, terutama sekolah-sekolah swasta. Menurutnya, pendidikan merupakan sektor yang sangat penting untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.

    Ia menyoroti bahwa sekolah swasta sering kali kurang mendapatkan perhatian yang setara dibandingkan dengan sekolah negeri, baik dari segi alokasi anggaran maupun fasilitas pendukung pendidikan. Padahal, sekolah swasta memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda yang berkualitas, khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh fasilitas pendidikan negeri.

    “Sering kali anggaran pendidikan besar hanya terfokus pada sekolah negeri, sementara sekolah swasta yang juga memiliki peran penting sering terabaikan. Ini yang perlu kita perhatikan bersama,” ujar Akhmad Sulaiman dalam sebuah kesempatan.

    Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah lebih serius mengalokasikan anggaran untuk membantu sekolah swasta, termasuk yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Menurutnya, kebijakan ini dapat diwujudkan melalui optimalisasi pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang kerap tidak terserap sepenuhnya dalam APBD.

    Selain itu, Akhmad menilai pentingnya pemberian bantuan fasilitas seperti peralatan pembelajaran modern, perbaikan infrastruktur sekolah, dan pelatihan bagi guru-guru di sekolah swasta. Dengan dukungan ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kutai Timur dapat meningkat secara merata.

    “Ini bukan hanya soal pemerataan, tetapi juga soal keadilan. Semua siswa berhak mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa memandang apakah mereka bersekolah di sekolah negeri atau swasta,” tegasnya.

    Sebagai anggota Komisi D yang membidangi pendidikan, Akhmad menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang ini. Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat, untuk bekerja sama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di Kutai Timur.

    Upaya pemerataan pendidikan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif, terutama bagi sekolah-sekolah swasta yang selama ini sering kali menghadapi tantangan dalam hal pendanaan dan pengelolaan. Dengan langkah nyata yang dilakukan pemerintah, Akhmad yakin pendidikan di Kutim akan semakin maju dan kompetitif di masa depan.

  • Yusri Yusuf Minta Perbaikan Infrastruktur Jalan di Rantau Pulung Segera Dilakukan

    Yusri Yusuf Minta Perbaikan Infrastruktur Jalan di Rantau Pulung Segera Dilakukan

    SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yusri Yusuf, menyoroti kondisi infrastruktur di Dapil II, khususnya jalan di Kecamatan Rantau Pulung, yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Jalan yang rusak parah tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari tetapi juga mengancam keselamatan dalam situasi darurat.

    “Jalan Rantau Pulung ini merupakan jalan kabupaten. Perlu diperhatikan, kasihan jika ada situasi darurat seperti orang sakit, tetapi kendaraan tidak bisa melaju dengan lancar karena jalan rusak,” ungkap Yusri.

    Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak agar akses masyarakat menjadi lebih lancar dan aman. Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Dapil II, yang mencakup Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon, harus menjadi prioritas untuk mendukung pemerataan pembangunan.

    Selain jalan, Yusri meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan di sektor pertanian dan pelayanan umum. Ia menilai bahwa partisipasi aktif dari camat dan pemerintah desa sangat penting dalam merancang dan merealisasikan pembangunan di wilayah tersebut.

    Perhatian Yusri terhadap kondisi jalan di Rantau Pulung bukanlah hal baru. Ia mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat mengenai perbaikan jalan ini telah disuarakannya sejak masih menjadi calon legislatif. Hingga kini, ia terus berjuang agar permasalahan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

    “Saya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama terkait infrastruktur jalan. Ini menjadi komitmen saya untuk memastikan akses masyarakat lebih baik dan aman,” tegas Yusri. (adv)

  • Hj. Uci Desak Pemkab Kutim Sediakan Lahan untuk Pembangunan Gedung SMA

    Hj. Uci Desak Pemkab Kutim Sediakan Lahan untuk Pembangunan Gedung SMA

    SANGATTA – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim), Hj. Uci, S.E., mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk segera menyediakan lahan guna pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini ia sampaikan mengingat keterbatasan jumlah sekolah menengah atas di wilayah tersebut yang berdampak pada sulitnya akses pendidikan bagi lulusan SMP.

    Menurut Hj. Uci, minimnya sekolah negeri tingkat SMA di Kutim telah menjadi kendala serius yang menghambat upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Banyak lulusan SMP yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA negeri karena keterbatasan fasilitas. Ini perlu segera diatasi dengan menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah baru,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pendidikan adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kutim. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menjadikan pengadaan gedung SMA sebagai salah satu prioritas pembangunan.

    “Selain untuk pemerataan akses pendidikan, penambahan fasilitas ini juga penting agar anak-anak Kutim tidak harus menempuh jarak yang jauh untuk bersekolah,” tegasnya.

    Hj. Uci juga berharap agar Pemkab Kutim bekerja sama dengan pemerintah provinsi dalam hal anggaran dan perencanaan pembangunan gedung SMA. Dengan sinergi yang baik, ia optimistis kebutuhan ini dapat segera terwujud.

    Sebagai anggota DPRD, Hj. Uci berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pendidikan, khususnya di tingkat menengah atas. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (adv)

  • Syaiful Bakri Akhiri Reses di Teluk Pandan dengan Serap Aspirasi Warga

    Syaiful Bakri Akhiri Reses di Teluk Pandan dengan Serap Aspirasi Warga

    TELUK PANDAN – Anggota DPRD Kutai Timur, Syaiful Bakri, S.Pd., mengakhiri kegiatan reses dan silaturahmi di Kecamatan Teluk Pandan pada Sabtu (16/11/2024). Reses ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke daerah pemilihan (Dapil) Kutim 2, mencakup Teluk Pandan, Bengalon, Rantau Pulung, dan Sangatta Selatan.

    Syaiful Bakri menyampaikan bahwa Teluk Pandan menjadi lokasi ketiga dalam agenda resesnya sebelum melanjutkan kegiatan di Sangatta Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dan memperkuat komunikasi antara legislator dan konstituennya.

    Kedatangan Syaiful Bakri, yang didampingi oleh Ruslan, staf ahli DPRD sekaligus moderator acara, disambut dengan antusias oleh warga setempat. Suasana hangat dan penuh keakraban membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan keluhan dan harapan mereka.

    Dalam dialog tersebut, sejumlah isu penting mencuat, seperti kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, serta fasilitas kesehatan yang memadai. Warga juga meminta perhatian terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal, khususnya dalam bidang pertanian dan perikanan yang menjadi andalan masyarakat Teluk Pandan.

    Komitmen Syaiful Bakri untuk Memperjuangkan Aspirasi
    Menanggapi berbagai masukan, Syaiful Bakri menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Teluk Pandan. Ia berjanji akan membawa seluruh aspirasi yang diterima ke tingkat legislatif dan memperjuangkannya dalam proses penganggaran serta pembahasan kebijakan daerah.

    “Reses ini bukan hanya mendengar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan DPRD. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi catatan penting untuk kami perjuangkan,” ujarnya.

    Syaiful Bakri juga mendorong masyarakat untuk tetap aktif dalam menyuarakan kebutuhan mereka melalui berbagai forum yang tersedia. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan DPRD adalah kunci dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.

    “Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat dalam memberikan masukan dan dukungan,” tambahnya.

    Setelah menyelesaikan agenda di Teluk Pandan, Syaiful Bakri akan melanjutkan resesnya di Sangatta Selatan. Ia berharap rangkaian kegiatan reses ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Dapil Kutim 2.

    “Semoga melalui reses ini, aspirasi yang diterima dapat diakomodasi secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (ADV)

  • Yan Soroti Pentingnya Pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Telen

    Yan Soroti Pentingnya Pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Telen

    Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, menilai kondisi infrastruktur di Kecamatan Telen masih jauh dari memadai, terutama jalan penghubung antar desa. Ia menyebut ada enam desa di seberang, seperti Long Noran, Long Segar, Long Melah, Kernyanyan, Rantau Panjang, dan Marah Haloq, yang membutuhkan perhatian serius.

    “Pembangunan jalan sangat penting untuk mereka agar aktivitas masyarakat lebih lancar,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

    Yan meminta pemerintah daerah mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur, khususnya program multiyears yang sedang berjalan di Kecamatan Telen. Menurutnya, beberapa proyek jalan di daerah tersebut belum sepenuhnya selesai, termasuk jalan dari Kecamatan Telen menuju jalan poros.

    “Jalan itu belum tuntas. Saat ini sudah hampir rampung dan diharapkan akhir tahun ini selesai untuk bagian sepanjang enam kilometer. Itu bagian dari anggaran multiyears,” jelas Yan.

    Selain pembangunan jalan, Yan juga menyoroti pengerjaan Jembatan Telen yang masih dalam tahap pondasi. Ia berharap jembatan tersebut dapat selesai sepenuhnya pada tahun 2025 agar konektivitas wilayah semakin baik.

    “Jembatan Telen masih dalam proses pengerjaan pondasi kiri dan kanan. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2025,” ungkapnya.

    Ia bersama pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proyek multiyears dapat terealisasi sepenuhnya dalam dua tahun ke depan. Yan menegaskan DPRD dan pemerintah daerah telah sepakat untuk melanjutkan proyek-proyek yang menjadi prioritas pembangunan.

    “Anggaran pemerintah terserap untuk proyek ini, dan pemerintahan saat ini telah berjanji melanjutkan proyek multiyears hingga tuntas,” pungkasnya.

    Yan optimis jika seluruh proyek selesai sesuai target, infrastruktur di Kecamatan Telen akan semakin mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

  • Reses Perdana Hj. Uci di Desa Swarga Bara: Serap Aspirasi Warga Gang Bersama

    Reses Perdana Hj. Uci di Desa Swarga Bara: Serap Aspirasi Warga Gang Bersama

    SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Hj. Uci, SE, menggelar reses perdana di Desa Swarga Bara, Gang Bersama, pada Kamis (14/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan warga di daerah pemilihannya.

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh puluhan warga, Hj. Uci menerima berbagai keluhan dan masukan terkait kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, penanganan banjir di musim hujan, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

    “Saya datang ke sini untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan bapak dan ibu. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk memahami lebih dalam permasalahan yang ada di lingkungan kita,” ujar Hj. Uci dalam sambutannya.

    Salah satu isu yang banyak disampaikan warga adalah kondisi jalan Gang Bersama yang rusak dan sulit dilalui, terutama saat hujan. Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan untuk meningkatkan mobilitas dan kenyamanan mereka.

    Selain itu, warga juga mengusulkan adanya peningkatan fasilitas kesehatan di sekitar Desa Swarga Bara. “Kami ingin ada pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai. Kadang kami harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan medis,” ungkap seorang warga.

    Hj. Uci berkomitmen untuk membawa semua aspirasi ini ke tingkat pembahasan di DPRD Kutim. “Semua masukan ini akan saya bawa ke rapat dewan. Kami akan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.

    Sebagai penutup, Hj. Uci mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam reses. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan DPRD sebagai representasi rakyat.

    “Ini bukan pertemuan terakhir. Saya akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi kita dapat terwujud bersama,” pungkasnya.

    Kegiatan reses ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana warga bebas menyampaikan pandangan mereka secara langsung kepada Hj. Uci.

  • Ketua Fraksi Nasdem Soroti Serapan Rendah APBD Kutai Timur 2024

    Ketua Fraksi Nasdem Soroti Serapan Rendah APBD Kutai Timur 2024

    Sangatta – Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kutai Timur, Kajan Lahang, mengkritisi rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur Tahun 2024 menjelang akhir tahun. Hingga saat ini, serapan anggaran baru mencapai 20,25 persen atau Rp1,847 triliun dari total alokasi sebesar Rp9,123 triliun.

    Kajan menyebut angka tersebut masih jauh dari yang diharapkan, terutama dengan adanya peningkatan target pendapatan dan alokasi belanja dalam APBD Perubahan 2024. Ia menilai bahwa percepatan pelaksanaan program sangat diperlukan untuk memastikan anggaran dapat terealisasi secara maksimal.

    lebih lanjut ia menambahkan, Dalam APBD Perubahan 2024, target pendapatan daerah ditingkatkan sebesar 43 persen, dari Rp9,148 triliun menjadi Rp13,066 triliun. Sementara itu, belanja daerah meningkat hingga 62 persen, dari Rp9,123 triliun menjadi Rp14,801 triliun.

    “Kenaikan anggaran ini bertujuan untuk mendukung berbagai sektor pembangunan yang ada di Kutai Timur. Namun, pelaksanaannya harus dioptimalkan agar dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Kajan.

    Fraksi Nasdem, lanjut Kajan, memandang  penyesuaian anggaran tersebut sudah sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. “Kami percaya bahwa kebijakan ini telah dirancang secara hati-hati untuk menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan dana. Sekarang yang terpenting adalah memastikan serapan anggaran berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

    Kajan juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan program pembangunan, mengingat anggaran yang dialokasikan memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

    Dengan waktu yang tersisa di tahun anggaran 2024, Kajan berharap pemerintah dapat mengejar target serapan dan melakukan evaluasi yang komprehensif agar realisasi anggaran dapat berjalan lebih baik.

  • Pandi Widiarta Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Swarga Bara di Reses Perdana

    Pandi Widiarta Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Swarga Bara di Reses Perdana

    SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Pandi Widiarto, melaksanakan reses perdananya di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, pada Kamis (14/11/2024). Reses ini dimanfaatkan Pandi untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat setempat.

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh warga dan tokoh masyarakat, sejumlah isu utama diangkat, mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, hingga pendidikan. Warga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah lebih serius menangani masalah tersebut, mengingat kebutuhan akan fasilitas dasar tersebut sangat mendesak.

    Pandi Widiarta, yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutim, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan dalam reses ini. Ia menegaskan bahwa reses merupakan salah satu cara baginya untuk menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung dan membawanya ke tingkat pembahasan DPRD.

    “Masalah infrastruktur jalan, pendidikan, dan bantuan untuk kelompok masyarakat menjadi prioritas utama saya, terutama di Desa Swarga Bara ini. Saya akan berupaya memperjuangkan isu-isu ini dalam sidang DPRD nantinya,” ujar Pandi.

    Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan di daerah tersebut. “Fasilitas kesehatan dan pendidikan harus memadai, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Saya akan memastikan usulan ini masuk dalam pembahasan anggaran tahun depan,” tambahnya.

    Warga yang hadir mengapresiasi keseriusan Pandi dalam mendengarkan keluhan mereka secara langsung. Mereka berharap reses ini menjadi langkah awal yang konkret untuk membawa perubahan positif di Desa Swarga Bara.

    Acara reses ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan pandangan mereka. Pandi memastikan akan mengawal setiap aspirasi yang disampaikan untuk menjadi prioritas dalam agenda legislatif mendatang (adv)

  • Reses Perdana Anggota DPRD Kutim, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat

    Reses Perdana Anggota DPRD Kutim, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat

    SANGATTA – Sebanyak 40 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur menggelar reses perdana untuk masa jabatan 2024-2029. Kegiatan ini berlangsung di berbagai daerah pemilihan (dapil) dengan tujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

    Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kutim, Juliansyah, S.Hut, menyampaikan reses merupakan agenda penting bagi setiap anggota dewan. “Reses ini adalah salah satu kewajiban anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihannya, bertemu dengan masyarakat, mendengar langsung keluhan, masukan, dan aspirasi yang ada,” ujar Rasyid saat ditemui di ruang kerjanya.

    Menurut pria yang akrab disapa Juli, kegiatan reses ini juga menjadi sarana evaluasi pemerintah daerah dalam menyikapi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. “Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan utama dalam perumusan program dan kebijakan pemerintah, tentunya melalui mekanisme DPRD,” tambahnya.

    Reses perdana ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama karena banyaknya isu strategis yang sedang dibahas, seperti pembangunan infrastruktur jalan, layanan kesehatan yang merata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Ia menegaskan hasil reses akan dituangkan dalam laporan resmi dan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kutim. “Setiap aspirasi yang diterima oleh anggota dewan akan disusun dalam laporan reses, kemudian dibahas bersama eksekutif agar bisa ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.

    Dengan reses perdana ini, DPRD Kutim berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami mendorong semua anggota dewan untuk memanfaatkan reses sebagai momentum mendekatkan diri dengan konstituen dan memastikan aspirasi mereka terakomodasi dalam kebijakan pembangunan,” tutup Sekwan (adv)

  • Sayid Anjas Dukung Pengangkatan TK2D Menjadi P3K di Kutai Timur

    Sayid Anjas Dukung Pengangkatan TK2D Menjadi P3K di Kutai Timur

    SANGATTA – Wakil Ketua DPRD Kutai Timur, Sayid Anjas, memberikan dukungannya terhadap pengangkatan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur. Ia menilai langkah ini sebagai penghargaan atas pengabdian yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun.

    “Ini adalah langkah yang wajar dan pantas, mengingat dedikasi serta pengabdian mereka selama bertahun-tahun untuk daerah. Saya pribadi sangat mendukung program tersebut,” ungkap Sayid Anjas, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini,

    Ia berharap, dengan status baru sebagai P3K, para pegawai dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, perubahan status ini membawa dampak positif terhadap kesejahteraan pegawai.

    “Sekarang mereka sudah mendapatkan fasilitas yang lebih baik. Jadi, kita harap kinerjanya juga maksimal, setara dengan hak yang mereka terima,” tambah politisi dari Partai Golkar ini.

    Pengangkatan TK2D menjadi P3K juga dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan kejelasan status dan penghargaan atas kontribusi mereka terhadap pelayanan publik di Kutai Timur.

    Sayid Anjas menegaskan, DPRD Kutai Timur akan terus mendukung langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan pegawai daerah.

    “Program seperti ini penting untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara optimal. Kita di DPRD akan terus memantau dan mendukung kebijakan yang berpihak kepada pegawai dan masyarakat,” tutupnya. (adv)