Author: Kaltim12

  • Mulai Kembangkan Potensi Agrowisata – Penggunaan Aset Tanah Milik Desa

    Mulai Kembangkan Potensi Agrowisata – Penggunaan Aset Tanah Milik Desa

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pembangunan sarana dan prasarn infrastruktur desa, seringkali menjadi garapan yang menggunakan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Pemanfaatan lain dari dana tersebut bisa pula digunakan untuk mengembangkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia, hingga penggarapan potensi desa lainnya secara berkelanjutan seperti agrowisata desa.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat dan Desa (DPMDes) Kutim Yuriansyah T, menerangkan banyaknya desa-desa yang berencana mengembangkan agrowisata amatlah baik. Terlebih jika telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) yang mendukung pembentukannya, tinggal kemudian pihak desa berkoordinasi dengan DMPDes Kutim.

    Tentu yang dipastikan oleh desa, status lahan. Yang harus memang milik desa dan bukan tanah Restan (R), dimana tanah seperti ini merupakan tanah sisa pembagian lahan dalam Unit Permukiman Transmigrasi yang telah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten.

    “Wilayah yang digarap bukan lahan R. Karena khawatirnya dikemudian hari ada warga yang menuntut. Apa yang dilakukan pihak desa amatlah luar biasa, harapan besar semua desa di Kutim dapat menggali dan mengelola potensi desanya,” terang mantan Camat Muara Wahau pada Jum’at (4/11/2022).

    Seperti diungkapkan oleh Sekretaris Desa Sidomulyo Kongbeng Agus Wirawan, dimana desanya memiliki komitmen mengembangkan agrowisata desa. Tahap pertama dilakukan pemagaran di lokasi bakal agrowisata. Penguatan rencana ditetapkan pula dengan adanya Peraturan Desa (Perdes) dan tanah sendiri merupakan aset milik desa.

    “Penyelesaian agrowista desa secara keseluruhan, telah menjadi komitmen pihak desa bersama seluruh masyarakat. Tentu bertahap dilaksanakan menyesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

    Menggali potensi desa lainnya, dilakukan pihak desa Sidomulyo dengan memulai pembangunan agrowisata dilahan seluas 4 hektar lebih. Dengan rencana pembagian ruas wilayah mulai dari area parkir, lokasi wisata kuliner, tempat bermain dan wahana anak, ruang pertemuan atau rapat, kolam renang, hingga taman buah-buahan. (ADV-KOMOINFO/Ran/Uni)

     

  • Pilkades Serentak di 77 Desa Harus Berjalan Damai dan Aman

    Pilkades Serentak di 77 Desa Harus Berjalan Damai dan Aman

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pesta Demokrasi pada tingkatan desa di Kabupaten Kutai Timur akan digelar di 77 Desa di 17 Kecamatan dari total 18 kecamatan. Hal ini tentu dibutuhkan komitmen bersama oleh semua pihak, terutama bagi ratusan kontestan pada Pilkades yang akan berlangsung di Desember mendatang.

    Untuk itu pada Kamis (03/11/2022) Pemkab Kutim menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Deklarasi Damai Pilkades, di Lapangan Helipad Kantor Bupati di Komplek Perkantoran Bukit Pelangi.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan jika pesta demokrasi tingkatan desa yang melibatkan puluhan desa di Kutim, harus berjalan dengan damai dan demokratis untuk menghasilkan pemimpin atau Kades.

    “Deklarasi damai ini adalah momentum untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif, penting untuk saling menghargai satu sama lain. Dalam demokrasi perihal menang atau kalah adalah hal yang biasa,” jelas Bupati.

    Ditambahkan Wabup Kasmidi Bulang jika gelaran Pilkades serentak nantinya, dijadikan ajang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga. Bagaimanapun yang terpilih nantinya adalah warga desa itu sendiri, dan kembali semua untuk cita-cita memajukan desa.

    “Jaga persatuan dan kesatuan antar warga desa. Ini hanyalah pesta demokrasi untuk memajukan desa, sehingga proses demokrasi ini harus berjalan dalam kondisi aman, tertib, dan damai,” ujar Kasmidi. (ADV-KOMINFO/Ran/War)

  • Pemerataan Akses Internet untuk Siswa di Pedalaman dan Pesisir

    Pemerataan Akses Internet untuk Siswa di Pedalaman dan Pesisir

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Penempatan akses internet gratis di pedalaman dan pesisir Kutim, tidak mesti berada di kantor desa setempat. Tetapi bisa pula berada pada lokasi-lokasi yang dianggap tebuka dan mudah diakses masyarakat.

    Tentu upaya yang dilakukan pemerintahan Ardiansyah Sulaiman – Kasmidi Bulang tersebut, masuk dalam pemerataan akses pendidikan di daerah. Apalagi pada saat pandemi terjadi dan pasca pandemi, teknologi imformasi menjadi ujung tombak pemerataan pendidikan yang berkeadilan untuk masyarakat.

    “Bapak Jokowi memilih orang (Menteri Pendidikan Nadiem, red) bukan karena umurnya, tetapi memilih orang yang punya visi kedepan. Kita juga tahu, di sosmed pembahasan mengenai UN yang berbeda jauh dari masa lalu termasuk perihal kurikulum merdeka,” jelas Wakil Bupati Kasmidi Bulang pada Kamis (3/11/2022).

    Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyebutkan keadilan berupa mendapatkan fasilitas penunjang pendidikan, jadi perhatian utama dari pemerintahan Ardiansyah Sulaiman – Kasmidi Bulang (ASKB). Upaya ini berkaitan pula dalam hal mendukung kurikulum merdeka, gerakkan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem A Makarim.

    “Kita sudah memberikan akses internet gratis untuk membantu siswa di pedalaman dan pesisir, yang ditempatkan di desa masing-masing. Kalaupun masih ada kendala, karena desa tertentu memiliki luas wilayah yang besar dan membutuhkan titik-titik hotspot internet banyak,” terangnya.

    Sementara itu, Kadis Kominfo Kutim Ery Mulyadi telah menyampaikan perkembangan pembanguan kepada Wakil Bupati. Tentang bantuan dari pemerintah pusat terkait program pembangunan desa “Merdeka Signal”, dimana untuk Kutim ada sebanyak 56 desa yang akan dibangun fasilitas menara dan BTS untuk penguat signal.

    “Ini adalah program yang sangat layak di masa pasca pandemi Covid-19, karena juga berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat terkait teknologi informasi,” jelas Ery. (ADV-KOMINFO/Ran/War)

  • Sandaran Miliki Beragam Objek Pariwisata

    Sandaran Miliki Beragam Objek Pariwisata

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Membangun sektor pariwisata di Kutai Timur tak dapat dilakukan sebagaimana hikayat Bandung Bondowoso, membangun seribu candi dalam waktu satu malam.

    Diperlukan kekuatan yang melibatkan semua elemen untuk saling bahu-membahu, menghadapi berbagai aral rintangan, sebelum menikmati manisnya kesuksesan layaknya daerah yang sudah terkenal destinasi wisatanya diluaran sana.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman mengaku, ia mengenalkan ke publik di Indonesia terkait beragam potensi dan destinasi wisata daerah yang tersebar dari ujung selatan hingga utara Kutim. Bahkan tembus ke markas Angkatan Laut (AL), ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berkaitan persiapan Sail Sangkulirang 2024 mendatang.

    “Saya menyampaikan jika Kutim Magic Land, daerah yang penuh keajaiban. Kutim memiliki potensi wisata di lautan atas dan dalam, pantai hingga kawasan pedalaman yang eksotik,” terangnya pada Rabu (2/11/2022).

    Permasalahannya adalah kapan dan kapan! Seluruh masyarakat mengangkat nama daerah? Agar orang-orang berdatangan ke Kutim. Persoalan tersebut dibaca oleh Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang. Sehingga dimulailah beberapa event sebagai langkah kejut, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah.

    Pelaksanaan Bhayangkara Over Land Kutim 2022 beberapa waktu lalu, merupakan salah-satu contoh dini, berkaitan mengenalkan nama Kutim ke penjuru wilayah Indonesia dan dunia. Termasuk memancing tiap-tiap kecamatan di Kutim, membuat agenda yang tidak saja berguna bagi masyarakat namun juga memancing rasa keingintahuan khalayak tentang Kutim.

    “Untuk apa memancing orang-orang berdatangan, agar terjadi perputaran uang yang besar di Kutim. Menaikkan daya dukung ekonomi dari sektor pariwisata. Tahun ini kita mulai,” ujarnya tanpa keraguan.

    Potensi pariwisata di Kecamatan Sandaran tidak saja hanya berbicara tentang Danau Sapan di Tado’an. Terdapat beberapa lokasi wisata lain seperti air terjun Dua’ae di Tanjung Mangkalihat, wisata mangrove serta pantai Indah dan Prapat Tunggal di Manubar, lalu air terjun Batang Bakil di desa Sandaran. Belum lagi pesta adat erau dan cagar budaya di desa Marukangan.

    Danau Sapan di Tado’an membuat Ardiansyah Sulaiman berfikir, agar pihak desa, kecamatan dan masyarakat setempat untuk mengadakan home stay bagi tamu-tamu yang datang. Sehingga selain objek wisata tumbuh, dukungan masyarakat menjadi penuh pada sektor pariwisata.

    “Home stay bukan bangunan baru, tetapi bangunan tempat tinggal masyarakat yang dibuat ruangan untuk menginap reresentatif bagi tamu. Ketika datang tamu, masyarakat dapat merasakan langsung dampak ekonominya. Danau Sapan jelas akan berkembang pesat, tergantung mau atau tidaknya masyarakat,” jelas Bupati Kutim. (ADV-KOMINFO/Ran/Uni)

  • Tekan Inflasi DKP Rencanakan Perlinsos untuk Nelayan

    Tekan Inflasi DKP Rencanakan Perlinsos untuk Nelayan

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Timur merencanakan, untuk memanfaatkan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu penanganan inflasi terhadap kelompok nelayan.

    Kepala DKP Suriansyah pada Rabu (2/11/2022) menerangkan, hal ini bersamaan dengan kepentingan dalam menangani inflasi di daerah. Terlebih adanya kebijakan berkaitan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), membuat beberapa kelompok kriteria pekerjaan terdampak.

    “Kami akan menyasar kelompok-kelompok nelayan di Kutim, dengan memberikan Perlinsos berupa mesin ketinting 13 pk/hp dan has. Rencananya akan diberikan pada pertengahan November ini,” jelas mantan Kepala Dinas Perpustakan Kutim.

    DKP merupakan dinas yang mendapat recofusing sebagai bentuk penanganan inflasi daerah. Terlebih masyarakat binaan DKP ialah nelayan, yang terdampak benar akan adanya inflasi.

    “Penerima bantuan adalah kelompok nelayan di beberapa kecamatan dan telah terdaftar dalam data base Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) DKP Kutim, serta one data pada KKP RI,” terangnya lebih jauh. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Target Penuhi Kebutuhan Infrastruktur di Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Mendekati khir tahun 2022, Bupati Ardiansyah Sulaiman terus berupaya memenuhi target ataupun janjinya pada masyarakat Kutai Timur yakni Menata Kutim Sejahtera Untuk Sejahtera. Hal yang diupayakan sungguh-sungguh oleh dirinya maupun Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

    Hal itu terlihat jelas semisal pembangunan dan peningkatan kualitas jalan di dalam wilayah Ibukota Kabupaten, mulai Jl APT Pranoto, Jl Wolter Monginsidi, hingga Jl Mulawarman I.

    “Pemkab Kutim telah melaksanakan program pemeliharaan jalan kabupaten sepanjang 26,4 Km. Berikutnya panjang jalan yang di hotmix sepanjang 7,61 km. Jalan permukiman disemenisasi sepanjang 8.420 meter. Ditambah penimbunan jalan permukiman sepanjang 3.570 meter dan drainase permukiman yang dibangun sepanjang 579 meter,” terang Bupati Ardiansyah.

    Pembangunan infrastruktur di maksimalkan melalui proyek multiyears untuk jalan dan jembatan yang diatur berlangsung hingga 2024 mendatang.

    Wabup Kasmidi Bulang menambahkan, dukungan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab amatlah dibutuhkan. Sehingga seluruh program pembangunan dapat tercapai sesuai target,” ungkap Wabup Kasmidi Bulang pada Selasa (1/11/2022).

    “Kita juga menormalisasi sungai pada sungai Majai, lantas membangun embung di lima desa, membangun sumur air tanah untuk air baku di lima desa,” tukas pria bertubuh tinggi besar ini. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Kutim Sumbang 71 Persen Produksi Pisang di Kalimantan Timur

    Kutim Sumbang 71 Persen Produksi Pisang di Kalimantan Timur

    www.ads.pojokdigital.com/,Sangatta – Hasil Survei Pertanian Hortikultura (SPH) Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan). Tercatat sepanjang tahun 2021 lalu, Kaltim menghasilkan pisang sebanyak 130.656,14 ton. Produksi ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 95.527,55 ton. Maka di tahun 2021 ada peningkatakan 35.128,59 ton atau 36,77 persen.

    Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana dalam laporan publikasi Statistik Sayur-sayuran dan Buah-buahan Kaltim 2021, yang dipublis akhir September 2022. Menyebutkan jika dilihat menurut sebarannya, 71,81 persen dari total produksi pisang di Kaltim, berasal dari Kabupaten Kutai Timur.

    “Tahun 2021 Kutim mempunyai 454.004 rumpun pisang, dengan produksi per rumpun 206,66 kg atau menghasilkan pisang sebanyak 93.826,09 ton. Diikuti kemudian oleh Kukar yaitu 267.828 rumpun, dengan produksi per rumpun 57,45 kg dan secara keseluruhan tahun 2021 memproduksi pisang 15.386,60 ton,” terang Jusniar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum menyebutkan pada tahun ini telah dilakukan ekspor pisang dari daerah ini ke Singapura. Kecamatan utama penghasil pisang di Kutim ialah, Kecamatan Kaliorang dengan luasan lahan sebesar 600 hektar.

    “Pada September lalu Direktur Buah dan Florikultura Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman dan Bupati Ardiansyah Sulaiman. Bahkan melepas ekspor perdana pisang kepok dari Kadungan Jaya, Kaubun ke Singapura. Hasil ekspor tidak saja berupa buah pisang utuh atau segar, tetapi juga berbentuk produk turunan atau lebih dikenal dengan produk pengelolaan hasil panen,” jelasnya pada Selasa (1/11/2022).

    Keberhasilan itu menurut Dyah tidak terlepas pula dari upaya kerjasama, antara petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam memaksimalkan pemanfaatan pupuk organik dari kotaran hewan.

    “Ini jelas efektif dan efisien untuk merangsang pertumbuhan pohon dan buah pisang, dengan tetap menjaga unsur-unsur penting dalam tanah,” tukasnya. (ADV-KOMINFO/Ran/Uni)

  • Pabrik Mini! Solusi Atasi Minimnya Pasokan Pakan Ayam Petelur

    Pabrik Mini! Solusi Atasi Minimnya Pasokan Pakan Ayam Petelur

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kebutuhan telur di Kutai Timur dalam setiap harinya masih dapat disuplai oleh para peternak ayam petelur, namun kondisi itu tidaklah dapat dikatakan aman jika terjadi kendala minimnya suplai pakan yang selama ini diperoleh dari daerah lain.

    Berkaca pada beberapa waktu lalu, dimana terjadi inflasi ekonomi yang mendorong kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan pokok. Yang dapat terkendali secara harga maupun pasokan di Kutim adalah telur ayam. Namun memang disadari harga pakan ternak tak dapat dikontrol, beruntung peternak waktu itu memiliki pasokan pakan berlebih.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dyah Ratnaningrum menganjurkan agar para juragan ataupun peternak ayam petelur, dapat membuat pabrik mini pakan. Setelah sebelumnya, ia bertemu dengan Asosiasi Peternak Ayam Petelur di Kutim yang menyadari kesulitan mereka untuk pengadaan pakan ternak.

    “Saya menyarankan agar membuat pabrik mini pakan. Karena peternak-peternak ayam petelur merupakan orang-orang mampu (miliki modal, red). Distanak akan membantu perihal pengadaan mesin grinder atau penggiling, mesin pembuat pelet, terlebih pakan utamanya adalah jagung. Komoditas yang cukup banyak ketersediannya di Kutim,” ungkap Kadistanak pada Selasa (1/11/2022).

    Jagung maupun ikan-ikan sebagai sumber protein untuk pakan ternak dapat ditemukan dengan mudah pasokannya di wilayah Kutim. Dengan peternak memiliki pabrik mini pakan, maka otomatis akan mempermudah dan mengatasi masalah perihal pasokan pakan selama ini yang diperoleh dari daerah lain.

    “Ketergantungan akan pasokan pakan ternak dari daerah lain, selama ini amatlah tinggi. Jika harga pakan naik, maka berdampak pada harga telur pula,” terangnya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)