Author: Kaltim12

  • APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    SANGATTA – Setelah melalui pembahasan yang panjang dan intensif, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur Tahun Anggaran (TA) 2025 resmi disahkan oleh DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-XXII, Selasa (26/11/2024) malam, di ruang Sidang Utama Gedung DPRD, Bukit Pelangi.

    Pengesahan ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Jimmi, dan Wakil Ketua I Sayid Anjas, setelah seluruh fraksi di DPRD menyampaikan pandangan akhir yang sepakat menerima Rancangan APBD (RAPBD) untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD 2025.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dalam kesimpulannya menyatakan bahwa seluruh tujuh fraksi menerima dan menyetujui RAPBD menjadi Perda APBD 2025. “Dengan ini, saya minta pendapat saudara-saudara, apakah menerima dan menyetujui RAPBD 2025?” tanya Jimmi, yang langsung dijawab dengan persetujuan oleh seluruh fraksi, disusul ketukan palu tanda pengesahan.

    Rincian APBD 2025
    APBD Kutai Timur 2025 ditetapkan sebesar Rp11,151 triliun. Rincian pendapatan daerah meliputi:

    • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp358,388 miliar
      • Pajak Daerah: Rp208,019 miliar
      • Retribusi Daerah: Rp74,837 miliar
      • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp7,441 juta
      • Lain-lain PAD yang Sah: Rp68,069 miliar
    • Pendapatan Transfer: Rp10,256 triliun
    • Lain-lain Pendapatan: Rp547,795 miliar

    Jumlah pendapatan tersebut menjadi dasar alokasi belanja daerah yang bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kutim.

    Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembahasan APBD 2025. Ia mengapresiasi kerja keras yang ditujukan demi kesejahteraan masyarakat Kutim.

    “Pemerintah menyampaikan terima kasih atas dedikasi semua pihak dalam membahas APBD 2025. Semangat kerja yang tinggi ini adalah upaya bersama untuk menciptakan hasil terbaik bagi Kutai Timur,” ujar Ardiansyah.

    Ketua DPRD Jimmi juga memberikan apresiasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Anggaran (Banggar) DPRD, fraksi-fraksi, komisi-komisi, dan seluruh pihak yang berperan dalam proses pengesahan ini.

    “Semoga kita terus semangat dalam menjalankan tugas demi menuju kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kutai Timur,” kata Jimmi.

    Dengan disahkannya APBD 2025, diharapkan program-program prioritas daerah dapat segera direalisasikan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (ADV)

  • DPRD Kutai Timur Gelar Paripurna XXI Bahas Tanggapan Pemerintah Terhadap RAPBD 2025

    DPRD Kutai Timur Gelar Paripurna XXI Bahas Tanggapan Pemerintah Terhadap RAPBD 2025

    Sangatta – DPRD Kabupaten Kutai Timur menggelar Rapat Paripurna ke 21 Masa Persidangan ke I Tahun 2024, Senin (25/11/2024), dengan agenda tanggapan pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kutai Timur terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025.

    Bertempat di ruang sidang utama DPRD Kutai Timur, rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dan dihadiri Asisten Administrasi Umum, Sudirman Latief, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Turut hadir pula 21 anggota DPRD Kutim, Sekretaris Dewan (Sekwan), serta sejumlah undangan lainnya.

    Dalam rapat ini, pemerintah memberikan tanggapannya terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang telah disampaikan sebelumnya terkait RAPBD 2025. Agenda ini bertujuan menjadi landasan bagi penyempurnaan rancangan anggaran yang akan dibahas lebih mendalam dalam tahapan berikutnya.

    Asisten Administrasi Umum, Sudirman Latief, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota DPRD melalui fraksi-fraksi yang telah memberikan pandangan terhadap Nota Penjelasan RAPBD 2025.

    “Pemkab Kutai Timur menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi dan penghargaan atas pandangan yang telah disampaikan terhadap Nota Pengantar Penjelasan RAPBD 2025. Ini merupakan bentuk kerja sama yang sangat baik antara eksekutif dan legislatif,” ujar Sudirman.

    Lebih lanjut, Sudirman menegaskan Pemkab Kutai Timur akan konsisten dan serius menindaklanjuti seluruh masukan dari fraksi-fraksi, khususnya pada sisi belanja daerah.

    “Kami akan memaksimalkan alokasi Belanja Operasional agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Selain itu, belanja daerah yang terdiri dari belanja modal dan belanja operasional juga akan dievaluasi kembali agar lebih berimbang dan proporsional,” tambahnya.

    Pemkab Kutai Timur berkomitmen menjadikan masukan dari DPRD sebagai landasan dalam memperbaiki kebijakan anggaran. “Kami sangat menghargai semua masukan yang telah disampaikan. Semua ini akan kami telaah dan pertimbangkan dalam penyusunan final RAPBD 2025,” kata Sudirman.

    Diharapkan, pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2025 dapat selesai tepat waktu sehingga pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat di tahun mendatang dapat berjalan dengan optimal.

    Rapat ditutup dengan penyerahan dokumen tanggapan resmi dari Pemkab Kutim kepada DPRD untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan lanjutan di tingkat komisi dan badan anggaran. (adv)

  • H. Riduan: Infrastruktur Jalan Masih Jadi Prioritas Utama di Dapil III Kutim

    H. Riduan: Infrastruktur Jalan Masih Jadi Prioritas Utama di Dapil III Kutim

    Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H. Riduan, mengungkapkan bahwa infrastruktur jalan tetap menjadi aspirasi utama masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) III. Hal ini disampaikannya setelah melakukan reses di sejumlah desa dan kecamatan di wilayah tersebut.

    “Saat reses di Dapil III, masyarakat menyampaikan bahwa perbaikan jalan, khususnya jalan menuju kecamatan dan jalan antar desa, masih menjadi prioritas utama mereka,” ungkap Riduan, Kamis (28/11/2024).

    Riduan menjelaskan, kondisi jalan di Dapil III masih banyak yang rusak parah. Sebagian besar jalan masih berupa tanah, sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan. Jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui. Sedangkan pada musim kemarau, debu yang beterbangan juga menjadi masalah bagi warga.

    “Banyak jalan di beberapa kecamatan masih berupa jalan tanah. Saat musim hujan, jalan berlumpur dan sangat sulit dilewati. Sedangkan saat kemarau, debu menjadi gangguan serius,” jelasnya.

    Menurut Riduan, masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan peningkatan jalan, setidaknya melalui pengerasan atau semenisasi. Perbaikan ini diperlukan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan keseharian warga.

    Riduan menambahkan, kondisi jalan yang buruk tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga memengaruhi distribusi barang kebutuhan pokok yang sebagian besar dipasok dari Samarinda. Jalan yang tidak layak menyebabkan keterlambatan distribusi, sehingga harga barang menjadi fluktuatif dan cenderung meningkat, terutama saat musim hujan.

    “Harga barang di Dapil III sering fluktuatif. Contohnya, gas 3 kg, yang biasanya Rp35 ribu, bisa naik menjadi Rp40 ribu saat hujan. Harga pertalite juga stabil tinggi, tidak pernah turun dari Rp15 ribu per liter,” ungkap Riduan.

    Ia menekankan, jalan yang layak sangat diperlukan untuk memperlancar distribusi kebutuhan pokok, seperti sayur, ikan, beras, dan bahan bangunan. Dengan jalan yang memadai, biaya transportasi dapat ditekan, sehingga harga barang lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

    Sebagai wakil rakyat, Riduan berharap pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di Dapil III. Perbaikan jalan, menurutnya, tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak signifikan pada perbaikan ekonomi di wilayah tersebut.

    “Kami berharap pemerintah segera merealisasikan aspirasi masyarakat ini. Infrastruktur jalan yang baik adalah kunci untuk memperbaiki perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga di Dapil III,” pungkas Riduan. (adv)

  • Baya Sargius Gelar Reses Perdana di Desa Marga Mulya, Serap Aspirasi Warga

    Baya Sargius Gelar Reses Perdana di Desa Marga Mulya, Serap Aspirasi Warga

    KONGBENG – Anggota DPRD Kutai Timur asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Timur 4, Baya Sargius, S.Sos, melaksanakan reses di Desa Marga Mulya, Kecamatan Kongbeng, pada Minggu (24/11/2024) kemarin. Reses yang bertempat di Desa Marga Mulya ini menjadi langkah awal politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

    Kegiatan dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Liliani Malaweng, dilanjutkan dengan sambutan oleh Master of Ceremony (MC) Lysia Petrus. Acara dihadiri Kepala Desa Marga Mulya, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Dusun, Ketua RT, tokoh adat, serta 124 warga dari dua kecamatan, Kongbeng dan Muara Wahau.

    Dalam pertemuan tersebut, Baya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengalaman pertamanya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan pentingnya reses sebagai wadah untuk mendengar langsung keluhan masyarakat yang nantinya akan dibawa ke pembahasan di DPRD.

    “Reses ini adalah amanat undang-undang dan juga momen penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami akan berusaha sebaik mungkin agar aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan di legislatif,” kata Baya.Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah infrastruktur, yang dinilai masih jauh dari memadai. Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan akses air bersih yang terbatas. Permasalahan ini, menurut Baya, menjadi hambatan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Wilayah ini memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal infrastruktur yang masih menjadi tantangan besar. Hal ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.

    Selain itu, Baya juga menerima masukan terkait peningkatan fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pengembangan program ekonomi bagi masyarakat di Kongbeng dan Muara Wahau.

    Menanggapi berbagai masukan dari masyarakat, Baya berkomitmen untuk membawa aspirasi tersebut ke tingkat pembahasan di DPRD. Ia menyatakan akan mengupayakan agar kebutuhan warga, terutama yang bersifat mendesak, dapat menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah daerah.

    “Saya akan memastikan apa yang disampaikan hari ini masuk dalam pokok pikiran yang saya usulkan di DPRD. Kita perlu kerja sama semua pihak agar pembangunan di wilayah ini dapat berjalan lebih baik,” tambahnya.

    Reses berlangsung dalam suasana interaktif, dengan dialog yang aktif antara warga dan Baya Sargius. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan harapan besar terhadap wakil rakyat untuk dapat merealisasikan apa yang telah mereka usulkan (adv)

  • Yan, S.Pd., SD, M.Si Lakukan Reses Perdana di Desa Marga Mulya

    Yan, S.Pd., SD, M.Si Lakukan Reses Perdana di Desa Marga Mulya

    KONGBENG – Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, S.Pd., SD, M.Si, mengadakan reses perdana di Desa Marga Mulya, Kecamatan Kongbeng, pada Minggu (24/11/2024). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Oma Sambal ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat.

    Dalam kesempatan tersebut, Yan menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya sebagai wakil rakyat. Ia juga menekankan pentingnya reses sebagai sarana menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.

    “Reses ini merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat, sehingga dapat kami perjuangkan di DPRD,” ujar Yan.Beberapa isu menjadi sorotan dalam reses kali ini, di antaranya adalah perbaikan infrastruktur jalan desa, akses air bersih, dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Kepala Desa Marga Mulya menyampaikan harapannya agar aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

    “Kami berharap usulan-usulan dari masyarakat, seperti perbaikan jalan dan fasilitas umum, dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah,” ujar Kepala Desa.

    Sementara itu, seorang tokoh adat juga mengusulkan adanya perhatian lebih terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Desa Marga Mulya.Menanggapi berbagai masukan tersebut, Yan berkomitmen untuk membawa aspirasi yang diterima selama reses ke tingkat pembahasan di DPRD Kutai Timur. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi pokok pikiran (pokir) yang akan diperjuangkan dalam penyusunan program dan kebijakan daerah.

    “Semua masukan ini sangat berarti bagi kami. Saya akan memastikan aspirasi ini menjadi bahan diskusi dalam penyusunan anggaran dan kebijakan di DPRD,” tegas Yan.

    Reses yang berlangsung dengan suasana hangat dan dialog interaktif ini ditutup dengan diskusi santai bersama warga. Yan mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat.

  • Hari Guru Nasional: Yan S. Pd, SD, M.Pd Soroti Pentingnya Peningkatan Kesejahteraan Guru di Kutim

    Hari Guru Nasional: Yan S. Pd, SD, M.Pd Soroti Pentingnya Peningkatan Kesejahteraan Guru di Kutim

    SANGATTA – Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November menjadi momen penting untuk mengenang dan menghargai jasa para guru sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, dan teladan dalam membentuk karakter generasi penerus.

    Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur, Yan S. Pd, SD, M.Pd, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan membangun karakter generasi muda. Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi para guru di Kutim, seperti minimnya fasilitas pendidikan, kesenjangan infrastruktur, dan kesejahteraan guru, terutama guru honorer.

    “Hari Guru Nasional ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan sejauh mana kita mendukung para pendidik. Guru adalah pilar pendidikan, tetapi masih banyak yang belum mendapatkan hak mereka secara layak, terutama guru honorer yang berkontribusi besar namun sering terabaikan,” ungkap Yan.

    Menurut politisi Partai Gerindra ini, kesejahteraan guru harus menjadi prioritas pemerintah daerah, termasuk memastikan pembayaran honor tepat waktu dan memberikan peluang pengembangan kompetensi. Hal ini, kata Yan, penting untuk menjaga motivasi dan semangat para guru dalam menjalankan tugasnya.

    Selain itu, Yan juga mendorong peningkatan akses pelatihan bagi guru-guru di pedesaan agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi dan metode pembelajaran modern. “Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Kita perlu memberikan guru kita alat dan dukungan yang mereka butuhkan untuk mendidik anak-anak kita dengan lebih baik,” tambahnya.

    Sebagai anggota legislatif yang peduli pada sektor pendidikan, Yan berharap momen Hari Guru Nasional dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas pengajaran, tetapi juga pada sistem pendukung yang mendukung guru untuk bekerja secara maksimal.

    “Selamat Hari Guru Nasional! Terima kasih kepada semua guru yang terus menjadi inspirasi dan penggerak kemajuan pendidikan di Indonesia. Kami, di legislatif, berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” tutup Yan. (adv)

  • Ramadhani Dorong Pengembangan Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Ramadhani Dorong Pengembangan Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Ramadhani, menegaskan pentingnya pengembangan kualitas guru sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut. Ia mengusulkan program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru sebagai bagian dari upaya tersebut.

    “Kami selalu mendorong pengembangan guru. Apalagi, kedua calon bupati kita sama-sama memiliki program untuk meningkatkan status guru, baik guru agama, guru ngaji, maupun guru yang belum menjadi pegawai negeri. Nantinya, mereka akan diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K),” kata Ramadhani saat ditemui di Kantor DPRD Kutai Timur pada 25 November 2024.

    Dalam momentum peringatan Hari Guru yang jatuh setiap 25 November, Ramadhani mengingatkan, kesejahteraan guru juga harus menjadi perhatian utama. Ia menyebut, guru adalah pilar penting dalam sistem pendidikan yang layak mendapat apresiasi, baik melalui peningkatan status maupun kesejahteraan mereka.

    “Alhamdulillah, calon pemimpin kita ke depan memiliki visi yang jelas untuk memperhatikan kesejahteraan pendidikan, termasuk guru-guru kita dan sekolah agama. Ini adalah harapan besar untuk masa depan pendidikan di Kutai Timur,” tambah politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 tersebut.

    Ramadhani juga mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada guru agama dan guru ngaji, yang selama ini sering kali belum mendapatkan pengakuan layak dari sisi status maupun kesejahteraan. Menurutnya, langkah konkret seperti pengangkatan P3K adalah solusi yang sangat dinantikan para guru honorer.

    Ia berharap kebijakan yang berpihak pada guru ini dapat segera direalisasikan oleh pemimpin daerah yang terpilih nanti. Dengan begitu, para guru tidak hanya dimotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mendapatkan kepastian atas hak-hak mereka.

    “Dengan pengembangan kualitas guru yang disertai peningkatan kesejahteraan, saya yakin pendidikan di Kutai Timur akan semakin maju dan kompetitif,” tutupnya.

  • Fraksi Golkar Soroti Tata Kelola BUMD dan Alokasi Belanja Operasi dalam RAPBD 2025

    Fraksi Golkar Soroti Tata Kelola BUMD dan Alokasi Belanja Operasi dalam RAPBD 2025

    Sangatta – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kutai Timur memberikan catatan penting terkait tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan alokasi belanja operasi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025.

    Catatan ini disampaikan oleh juru bicara Fraksi Golkar, Hasna, SE, MM, dalam pandangan umum fraksinya pada sidang paripurna XX yang digelar di Ruang Utama Rapat Paripurna DPRD Kutim, Jumat (22/11/2024).

    Politisi asal Rantau Pulung ini menegaskan, tata kelola keuangan dan kinerja BUMD harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Ia juga meminta agar target kinerja dan pelayanan BUMD terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam bentuk keuntungan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Kinerja BUMD harus diarahkan untuk tidak hanya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, tetapi juga menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi PAD,” ujar Hasna.

    Terkait alokasi belanja operasi yang mencapai Rp5,603 triliun atau 50 persen dari total anggaran belanja daerah, Fraksi Golkar meminta agar pemerintah daerah memprioritaskan program-program strategis.

    “Fraksi Golkar mengusulkan agar belanja operasi digunakan untuk program pengentasan stunting dan peningkatan gizi, pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran terbuka, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” jelas Hasna.

    Selain memberikan catatan, Fraksi Golkar juga menyampaikan dukungannya kepada pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan pembahasan dan persetujuan bersama RAPBD 2025. Langkah ini dinilai penting agar program-program prioritas yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan pada tahun mendatang.

    “Fraksi Golkar mendukung pemerintah daerah untuk melanjutkan pembahasan RAPBD 2025 sesuai ketentuan yang berlaku agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan maksimal,” pungkas Hasna.

    Melalui catatan dan dukungan yang diberikan, Fraksi Golkar berharap RAPBD 2025 mampu mencerminkan kebijakan anggaran yang efektif dan efisien, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (adv)

  • Anggota DPRD Kutim Soroti Penurunan Lahan Pertanian Padi

    Anggota DPRD Kutim Soroti Penurunan Lahan Pertanian Padi

    Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) menyuarakan keprihatinannya atas berkurangnya lahan pertanian padi di sejumlah wilayah di daerah tersebut. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan bahwa luasan panen padi di Kutim pada tahun 2023 hanya mencapai 57,08 ribu hektare. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan 64,97 ribu hektare pada tahun 2022.

    “Kita butuh waktu untuk melaksanakan program ketahanan pangan yang dapat membantu mengatasi masalah ini,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kutai Timur belum lama ini.

    Ia menilai penurunan luasan lahan ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dalam upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Program-program yang mendukung pertanian berkelanjutan perlu segera digalakkan untuk mencegah penurunan yang lebih besar di masa mendatang.

    Menurutnya, salah satu penyebab berkurangnya lahan panen padi adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan non-pertanian. Kondisi ini menimbulkan dampak langsung terhadap produktivitas sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.

    Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif mengedukasi petani mengenai pentingnya mempertahankan lahan produktif dan memanfaatkan teknologi pertanian modern. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Kutim.

    “Jika kita serius dalam mengatasi masalah ini, sektor pertanian dapat kembali menjadi kekuatan utama dalam mendukung ketahanan pangan, bahkan berkontribusi pada perekonomian daerah,” lanjutnya.

    Anggota dewan ini berharap langkah konkret dapat segera diambil oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang baik, tantangan ini diyakini dapat diatasi, sehingga ketahanan pangan Kutim tetap terjaga dan kesejahteraan petani dapat meningkat.

  • Fraksi Persatuan Indonesia Raya Tekankan Pentingnya Optimalisasi APBD 2025

    Fraksi Persatuan Indonesia Raya Tekankan Pentingnya Optimalisasi APBD 2025

    SANGATTA – Dalam pandangan umumnya di Rapat Paripurna XX DPRD Kutai Timur, Fraksi Persatuan Indonesia Raya (PIR) menekankan pentingnya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakat.

    Ketua Fraksi PIR menyampaikan harapan agar setiap masukan dan catatan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi dapat diterima sebagai bahan pertimbangan yang konstruktif dalam pembahasan lebih lanjut. “Kami berharap seluruh catatan dan saran yang kami berikan akan menjadi acuan dalam penyusunan anggaran yang lebih baik dan lebih optimal. Ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kutai Timur,” ujarnya.

    Fraksi PIR menggarisbawahi bahwa kinerja pemerintah daerah tidak hanya dinilai dari besar kecilnya anggaran, melainkan dari efektivitas anggaran tersebut dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, fraksi ini mendesak agar alokasi anggaran lebih fokus pada kebutuhan yang paling mendesak dan strategis bagi pembangunan daerah.

    “Menyusun anggaran bukan sekadar soal angka, tetapi tentang bagaimana angka tersebut diterjemahkan menjadi dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

    Dalam penutup pidatonya, Fraksi PIR mengungkapkan komitmennya untuk terus mendukung proses pembahasan RAPBD 2025 secara lebih terperinci.

    Fraksi ini berharap bahwa langkah-langkah yang diambil selama pembahasan anggaran dapat membawa perubahan besar bagi Kabupaten Kutai Timur, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan kehidupan masyarakat.

    “Kami berharap setiap keputusan yang diambil dapat membawa dampak yang besar dan positif bagi seluruh masyarakat Kutai Timur,” pungkas Ketua Fraksi PIR.

    Dengan harapan dan komitmen tersebut, Fraksi PIR optimis bahwa APBD 2025 dapat menjadi alat yang efektif dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan. (ADV