Author: Kaltim12

  • Dua ASN Kutim Paparkan Proyek Strategis dalam Seminar PKN Eselon III

    Dua ASN Kutim Paparkan Proyek Strategis dalam Seminar PKN Eselon III

    Kutai Timur – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tampil dalam seminar proyek perubahan yang merupakan bagian dari Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat III. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam promosi jabatan serta pengembangan kompetensi ASN.

    Kegiatan seminar berlangsung lancar dan sukses. Hal itu disampaikan langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutim, Zubair, yang hadir sebagai mentor dalam kegiatan tersebut.

    Zubair menyampaikan, dua ASN yang mewakili Kutim adalah Rian dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta Sugiyo yang mengangkat isu pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu ke hilir.

    “Pak Rian mengusung sistem aplikasi pengadaan yang telah terdaftar secara nasional. Gagasan ini bertujuan mempercepat dan menyederhanakan proses pengadaan di lingkungan Pemkab Kutim,” ungkap Zubair saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2025).

    Menurutnya, sistem yang ditawarkan Rian memungkinkan integrasi berbagai prosedur pengadaan ke dalam satu platform digital yang lebih efisien dan transparan. Hal ini dinilai dapat memperbaiki sistem layanan publik, khususnya di sektor pengadaan.

    Sementara itu, Sugiyo memfokuskan proyek perubahannya pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Konsep yang ia usung melibatkan pendekatan terpadu mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan akhir.

    “Gagasan Sugiyo sangat aplikatif dan solutif. Ia juga mendapat apresiasi dari para penguji karena mampu menyampaikan materinya secara padat, jelas, dan langsung pada inti permasalahan,” ujar Zubair.

    Ia menambahkan, seminar proyek perubahan bukan hanya forum presentasi gagasan, tetapi merupakan komponen utama dari upaya peningkatan kapasitas ASN. Proyek-proyek yang diajukan diharapkan dapat diimplementasikan di unit kerja masing-masing.

    “Diklat ini bukan sekadar pelatihan, tapi merupakan bagian dari capacity building ASN yang berkelanjutan. Selain sebagai syarat administratif untuk promosi jabatan, ini juga bertujuan menciptakan inovasi birokrasi yang berdampak nyata,” jelasnya.

    Zubair menilai, baik gagasan dari Rian maupun Sugiyo memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan daerah. Sistem pengadaan terintegrasi yang diusulkan, misalnya, akan mempermudah proses pengadaan barang dan jasa tanpa mengorbankan prinsip akuntabilitas.

    Sementara itu, proyek pengelolaan sampah secara menyeluruh dinilai sangat relevan dengan isu lingkungan di Kutim yang saat ini menjadi perhatian serius. Pengelolaan dari hulu ke hilir disebut penting agar sampah tidak hanya dipindahkan, tapi benar-benar dikelola secara tuntas.

    “Kalau tidak dikelola secara menyeluruh, sampah bisa menjadi sumber masalah baru di masyarakat. Karena itu, pendekatan berkelanjutan seperti yang disampaikan Sugiyo sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

    Kehadiran dua ASN Kutim di seminar tersebut juga menunjukkan keseriusan Pemkab dalam mendorong lahirnya inovasi dari dalam birokrasi. Zubair berharap, hasil dari proyek perubahan ini tidak berhenti sebagai wacana, tapi benar-benar diimplementasikan.

    Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Kutim akan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia, terutama ASN, agar mampu merespons tantangan pemerintahan dan pelayanan publik secara adaptif dan inovatif.

    “ASN kita harus terus berkembang. Pelatihan seperti ini penting agar birokrasi tidak stagnan dan bisa memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Cia/*)

  • Tak Sekedar Bicara, Tapi Menginspirasi : Kisah Perempuan Kutim di Pelatihan Public Speaking

    Tak Sekedar Bicara, Tapi Menginspirasi : Kisah Perempuan Kutim di Pelatihan Public Speaking

    Kutai Timur – Bicara di depan umum bukan lagi sekadar menyampaikan pesan, tetapi menjadi alat untuk menginspirasi dan menggerakkan. Hal inilah yang tercermin dalam pelatihan public speaking yang digelar di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Kutai Timur, Jumat 01 Agustus 2025.

    Sebanyak 25 perempuan dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan yang diprakarsai oleh Yohana Fransiska, pendiri Kelas Bermain dan Belajar Bersama Kak Yo. Yohana, yang juga menjadi pelatih utama, menggagas kegiatan ini sebagai upaya memberdayakan perempuan melalui penguatan kemampuan komunikasi.

    “Perempuan perlu lebih berani berbicara, bukan hanya untuk didengar, tapi untuk membawa perubahan. Semua itu dimulai dari kata-kata,” ujar Yohana.

    Pelatihan ini didesain secara intensif dan interaktif, dengan membatasi jumlah peserta agar proses belajar lebih fokus. Materi yang diberikan meliputi teknik berbicara di depan umum, penyusunan struktur pesan, penggunaan intonasi, gestur, hingga pengendalian emosi saat tampil.

    Laurentia, seorang MC dan motivator lokal, turut menjadi pemateri. Ia membagikan pengalamannya membangun kepercayaan diri di atas panggung serta pentingnya komunikasi yang jelas dan bermakna.

    Salah satu peserta, dr. Yulia, mengaku mengikuti pelatihan ini karena merasa belum cukup meyakinkan saat berbicara. “Saya ingin bisa menyampaikan gagasan dengan logika yang baik, bukan hanya dari perasaan,” ungkapnya.

    Senada dengan itu, Amitia, peserta lainnya, menilai pelatihan ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya organisasi atau pekerjaan. “Public speaking bukan hanya soal berbicara, tapi bagaimana menyampaikan pesan dengan struktur dan niat yang kuat. Ini penting, bahkan dalam keluarga,” katanya.

    Seorang peserta dari Bengalon juga turut hadir meski harus menempuh jarak cukup jauh. Ia menyebut pelatihan ini membantunya mengatasi gugup saat berbicara di depan banyak orang. “Saya sering harus bicara dengan masyarakat. Sekarang saya lebih siap, lebih tenang, dan tahu cara menyusun kata-kata,” ujarnya.

    Menurut Yohana, komunikasi yang baik bisa menjadi kunci pemberdayaan perempuan. Ia menyoroti masih banyaknya kasus yang melibatkan perempuan karena kurangnya ruang untuk menyampaikan perasaan dan pikiran.

    “Saya berharap kegiatan seperti ini mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya instansi yang membidangi pemberdayaan perempuan. Komunikasi itu penting untuk mencegah krisis, bahkan menyelamatkan hidup,” tegasnya.

    Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata bagi perempuan di Kutai Timur untuk tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga membentuk karakter dan keberanian tampil sebagai agen perubahan.

  • Knalpot Brong Dimusnakan, Polres Kutim Tegas : Jangan Coba-Coba Lagi !

    Knalpot Brong Dimusnakan, Polres Kutim Tegas : Jangan Coba-Coba Lagi !

    Kutai Timur – Polres Bontang makin serius memberantas knalpot brong. Rabu, 30 Juli 2025, sebanyak 33 knalpot racing yang bikin bising dimusnahkan hasil dari Operasi Patuh Mahakam 2025 yang berlangsung sejak 14 sampai 27 Juli lalu.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pihaknya bakal terus menindak tegas pengendara yang masih nekat pakai knalpot brong.

    “Ini bentuk komitmen kami, kita perang lawan knalpot brong. Jangan harap bisa lolos,” tegasnya saat konferensi pers pemusnahan barang bukti.

    Dua pengguna motor berknalpot brong juga dihadirkan dalam acara tersebut. Salah satunya adalah siswa SMK di Kutim yang kedapatan bawa motor Beat biru tanpa SIM dan pakai knalpot brong.

    “Jangan diulangi ya, kasih tahu juga teman-temanmu biar nggak ikut-ikutan,” ujar Kapolres kepada siswa tersebut.

    Selama 14 hari operasi, total ada 557 pelanggaran lalu lintas yang berhasil ditindak, di antaranya:

    • 218 pelanggaran SIM
    • 175 pengendara tanpa helm SNI
    • 50 pelanggaran STNK
    • 49 masalah teknis kendaraan
    • 26 tidak pakai sabuk pengaman
    • 11 pengendara lawan arus
    • 33 pengguna knalpot brong
    • 28 pelanggaran lainnya, seperti main HP sambil nyetir dan motor tanpa plat nomor

    Kapolres juga mengingatkan masyarakat Kutim, khususnya anak muda, buat lebih disiplin dan utamakan keselamatan saat berkendara.

    Pakai helm SNI, jangan lupa sabuk pengaman, lengkapin surat kendaraan, dan yang paling penting: jangan main HP pas nyetir. Ingat, jatuh di aspal itu nggak seindah jatuh cinta,” tutupnya.

  • Bripda Gabriel Simorangkir Raih Emas dan Perunggu di Kapolri Cup VI Cabor Taekondo

    Bripda Gabriel Simorangkir Raih Emas dan Perunggu di Kapolri Cup VI Cabor Taekondo

    Kutai Timur – Prestasi membanggakan ditorehkan anggota Polres Kutai Timur (Kutim), Bripda Gabriel Simorangkir, dalam ajang Kapolri Cup VI Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo.

    Banit Sat Intelkam Polres Kutim ini sukses meraih dua medali, yakni medali emas di kategori Kyourugi (Tarung) Festival U-68 Kg dan medali perunggu di kategori Poomsae (Seni) Individual Putra.

    Kejuaraan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 dan berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang, pada 25–27 Juli 2025.

    Bripda Gabriel mengungkapkan, raihan prestasi ini tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukannya selama tiga minggu di Balikpapan, dengan jadwal latihan dua kali sehari.

    “Pada minggu pertama kami fokus pada latihan fisik, dan dua minggu berikutnya kami mengasah teknik,” jelasnya saat diwawancarai, Rabu 29/07/2025.

    Gabriel mengaku telah menekuni olahraga Taekwondo sejak 2015, saat masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Awalnya, ia hanya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, namun ketekunannya membawanya hingga ke berbagai kejuaraan bergengsi.

    Sepanjang kariernya, Bripda Gabriel telah mengoleksi lebih dari 20 medali dari berbagai ajang, baik tingkat nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya adalah:
    – Juara 1 Poomsae Individual Putra – Kapolda Jogja Cup 2023
    – Juara 2 Poomsae Individual Putra – Kapolri Cup Jakarta 2024
    – Juara 1 Poomsae Individual Putra – Asian Open Police Taekwondo Championship Vietnam 2024
    – Juara 1 Poomsae Pasangan Putra-Putri – Asian Open Police Vietnam 2024
    – Juara 1 Poomsae Beregu Putra – Asian Open Police Vietnam 2024

    Atas prestasi terbarunya di Kapolri Cup VI, Bripda Gabriel menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Kalimantan Timur, dan Kapolres Kutai Timur atas dukungan yang telah diberikan

    “Semoga Kapolri Cup terus dilaksanakan dan berkembang dari tahun ke tahun. Kegiatan ini menjadi wadah positif untuk mengasah kemampuan, memperkuat solidaritas, serta membentuk karakter tangguh di lingkungan Polri maupun masyarakat,” ungkapnya.

    Ia juga menilai, Kapolri Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi, namun menjadi momen yang sarat semangat kebersamaan dan kekompakan antar satuan dan instansi.

    “Suasana kompetitif yang sehat, ditambah dengan dukungan luar biasa dari penonton, menjadikan turnamen ini lebih dari sekadar pertandingan melainkan juga pesta persaudaraan,” tutupnya.

  • ‎Polres Kutai Timur Lakukan Pemeriksaan Rutin Senpi Personel

    ‎Polres Kutai Timur Lakukan Pemeriksaan Rutin Senpi Personel

    KUTAI TIMUR  – Polres Kutai Timur melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap senjata api (senpi) yang digunakan oleh personel kepolisian di lingkungan Mako Polres Kutim. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto dengan tujuan memastikan keamanan, kelayakan, serta kesesuaian senpi dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

    ‎Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kondisi fisik senpi, fungsi mekanisme, serta kelengkapan administrasi dan dokumen pendukung lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menjamin keselamatan personel dan masyarakat, sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam penggunaan senpi di lingkungan kepolisian.

    ‎“Senjata api merupakan alat vital dalam mendukung tugas pengamanan dan penegakan hukum. Karena itu, senpi harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” tegas Kapolres Kutai Timur, Senin (28/7/2025).

    ‎Ia menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh senpi dalam kondisi baik dan aman digunakan, guna menunjang pelaksanaan tugas secara optimal sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan atau penyalahgunaan.

    ‎Selain aspek teknis, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan dan pemberian arahan kepada personel mengenai tata cara penggunaan dan penyimpanan senpi yang sesuai prosedur. Dengan demikian, senpi tetap dalam kondisi siap pakai dan aman.

    ‎Pemeriksaan rutin ini mencerminkan komitmen Polres Kutai Timur dalam mewujudkan institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*)

  • Kapolres Kutim Silaturahmi Ke Bupati, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

    Kapolres Kutim Silaturahmi Ke Bupati, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

    Kutai Timur – Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H didampingi para Pejabat Utama Polres Kutai Timur melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Kutai Timur, Kamis (17/7/2025).

    Kunjungan ini disambut langsung oleh Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H menuturkan silaturahmi ini merupakan langkah awal sebagai bentuk perkenalan.

    “Karena saya baru di Kutai Timur hal ini sebagai upaya pengenalan sekaligus mohon doa dan dukungan demi kepentingan yang lebih luas bagi masyarakat Kutai Timur. Melalui silaturahmi ini, kami berharap terjalin komunikasi yang baik dan solid antara Polres Kutai Timur dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan masyarakat yang semakin sejahtera,” kata Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program keamanan yang telah berjalan guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kutai Timur. Ia berharap sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dapat terjalin optimal.

    Sementara itu, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyambut baik kunjungan Kapolres baru dan berharap soliditas Forkopimda dapat semakin diperkuat. Bupati juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap program Polres dalam menjaga stabilitas keamanan, yang menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah.

    Kunjungan silaturahmi ini menandai awal kolaborasi erat antara Pemkab dan Polres Kutai Timur yang diharapkan dapat menciptakan iklim pembangunan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kehadiran Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H diharapkan membawa energi baru dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian yang lebih humanis dan kolaboratif.

    HUMAS POLRES KUTIM

  • Forum Muda Berbudaya Kutim Resmi Dibentuk, Padliyansyah: Saatnya Pemuda Ambil Alih Pelestarian Seni dan Budaya

    Forum Muda Berbudaya Kutim Resmi Dibentuk, Padliyansyah: Saatnya Pemuda Ambil Alih Pelestarian Seni dan Budaya

    Kutai Timur – Forum Muda Berbudaya Kutai Timur (Kutim) resmi dibentuk melalui musyawarah yang digelar di Gedung Wanita, Ruang Rapat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim, Sabtu (5/7).

    Forum ini diinisiasi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliyansyah, sebagai upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

    Forum ini menjadi bagian dari aksi perubahan yang tengah dijalankan Padliyansyah sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), namun menurutnya, gagasan ini sudah lama menjadi cita-cita pribadi.

    “Alhamdulillah wa syukurillah pada hari ini sudah separuh dari cita-cita saya tercapai yaitu membentuk forum muda berbudaya,” kata Padliyansyah.

    Ia mengaku tak menyangka antusiasme pemuda dan dukungan dari berbagai pihak begitu tinggi terhadap pembentukan forum ini. Menurutnya, ini menjadi momen yang tepat bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

    “Mudah-mudahan dengan terbentuknya pemuda berbudaya ini seperti yang sedang sudah saya sampaikan, saatnya pemuda mengambil alih pelestarian pengembangan seni budaya di daerah kita, terutama budaya di Kabupaten Kutai Timur. Itu maksud dan tujuannya,” jelasnya.

    Padliyansyah juga menegaskan bahwa forum ini akan terus dikembangkan agar dapat memberi dampak lebih luas. Ia membuka peluang untuk memperluas jangkauan forum hingga ke wilayah lain.

    “Insyaallah kalau dalam hal melebarkan insyaallah juga akan kita usahakan. Mudah-mudahan ini menjadi penggerak dari minimal di Kalimantan Timur karena peserta PKA itu adalah dari Kalimantan Timur dan Kaltara,” ujarnya.

    Meski diinisiasi olehnya, Padliyansyah menekankan bahwa forum ini tidak akan membebani anggaran pemerintah. Ia berkomitmen untuk melegalkan forum secara mandiri agar dapat berdiri sebagai lembaga resmi yang terbuka terhadap berbagai bentuk dukungan, termasuk dari pemerintah pusat.

    “Walaupun lembaga ini saya lah inisiatornya, saya tidak akan membebani pemerintah. Tidak membebani bidang saya supaya lembaga ini bisa resmi berdiri supaya legal ke depannya dan peluang tadi yang seperti saya sampaikan, peluang untuk kegiatan dibantu oleh pusat ini terbuka,” katanya.

    Untuk mendukung aktivitas forum, ia mengaku sudah menyiapkan tempat berkumpul meskipun masih dalam tahap penyelesaian.

    “Sudah hampir satu minggu saya gunakan untuk memanggil teman-teman berdiskusi di sana, terutama anggota saya di dinas, karena di dinas itu saya membentuk tim sendiri untuk mensukseskan kegiatan saya ini,” jelasnya.

    Dalam waktu dekat, Padliyansyah juga berencana menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan UPT Pendidikan untuk memperluas gerakan forum ini hingga ke tingkat kecamatan.

    “Setelah ini kita melakukan apa, apa, dan semua kita libatkan. Bahkan bukan di kecamatan, bukan di sini. Saya bilang di pembukaan, saya kan segera action ke kecamatan. Teman-teman di KNPI juga kemarin hasil audiensi saya sudah bersedia membantu juga,” tegasnya.

    Ia berharap Forum Muda Berbudaya Kutim bisa segera dikenal luas dan menjadi motor penggerak pelestarian budaya yang digerakkan langsung oleh generasi muda.

  • Wagub Kaltim Dukung Penuh Wadab Ekraf Kaltim Kembangkan Ekonomi Kreatif

    Wagub Kaltim Dukung Penuh Wadab Ekraf Kaltim Kembangkan Ekonomi Kreatif

    SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerahnya melalui kolaborasi bersama Wadah Ekraf Kaltim. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong potensi generasi muda sekaligus memperkuat posisi Kaltim dalam peta ekonomi kreatif nasional.

    “Ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memberdayakan generasi muda. Kami memberikan dukungan penuh kepada Wadah Ekraf Kaltim dalam upaya ini,” ujar Seno Aji saat ditemui pada Rabu (2/7/2025).

    Ketua Wadah Ekraf Kaltim, Habibi, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengawal berbagai program pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Beberapa inisiatif utama yang akan digarap antara lain pengembangan sumber daya manusia, penguatan jejaring pelaku kreatif, peningkatan daya saing, serta penyelenggaraan berbagai festival dan event kreatif.

    “Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Salah satu fokus kami adalah membina lima desa di setiap kabupaten/kota di Kaltim serta merangkul para konten kreator untuk mengeksplorasi potensi desa-desa tersebut,” jelas Habibi.

    Tak hanya itu, Wadah Ekraf Kaltim juga menargetkan pembangunan Creative Hub di berbagai wilayah sebagai pusat inovasi dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.

    Manfaat lain yang ditargetkan dari penguatan sektor ini mencakup peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan angka kemiskinan, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

    Dengan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif, Kalimantan Timur optimistis bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif terkemuka di Indonesia.

  • HMI Tarakan Desak Pemkot Terbitkan Edaran Penutupan THM Jelang Iduladha

    HMI Tarakan Desak Pemkot Terbitkan Edaran Penutupan THM Jelang Iduladha

    Tarakan — Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah yang semakin dekat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan mendesak Pemerintah Kota Tarakan agar segera menerbitkan surat edaran penutupan sementara Tempat Hiburan Malam (THM) selama perayaan Iduladha. Seruan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap pengalaman tahun sebelumnya, di mana sejumlah THM tetap beroperasi saat malam takbiran hingga hari-H Iduladha.

    Menurut HMI, keberadaan THM yang tetap buka saat malam keagamaan mencederai nilai-nilai religius serta mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam menyambut hari raya. Ketidakhadiran regulasi resmi dari pemerintah dinilai menjadi penyebab lemahnya pengawasan terhadap operasional THM di momen-momen sakral.

    “Kami mendesak Wali Kota Tarakan untuk segera mengeluarkan surat edaran resmi yang mengatur penutupan THM selama perayaan Iduladha. Ini penting demi menjaga ketertiban sosial dan menghormati nilai-nilai keagamaan,” ujar Mulchidir, Ketua Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Tarakan, Rabu (4/6/2025).

    Mulchidir mengungkapkan bahwa pada perayaan Iduladha tahun lalu (1445 H/2024), HMI tidak menemukan adanya edaran resmi dari pemerintah terkait penutupan THM. Hal ini membuat aktivitas hiburan malam tetap berlangsung tanpa batasan yang jelas, bahkan saat umat Islam tengah menjalankan takbiran.

    “Jika pada bulan Ramadan Pemkot bisa menerbitkan edaran penutupan THM, maka seharusnya Iduladha juga mendapat perhatian serupa. Konsistensi dalam menegakkan nilai religius sangat kami harapkan,” tambahnya.

    HMI juga mendorong Satpol PP dan instansi terkait untuk meningkatkan patroli serta pengawasan menjelang dan saat hari raya berlangsung. Langkah ini dinilai perlu agar edaran yang diterbitkan nantinya tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar diterapkan secara efektif di lapangan.

    Sebagai catatan, setiap bulan Ramadan, Pemkot Tarakan biasanya menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penutupan THM, panti pijat, dan tempat karaoke. Namun, kebijakan serupa belum berjalan secara konsisten pada momentum Iduladha.

    HMI Cabang Tarakan menegaskan bahwa seruan ini bukanlah bentuk konfrontasi terhadap pemerintah, melainkan ajakan untuk bersama-sama menjaga suasana religius dan ketenangan di tengah masyarakat, demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan beradab.

  • KB-Kinsu Ucapkan Selamat kepada Paslon ARMI atas Keunggulan Quick Count Pilkada Kutim 2024

    KB-Kinsu Ucapkan Selamat kepada Paslon ARMI atas Keunggulan Quick Count Pilkada Kutim 2024

    Kutai Timur – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur nomor urut 1, Kasmidi Bulang dan H. Kinsu (KB-Kinsu), menunjukkan sikap legawa dengan mengucapkan selamat kepada Paslon nomor urut 2, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi (ARMI). Paslon ARMI dinyatakan unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Kutai Timur 2024.

    Dalam pernyataan resminya, Kasmidi Bulang memberikan apresiasi atas keberhasilan sementara Paslon ARMI. Ia menegaskan, hasil sementara ini merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak.

    “Kami, KB-Kinsu, mengucapkan selamat kepada pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi atas keunggulan sementara yang mereka raih berdasarkan quick count. Mari kita jaga persatuan dan semangat demokrasi untuk Kutai Timur yang lebih baik,” ungkap Kasmidi, Kamis (28/11/2024).

    Kinsu, yang mendampingi Kasmidi, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Paslon KB-Kinsu selama masa kampanye hingga pemungutan suara. Ia juga mengingatkan bahwa keputusan resmi tetap berada di tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan hasil akhir Pilkada.

    “Kami menghormati hasil quick count, tetapi mari kita tunggu keputusan resmi dari KPU. Kepada seluruh pendukung kami, tetaplah tenang, jaga kebersamaan, dan teruslah berkontribusi untuk Kutai Timur,” ujar Kinsu dengan penuh harap.

    Dalam kesempatan tersebut, KB-Kinsu menyampaikan apresiasi kepada partai politik pengusung, tim kampanye, dan seluruh relawan yang telah bekerja keras selama tahapan Pilkada. Mereka juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada Paslon nomor urut 1.

    “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh partai pengusung, relawan, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada kami. Ini adalah perjalanan yang luar biasa, dan kami bangga telah menjadi bagian dari proses demokrasi di Kutai Timur,” tutur Kasmidi, yang akrab disapa KB.

    Paslon KB-Kinsu juga mengajak seluruh masyarakat untuk melupakan perbedaan politik dan bersatu dalam mendukung pembangunan daerah. Mereka berharap agar pemerintahan baru dapat membawa Kutai Timur ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

    “Kami percaya, siapapun yang memimpin, tujuan kita tetap sama, yaitu membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kutai Timur. Mari kita dukung bersama pemerintahan yang baru untuk mewujudkan hal tersebut,” imbuh Kasmidi.

    Berdasarkan hasil hitung cepat, Paslon ARMI unggul tipis atas Paslon KB-Kinsu. Dari data yang beredar, Paslon nomor urut 1 meraih suara sebanyak 90.303 dengan persentase 47,1%, sedangkan Paslon nomor urut 2 memperoleh 104.811 suara dengan persentase 52,9%.

    Meskipun hasil resmi dari KPU masih ditunggu, sikap legawa dan kedewasaan politik yang ditunjukkan oleh KB-Kinsu memberikan contoh positif dalam menjaga kedamaian pascapilkada di Kutai Timur. (wal)