Kutai Timur-Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memperluas pasar komoditas unggulan daerah terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui keberlanjutan ekspor pisang kepok grecek ke beberapa negara tujuan.
Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor, menyebut ekspor tersebut masih berjalan hingga kini.
Menurutnya, pengiriman pisang kepok grecek asal Kutim sudah menembus pasar Singapura, Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat. Meskipun demikian, jumlah ekspor masih tergolong terbatas jika dibandingkan dengan pasokan untuk pasar domestik.
“Kalau dikatakan berlanjut, iya masih. Tapi dari sisi jumlah memang belum besar karena kemampuan kita untuk memenuhi permintaan luar negeri masih terbatas,” jelas Wahyudi saat di temui di ruangannya, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan, saat ini sebagian besar hasil panen petani Kutim masih dipasarkan di wilayah lokal, regional, dan nasional. Namun dari segi harga, produk pisang grecek Kutim sudah mampu bersaing dengan daerah lain.
“Pemerintah tetap berkomitmen mendorong pengembangan produk ini. Jika ada pelaku usaha yang ingin ekspor, silakan. Kami fokus membina petani agar menghasilkan pisang berkualitas,” tambahnya.
Keterbatasan infrastruktur juga disebut menjadi tantangan. Kutai Timur hingga kini belum memiliki pelabuhan ekspor langsung, sehingga pengiriman harus melalui daerah lain di luar Kaltim.
“Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap biaya dan waktu distribusi,” ujarnya.
Namun Wahyudi optimistis, beroperasinya Pelabuhan ke depan akan menjadi solusi bagi percepatan ekspor hasil pertanian Kutim, termasuk pisang kepok grecek.
“Kalau Maloy bisa difungsikan maksimal, jarak pengiriman ke konsumen luar negeri akan lebih cepat dan efisien,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)









