Category: Advetorial

  • Petani Sulap Lahan Gambut jadi Pertanian Holtikultura Semi Organik

    Petani Sulap Lahan Gambut jadi Pertanian Holtikultura Semi Organik

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Keberhasilan 72 petani di Kampung Sidrap Kecamatan Teluk Pandan layak diapresiasi dan dicontoh dalam pengembangan pertanian modern. Petani-petani tersebut mampu merubah lahan gambut yang berdekatan denganjalur pipa gas PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area (Pertagas OKA), menjadi lahan penghasil komoditas sayur kangkung, bayam dan sawi.

    Menggarap lahan seluas 14 hektar, para petani kemudian memulai program Pertani Mandiri Jalur Pipa Sidrap (TAMAN Sidrap) yang fokus ke konsep pertanian holtikultura semi organik yang berkelanjutan dan terintegrasi. Ketua Kelompok Tani Permata Jaya Kampung Sidrap Lasakka menerangkan, jika lahan pertanian di Sidrap itu lahan gambut yang tingkat pH tanahnya memiliki keasaman tinggi.

    Sehingga jika bertani secara normal akan memakan biaya besar, agar meningkatkan produktifitas lahan. Akhirnya di awal tahun 2021, petani pihak desa bersama pihak Pertagas OKA, PPL Pertanian Teluk Pandan. Fokus ke konsep pertanian holtikultura semi organik yang berkelanjutan dan terintegrasi.

    “Alhamdulillah berkat penerapan pertanian semi organik ini para petani bisa meningkatkan pendapatan hingga Rp 44 juta sepanjang tahun 2022 ini,” jelas Lasakka pada Rabu (9/11/2022).

    Para petani jamur di Kampung Sidrap juga merasakan dampak positif yang sama. Program TAMAN Sidrap berhasil memberikan solusi untuk permasalahan limbah jamur. Sutrisno menceritakan inovasi pengolahan limbah baglog jamur menjadi produk kompos BAJA Kelompok Tani Permata Jaya dan juga media tanam di rumah bibit yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani Sejahtera (KWT Sejahtera).

    “Sekarang sebanyak 3 ton/tahun limbah baglog jamur bisa dikelola menjadi kompos. Siapa sangka, limbah yang biasanya kami buang bisa digunakan untuk ibu-ibu menanam di rumah bibit” ujar Sutrisno.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum mengapresiasi kerjasama yang luar biasa antara petani=petani, PPL, maupun pihak Pertagas OKA dalam menggarap program Pertani Mandiri Jalur Pipa Sidrap (TAMAN Sidrap). Kegiatan integrasi pertanian Pertagas OKA di Kampung Sidrap merupakan program yang sangat cocok meningkatkan kualitas pertanian.

    “Kelompok tani biasanya tidak terintegrasi antar kelompok, hanya berkomunikasi saja. Dengan adanya integrasi seperti ini, dapat meningkatkan produktivitas kelompok tani yang ada. Semoga, model integrasi pertanian ini dapat diterapkan dan dicontoh oleh seluruh kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” ungkap Kadistanak Kutim. (ADV-KOMINFO/Ran/Uni)

  • Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – “Kesiapan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Dalam Rangka Partisipasi Kegiatan Sail Sangkulirang 2024”, merupakan tema acara Rembug Budaya 2022 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kutim pada Rabu (9/11/2022) di Teras Belad.

    Plt Kepala Dinas Kebudayaan M Rodiansyah menerangkan, kegiatan ini penting dilaksanakan agar terjadi kesiapan yang matang saat nantinya Sail Sangkulirang berlangsung di 2024.

    “Kehadiran para budayawan dan penggiat seni, tentu dimaksudkan untuk memberi masukan serta saran. Sehingga dapat menjadi salah-satu acuan dari Dinas Kebudayaan dalam mempersiapkan event akbar tersebut,” ungkapM Rodiansyah.

    Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Tejo Yuwono berharap, agar rembug budaya menghasilkan kesiapan Kutim untuk menunjukkan identitasnya dalam rangkaian Sail Sangkulirang kelak.

    “Terlebih jika dihitung hingga saat ini, telah dua kali rembuk budaya dilakukan. Tentu progres besar yang diharapkan oleh semua pihak, dari pelaksanaan rembug budaya,” tegasnya.

    Identitas budaya yang ditonjolkan nantinya diharapkan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Hal ini tentu harus dipersiapkan dengan matang, agar mampu membangkitkan sektor pariwisata dan jasa serta meningkatkan nilai jual sektor lainnya di Kutim. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Kebutuhan Daging Sapi Masih Dipasok dari Luar Kutim

    Kebutuhan Daging Sapi Masih Dipasok dari Luar Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kebutuhan daging sapi di Kutai Timur pada umumnya mengandalkan pasokan dari wilayah lain yakni Pulau Jawa dan Sulawesi. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri, mengingat jumlah suplai sapi di Kutim mencapai 5.000 ekor pertahunnya.

    Kemampuan peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging pertahunnya mencapai hanya dikisaran angka 25 persennya saja. Tentu upaya agar daerah ini mampu swasembada daging terus dilakukan, termasuk dengan usaha penggemukan sapi.

    Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Gupiansyah, pada awal mula kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi sekitar dua bulan lalu. Harga kebutuhan pangan jelas terdampak naik, termasuk harga daging di pasaran. Walau kemudian saat ini mulai turun seiring upaya pencegahan inflasi yang dilakukan oleh pemerintah.

    “Itu terlihat jelas pada harga daging sapi, terlebih dilakukannya pula pengurangan kuota impor daging sapi dari Australia. Permintaan masyarakat atas daging sapi amatlah tinggi, dimana rantai distribusi daging sapi juga cukup panjang,” ungkap Guppiansyah.

    Adapun Kadis Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum saat ditemui pada Senin (7/11/2022) menyebutkan, saat awal kenaikan BBM. Harga daging sapi beku saja mencapai angka Rp. 170 ribu perkilogramnya. Terlebih stok daging segar juga kosong, karena adanya wabah penyakit kuku dan mulut pada sapi.

    “Kita sempat mengadakan sapi dari Halmahera, namun terhalang dari balai karantina. Distanak menggarap penanganan penyakit kuku dan mulut, dimana Kutim mendapatkan jatah vaksin dari Provinsi sebanyak 20.000 dosis,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

  • Rizali Hadi : Manfaat Bimtek SKP untuk Pengejawantahan Sasaran Pemerintah

    Rizali Hadi : Manfaat Bimtek SKP untuk Pengejawantahan Sasaran Pemerintah

    www.ads.pojokdigital.com/. Sangatta – Sekretaris Kabupaten Kutai Timur Rizali Hadi menyebutkan Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap Aparatur Sipil Negara terkait Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), bertujuan untuk memperjelas peran, hasil, hingga tanggungjawab pegawai.

    Hal tersebut didorong pelaksanaannya oleh Peraturan Menteri (Permen) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Apartur Sipil Negara, yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).

    “Tak salah kemudian banyak Organisasi Perangkat Daerah yang menyelenggarakan kegiatan Bimtek terkait SKP, seperti yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim pada minggu pertama November,” jelasnya.

    Dihubungi melalui telpon seluler pada Sabtu (5/11/2022), Seskab Rizali Hadi menambahkan jika Permen PAN RB ini menjadi dasar penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi setiap ASN. Pengelolaan kinerja pegawai adalah instrumen agar memastikan pengejawantahan tujuan dan sasaran pemerintah.

    “Pengelolaan kinerja pegawai bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pegawai dalam rangka meningkatkan kinerja secara lebih optimal dengan memaksimalkan kompetensi, keahlian, dan keterampilan,” ungkap Seskab Rizali Hadi. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

     

  • Mulai Kembangkan Potensi Agrowisata – Penggunaan Aset Tanah Milik Desa

    Mulai Kembangkan Potensi Agrowisata – Penggunaan Aset Tanah Milik Desa

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pembangunan sarana dan prasarn infrastruktur desa, seringkali menjadi garapan yang menggunakan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Pemanfaatan lain dari dana tersebut bisa pula digunakan untuk mengembangkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia, hingga penggarapan potensi desa lainnya secara berkelanjutan seperti agrowisata desa.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat dan Desa (DPMDes) Kutim Yuriansyah T, menerangkan banyaknya desa-desa yang berencana mengembangkan agrowisata amatlah baik. Terlebih jika telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) yang mendukung pembentukannya, tinggal kemudian pihak desa berkoordinasi dengan DMPDes Kutim.

    Tentu yang dipastikan oleh desa, status lahan. Yang harus memang milik desa dan bukan tanah Restan (R), dimana tanah seperti ini merupakan tanah sisa pembagian lahan dalam Unit Permukiman Transmigrasi yang telah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten.

    “Wilayah yang digarap bukan lahan R. Karena khawatirnya dikemudian hari ada warga yang menuntut. Apa yang dilakukan pihak desa amatlah luar biasa, harapan besar semua desa di Kutim dapat menggali dan mengelola potensi desanya,” terang mantan Camat Muara Wahau pada Jum’at (4/11/2022).

    Seperti diungkapkan oleh Sekretaris Desa Sidomulyo Kongbeng Agus Wirawan, dimana desanya memiliki komitmen mengembangkan agrowisata desa. Tahap pertama dilakukan pemagaran di lokasi bakal agrowisata. Penguatan rencana ditetapkan pula dengan adanya Peraturan Desa (Perdes) dan tanah sendiri merupakan aset milik desa.

    “Penyelesaian agrowista desa secara keseluruhan, telah menjadi komitmen pihak desa bersama seluruh masyarakat. Tentu bertahap dilaksanakan menyesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

    Menggali potensi desa lainnya, dilakukan pihak desa Sidomulyo dengan memulai pembangunan agrowisata dilahan seluas 4 hektar lebih. Dengan rencana pembagian ruas wilayah mulai dari area parkir, lokasi wisata kuliner, tempat bermain dan wahana anak, ruang pertemuan atau rapat, kolam renang, hingga taman buah-buahan. (ADV-KOMOINFO/Ran/Uni)

     

  • Pilkades Serentak di 77 Desa Harus Berjalan Damai dan Aman

    Pilkades Serentak di 77 Desa Harus Berjalan Damai dan Aman

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pesta Demokrasi pada tingkatan desa di Kabupaten Kutai Timur akan digelar di 77 Desa di 17 Kecamatan dari total 18 kecamatan. Hal ini tentu dibutuhkan komitmen bersama oleh semua pihak, terutama bagi ratusan kontestan pada Pilkades yang akan berlangsung di Desember mendatang.

    Untuk itu pada Kamis (03/11/2022) Pemkab Kutim menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Deklarasi Damai Pilkades, di Lapangan Helipad Kantor Bupati di Komplek Perkantoran Bukit Pelangi.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan jika pesta demokrasi tingkatan desa yang melibatkan puluhan desa di Kutim, harus berjalan dengan damai dan demokratis untuk menghasilkan pemimpin atau Kades.

    “Deklarasi damai ini adalah momentum untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif, penting untuk saling menghargai satu sama lain. Dalam demokrasi perihal menang atau kalah adalah hal yang biasa,” jelas Bupati.

    Ditambahkan Wabup Kasmidi Bulang jika gelaran Pilkades serentak nantinya, dijadikan ajang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga. Bagaimanapun yang terpilih nantinya adalah warga desa itu sendiri, dan kembali semua untuk cita-cita memajukan desa.

    “Jaga persatuan dan kesatuan antar warga desa. Ini hanyalah pesta demokrasi untuk memajukan desa, sehingga proses demokrasi ini harus berjalan dalam kondisi aman, tertib, dan damai,” ujar Kasmidi. (ADV-KOMINFO/Ran/War)

  • Kutim Sumbang 71 Persen Produksi Pisang di Kalimantan Timur

    Kutim Sumbang 71 Persen Produksi Pisang di Kalimantan Timur

    www.ads.pojokdigital.com/,Sangatta – Hasil Survei Pertanian Hortikultura (SPH) Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan). Tercatat sepanjang tahun 2021 lalu, Kaltim menghasilkan pisang sebanyak 130.656,14 ton. Produksi ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 95.527,55 ton. Maka di tahun 2021 ada peningkatakan 35.128,59 ton atau 36,77 persen.

    Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana dalam laporan publikasi Statistik Sayur-sayuran dan Buah-buahan Kaltim 2021, yang dipublis akhir September 2022. Menyebutkan jika dilihat menurut sebarannya, 71,81 persen dari total produksi pisang di Kaltim, berasal dari Kabupaten Kutai Timur.

    “Tahun 2021 Kutim mempunyai 454.004 rumpun pisang, dengan produksi per rumpun 206,66 kg atau menghasilkan pisang sebanyak 93.826,09 ton. Diikuti kemudian oleh Kukar yaitu 267.828 rumpun, dengan produksi per rumpun 57,45 kg dan secara keseluruhan tahun 2021 memproduksi pisang 15.386,60 ton,” terang Jusniar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum menyebutkan pada tahun ini telah dilakukan ekspor pisang dari daerah ini ke Singapura. Kecamatan utama penghasil pisang di Kutim ialah, Kecamatan Kaliorang dengan luasan lahan sebesar 600 hektar.

    “Pada September lalu Direktur Buah dan Florikultura Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman dan Bupati Ardiansyah Sulaiman. Bahkan melepas ekspor perdana pisang kepok dari Kadungan Jaya, Kaubun ke Singapura. Hasil ekspor tidak saja berupa buah pisang utuh atau segar, tetapi juga berbentuk produk turunan atau lebih dikenal dengan produk pengelolaan hasil panen,” jelasnya pada Selasa (1/11/2022).

    Keberhasilan itu menurut Dyah tidak terlepas pula dari upaya kerjasama, antara petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam memaksimalkan pemanfaatan pupuk organik dari kotaran hewan.

    “Ini jelas efektif dan efisien untuk merangsang pertumbuhan pohon dan buah pisang, dengan tetap menjaga unsur-unsur penting dalam tanah,” tukasnya. (ADV-KOMINFO/Ran/Uni)

  • Pabrik Mini! Solusi Atasi Minimnya Pasokan Pakan Ayam Petelur

    Pabrik Mini! Solusi Atasi Minimnya Pasokan Pakan Ayam Petelur

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kebutuhan telur di Kutai Timur dalam setiap harinya masih dapat disuplai oleh para peternak ayam petelur, namun kondisi itu tidaklah dapat dikatakan aman jika terjadi kendala minimnya suplai pakan yang selama ini diperoleh dari daerah lain.

    Berkaca pada beberapa waktu lalu, dimana terjadi inflasi ekonomi yang mendorong kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan pokok. Yang dapat terkendali secara harga maupun pasokan di Kutim adalah telur ayam. Namun memang disadari harga pakan ternak tak dapat dikontrol, beruntung peternak waktu itu memiliki pasokan pakan berlebih.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dyah Ratnaningrum menganjurkan agar para juragan ataupun peternak ayam petelur, dapat membuat pabrik mini pakan. Setelah sebelumnya, ia bertemu dengan Asosiasi Peternak Ayam Petelur di Kutim yang menyadari kesulitan mereka untuk pengadaan pakan ternak.

    “Saya menyarankan agar membuat pabrik mini pakan. Karena peternak-peternak ayam petelur merupakan orang-orang mampu (miliki modal, red). Distanak akan membantu perihal pengadaan mesin grinder atau penggiling, mesin pembuat pelet, terlebih pakan utamanya adalah jagung. Komoditas yang cukup banyak ketersediannya di Kutim,” ungkap Kadistanak pada Selasa (1/11/2022).

    Jagung maupun ikan-ikan sebagai sumber protein untuk pakan ternak dapat ditemukan dengan mudah pasokannya di wilayah Kutim. Dengan peternak memiliki pabrik mini pakan, maka otomatis akan mempermudah dan mengatasi masalah perihal pasokan pakan selama ini yang diperoleh dari daerah lain.

    “Ketergantungan akan pasokan pakan ternak dari daerah lain, selama ini amatlah tinggi. Jika harga pakan naik, maka berdampak pada harga telur pula,” terangnya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)