Author: Kaltim12

  • Dari Sangatta Utara ke Panggung Kaltim, Zihan Atiqah Fanie Siap Menginspirasi

    Dari Sangatta Utara ke Panggung Kaltim, Zihan Atiqah Fanie Siap Menginspirasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Langkah Zihan Atiqah Fanie kian mantap setelah siswi SMP Negeri 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, ini resmi diumumkan sebagai Official Grand Finalist Pelajar Kaltim. Prestasi tersebut mengantarkannya tampil di panggung pelajar tingkat provinsi dan membawa nama daerahnya.

    Tak hanya itu, Zihan juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan dipercaya sebagai Duta Siswa Kabupaten Kutai Timur Bidang Pariwisata Tahun 2025. Peran tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai pelajar yang aktif dan berprestasi di luar akademik.

    Zihan berhasil melewati serangkaian seleksi yang ketat bersama pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Ajang ini tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga karakter, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi peserta.

    Bagi Zihan, perjalanan ini berawal dari keberanian untuk mencoba. Ia menilai menjadi pelajar bukan hanya soal hadir di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana berani melangkah keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan potensi diri.

    “Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari sebuah langkah kecil. Menjadi pelajar bagi saya adalah tentang berani mencoba hal baru, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan kepercayaan diri,” ujar Zihan.

    Melalui ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026, Zihan ingin menjadikan pengalamannya sebagai ruang belajar sekaligus sarana untuk memberi inspirasi kepada pelajar seusianya.

    “Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai wadah pembelajaran, bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga untuk menginspirasi teman-teman sebaya bahwa setiap pelajar punya potensi untuk berkembang,” lanjutnya.

    Sebagai Duta Siswa Pariwisata Kutai Timur 2025, Zihan juga aktif memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada generasi muda. Ia berharap perannya dapat menumbuhkan rasa cinta daerah sekaligus kepedulian terhadap pengembangan pariwisata lokal.

    Meski aktif di berbagai kegiatan, Zihan tetap berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia berupaya menyeimbangkan kewajiban akademik dengan aktivitas pengembangan diri.

    Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Keberhasilan Zihan dinilai mampu menjadi motivasi bagi pelajar lain di Sangatta Utara dan Kabupaten Kutai Timur.

    Dari Sangatta Utara menuju panggung Pelajar Kaltim, langkah Zihan Atiqah Fanie menjadi bukti bahwa keberanian mencoba, konsistensi, dan semangat belajar dapat membuka jalan menuju prestasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

  • Berkedok Ibu Rumah Tangga, Pengedar Narkotika di Kongbeng Terbongkar

    Berkedok Ibu Rumah Tangga, Pengedar Narkotika di Kongbeng Terbongkar

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali terbongkar. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutim menangkap seorang perempuan berinisial LK (32) yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika.

    Pelaku yang diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu diamankan di rumahnya di Desa Miau Baru, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim, AKP Erwin Susanto, menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari informasi warga yang diterima sejak awal Januari 2026. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

    “Setelah kami lakukan pengumpulan bahan keterangan dan memastikan kebenaran informasi, tim langsung melakukan penindakan,” ujar AKP Erwin Susanto saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).

    Saat penggerebekan, petugas mendapati LK berada di area dapur rumah. Polisi kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan aparat setempat.

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 137 bungkus narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat total 79,71 gram bruto. Barang haram tersebut ditemukan tersembunyi di teras dapur samping rumah.

    Narkotika tersebut disimpan dengan modus rapi, yakni dimasukkan ke dalam tempat sabun lulur merek Shinzui dan kotak plastik warna-warni. Selanjutnya, barang tersebut dibungkus kembali menggunakan kaos kaki hitam dan diselipkan di tumpukan pakaian kotor.

    Selain narkotika, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa dua sendok takar, plastik klip berbagai ukuran, serta satu unit telepon genggam merek Vivo warna ungu yang diduga digunakan untuk transaksi.

    "Berdasarkan keterangan awal, tersangka mengaku memperoleh narkotika dari seseorang yang tidak dikenal melalui komunikasi telepon, "jelas Erwin.

    Barang tersebut, lanjutnya, diambil dengan sistem jejak atau lokasi tertentu tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman berat menanti, mengingat jumlah barang bukti yang melebihi lima gram.

    “Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah kami amankan di Polres Kutai Timur untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Erwin.

    Pihak kepolisian juga memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

    Polres Kutim mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing sebagai upaya bersama dalam memberantas peredaran narkotika.(Ciaa*/)

  • Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya pencarian korban kecelakaan air (laka air) truk pengangkut cangkang sawit yang terjatuh dari LCT RPNE atau ponton penyeberangan di Sungai Telen, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya membuahkan hasil.

    Pada hari ketiga pelaksanaan SAR, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Korban diketahui bernama Andi Agus Supriadi (45), warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain korban, satu unit dump truck yang ikut tenggelam juga berhasil dievakuasi dari dasar sungai.

    Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan bahwa kegiatan pencarian hari ketiga diawali dengan apel dan pengarahan kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Tim gabungan terdiri dari Sat Polairud Polres Kutim, BPBD Kutim, Basarnas Berau, Basarnas Balikpapan, personel TNI-Polri, pihak perusahaan, serta masyarakat sekitar.

    “Tim melakukan penyisiran di permukaan sungai serta penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban dan kendaraan,” ujar AKP Sudarwanto.

    Sekitar pukul 15.00 WITA, tim SAR bersama masyarakat menemukan satu unit dump truck Hino warna hijau dengan nomor polisi KT 8579 VN. Selanjutnya, tim penyelam dari Basarnas melakukan pengikatan sling untuk proses evakuasi kendaraan.

    Pada pukul 16.00 WITA, dump truck tersebut berhasil diangkat ke darat dengan bantuan alat berat excavator milik pihak perusahaan. Proses pencarian kemudian dilanjutkan hingga sore hari.

    Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.21 WITA oleh tim SAR gabungan bersama warga yang masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas PDC Kecamatan Muara Wahau untuk dilakukan visum.

    “Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya akan dibawa ke Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambah AKP Sudarwanto.

    Sementara itu, satu unit kendaraan lainnya, yakni dump truck Isuzu warna putih dengan nomor polisi KT 8341 YT, hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

    “Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh personel Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pihak perusahaan, serta masyarakat yang telah bersinergi dalam pelaksanaan SAR ini. Alhamdulillah, pada hari ketiga korban berhasil ditemukan dan satu unit kendaraan dapat dievakuasi,” ujarnya.

    AKBP Fauzan juga menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh objek yang tenggelam berhasil ditemukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel SAR.

  • Banyak Temuan Pelanggaran, Ditlantas Polda Kaltim Benahi Pelaksanaan Rampcheck 2026

    Banyak Temuan Pelanggaran, Ditlantas Polda Kaltim Benahi Pelaksanaan Rampcheck 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,BALIKPAPAN – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur menyoroti masih banyaknya temuan pelanggaran dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (Rampcheck), khususnya pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat BPTD Kelas II Kalimantan Timur, Rabu (21/1/2026).

    Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim KBP Ahmad Yanuari Insan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan Rampcheck di lapangan masih belum optimal dan cenderung bersifat formalitas. Kondisi ini dinilai berpotensi mengabaikan aspek keselamatan transportasi, terutama pada momen libur panjang.

    “Rampcheck ini jangan hanya menjadi kegiatan administratif. Kita masih menemukan pemeriksaan yang sifatnya formalitas, padahal tujuan utama kita adalah menjamin keselamatan masyarakat,” tegas Ahmad Yanuari Insan.

    Dalam paparan evaluasi terungkap sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan, mulai dari kendaraan angkutan umum dengan usia operasional di atas 25 tahun, kerusakan pada fungsi utama kendaraan, hingga penggunaan peralatan pemeriksaan yang belum memenuhi standar keselamatan.

    Selain aspek teknis kendaraan, pelanggaran administrasi juga menjadi temuan terbanyak. Banyak pengemudi dan perusahaan angkutan yang tidak melengkapi dokumen wajib, seperti SIM, STNK, kartu pengawasan, hingga izin operasional. Bahkan, ditemukan bus pariwisata yang beroperasi menggunakan izin AKDP.

    “Masih ada bus pariwisata yang menggunakan izin tidak sesuai peruntukan, serta perusahaan angkutan yang belum memiliki sistem manajemen keselamatan untuk mengatur jam kerja pengemudi,” ungkapnya.

    Menanggapi temuan tersebut, Ditlantas Polda Kaltim menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan Rampcheck tahun 2026. Rampcheck ke depan tidak hanya difokuskan pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan dan kesehatan pengemudi.

    “Ke depan, Rampcheck tidak hanya memeriksa kendaraan, tetapi juga pengemudinya. Mulai dari kondisi fisik, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan sebelum perjalanan,” jelas Ahmad Yanuari.

    Rampcheck akan dilaksanakan lebih intensif di terminal, pool bus, rest area, serta kawasan wisata, terutama pada periode libur panjang seperti Isra Mikraj, Imlek, Paskah, Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus, dan Hari Kemerdekaan RI.

    Sebagai langkah lanjutan, Ditlantas Polda Kaltim juga akan menggelar Operasi Keselamatan 2026 selama 14 hari mulai 2 Februari 2026, termasuk penertiban angkutan umum yang menggunakan pelat hitam dan perusahaan angkutan yang tidak mengantongi izin resmi.

    “Keselamatan adalah prioritas. Dengan pembenahan Rampcheck ini, kami berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, khususnya pada masa libur panjang,” pungkasnya.

  • Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

    Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui sektor pariwisata. Pada Kalender Event Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, dua event kebudayaan unggulan Kutim, yakni Festival Lom Plai dan Festival Sekerat, resmi masuk sebagai agenda daerah.

    Pengusulan dua event tersebut dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim sebagai strategi mempromosikan kekayaan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah di tingkat provinsi hingga nasional.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebutkan masuknya dua festival itu diumumkan bersamaan dengan peluncuran 20 event unggulan Kaltim yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    “Pada saat launching 20 event unggulan Kaltim kemarin, yang masuk dari Kutai Timur adalah Festival Lom Plai dan Festival Sekerat,” ujar Rifanie.

    Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kaltim meminta setiap kabupaten dan kota mengajukan event yang rutin dilaksanakan serta memiliki kesiapan dari sisi anggaran dan penyelenggaraan.

    Berdasarkan permintaan tersebut, Dispar Kutim mengajukan Festival Lom Plai dan Festival Sekerat karena dinilai paling siap serta telah dilaksanakan secara konsisten setiap tahun oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

    Menurut Rifanie, kedua festival itu tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga merupakan representasi budaya lokal yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun di Kutai Timur.

    “Pemilihan dua event ini didasarkan pada kesiapan anggaran, konsistensi pelaksanaan, serta nilai budaya yang kuat dan masih hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, Kutai Timur masih memiliki sejumlah event kebudayaan lain yang berpotensi untuk dikembangkan, namun keterbatasan kepastian anggaran membuat belum semuanya dapat diajukan ke kalender event Kaltim 2026.

    “Ada event-event budaya lain yang ingin kami masukkan, tetapi karena kepastian anggarannya belum ada, sementara ini baru dua event tersebut yang bisa dipastikan,” pungkas Rifanie.

  • Penolakan Vaksin Masih Membayangi Program Imunisasi di Kutai Timur

    Penolakan Vaksin Masih Membayangi Program Imunisasi di Kutai Timur

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Program imunisasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mengakui penolakan vaksin di kalangan masyarakat masih terjadi, terutama akibat kuatnya pengaruh mitos, budaya, dan isu keagamaan yang berkembang di sejumlah wilayah.

    Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajarannya dalam meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya pada bayi dan anak-anak.

    Salah satu imunisasi dasar yang kerap mendapat penolakan adalah vaksin Bacillus Calmette Guerin (BCG) yang diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC).

    “Terutama imunisasi bayi baru lahir, seperti vaksin BCG. Itu sangat penting untuk mencegah TBC, tapi di lapangan masih ada orang tua yang menolak,” ujar Yuwana.

    Ia menjelaskan, penolakan tersebut banyak dipengaruhi faktor budaya. Di beberapa daerah, masih berkembang kepercayaan bahwa bayi di bawah usia dua bulan tidak boleh dilukai, sehingga orang tua enggan mengizinkan anaknya divaksin.

    “Masih ada anggapan bayi kecil tidak boleh disuntik atau dilukai. Akhirnya mereka benar-benar menolak imunisasi dan ini berdampak pada capaian imunisasi kita,” ungkapnya.

    Selain faktor budaya, isu keagamaan juga kerap muncul sebagai alasan penolakan, terutama saat terjadi kasus penyakit menular seperti campak. Salah satu isu yang beredar adalah anggapan vaksin mengandung bahan dari babi.

    “Isu yang sering muncul itu soal kandungan vaksin. Padahal dalam proses pembuatannya ada sistem penyaringan yang panjang dan ketat,” jelas Yuwana.

    Ia menegaskan, persoalan kehalalan vaksin telah mendapatkan penjelasan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya, vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah dinyatakan halal dan aman.

    “Prosesnya panjang, ada sistem filtering, dan MUI juga sudah menyatakan vaksin itu halal. Tapi memang masih banyak mitos yang dipercaya masyarakat,” tegasnya.

    Dinkes Kutim pun terus berupaya melakukan edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui tenaga kesehatan, kader posyandu, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

    “Edukasi menjadi kunci. Kami berharap masyarakat semakin paham bahwa imunisasi ini penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya,” pungkas Yuwana.

  • Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pengadilan Agama (PA) Sangatta mencatat peningkatan tajam perkara perceraian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang tahun 2025. Ribuan perkara masuk dan ratusan pasangan resmi berpisah melalui putusan pengadilan.

    Berdasarkan data PA Sangatta, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 1.522 perkara dari berbagai jenis yang diterima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.493 perkara berhasil diselesaikan melalui proses persidangan.

    Panitera Muda Hukum PA Sangatta, Abdulrahman Sidik, menyampaikan bahwa tidak seluruh perkara yang diputus berujung pada perceraian. Namun ratusan perkara dikabulkan dan diterbitkan akta cerai.

    “Perkara yang diselesaikan itu beragam. Tidak semuanya dikabulkan. Akta cerai hanya diterbitkan bagi perkara yang diputus cerai oleh majelis hakim,” ujar Abdulrahman.

    Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 848 perkara perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap dan berujung pada penerbitan akta cerai.

    Jumlah tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, PA Sangatta hanya mencatat 567 perkara perceraian.

    Peningkatan ini menempatkan perkara perceraian sebagai salah satu perkara paling dominan yang ditangani PA Sangatta sepanjang 2025.

    Mayoritas perkara perceraian yang masuk merupakan cerai gugat, yakni gugatan yang diajukan oleh pihak istri terhadap suami.

    “Sebagian besar perkara yang kami terima adalah cerai gugat,” kata Abdulrahman.

    PA Sangatta menegaskan tetap mengedepankan proses mediasi sebelum perkara dilanjutkan ke tahap putusan.

    “Kami selalu mengupayakan mediasi agar para pihak masih memiliki kesempatan untuk berdamai,” tuturnya.

    Namun, banyak perkara tetap berlanjut ke putusan karena konflik rumah tangga sudah berlangsung lama dan sulit untuk dipulihkan.

  • Puteri Pelajar Indonesia Tekankan Pendidikan Setara Berbasis Budaya di Era Nusantara

    Puteri Pelajar Indonesia Tekankan Pendidikan Setara Berbasis Budaya di Era Nusantara

    www.ads.pojokdigital.com/,SAMARINDA – Puteri Pelajar Indonesia, Naeva Zahirah, menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Melalui advokasi bertajuk Nusantara Berbudaya, ia mendorong terwujudnya pendidikan yang setara sekaligus berakar pada nilai-nilai budaya sejak usia dini.

    Naeva menyampaikan, perbedaan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan nyata. Siswa di wilayah perkotaan umumnya menikmati sarana belajar yang lebih memadai, mulai dari kondisi bangunan sekolah, ketersediaan buku, hingga akses internet. Sebaliknya, di sejumlah daerah pedesaan, siswa masih harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah dan belajar dengan fasilitas yang terbatas.

    Kesenjangan tersebut tercermin dalam capaian pendidikan. Berdasarkan data tahun 2023, tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas di wilayah pedesaan tercatat sebesar 27,98 persen, jauh tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan yang mencapai 49,16 persen. Menurut Naeva, angka tersebut menunjukkan masih adanya hambatan struktural yang dihadapi anak-anak di daerah dalam memperoleh akses pendidikan yang layak.

    “Data ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan belum sepenuhnya tercapai,” ujar Naeva, Rabu (14/1/2026) .

    Sebagai respons atas kondisi tersebut, Naeva menggagas Nusantara Berbudaya, sebuah program yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembelajaran berbasis budaya. Program ini dirancang agar dapat diterapkan baik di desa maupun di kota, dengan pendekatan yang inklusif dan kontekstual.

    Melalui Nusantara Berbudaya, siswa diajak mengikuti kegiatan literasi berbasis cerita rakyat serta pembelajaran seni tradisional, seperti tari, musik, dan nyanyian daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.

    Naeva menilai penguatan pendidikan yang berpijak pada budaya menjadi semakin penting seiring pembangunan Nusantara sebagai ibu kota baru. “Pendidikan yang setara dan berakar pada budaya akan menjadi fondasi bagi generasi masa depan Indonesia,” katanya.

    Ia berharap, inisiatif tersebut dapat mendorong kolaborasi berbagai pihak agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.

  • Otorita IKN Suport Nathan Purba di Ajang Putera Pelajar Kaltim 2026

    Otorita IKN Suport Nathan Purba di Ajang Putera Pelajar Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,IKN – Dukungan terhadap generasi muda berprestasi terus mengalir. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan dukungan penuh kepada Stanislaus Nathan Aradian Purba, finalis Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026 yang mewakili kawasan IKN.

    Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan audiensi Putera Pelajar Kalimantan Timur Perwakilan IKN bersama Otorita IKN, yang digelar di Kantor Otorita IKN, Selasa (13/1/2026). Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Lantai 3 Kantor Otorita IKN.

    Rombongan diterima langsung oleh Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Dr. Muhsin Palinrungi, S.S., M.A. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan, dilanjutkan dialog serta tanya jawab terkait program dan peran strategis Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur dalam pembinaan karakter generasi muda.

    Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan selempang dan buket kepada Nathan sebagai simbol dukungan resmi dari Otorita IKN. Dr. Muhsin menilai ajang Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur memiliki peran penting dalam mencetak pelajar yang berkarakter, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial.

    “Otorita IKN mendukung kegiatan Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur, khususnya Nathan sebagai perwakilan pelajar dari kawasan IKN. Pelajar harus terus mengembangkan diri, terbuka untuk belajar, serta mampu memanfaatkan media secara positif,” ujarnya.

    Ia berharap Nathan dapat menjalankan perannya dengan baik dan memberi dampak positif bagi pelajar lainnya. Menurutnya, menjaga nama baik daerah serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing merupakan tanggung jawab utama yang harus diemban oleh seorang Putera Pelajar.

    Nathan merupakan pelajar kelas IX SMP di Sekolah Murid Merdeka. Remaja berusia 14 tahun ini lahir di Tangerang pada 29 November 2011 dan saat ini berdomisili di kawasan IKN.

    Di bidang prestasi, Nathan memiliki rekam jejak yang cukup membanggakan. Ia pernah meraih Juara I FLS2N tingkat SD Kecamatan Serpong, Gold Medal Paduan Suara Anak Pesparani Nasional 2023 dan 2024, serta dinobatkan sebagai Putera Kesenian Provinsi Banten 2023.

    Dengan dukungan Otorita IKN tersebut, diharapkan Nathan mampu tampil maksimal pada ajang Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026 serta menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kalimantan Timur, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara.

  • Kasus Jasad Bayi di Sangatta Utara Masih Misterius Hingga Akhir 2025

    Kasus Jasad Bayi di Sangatta Utara Masih Misterius Hingga Akhir 2025

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Hingga penghujung tahun 2025, penanganan kasus penemuan jasad bayi di wilayah Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), belum menunjukkan titik terang. Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, namun belum berhasil mengungkap identitas pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

    Kasus ini bermula dari penemuan jasad bayi di kawasan Sungai Kanal 2, Jalan H. Nanang Kasim I, RT 46, pada Selasa (27/5/2025) siang. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh sekelompok anak yang sedang menyusuri bantaran sungai untuk mencari kepiting.

    Saat berada di tepi sungai, mereka menemukan sebuah tas jinjing berwarna hijau yang tampak mencurigakan. Setelah dilaporkan kepada warga sekitar dan diperiksa, tas tersebut diketahui berisi jasad bayi.

    Petugas kepolisian yang tiba di lokasi menemukan adanya batu bata di dalam tas. Benda tersebut diduga sengaja dimasukkan sebagai pemberat agar tas tidak mengapung di aliran sungai.

    Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti. Namun hingga kini, hasil penyelidikan belum mengarah pada penetapan tersangka.

    Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Rangga Asprilla Fauza, menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan terus mengumpulkan berbagai petunjuk yang memungkinkan.

    “Proses penyidikan masih berjalan. Kami tetap berupaya mengungkap siapa pelaku di balik kejadian ini,” ujar Rangga saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

    Ia menegaskan, meskipun kasus tersebut telah berlangsung cukup lama, penyelidikan tidak dihentikan. Seluruh data dan informasi yang telah dikumpulkan masih dianalisis secara menyeluruh.

    Dalam perjalanannya, penanganan perkara ini juga sempat mengalami pergantian pejabat penyidik. Kasus awalnya ditangani oleh AKP Ardian Rahayu Priatna, sebelum kemudian dilanjutkan oleh Kasat Reskrim yang baru.

    Tak lama setelah kejadian di Sungai Kanal 2, masyarakat Sangatta Utara kembali diguncang oleh kasus penemuan jasad bayi lainnya. Pada Selasa (3/6/2025), jasad bayi ditemukan di kawasan Gang Komando.

    Berbeda dengan kasus pertama yang masih misterius, perkara kedua berhasil diungkap oleh aparat kepolisian. Pelaku berinisial KF diamankan dan telah menjalani proses hukum hingga ke pengadilan.

    Dalam putusannya, pengadilan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada KF berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

    Hingga saat ini, kepolisian masih membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus penemuan jasad bayi di Sungai Kanal 2. Warga diimbau untuk melapor apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses pengungkapan perkara.