Kutai Timur – Program minum susu gratis yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini semakin diperkuat sebagai langkah unggulan daerah untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak usia sekolah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu dari 50 program prioritas Bupati Kutim. Selain itu, program ini juga sejalan dan senapas dengan delapan misi prioritas yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam agenda peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Ini termasuk 50 program Pak Bupati dan sesuai dengan misi Presiden Prabowo untuk menyehatkan masyarakat, termasuk bagian dari Misi Besar Gizi (MBG),” ujar Sumarno,Kamis (20/11/2025)
Menurutnya, pemberian susu gratis ini bertujuan ganda, yakni untuk mendorong tumbuh kembang serta meningkatkan kecerdasan anak-anak di Kutai Timur. Program ini disiapkan sebagai intervensi gizi yang signifikan demi memperbaiki kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Tujuannya memang untuk mencerdaskan anak-anak Kutai Timur dan memperbaiki asupan gizi mereka,” tambahnya.
Mengenai potensi kekhawatiran masyarakat terkait intoleransi laktosa, Sumarno memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus intoleransi di Kutim. Proses pendataan dan pencegahan selalu dilakukan oleh pihak sekolah sebelum susu dibagikan.
“Sebelum dibagikan, guru-guru selalu menanyakan apakah ada anak yang alergi susu. Dan sejauh ini belum ditemukan kasus intoleran laktosa di Kutim,” tegasnya.
Ke depan, program susu gratis ini juga akan disinergikan dengan program pencegahan stunting yang telah berjalan di Dinas Kesehatan.
Melalui langkah terpadu ini, Pemerintah Kabupaten berharap peningkatan gizi dapat menyasar secara komprehensif, tidak hanya balita, tetapi juga anak usia sekolah sebagai upaya jangka panjang memperkuat fondasi kesehatan masyarakat Kutai Timur. (Adv/Kominfo)
