Blog

  • Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – “Kesiapan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Dalam Rangka Partisipasi Kegiatan Sail Sangkulirang 2024”, merupakan tema acara Rembug Budaya 2022 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kutim pada Rabu (9/11/2022) di Teras Belad.

    Plt Kepala Dinas Kebudayaan M Rodiansyah menerangkan, kegiatan ini penting dilaksanakan agar terjadi kesiapan yang matang saat nantinya Sail Sangkulirang berlangsung di 2024.

    “Kehadiran para budayawan dan penggiat seni, tentu dimaksudkan untuk memberi masukan serta saran. Sehingga dapat menjadi salah-satu acuan dari Dinas Kebudayaan dalam mempersiapkan event akbar tersebut,” ungkapM Rodiansyah.

    Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Tejo Yuwono berharap, agar rembug budaya menghasilkan kesiapan Kutim untuk menunjukkan identitasnya dalam rangkaian Sail Sangkulirang kelak.

    “Terlebih jika dihitung hingga saat ini, telah dua kali rembuk budaya dilakukan. Tentu progres besar yang diharapkan oleh semua pihak, dari pelaksanaan rembug budaya,” tegasnya.

    Identitas budaya yang ditonjolkan nantinya diharapkan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Hal ini tentu harus dipersiapkan dengan matang, agar mampu membangkitkan sektor pariwisata dan jasa serta meningkatkan nilai jual sektor lainnya di Kutim. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Hasil Sektor Pertanian Padi Sawah Mampu Diandalkan

    Hasil Sektor Pertanian Padi Sawah Mampu Diandalkan

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir terus-menerus melakukan panen raya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tani di beberapa kecamatan. Pada September 2020 lalu saja tercatat petani di Desa Sepaso di Bengalon berhasil panen raya dilahan seluas 65 hektar dengan produksi rata-rata 4,5 ton.

    Pertengahan Agustus 2022 lalu saja, kelompok tani di Desa Bumi Rapak Kaubun berhasil melakukan panen raya dilahan seluas 300 hektar dengan produksi rata-rata perhektare 5,7 ton.

    Data tersebut diatas menunjukkan kemampuan sektor pertanian padi sawah di Kutim mampu diandalkan untuk ketahanan pangan. Diterangkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum, pada Senin (7/11/2022). Survei yang dilakukan dinasnya di tahun 2017 lalu. Luas lahan sawah di daerah ini mencapai 8.716 hektare, dengan jumlah sawah produktif 3.213 hektar.

    “Jika luasan sawah sebesar 8.728 hektar tersebut dapat produktif. Tentu hasil panennya yang untuk satu hektar dapat menghasilkan 4,5 ton. Maka saat itu berlangsung optimal dengan panen mencapai 2 kali dalam setahun, ketahanan pangan daerah ini akan tercipta dan benar-benar swasembada,” tukasnya.

    Kelompok-kelompok tani di Kutim juga patut diacungi jempol, dimana mereka mampu bergerak bersama Distanak untuk mempertahankan lahan sawah yang ada. Dengan harapan sawah-sawah tersebut tidak beralih fungsi peruntukkannya menjadi kebun sawit atau komoditas lainnya.

    “Kelompok Tani Bhuana Sari di Desa Bumi Rapak merupakan salah-satu ikon, dari Distanak dalam menggarap lahan sawah dengan hasil panen melimpah,” jelas Dyah. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

  • Alokasikan Dua Persen Dana Transfer Umum untuk Pengendalian Inflasi

    Alokasikan Dua Persen Dana Transfer Umum untuk Pengendalian Inflasi

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada beberapa waktu lalu meminta jajaran pemerintah di daerah, tidak ragu untuk merealisasikan anggaran dana transfer umum dan dana tidak terduga untuk mengendalikan inflasi di daerah. Presiden menegaskan bahwa penggunaan anggaran tersebut untuk pengendalian inflasi, telah memiliki payung hukum yang jelas.

    Wakil Bupati Kasmidi Bulang pada Senin (7/11/2022), menerangkan jika Pemkab Kutim mengalokasikan dana transfer umum sebesar dua persen yang dimaksudkan untuk pengendalian inflasi di daerah. Dengan nilai sebesar Rp 32 miliar dan dibagi ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    “Totalnya Rp 32 miliar, untuk program pengendalian inflasi. Dibagikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, maupun Dinas Sosial,” terang Wabup.

    Ambil contoh yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam mengelola dana terkait pengendalian inflasi di daerah, yakni dengan menggelar pasar murah melalui subsidi nilai sembako diangka 50 persen.

    “Ini untuk meringankan beban masyarakat, dimana lewat pasar murah yang harga belanja sembakonya senilai Rp 300 ribu normalnya. Maka ketika di beli masyarakat harganya hanya Rp 150 ribu saja,” ungkap Kasmidi Bulang. (ADV-KOMINFO/Ran/Wal)

  • Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak Tingkat Madya

    Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak Tingkat Madya

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya untuk meningkatkan status kabupaten layak anak (KLA) naik ke tingkat menjadi Madya. Pasalnya, pada 2019 dan 2021 lalu status yang didapatkan Kutim hanya mentok pada KLA Tingkat Pratama.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kutim Aisyah menyebutkan untuk dapat mengejar KLA Tingkat Madya, maka perlu komitmen semua pihak agar dapat mensinergikan upaya perwujudan daerah ini mampu ke tingkat tersebut.

    “Dukungan yang kuat juga diperlukan lewat pembenahan fasilitas penunjang bagi siswa-siswi di sekolah yang tentunya diprakarsai Disdik. Selanjutnya Dinkes juga dapat mensupport lewat layanan kesehatan layak anak,” terang Aisyah pada Senin (7/11/2022).

    Menurutnya untuk meraih predikat KLA Pratama, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Sehingga memerlukan dukungan Organisasi Berangkat Daerah (OPD) lain, untuk bersinergi agar capaian tersebut dapat lebih maksimal.

    “Dengan predikat pratama yang telah dimiliki, kiya optimis akan mengejar predikat madya. Selain untuk Kutim, ini jelas berdampak nyata bagi anak-anak di daerah ini,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Kebutuhan Daging Sapi Masih Dipasok dari Luar Kutim

    Kebutuhan Daging Sapi Masih Dipasok dari Luar Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kebutuhan daging sapi di Kutai Timur pada umumnya mengandalkan pasokan dari wilayah lain yakni Pulau Jawa dan Sulawesi. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri, mengingat jumlah suplai sapi di Kutim mencapai 5.000 ekor pertahunnya.

    Kemampuan peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging pertahunnya mencapai hanya dikisaran angka 25 persennya saja. Tentu upaya agar daerah ini mampu swasembada daging terus dilakukan, termasuk dengan usaha penggemukan sapi.

    Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Gupiansyah, pada awal mula kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi sekitar dua bulan lalu. Harga kebutuhan pangan jelas terdampak naik, termasuk harga daging di pasaran. Walau kemudian saat ini mulai turun seiring upaya pencegahan inflasi yang dilakukan oleh pemerintah.

    “Itu terlihat jelas pada harga daging sapi, terlebih dilakukannya pula pengurangan kuota impor daging sapi dari Australia. Permintaan masyarakat atas daging sapi amatlah tinggi, dimana rantai distribusi daging sapi juga cukup panjang,” ungkap Guppiansyah.

    Adapun Kadis Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum saat ditemui pada Senin (7/11/2022) menyebutkan, saat awal kenaikan BBM. Harga daging sapi beku saja mencapai angka Rp. 170 ribu perkilogramnya. Terlebih stok daging segar juga kosong, karena adanya wabah penyakit kuku dan mulut pada sapi.

    “Kita sempat mengadakan sapi dari Halmahera, namun terhalang dari balai karantina. Distanak menggarap penanganan penyakit kuku dan mulut, dimana Kutim mendapatkan jatah vaksin dari Provinsi sebanyak 20.000 dosis,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

  • Rizali Hadi : Manfaat Bimtek SKP untuk Pengejawantahan Sasaran Pemerintah

    Rizali Hadi : Manfaat Bimtek SKP untuk Pengejawantahan Sasaran Pemerintah

    www.ads.pojokdigital.com/. Sangatta – Sekretaris Kabupaten Kutai Timur Rizali Hadi menyebutkan Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap Aparatur Sipil Negara terkait Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), bertujuan untuk memperjelas peran, hasil, hingga tanggungjawab pegawai.

    Hal tersebut didorong pelaksanaannya oleh Peraturan Menteri (Permen) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Apartur Sipil Negara, yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).

    “Tak salah kemudian banyak Organisasi Perangkat Daerah yang menyelenggarakan kegiatan Bimtek terkait SKP, seperti yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim pada minggu pertama November,” jelasnya.

    Dihubungi melalui telpon seluler pada Sabtu (5/11/2022), Seskab Rizali Hadi menambahkan jika Permen PAN RB ini menjadi dasar penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi setiap ASN. Pengelolaan kinerja pegawai adalah instrumen agar memastikan pengejawantahan tujuan dan sasaran pemerintah.

    “Pengelolaan kinerja pegawai bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pegawai dalam rangka meningkatkan kinerja secara lebih optimal dengan memaksimalkan kompetensi, keahlian, dan keterampilan,” ungkap Seskab Rizali Hadi. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

     

  • Kejar Target Pembangunan Kelautan dan Perikanan di 2023

    Kejar Target Pembangunan Kelautan dan Perikanan di 2023

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim Fatah Hidayat menyadari akan arti penting, dari Panji Keberhasilan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur yang diberikan setiap tahunnya kepada Kabupaten/Kota di Kaltim pada saat perayaan HUT Kaltim.

    Diterangkannya pada beberapa bulan lalu misalnya, dimana Kasubbag Perencanaan Program DKP Provinsi Kaltim yakni Tri Hastuti turun bersama timnya. Kedatangan tersebut untuk menilai perihal panji pembangunan dibidang kelautan dan perikanan.

    “Pembangunan tersebut tidak hanya seputar fisik saja yang dinilai. Tetapi pembangunan dalam hal anggaran, regulasi berupa Perbup, pengembangan kemitraan atau peran swasta dan masyarakat,” ungkap Fatah pada Jum’at (4/11/2022).

    Selain itu ada pula perihal kinerja dan hasil kegiatan, produksi perikanan budidaya dan perikanan tangkap, perizinan, maupun inovasi sektor kelautan dan perikanan.

    “Tahun depan kita akan mengejar target-target kinerja sebagaimana acuan yang dapat diukur melalui panji keberhasilan Pemprov Kaltim. Dukungan semua pihak atas upaya dan kinerja DKP Kutim, amatlah dibutuhkan untuk menggapainya,” terangnya lebih jauh. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Mulai Kembangkan Potensi Agrowisata – Penggunaan Aset Tanah Milik Desa

    Mulai Kembangkan Potensi Agrowisata – Penggunaan Aset Tanah Milik Desa

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pembangunan sarana dan prasarn infrastruktur desa, seringkali menjadi garapan yang menggunakan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Pemanfaatan lain dari dana tersebut bisa pula digunakan untuk mengembangkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia, hingga penggarapan potensi desa lainnya secara berkelanjutan seperti agrowisata desa.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat dan Desa (DPMDes) Kutim Yuriansyah T, menerangkan banyaknya desa-desa yang berencana mengembangkan agrowisata amatlah baik. Terlebih jika telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) yang mendukung pembentukannya, tinggal kemudian pihak desa berkoordinasi dengan DMPDes Kutim.

    Tentu yang dipastikan oleh desa, status lahan. Yang harus memang milik desa dan bukan tanah Restan (R), dimana tanah seperti ini merupakan tanah sisa pembagian lahan dalam Unit Permukiman Transmigrasi yang telah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten.

    “Wilayah yang digarap bukan lahan R. Karena khawatirnya dikemudian hari ada warga yang menuntut. Apa yang dilakukan pihak desa amatlah luar biasa, harapan besar semua desa di Kutim dapat menggali dan mengelola potensi desanya,” terang mantan Camat Muara Wahau pada Jum’at (4/11/2022).

    Seperti diungkapkan oleh Sekretaris Desa Sidomulyo Kongbeng Agus Wirawan, dimana desanya memiliki komitmen mengembangkan agrowisata desa. Tahap pertama dilakukan pemagaran di lokasi bakal agrowisata. Penguatan rencana ditetapkan pula dengan adanya Peraturan Desa (Perdes) dan tanah sendiri merupakan aset milik desa.

    “Penyelesaian agrowista desa secara keseluruhan, telah menjadi komitmen pihak desa bersama seluruh masyarakat. Tentu bertahap dilaksanakan menyesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

    Menggali potensi desa lainnya, dilakukan pihak desa Sidomulyo dengan memulai pembangunan agrowisata dilahan seluas 4 hektar lebih. Dengan rencana pembagian ruas wilayah mulai dari area parkir, lokasi wisata kuliner, tempat bermain dan wahana anak, ruang pertemuan atau rapat, kolam renang, hingga taman buah-buahan. (ADV-KOMOINFO/Ran/Uni)

     

  • Pilkades Serentak di 77 Desa Harus Berjalan Damai dan Aman

    Pilkades Serentak di 77 Desa Harus Berjalan Damai dan Aman

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pesta Demokrasi pada tingkatan desa di Kabupaten Kutai Timur akan digelar di 77 Desa di 17 Kecamatan dari total 18 kecamatan. Hal ini tentu dibutuhkan komitmen bersama oleh semua pihak, terutama bagi ratusan kontestan pada Pilkades yang akan berlangsung di Desember mendatang.

    Untuk itu pada Kamis (03/11/2022) Pemkab Kutim menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Deklarasi Damai Pilkades, di Lapangan Helipad Kantor Bupati di Komplek Perkantoran Bukit Pelangi.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan jika pesta demokrasi tingkatan desa yang melibatkan puluhan desa di Kutim, harus berjalan dengan damai dan demokratis untuk menghasilkan pemimpin atau Kades.

    “Deklarasi damai ini adalah momentum untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif, penting untuk saling menghargai satu sama lain. Dalam demokrasi perihal menang atau kalah adalah hal yang biasa,” jelas Bupati.

    Ditambahkan Wabup Kasmidi Bulang jika gelaran Pilkades serentak nantinya, dijadikan ajang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga. Bagaimanapun yang terpilih nantinya adalah warga desa itu sendiri, dan kembali semua untuk cita-cita memajukan desa.

    “Jaga persatuan dan kesatuan antar warga desa. Ini hanyalah pesta demokrasi untuk memajukan desa, sehingga proses demokrasi ini harus berjalan dalam kondisi aman, tertib, dan damai,” ujar Kasmidi. (ADV-KOMINFO/Ran/War)

  • Pemerataan Akses Internet untuk Siswa di Pedalaman dan Pesisir

    Pemerataan Akses Internet untuk Siswa di Pedalaman dan Pesisir

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Penempatan akses internet gratis di pedalaman dan pesisir Kutim, tidak mesti berada di kantor desa setempat. Tetapi bisa pula berada pada lokasi-lokasi yang dianggap tebuka dan mudah diakses masyarakat.

    Tentu upaya yang dilakukan pemerintahan Ardiansyah Sulaiman – Kasmidi Bulang tersebut, masuk dalam pemerataan akses pendidikan di daerah. Apalagi pada saat pandemi terjadi dan pasca pandemi, teknologi imformasi menjadi ujung tombak pemerataan pendidikan yang berkeadilan untuk masyarakat.

    “Bapak Jokowi memilih orang (Menteri Pendidikan Nadiem, red) bukan karena umurnya, tetapi memilih orang yang punya visi kedepan. Kita juga tahu, di sosmed pembahasan mengenai UN yang berbeda jauh dari masa lalu termasuk perihal kurikulum merdeka,” jelas Wakil Bupati Kasmidi Bulang pada Kamis (3/11/2022).

    Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyebutkan keadilan berupa mendapatkan fasilitas penunjang pendidikan, jadi perhatian utama dari pemerintahan Ardiansyah Sulaiman – Kasmidi Bulang (ASKB). Upaya ini berkaitan pula dalam hal mendukung kurikulum merdeka, gerakkan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem A Makarim.

    “Kita sudah memberikan akses internet gratis untuk membantu siswa di pedalaman dan pesisir, yang ditempatkan di desa masing-masing. Kalaupun masih ada kendala, karena desa tertentu memiliki luas wilayah yang besar dan membutuhkan titik-titik hotspot internet banyak,” terangnya.

    Sementara itu, Kadis Kominfo Kutim Ery Mulyadi telah menyampaikan perkembangan pembanguan kepada Wakil Bupati. Tentang bantuan dari pemerintah pusat terkait program pembangunan desa “Merdeka Signal”, dimana untuk Kutim ada sebanyak 56 desa yang akan dibangun fasilitas menara dan BTS untuk penguat signal.

    “Ini adalah program yang sangat layak di masa pasca pandemi Covid-19, karena juga berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat terkait teknologi informasi,” jelas Ery. (ADV-KOMINFO/Ran/War)