Blog

  • Nyawa Warga Jadi Taruhan, Aktivitas Bus Tambang Kembali Diprotes di Kutim

    Nyawa Warga Jadi Taruhan, Aktivitas Bus Tambang Kembali Diprotes di Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Sebuah spanduk bernada keras terpampang di pinggir jalan umum, menjadi simbol kemarahan warga atas lalu lalang bus dan truk tambang yang dinilai mengancam keselamatan publik.

    Dalam spanduk tersebut, warga menegaskan bahwa nyawa manusia tidak seharusnya dikorbankan demi kepentingan bisnis. Pesan itu mencerminkan keresahan masyarakat yang setiap hari harus berbagi ruang jalan dengan kendaraan operasional perusahaan berukuran besar.

    Tak hanya menyoroti risiko kecelakaan, spanduk itu juga menyindir lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Kalimat bernada kritis terhadap sikap pemda menjadi penegasan kekecewaan warga yang menilai belum ada tindakan tegas meski korban jiwa terus berjatuhan.

    Ketua G20 Mei Kabupaten Kutai Timur, Erwin Febrian Syuhada, menilai protes tersebut sebagai peringatan serius atas buruknya pengelolaan aktivitas kendaraan perusahaan di jalan umum.

    Menurutnya, kecelakaan yang berulang menunjukkan adanya kelalaian sistemik dalam menjamin keselamatan masyarakat.

    “Ketika korban terus berjatuhan dan mayoritas berasal dari kelompok rentan, itu menandakan keselamatan publik belum menjadi prioritas. Aktivitas ekonomi tidak boleh dibayar dengan nyawa warga,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

    Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan maut dengan pola serupa terus terjadi di Sangatta. Seluruh insiden melibatkan kendaraan operasional perusahaan yang melintas di jalur utama yang digunakan masyarakat sehari-hari.

    Tragedi pertama terjadi pada 10 April 2025, ketika seorang anak berusia 12 tahun berinisial H meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan perusahaan di Simpang Tikungan Sahara, Sangatta Utara. Korban saat itu tengah membantu orang tuanya yang bertugas membersihkan jalan.

    Peristiwa serupa kembali terulang pada 1 September 2025. Seorang anak berusia enam tahun berinisial MAR tewas setelah terlindas bus roda enam di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Gang Rajawali, Sangatta. Insiden tersebut memicu duka mendalam sekaligus kemarahan warga.

    Kasus terbaru terjadi pada Rabu malam (28/1/2026). Seorang pemuda berusia 25 tahun berinisial A meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan bus Mercedes Benz di Jalan Yos Sudarso IV, Road 9, Sangatta.

    Rangkaian kecelakaan tersebut dinilai memiliki benang merah yang jelas, yakni keterlibatan kendaraan operasional perusahaan di jalan umum.

    Fakta ini mempertegas bahwa persoalan keselamatan lalu lintas di Sangatta bukan lagi insiden terpisah, melainkan masalah serius yang belum ditangani secara menyeluruh.

    G20 Mei menilai pemasangan spanduk bukan sekadar luapan emosi, melainkan sinyal darurat atas ancaman nyata yang dihadapi warga setiap hari. Jalan umum, kata Erwin, seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat, bukan jalur industri berisiko tinggi.

    Sebagai langkah solusi, G20 mei mendesak pemerintah daerah segera menetapkan trayek khusus bagi bus dan kendaraan operasional perusahaan. Pemisahan jalur industri dan jalur sipil dinilai sebagai langkah mendesak untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

    Selain itu, G20 Mei juga mendorong pembangunan terminal atau hub khusus bus perusahaan di luar pusat kota, serta pengaturan jam operasional kendaraan tambang agar tidak melintas pada jam sibuk warga, terutama pagi dan sore hari.

    “Ini bukan ancaman, melainkan peringatan terakhir. Jika tidak segera ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret, maka tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu,” tegasnya.

  • Jalur Hauling Ditutup, Truk Masuk Jalan Umum: Keselamatan Warga Desa Sekerat Terabaikan

    Jalur Hauling Ditutup, Truk Masuk Jalan Umum: Keselamatan Warga Desa Sekerat Terabaikan

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Aktivitas truk perusahaan yang melintas di jalan umum Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menuai keresahan serius dari masyarakat.

    Truk bermuatan berat tersebut dinilai mengancam keselamatan warga karena melewati kawasan permukiman yang setiap hari digunakan untuk aktivitas masyarakat.

    Kekhawatiran warga meningkat setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk perusahaan. Seorang warga bernama E, warga Gang Pinrang, Desa Sekerat, dilaporkan tertabrak truk di simpang tiga Kantor Desa Sekerat saat hendak menuju kantor desa.

    Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka cukup serius dan harus menjalani perawatan medis. Kecelakaan ini menjadi pemicu utama kemarahan dan keresahan warga terhadap aktivitas truk di jalan kampung.

    Salah satu saudara korban, mengungkapkan bahwa luka paling parah dialami korban di bagian kepala. Hingga kini, kondisi Korban masih dalam tahap pemulihan dan belum dapat beraktivitas seperti biasa.

    “Adik saya tertabrak truk di simpang kantor desa. Lukanya cukup parah di bagian kepala dan sampai sekarang masih menjalani pemulihan,” ujar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

    Menurutya, kecelakaan tersebut bukan satu-satunya kejadian. Ia menyebut insiden serupa kembali terjadi di wilayah Sekurau, Desa Sekerat, yang semakin memperkuat kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan.

    “Ada lagi kejadian di Sekurau, kendaraan bermotor menabrak truk. Ini membuktikan bahwa jalan kampung memang tidak aman dilewati truk-truk besar,” katanya.

    Ia menjelaskan, truk perusahaan melintas di jalan umum lantaran jalur hauling sementara ditutup oleh pemilik lahan. Namun, pengalihan jalur tersebut dinilai dilakukan tanpa koordinasi dengan warga maupun pemerintah desa.

    “Jalan hauling ditutup pemilik lahan, lalu truk langsung dialihkan ke jalan umum tanpa pemberitahuan. Seolah-olah jalan kampung bebas dilewati,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, warga sempat menahan sejumlah truk bermuatan material sebagai bentuk upaya melindungi keselamatan masyarakat. Warga berharap pemerintah desa dan perusahaan segera mengambil langkah tegas dengan mengaktifkan kembali jalur hauling dan mengutamakan keselamatan warga.

  • Akses Keadilan Terbuka Lebar, Pengadilan Agama Sangatta Fasilitasi Perceraian Gratis Lewat Skema Prodeo

    Akses Keadilan Terbuka Lebar, Pengadilan Agama Sangatta Fasilitasi Perceraian Gratis Lewat Skema Prodeo

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pengadilan Agama (PA) Sangatta membuka akses keadilan seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui layanan perkara prodeo atau bebas biaya perkara.

    Layanan prodeo tersebut diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang mengajukan perkara cerai gugat maupun cerai talak, dengan seluruh biaya proses persidangan ditanggung oleh negara melalui anggaran yang telah dialokasikan.

    Panitera Muda Hukum PA Sangatta, Abdulrahman Sidik, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen pengadilan dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan hak yang sama di hadapan hukum tanpa terkendala kemampuan ekonomi.

    “Perkara prodeo itu pada prinsipnya memberikan kemudahan berperkara. Biaya perkara digratiskan, Rp0,” ujar Abdulrahman.

    Ia menuturkan, untuk mengajukan perkara melalui skema prodeo, pemohon hanya perlu melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan sesuai domisili. Selebihnya, mekanisme pengajuan sama dengan perkara reguler.

    “Persyaratannya hanya tambahan surat keterangan tidak mampu. Proses lainnya sama seperti permohonan biasa,” jelasnya.

    Abdulrahman menambahkan, berbeda dengan perkara reguler yang dikenakan panjar biaya berdasarkan jarak pemanggilan para pihak, layanan prodeo hadir untuk meringankan beban masyarakat yang tidak memiliki kemampuan finansial. PA Sangatta sendiri secara rutin mendapatkan alokasi anggaran prodeo karena capaian penyelesaian perkara yang konsisten setiap tahunnya.

    Selain perkara perceraian, fasilitas prodeo juga dapat dimanfaatkan untuk beberapa permohonan lain seperti isbat nikah. Namun demikian, terdapat jenis perkara yang tidak dapat diajukan secara prodeo, seperti perkara harta bersama dan permohonan poligami, karena dinilai tidak memenuhi kriteria penerima bantuan.

    PA Sangatta berharap, keberadaan layanan prodeo dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keadilan tetap dapat diakses tanpa hambatan biaya.

  • Nazwa Farras Nalani: Wakil I Puteri Pelajar, Temukan Ruang Tumbuh dan Inspirasi di Ajang Putera Puteri Pelajar  ‎

    Nazwa Farras Nalani: Wakil I Puteri Pelajar, Temukan Ruang Tumbuh dan Inspirasi di Ajang Putera Puteri Pelajar ‎

    www.ads.pojokdigital.com/,Kutai Kartanegara – Ajang Putera Puteri Pelajar menjadi pengalaman berharga dan penuh makna bagi Nazwa Farras Nalani, siswi MTsN 1 Kutai Kartanegara, yang berhasil meraih predikat Wakil I Puteri Pelajar.

    ‎Bagi Nazwa, keikutsertaannya dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran untuk menempa diri dan mengembangkan potensi.

    ‎Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Nazwa mengaku memperoleh banyak pelajaran penting, mulai dari peningkatan kepercayaan diri, pembentukan kedisiplinan, hingga kemampuan menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur dan meyakinkan. Lingkungan yang dibangun dalam ajang ini pun dinilainya sangat positif.

    ‎“Lingkungannya suportif dan penuh pelajaran. Saya merasa dikelilingi oleh teman-teman hebat yang saling mendukung dan menginspirasi,” ungkap Nazwa.

    ‎Lebih lanjut, Nazwa berharap ajang Putera Puteri Pelajar dapat terus menjadi wadah pengembangan diri bagi generasi muda, khususnya pelajar, untuk berani bersuara, mengasah potensi, serta memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

    ‎Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia serta peserta yang telah menjadi bagian dari perjalanan berkesan tersebut.

    ‎“Terima kasih untuk seluruh panitia dan teman-teman hebat atas pengalaman yang tak terlupakan,” tutupnya.

    ‎Prestasi Nazwa Farras Nalani sebagai Wakil I Puteri Pelajar diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkembang, percaya pada kemampuan diri, dan berani mengambil peran positif di masyarakat.

  • Debut Perdana,Indah Cahyani Zaenur Raih Dua Gelar Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026

    Debut Perdana,Indah Cahyani Zaenur Raih Dua Gelar Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,Samarinda – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Indah Cahyani Zaenur, pelajar SMAN 1 Loa Janan, dalam ajang Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026.

    ‎Pada ajang pageant tingkat provinsi tersebut, Indah berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni Puteri Pelajar Pariwisata Kaltim 2026 dan Puteri Pelajar Favorit Kaltim 2026.

    ‎Keikutsertaan Indah dalam ajang ini menjadi pengalaman yang sangat istimewa karena merupakan pageant pertama yang ia ikuti. Meski baru pertama kali terjun di dunia pageant, Indah mampu tampil percaya diri dan menunjukkan potensi diri hingga berhasil mencuri perhatian dewan juri dan masyarakat.

    ‎“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti ajang Putera Puteri Kaltim, terlebih karena ini merupakan pageant pertama saya,” ujar Indah.

    ‎Selama rangkaian kegiatan, Indah mengikuti masa karantina selama tiga hari di Hotel Atlet Samarinda. Dalam masa karantina tersebut, para finalis mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari kedisiplinan, public speaking, pengembangan kepercayaan diri, hingga pembentukan mental dan karakter.

    ‎“Masa karantina menjadi pengalaman yang sangat berharga karena saya belajar banyak hal, terutama tentang kedisiplinan, kepercayaan diri, dan pembentukan mental,” ungkapnya.

    ‎Prestasi Indah semakin membanggakan karena ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kecamatan Loa Janan dalam ajang Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026.

    ‎Hal tersebut menjadi motivasi besar baginya untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah dan sekolah.

    ‎Melalui ajang ini, Indah juga menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjaga citra daerah, melestarikan budaya, serta mempromosikan potensi Kalimantan Timur, khususnya di sektor pariwisata dan kepemudaan.

    ‎“Saya berharap pengalaman dan pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar berani mencoba hal baru dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” tutup Indah.

  • RDTR Jadi Rujukan, Penataan Permukiman di Kawasan TNK Masih Dikaji

    RDTR Jadi Rujukan, Penataan Permukiman di Kawasan TNK Masih Dikaji

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Persoalan permukiman warga yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), khususnya di Kecamatan Sangatta Selatan, hingga kini masih dalam tahap pengkajian.

    Pemerintah kecamatan menegaskan bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Kutai Timur menjadi salah satu rujukan utama dalam melihat arah penataan wilayah yang bersinggungan dengan kawasan konservasi tersebut.

    Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, menyampaikan bahwa persoalan permukiman di kawasan TNK tidak bisa diselesaikan secara tergesa-gesa karena menyangkut banyak aspek, mulai dari sosial, lingkungan, hingga regulasi.

    Oleh karena itu, setiap langkah penanganan harus merujuk pada dokumen perencanaan resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

    Menurut Dewi, RDTR memiliki peran penting dalam memberikan gambaran zonasi dan peruntukan ruang di wilayah Kutai Timur. Dokumen tersebut menjadi acuan awal untuk menilai sejauh mana kebijakan penataan dapat dilakukan tanpa melanggar aturan kawasan konservasi.

    “Kita melihat RDTR yang ada sebagai rujukan. Karena persoalan ini sudah menjadi isu di tingkat kabupaten, bukan hanya kewenangan kecamatan,” ujarnya.

    Ia mengakui, keberadaan permukiman di dalam kawasan TNK merupakan persoalan lama yang telah berlangsung sejak sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai taman nasional. Kondisi tersebut membuat penanganannya membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak sosial baru di tengah masyarakat.

    “Banyak warga yang sudah lama tinggal di sana. Jadi pendekatannya tidak bisa semata-mata penertiban, tapi harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan,” kata Dewi.

    Dewi menegaskan bahwa pihak kecamatan memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengambil keputusan strategis terkait kawasan TNK. Penataan kawasan konservasi, kata dia, merupakan ranah kebijakan pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat.

    Hingga saat ini, Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan masih menunggu arahan resmi dari pimpinan daerah terkait langkah konkret yang dapat dilakukan, khususnya yang berkaitan dengan penataan permukiman warga di kawasan TNK.

    “Sampai sekarang belum ada arahan khusus. Kami menunggu kebijakan dari kabupaten dan tentu akan bergerak sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

    Dalam posisinya, kecamatan lebih berperan sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah di level yang lebih tinggi. Setiap kebijakan yang diambil nantinya diharapkan mampu mengakomodasi kepentingan warga tanpa mengabaikan fungsi konservasi TNK.

    Selain fokus pada isu tata ruang, Dewi menyebut pemerintah kecamatan tetap memprioritaskan pembenahan lingkungan. Upaya mitigasi bencana, khususnya banjir, terus didorong sebagai bagian dari pengelolaan wilayah yang berkelanjutan.

    “Yang terpenting, kebijakan ke depan harus berimbang. Lingkungan tetap terjaga, tapi kebutuhan dasar masyarakat juga tidak diabaikan,” pungkasnya.

  • Sherina Salsabila Dinobatkan sebagai Pelajar Kesenian Kaltim 2026

    Sherina Salsabila Dinobatkan sebagai Pelajar Kesenian Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,SAMARINDA – Nama Sherina Salsabila, siswi SMK Plus Melati Samarinda, kini menjadi sorotan setelah berhasil meraih gelar Pelajar Kesenian Kalimantan Timur 2026 dalam ajang Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026.

    Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta seni pelajar daerah mampu bersaing dan bersinar di tingkat provinsi.

    Bagi Sherina, ajang Putera Puteri Pelajar Kaltim bukan sekadar kompetisi, melainkan perjalanan penuh makna. Ia mendapat kesempatan berharga untuk bertemu dan berinteraksi dengan para pelajar berbakat, kreatif, dan inspiratif dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

    “Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya bertemu banyak sosok luar biasa yang memotivasi saya untuk terus berkembang,” ungkap Sherina.

    Melalui pencapaiannya tersebut, Sherina bertekad menjadikan seni sebagai ruang untuk menginspirasi generasi muda. Ia ingin mendorong pelajar lain agar berani bermimpi, mengekspresikan diri, dan membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

    “Saya berharap pencapaian ini bisa memotivasi pelajar lain untuk terus berani mengejar impian dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

    Kesuksesan Sherina tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga, para guru SMK Plus Melati Samarinda, teman-teman, serta seluruh pihak yang telah membersamainya selama proses perjalanan hingga meraih gelar tersebut.

    “Terima kasih atas kesempatan ini. Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Kalimantan Timur melalui bidang kesenian,” tutup Sherina.

  • Febrian, Pelajar Anggana Raih Wakil I Putera Pelajar Kaltim 2026, Usung Advokasi Pelajar Berdampak

    Febrian, Pelajar Anggana Raih Wakil I Putera Pelajar Kaltim 2026, Usung Advokasi Pelajar Berdampak

    ‎www.ads.pojokdigital.com/,KUTAI KARTANEGARA – Prestasi membanggakan diraih Febrian, pelajar asal Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Siswa SMA Negeri 1 Anggana ini berhasil meraih juara 2 atau Wakil I Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026 pada tingkat SMA.

    ‎Dalam ajang bergengsi tersebut, Febrian mengangkat advokasi bertajuk “Pelajar Berdampak Sebagai Garda Terdepan Perubahan Dengan Mau Berkembang.”

    ‎Advokasi ini berfokus pada peningkatan kesadaran pelajar akan pentingnya pengembangan diri serta kemampuan personal sebagai bekal menghadapi masa depan.

    ‎Febrian meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi luar biasa yang dapat membawa perubahan positif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Namun, menurutnya, masih banyak pelajar yang menganggap potensi bukanlah hal penting sehingga kurang termotivasi untuk berkembang.

    ‎“Setiap orang punya potensi besar. Saya ingin menjadi salah satu agen perubahan positif untuk bangsa dan negara, khususnya Kalimantan Timur,” ujarnya.

    ‎Ia menambahkan, melalui advokasi tersebut dirinya ingin mendorong para pelajar agar lebih berani menggali kemampuan, meningkatkan kualitas diri, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

    ‎Keikutsertaan Febrian dalam ajang Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 juga diharapkannya menjadi wadah untuk terus bertumbuh. Ia ingin pengalaman tersebut tidak hanya berdampak bagi dirinya, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelajar lain di Kalimantan Timur.

    ‎“Saya berharap ajang ini bisa menjadi ruang pengembangan diri agar saya dapat memberi dampak positif, terutama bagi teman-teman pelajar,” tambahnya.

    ‎Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tingkat provinsi. Ke depan, Febrian berkomitmen untuk terus menginspirasi generasi muda agar menjadi pelajar yang aktif, berdaya saing, dan siap menjadi motor perubahan.

  • Amar Septianur Raih Wakil II Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026

    Amar Septianur Raih Wakil II Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026

    www.ads.pojokdigital.com/, Samarinda – Prestasi membanggakan diraih Amar Septianur, pelajar dari MTs Antasari Samarinda, setelah berhasil menyabet gelar Wakil II Putera Pelajar Kalimantan Timur 2026 dalam ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur tahun 2026.

    Ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut diikuti oleh pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Amar tampil konsisten sejak tahap awal seleksi hingga malam grand final, menunjukkan kemampuan akademik, kepribadian, serta kepemimpinan yang menonjol.

    Amar mengaku keikutsertaannya dalam ajang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan penuh pembelajaran. Ia tidak hanya dituntut untuk tampil percaya diri, tetapi juga mampu bekerja sama dan beradaptasi dalam berbagai situasi.

    “Mengikuti ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan pentingnya percaya pada potensi diri,” ujar Amar.

    Menurutnya, proses karantina hingga penilaian menjadi ruang pembentukan karakter yang kuat bagi para peserta. Setiap tahapan memberikan tantangan tersendiri yang mendorong peserta untuk terus berkembang.

    Amar juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan dan pencapaiannya dalam ajang tersebut.

    “Terima kasih kepada panitia, pembina, juri, serta teman-teman seperjuangan atas bimbingan dan kebersamaannya,” tuturnya.

    Ia berharap ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur dapat terus berlanjut dan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang inspiratif dan berdaya saing.

    “Semoga ajang ini terus melahirkan pelajar inspiratif yang membawa perubahan positif bagi Kalimantan Timur,” pungkas Amar.

    Keberhasilan Amar Septianur ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi MTs Antasari Samarinda sekaligus membuktikan bahwa pelajar madrasah mampu berprestasi dan bersaing di tingkat provinsi.

  • Absensi ASN Empat Kali Sehari di Kutim Masih Tahap Persiapan Sistem

    Absensi ASN Empat Kali Sehari di Kutim Masih Tahap Persiapan Sistem

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mengkaji penerapan absensi aparatur sipil negara (ASN) sebanyak empat kali dalam sehari.

    Namun, kebijakan tersebut belum akan diberlakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu kesiapan sistem elektronik kinerja (e-Kin).

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pembaruan aplikasi dan penguatan infrastruktur teknologi menjadi syarat utama sebelum aturan baru itu dijalankan.

    Ia menilai sistem yang saat ini digunakan belum mampu menampung peningkatan aktivitas absensi ASN.

    “Saya minta absensi itu dilakukan empat kali sehari, tapi aplikasinya masih dalam tahap penyiapan. Servernya sekarang belum kuat,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, penambahan frekuensi absensi akan berdampak pada beban akses sistem yang lebih besar. Karena itu, pembenahan teknis tidak bisa ditunda agar kebijakan tersebut berjalan efektif dan tidak menimbulkan kendala di lapangan.

    Ardiansyah pun meminta Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk memprioritaskan penguatan server dan stabilitas aplikasi e-Kin.

    “Yang paling penting sekarang ini sistemnya dulu dibenahi. Jangan sampai kebijakannya sudah jalan, tapi aplikasinya bermasalah,” katanya.

    Ia menjelaskan, tujuan utama penambahan absensi bukan semata-mata pengawasan, melainkan untuk memperoleh data kehadiran ASN yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara objektif.

    Dengan data yang lebih rinci, pemerintah daerah berharap kinerja dan kedisiplinan ASN dapat dipantau secara lebih terukur. Hal ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib dan profesional di lingkungan birokrasi.

    Meski demikian, Ardiansyah memastikan penerapan aturan tersebut tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemkab Kutim masih memberi ruang bagi penyempurnaan sistem sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

    “Soal aturan lanjutan dan sanksi itu nanti, jangan langsung ke sana. Sistemnya kita perkuat dulu supaya siap,” ujarnya.

    Pemkab Kutim menegaskan, absensi ASN empat kali sehari baru akan diterapkan setelah seluruh aspek teknis dinyatakan siap dan mampu mendukung kebijakan tersebut secara optimal.