Category: TNI/ POLRI

  • HUT ke-80 TNI, Kapolres Kutim: Bersama TNI, Wujudkan Indonesia Aman dan Sejahtera

    HUT ke-80 TNI, Kapolres Kutim: Bersama TNI, Wujudkan Indonesia Aman dan Sejahtera

    KUTAI TIMUR – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi mendalam atas dedikasi TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Atas nama keluarga besar Polres Kutim, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada TNI. Semoga TNI semakin kuat, profesional, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” ucap AKBP Fauzan Arianto, Minggu (5/10/2025).

    Menurutnya, hubungan sinergis antara TNI dan Polri di wilayah Kutim selama ini berjalan dengan sangat baik. Kedua institusi tersebut terus berkolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial masyarakat di seluruh wilayah hukum Kutim.

    “TNI dan Polri adalah garda terdepan penjaga keamanan dan stabilitas bangsa. Kami selalu bersinergi dalam setiap langkah dan kegiatan di lapangan. Kolaborasi ini akan terus kami jaga sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tegasnya.

    Kapolres Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0909/KTM dan Lanal Sangatta yang selama ini telah menunjukkan kerja sama solid dalam berbagai kegiatan, baik pengamanan, sosial kemasyarakatan, maupun penanggulangan bencana.

    “Sinergitas TNI-Polri adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

    Sementara itu, dalam amanat nasional HUT ke-80 TNI, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kepemimpinan berkarakter, berintegritas, dan menjadi teladan di lingkungan TNI.

    “Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus Ing Ngarso Sung Tulodho, memberi contoh di depan. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten dan tidak profesional,” tegas Presiden Prabowo.

    Ia juga menekankan bahwa seluruh unsur pimpinan di tubuh TNI wajib terus membina diri serta memberikan teladan terbaik bagi para prajuritnya.

    “Saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI untuk selalu memberi teladan. Panglima TNI dan para Kepala Staf saya perintahkan untuk terus menilai kepemimpinan di tubuh TNI. Karena prajurit kita berhak mendapatkan kepemimpinan yang terbaik,” pungkasnya.

  • Polres Kutim Tegaskan Komitmen Cegah Balapan Liar Lewat Patroli Malam

    Polres Kutim Tegaskan Komitmen Cegah Balapan Liar Lewat Patroli Malam

    Kutai Timur – Polres Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mencegah aksi balapan liar dengan menggelar patroli malam di sejumlah ruas jalan utama Sangatta. Langkah ini menjadi upaya preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di wilayah perkotaan.

    Patroli tersebut dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutim melalui Unit Turjawali, Kamis (02/10/2025) malam. Kegiatan dipimpin langsung oleh IPTU Wilson Tanjung, SH, bersama empat personel yang menyasar titik-titik rawan aksi balap liar dan kepadatan arus kendaraan.

    Rute patroli meliputi beberapa kawasan utama di Sangatta, seperti Jalan Yos Sudarso I (Tikungan Sahara), Simpang 4 Guru Besar, Jalan AW Syahranie, hingga Jalan H. Abdullah. Personel Satlantas terlihat berkeliling menggunakan kendaraan dinas dengan lampu rotator biru menyala, sementara tim lain bergerak dengan sepeda motor untuk menyusuri jalur sempit dan alternatif.

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa patroli malam ini bukan hanya tindakan rutin, melainkan bentuk nyata kepolisian hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman.

    “Kami berkomitmen menjaga arus lalu lintas tetap lancar sekaligus mencegah potensi balapan liar yang membahayakan pengendara. Kehadiran polisi di jalanan juga untuk memastikan masyarakat merasa aman ketika beraktivitas di malam hari,” tegas AKBP Fauzan Arianto.

    Ia menambahkan, patroli tidak hanya bersifat represif, tetapi juga menjadi langkah preventif agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjerumus dalam aktivitas yang membahayakan diri maupun orang lain.

    “Balap liar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan jiwa. Kami berharap generasi muda bisa menyalurkan hobi dan energinya di tempat yang tepat. Polres Kutim akan terus melakukan langkah persuasif dan penegakan hukum bila diperlukan,” pungkasnya.(Ciaa/*)

  • Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

    Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

    Kutai Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kodim 0909/KTM mengambil peran strategis dalam mengawasi sekaligus mendampingi jalannya distribusi makanan bergizi agar tepat sasaran dan aman dikonsumsi masyarakat.

    Komandan Kodim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, menegaskan bahwa tanggung jawab menyukseskan program MBG tidak hanya berada di pundak TNI semata, melainkan juga seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah.

    “Ini kan sudah menjadi program utama Presiden. Jadi semua stakeholder harus punya tanggung jawab untuk menyukseskan, bukan hanya TNI saja,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

    Di Kutim, program MBG menyasar lebih dari 21.000 penerima manfaat, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 42 titik dapur telah disiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi, termasuk dapur baru di kawasan APT Pranoto yang baru saja diresmikan bulan lalu.

    Menurut Letkol Ragil, pengawasan akan dilakukan secara masif, tidak hanya terfokus di Sangatta sebagai ibu kota kabupaten, tetapi juga merata hingga wilayah kecamatan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman.

    “Pemerintah daerah juga membentuk satgas percepatan pembangunan dapur MBG. Di tiap dapur ada tenaga profesional, mulai dari kepala dapur, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan. Tugas Kodim adalah mendampingi dan mengawasi di lapangan,” jelasnya.

    Seluruh jajaran Kodim, termasuk Koramil dan Babinsa, turut dilibatkan dalam pengawasan. Mereka mengawal proses mulai dari penyortiran bahan baku, pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.

    Langkah ini sekaligus menjadi antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kasus keracunan massal, sebagaimana sempat terjadi di beberapa daerah lain. Menurutnya, faktor keracunan bisa muncul dari bahan baku yang tidak layak, cara penyimpanan makanan yang kurang tepat, hingga aspek higienitas dapur.

    “Contoh paling sederhana adalah telur. Kalau distribusinya memakan waktu lama, kualitasnya bisa menurun. Karena itu pengawasan harus ketat sejak tahap penyortiran bahan baku,” ungkap Ragil.

    Ia juga menyoroti waktu antara proses memasak dan konsumsi yang cukup panjang. Makanan yang dimasak sejak dini hari baru akan disantap penerima sekitar pukul 09.00–10.00. Karena itu diperlukan teknik penyimpanan yang baik agar makanan tetap segar dan tidak cepat basi.

    Selain itu, Kodim bersama tim dapur juga melakukan pendataan terhadap penerima manfaat untuk mengantisipasi kemungkinan alergi. Menu yang disajikan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing penerima.

    Ragil menekankan agar makanan program MBG segera dikonsumsi setelah disajikan, bukan dibawa pulang. “Makanan ini punya masa waktu. Harus habis jam 1 atau jam 2 siang. Kalau dibawa pulang, bisa basi dan itu berisiko menimbulkan keracunan,” jelasnya.

    Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, Kodim Kutim optimistis program MBG dapat berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. “Tujuan Presiden, tujuan pemerintah, dan tujuan negara adalah memastikan anak-anak kita serta masyarakat mendapat gizi yang layak. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

  • Polres Kutim Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

    Polres Kutim Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

    Kutai Timur – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan menyusul adanya kasus keracunan massal di beberapa daerah lain yang diduga berasal dari konsumsi makanan program tersebut.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dapur pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

    “Polres Kutim siap membantu mengawasi jalannya program MBG agar benar-benar berjalan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan terjamin mutunya,” ujar Kapolres.

    Polres Kutim akan menurunkan personel ke lapangan, baik di titik-titik dapur pengolahan maupun sepanjang jalur distribusi. Kehadiran polisi diharapkan mampu memastikan proses berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut, perwira lulusan Akpol 2005 itu menegaskan bahwa hingga kini belum ada kasus keracunan makanan di Kutim. Namun langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

    “Kita lakukan pencegahan dari sekarang agar tidak terjadi seperti kasus yang ada di beberapa wilayah di Indonesia,” tegasnya.

    Selain pengawasan langsung, Polres Kutim juga akan memperkuat koordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat MBG. Guru maupun komite sekolah diimbau segera melaporkan jika menemukan kendala atau dugaan pelanggaran dalam pengolahan dan distribusi makanan.

    Upaya pengawasan ketat ini dilakukan untuk menghindari potensi masalah yang bisa mengganggu pelaksanaan program. Polres Kutim menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, khususnya dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya.

    Melalui pengawasan yang intensif, Polres Kutim berharap program MBG berjalan sukses, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi pelajar di daerah.(Ciaa/*)

  • Gerakan Solidaritas Kutai Timur Desak Polri Usut Tuntas Kasus Afan Kurniawan

    Gerakan Solidaritas Kutai Timur Desak Polri Usut Tuntas Kasus Afan Kurniawan

    Kutai Timur – Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar aksi bertajuk Gerakan Solidaritas Kutai Timur.

    Aksi ini merupakan bentuk dukungan moral sekaligus desakan kepada aparat penegak hukum agar menindaklanjuti kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Afan Kurniawan, yang tewas akibat terlindas kendaraan taktis barakuda Brimob saat kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Ketua KNPI Kutim, Avivurahman Al Ghazali, yang memimpin aksi tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar unjuk rasa. Menurutnya, gerakan ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi dan solidaritas terhadap dinamika sosial yang berkembang.

    Dalam aksi tersebut, mereka membawa tiga petisi penting yang ditujukan kepada Kepolisian Resort (Polres) Kutai Timur.

    Petisi pertama, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menuntaskan kasus meninggalnya Afan Kurniawan secara terbuka dan transparan. Mereka menekankan agar proses hukum disampaikan secara jelas kepada publik.

    Petisi kedua, meminta Polres Kutim tidak melakukan tindakan represif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menurut mereka, pendekatan represif justru berpotensi memperkeruh suasana dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

    Petisi ketiga, berisi ajakan bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kutai Timur agar tetap aman, damai, dan kondusif. Para peserta aksi menilai stabilitas daerah menjadi kunci keberlanjutan pembangunan di tengah situasi nasional yang penuh tantangan.

    Avivurahman juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi yang rawan provokasi.

    “Kalau Kutai Timur ikut terbelah, pembangunan pasti terhambat. Kepemudaan kita juga bisa pecah karena provokasi,” ujarnya.

    Ia menegaskan, perjuangan rakyat harus terus dilakukan, namun dengan cara-cara bijak.

    “Pesan bisa tersampaikan, tapi yang paling penting jangan sampai ada aksi-aksi anarki. Aspirasi bisa disuarakan tanpa harus merusak atau melanggar hukum,” katanya.

    Pihaknya juga meminta Polri memastikan tidak ada tindakan represif yang dapat mencederai kepentingan rakyat.

    “Kepolisian harus berada di garis terdepan melindungi rakyat, bukan sebaliknya. Kedaulatan rakyat adalah keselamatan yang terbaik, dan itu harus jadi prinsip utama,” tegas Avivurahman.

    Menariknya, aksi solidaritas ini digelar pada malam hari. Menurut panitia, waktu tersebut dipilih sebagai simbol ketenangan sekaligus bentuk penghormatan terhadap almarhum Afan Kurniawan.

    Selain itu, mereka juga menyinggung insiden di sejumlah daerah lain. Di Makassar, misalnya, dilaporkan ada korban meninggal hingga empat sampai lima orang, sementara korban luka-luka jumlahnya masih banyak.

    “Pesan ini harus sampai kepada institusi Polri. Polri dan TNI harus berbenah. Tidak boleh lagi ada benturan antara rakyat dengan penegak hukum. Polri juga harus jeli membaca situasi. Jangan sampai bangsa ini diadu domba. Rakyat dan aparat harus berjalan bersama membangun bangsa,” tutupnya.(Ciaa)

  • Gerakan Pangan Murah Polsek Sangatta: Jaga Stabilitas Harga dan Bantu Warga

    Gerakan Pangan Murah Polsek Sangatta: Jaga Stabilitas Harga dan Bantu Warga

    Kutai Timur – Polsek Sangatta melaksanakan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah untuk mencegah gejolak harga bahan pokok dan memastikan ketersediaannya tetap aman bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolsek Sangatta, Sabtu (9/8/2025).

    Kapolsek Sangatta, Iptu Alan Firdaus, mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan 100 paket sembako murah untuk dibagikan kepada warga. Paket tersebut berisi bahan kebutuhan pokok yang harganya disubsidi agar terjangkau.

    “Kegiatan hari ini dilakukan di halaman Polsek Sangatta. Kami siapkan 100 paket sembako murah sebagai upaya Polri, khususnya Polsek Sangatta, untuk membantu masyarakat dan pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap stabil di tangan konsumen,” ujar Kapolsek Alan.

    Ia menegaskan, GPM menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Polsek Sangatta terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga sembako dapat berdampak langsung pada daya beli warga, sehingga perlu langkah antisipasi.

    Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sehari sebelumnya di Mempawah, Kalimantan Barat.

    “Bapak Kapolri kemarin telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 310,25 ton langsung kepada masyarakat. Instruksi beliau, seluruh jajaran Polres dan Polsek harus melaksanakan GPM di wilayah masing-masing, hingga kecamatan terjauh di Kutai Timur,” kata Fauzan.

    Menurut Fauzan, Polsek Sangatta menjadi salah satu pelaksana awal program di Kutai Timur. Ia mengapresiasi jajaran yang sigap merespons arahan pimpinan untuk segera bergerak.

    Tak hanya di Sangatta, Fauzan memastikan seluruh Polsek di Kutai Timur akan menggelar GPM dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan mampu mengendalikan harga dan mengurangi beban warga, khususnya menjelang momen-momen tertentu yang rawan inflasi.

    Polres Kutai Timur sendiri dijadwalkan menggelar GPM pada Minggu (10/8/2025) di Lapangan Polder Ilham Maulana, Sangatta. Kegiatan tersebut akan digabung dengan olahraga bersama warga.

    “Besok kita gabungkan GPM dengan kegiatan olahraga bersama. Harapannya, selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, kita juga dapat menjalin kedekatan antara Polri dan warga,” tambah Fauzan.

    Ia menilai, keberhasilan program seperti GPM tidak hanya diukur dari jumlah paket yang terdistribusi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kestabilan harga di pasar. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

    Selain memberikan manfaat ekonomi, Fauzan berharap program ini dapat meningkatkan citra positif Polri di mata masyarakat. Baginya, polisi bukan hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan sosial.

    “Ini bagian dari upaya kita menuju Indonesia Emas 2045. Polisi harus hadir, dekat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

  • 29 Tersangka Narkoba dan Diamankan Polres Kutim

    29 Tersangka Narkoba dan Diamankan Polres Kutim

    Kutai Timur – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) berhasil mengungkap peredaran narkoba dalam periode operasi yang digelar beberapa pekan terakhir. Sebanyak 29 tersangka berhasil diamankan dari berbagai lokasi di wilayah hukum Kutim.

    Konferensi pers pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto di Mapolres Kutim, Jumat (8/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, aparat memperlihatkan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu, pil Y, serta barang bukti terkait curanmor.

    Kapolres Kutim menjelaskan, khusus untuk kasus narkoba, pihaknya berhasil mengamankan total barang bukti seberat 484,75 gram. Rinciannya meliputi 178,15 gram sabu-sabu dan 1.022 butir pil Y dengan berat keseluruhan 300,6 gram. Nilai ekonomi barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp727 juta.

    “Dari jumlah barang bukti ini, diperkirakan sebanyak 4.848 orang terselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba,” ujar Fauzan.

    Ia menambahkan, berbagai modus digunakan para pelaku untuk mengedarkan narkoba. Mulai dari sistem “lempar barang” atau jejak, penjualan langsung ke konsumen, hingga pengiriman dari luar Pulau Kalimantan menggunakan jasa ekspedisi.

    Selain narkoba, tim Satreskrim Polres Kutim juga mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di beberapa titik. Beberapa pelaku diketahui terlibat di lebih dari satu lokasi kejadian.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim IPTU Erwin Susanto mengatakan, sebelum operasi dimulai, pihaknya telah menetapkan empat orang sebagai target operasi (TO) kasus narkoba. Keempatnya berhasil ditangkap bersama barang bukti.

    “Empat orang ini sudah lama kami pantau. Informasi dan bukti awal sudah dikantongi sebelum operasi, sehingga saat pelaksanaan mereka langsung kami amankan,” jelas Erwin.

    Sementara itu, untuk kasus curanmor, Kasat Reskrim Polres Kutim Iptu Ahmad menjelaskan bahwa para pelaku rata-rata beroperasi di malam hari dan menyasar kendaraan yang terparkir tanpa pengawasan ketat.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kendaraannya terkunci dengan baik dan diparkir di lokasi yang aman,” kata Ahmad.

    Dari hasil operasi gabungan ini, Polres Kutim memastikan akan terus memperkuat pengawasan di wilayah rawan, termasuk memperbanyak patroli di jam-jam tertentu yang rawan terjadinya tindak kriminal.

    Kapolres Kutim mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing, baik terkait narkoba maupun tindak kriminal lainnya.

    “Informasi dari masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai kejahatan. Kami akan menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat,” tegasnya.(Ciaa/)

  • Cegah Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Polres Kutim Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

    Cegah Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Polres Kutim Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

    KUTAI TIMUR – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur menggelar kegiatan edukatif bertajuk Police Go to School.

    Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Pendidikan Prima Swadiri Bersama (YPPSB) Sangatta dan diikuti antusias oleh para pelajar, guru, serta staf sekolah, Kamis (7/8/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif Polres Kutim untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia sekolah. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya keselamatan berkendara, pemahaman dasar tentang aturan lalu lintas, serta prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang benar.

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya edukasi hukum berlalu lintas di kalangan generasi muda. Ia menyebutkan bahwa pelajar merupakan kelompok usia produktif yang cukup rentan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk pelajar yang bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sadar hukum dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Budaya tertib lalu lintas harus ditanamkan sejak di bangku sekolah,” ujarnya.

    Dalam sesi sosialisasi, pelajar dibekali dengan pemahaman mengenai berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, bahaya menggunakan ponsel saat berkendara, hingga risiko fatal dari pelanggaran lalu lintas.

    Sebagai pelengkap, Satlantas juga menggelar simulasi ujian teori SIM. Para siswa dikenalkan pada bentuk soal pilihan ganda yang biasa dihadapi dalam ujian SIM, termasuk pemahaman marka jalan dan situasi lalu lintas yang umum terjadi di lapangan.

    “Ini pengalaman pertama saya belajar soal ujian SIM. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan kalau sudah paham aturannya,” ungkap Ardinof, siswa kelas XII IPA yang mengikuti kegiatan tersebut.

    Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan coaching clinic berkendara yang aman. Personel Satlantas memberikan pelatihan langsung tentang posisi berkendara yang stabil, cara memeriksa kendaraan sebelum digunakan, hingga teknik menghindari kecelakaan seperti blind spot dan rem mendadak.

    Direktur YPPSB Sangatta, Endah Wulandari, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengapresiasi Polres Kutim yang dinilai peduli terhadap keselamatan siswa, terutama karena banyak pelajar sudah mulai mengendarai kendaraan pribadi ke sekolah.

    “Edukasi ini sangat penting karena menyentuh langsung kehidupan sehari-hari siswa. Harapannya mereka bisa lebih bertanggung jawab dan sadar risiko jika tidak tertib berlalu lintas,” tuturnya.

    Kasat Lantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Haris Meihendra, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa edukasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas di masyarakat.

    “Dengan edukasi yang konsisten dan pendekatan yang tepat, kami yakin para pelajar bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” jelasnya.(Ciaa/)

  • Meriahkan HUT RI ke-80, Polres Kutim Laksanakan Gerakan Pembagian Bendera

    Meriahkan HUT RI ke-80, Polres Kutim Laksanakan Gerakan Pembagian Bendera

    KUTAI TIMUR – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur melaksanakan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih kepada masyarakat.

    Kegiatan ini berlangsung serentak di sejumlah titik strategis di Jalan Pendidikan, Kamis (7/8/2025), sebagai bagian dari program nasional untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

    Warga menyambut antusias kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, S.H., SS.I.K., M.H. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat ramai berkumpul untuk menerima bendera secara gratis yang dibagikan oleh personel kepolisian.

    Dalam keterangannya, AKBP Fauzan Arianto menjelaskan bahwa gerakan pembagian bendera ini bertujuan mendorong masyarakat ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan perayaan kemerdekaan RI. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, terutama menjelang momen sakral seperti 17 Agustus.

    “Melalui pembagian bendera Merah Putih ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk ikut serta memeriahkan HUT RI ke-80 dengan mengibarkan bendera di depan rumah masing-masing mulai 1 hingga 31 Agustus,” ujarnya kepada wartawan.

    Ia menambahkan bahwa pengibaran bendera tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

    Selain membagikan bendera, Polres Kutim juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Agustus. Warga diimbau agar menghindari kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan publik, serta turut serta dalam kegiatan positif yang diselenggarakan di lingkungan masing-masing.

    Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk upaya Polres Kutim mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Diharapkan melalui interaksi langsung seperti ini, kepercayaan dan solidaritas masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.

    Salah satu warga penerima bendera, Ridho (42), mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembagian bendera secara gratis sangat membantu masyarakat yang ingin ikut merayakan kemerdekaan namun terkendala biaya.

    “Kami sangat senang dan merasa dihargai. Bendera ini akan langsung kami pasang di depan rumah. Semoga Indonesia semakin maju dan damai,” ujar Ridho.

    Tidak hanya orang dewasa, anak-anak yang turut hadir bersama orang tuanya juga tampak bersemangat menerima bendera kecil yang dibagikan. Suasana di sekitar lokasi berlangsung meriah namun tetap tertib.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pusat dan didukung oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah.

    Dengan adanya kegiatan ini, Polres Kutai Timur berharap nilai-nilai kebangsaan dapat terus tumbuh di hati masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.

    “Kami ingin membangkitkan kembali rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan,” tegas Kapolres.

  • Langkah Awal Menuju Indonesia Emas 2045: Kutim Bangun Dapur Sentra Pangan Berbasis Gizi

    Langkah Awal Menuju Indonesia Emas 2045: Kutim Bangun Dapur Sentra Pangan Berbasis Gizi

    Kutai Timur – Upaya mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045 terus dikuatkan. Salah satunya melalui pembangunan Dapur Sentra Pangan Berbasis Gizi ( SPPG ) di Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang ditargetkan menjadi pusat penyedia pangan bergizi dan sarana pemberdayaan masyarakat lokal.

    Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan anak-anak sekolah di Kutim mendapatkan akses makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyampaikan pembangunan dapur SPPG dinilai membawa dampak positif jangka panjang.

    “Alhamdulillah atas program dari pusat seperti ini. Kita melihat adanya efek vital yang nanti akan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat petani. Program ini membuka pasar yang jelas bagi hasil pertanian lokal,” ujar Jimmi.

    Menurut Jimmi, peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari pemenuhan gizi yang baik. Ia pun optimis bahwa pembangunan SPPG dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperluas lapangan kerja di Kutim.
    Ia menjelaskan bahwa sejumlah komoditas seperti padi, semangka, dan kedelai sangat potensial untuk diintegrasikan dalam rantai pasokan pangan di SPPG. Dengan begitu, kata dia, keberadaan fasilitas ini akan menjadi semangat baru untuk memperkuat sektor pertanian lokal.

    “Kita harus sukseskan rantai pasok ini bersama-sama dengan pemerintah daerah. Karena program seperti ini menunjang pembangunan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, meminta semua pihak dapat memahami serta mendukung penuh pelaksanaan pembangunan SPBG. Bupati juga menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari upaya Indonesia menuju visi besar 2045.

    “20 tahun menuju 2045 bukanlah waktu yang lama. Bonus demografi saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anak-anak kita hari ini adalah pemimpin masa depan bangsa,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pembangunan dapur SPBG. Ia menyebut terdapat 42 titik pelaksanaan dapur SPBG di Kutim, di luar wilayah Sangatta.

    “Ini harus menjadi kolaborasi bersama, karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” jelasnya.

    Sementara itu, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Ariyanto, menjelaskan bahwa groundbreaking ini merupakan bagian dari agenda nasional yang digagas langsung oleh Presiden RI dan dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia.

    “Alhamdulillah kegiatan groundbreaking ini dilaksanakan serentak dan tadi juga langsung dipimpin oleh Bapak Irwasum Polri dari Malang. Secara nasional, ada 205 dapur SPPG yang mulai dioperasionalkan, termasuk di Kutai Timur,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, kegiatan ini juga dibarengi dengan penanaman komoditas jagung sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

    Di Kutim sendiri, pelaksanaan SPPG melibatkan kerja sama lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga para pemangku kepentingan lainnya.