Category: TNI/ POLRI

  • Dorong Ketahanan Pangan, STIPER dan Polres Kutim Kelola Puluhan Hektare Lahan Produktif

    Dorong Ketahanan Pangan, STIPER dan Polres Kutim Kelola Puluhan Hektare Lahan Produktif

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan produktif yang melibatkan kalangan akademisi, aparat, hingga perusahaan swasta.

    Program ini dijalankan melalui kerja sama antara Polres Kutai Timur dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur dalam pengelolaan lahan di area milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional dalam memperkuat kemandirian pangan.

    Dalam pelaksanaannya, lahan yang tersedia dibagi ke dalam beberapa titik pengelolaan. Setiap bagian dikelola oleh pihak yang berbeda dengan skema kolaboratif, sehingga seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

    Waka Polres Kutim, Kompol Ahmad Abdullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi khusus bagi STIPER untuk pengembangan tanaman hortikultura.

    “Untuk STIPER, kami siapkan satu plot tersendiri yang berada di sisi timur kawasan. Di sana akan dikembangkan tanaman seperti cabai, tomat, dan terong,” ujarnya saat rapat koordinasi, Kamis (2/4/2026).

    Ia menyebutkan, Polres Kutim berperan dalam penyediaan lahan dan bibit, sementara proses pengelolaan dilakukan bersama melalui sistem kemitraan.

    “Kami ingin ada sinergi antara akademisi dan kelompok tani, sehingga pengelolaan lahan ini benar-benar produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Sementara itu, Kabag SDM Polres Kutim, AKP Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa kerja sama juga melibatkan pihak perusahaan dalam mendukung program pertanian berbasis industri.

    “Total lahan yang sudah disiapkan mencapai 19,8 hektare di kawasan Pit J KPC. Ini siap digunakan untuk pengembangan jagung pipil,” jelasnya.

    Ia menambahkan, khusus untuk STIPER, disediakan sekitar dua hektare lahan yang akan dimanfaatkan sebagai sarana praktik sekaligus pengembangan pertanian modern.

    “Lahan ini nantinya tidak hanya untuk produksi, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa,” katanya.

    Dari pihak akademisi, Wakil Rektor III STIPER Kutim, Imanuddin Matang Malik, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program tersebut.

    “Kami siap berkolaborasi dan menurunkan tenaga pengajar serta mahasiswa agar terlibat langsung di lapangan,” ungkapnya.

    Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

    Hal senada disampaikan Dosen STIPER, Dr. Zainuddin Saleh, yang menilai program ini sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

    “Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik. Kami dari akademisi akan menyusun standar operasional dalam pengelolaan tanaman agar hasilnya optimal,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut berpotensi menjadi sarana penelitian sekaligus pemberdayaan kelompok tani di daerah.

  • Cetak Sawah Rakyat Jadi Senjata Kutim Lawan Krisis Energi dan Inflasi

    Cetak Sawah Rakyat Jadi Senjata Kutim Lawan Krisis Energi dan Inflasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Di tengah tekanan gejolak energi global yang berdampak pada kenaikan harga dan gangguan distribusi, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan. Salah satu upaya strategis dilakukan melalui program Cetak Sawah Rakyat yang digencarkan oleh Kodim 0909/Kutim.

    Program ini menjadi solusi nyata dalam menghadapi dampak inflasi yang dipicu oleh naiknya harga energi dunia. Tidak hanya fokus pada perluasan lahan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan daerah agar tidak bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

    Kodim 0909/Kutim bersama pemerintah daerah dan masyarakat petani berkolaborasi membuka lahan-lahan baru yang potensial untuk dijadikan sawah produktif. Upaya ini dinilai penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat pedesaan.

    Selain mencetak sawah baru, program ini juga dibarengi dengan edukasi kepada petani. Mereka diberikan pemahaman terkait pola tanam yang efisien, penggunaan pupuk yang tepat, hingga pengelolaan energi dalam aktivitas pertanian.

    Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Arh Ragil S Yulianto, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas daerah. “Ketahanan pangan adalah fondasi utama ketahanan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kondisi global yang tidak menentu menuntut daerah untuk mampu berdiri secara mandiri, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan. “Jika kebutuhan pangan tercukupi, maka dampak krisis global bisa diminimalisir,” tegasnya.

    Hasil dari program ini mulai terlihat dengan meningkatnya produksi padi di beberapa wilayah yang telah menjalankan cetak sawah. Peningkatan ini secara langsung mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah.

    Dengan ketersediaan pangan yang lebih stabil, masyarakat Kutim juga tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga di pasar. Hal ini menjadi indikator bahwa program tersebut mampu menahan laju inflasi di tingkat lokal.

    Tak hanya berdampak pada ketahanan pangan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Mulai dari proses pembukaan lahan hingga pengelolaan sawah, tenaga kerja lokal terserap secara signifikan.

    Perputaran ekonomi di desa-desa pun ikut meningkat seiring bertambahnya aktivitas pertanian. Hal ini menjadi efek domino positif dari program yang digagas secara kolaboratif tersebut.

    Ragil juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program ini. “Kolaborasi ini menjadi kunci agar program berjalan maksimal dan berkelanjutan,” katanya.

    Ia juga menyebut bahwa program ini selaras dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan. “Ini bagian dari upaya bersama untuk mendukung program pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian,” tambahnya.

    Melalui program Cetak Sawah Rakyat, Kutai Timur menunjukkan bahwa di tengah ancaman krisis energi global, langkah konkret dan kolaboratif mampu menjadi solusi. Kemandirian pangan pun kini menjadi harapan sekaligus kekuatan baru dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

  • Banyak Temuan Pelanggaran, Ditlantas Polda Kaltim Benahi Pelaksanaan Rampcheck 2026

    Banyak Temuan Pelanggaran, Ditlantas Polda Kaltim Benahi Pelaksanaan Rampcheck 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,BALIKPAPAN – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur menyoroti masih banyaknya temuan pelanggaran dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (Rampcheck), khususnya pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat BPTD Kelas II Kalimantan Timur, Rabu (21/1/2026).

    Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim KBP Ahmad Yanuari Insan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan Rampcheck di lapangan masih belum optimal dan cenderung bersifat formalitas. Kondisi ini dinilai berpotensi mengabaikan aspek keselamatan transportasi, terutama pada momen libur panjang.

    “Rampcheck ini jangan hanya menjadi kegiatan administratif. Kita masih menemukan pemeriksaan yang sifatnya formalitas, padahal tujuan utama kita adalah menjamin keselamatan masyarakat,” tegas Ahmad Yanuari Insan.

    Dalam paparan evaluasi terungkap sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan, mulai dari kendaraan angkutan umum dengan usia operasional di atas 25 tahun, kerusakan pada fungsi utama kendaraan, hingga penggunaan peralatan pemeriksaan yang belum memenuhi standar keselamatan.

    Selain aspek teknis kendaraan, pelanggaran administrasi juga menjadi temuan terbanyak. Banyak pengemudi dan perusahaan angkutan yang tidak melengkapi dokumen wajib, seperti SIM, STNK, kartu pengawasan, hingga izin operasional. Bahkan, ditemukan bus pariwisata yang beroperasi menggunakan izin AKDP.

    “Masih ada bus pariwisata yang menggunakan izin tidak sesuai peruntukan, serta perusahaan angkutan yang belum memiliki sistem manajemen keselamatan untuk mengatur jam kerja pengemudi,” ungkapnya.

    Menanggapi temuan tersebut, Ditlantas Polda Kaltim menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan Rampcheck tahun 2026. Rampcheck ke depan tidak hanya difokuskan pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan dan kesehatan pengemudi.

    “Ke depan, Rampcheck tidak hanya memeriksa kendaraan, tetapi juga pengemudinya. Mulai dari kondisi fisik, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan sebelum perjalanan,” jelas Ahmad Yanuari.

    Rampcheck akan dilaksanakan lebih intensif di terminal, pool bus, rest area, serta kawasan wisata, terutama pada periode libur panjang seperti Isra Mikraj, Imlek, Paskah, Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus, dan Hari Kemerdekaan RI.

    Sebagai langkah lanjutan, Ditlantas Polda Kaltim juga akan menggelar Operasi Keselamatan 2026 selama 14 hari mulai 2 Februari 2026, termasuk penertiban angkutan umum yang menggunakan pelat hitam dan perusahaan angkutan yang tidak mengantongi izin resmi.

    “Keselamatan adalah prioritas. Dengan pembenahan Rampcheck ini, kami berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, khususnya pada masa libur panjang,” pungkasnya.

  • Jamin Kerahasiaan Pelapor, Polsek Sangatta Utara Sosialisasikan Sistem Pengaduan WBS dan SP4N

    Jamin Kerahasiaan Pelapor, Polsek Sangatta Utara Sosialisasikan Sistem Pengaduan WBS dan SP4N

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM -Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik terus digencarkan jajaran Polres Kutai Timur. Kali ini, Polsek Sangatta Utara menggelar sosialisasi Whistle Blower System (WBS) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) di Aula Mapolsek, Rabu (10/12/2025).

    ​Sosialisasi ini menghadirkan Kaur Litpers Subbid Paminal Bid Propam Polda Kaltim, Kompol Dr. M. Zamhuri, sebagai pemateri. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kapolsek Sangatta Utara Iptu Alan Firdaus, jajaran Kanit, anggota Polsek, serta perwakilan Bhayangkari.

    ​Dalam materinya, Kompol Zamhuri menekankan fungsi vital kedua sistem tersebut. WBS hadir sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran anggota Polri dengan jaminan kerahasiaan pelapor. Sedangkan SP4N memastikan setiap aduan masyarakat terintegrasi dan ditangani secara profesional.

    ​Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Alan Firdaus, menyebut kegiatan ini penting untuk menjaga integritas anggotanya.

    ​“Wawasan terkait mekanisme pelaporan ini penting guna mewujudkan Polri yang semakin bersih dalam melayani masyarakat,” ujar Iptu Alan.

    ​Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, sosialisasi ini adalah wujud komitmen transparansi Polres Kutim kepada masyarakat.

    ​“Polres Kutim memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun laporan. WBS dan SP4N adalah wujud implementasi Polri Presisi agar pelayanan bebas dari penyimpangan,” tegas AKBP Fauzan.

    ​Kapolres berharap, pemahaman mendalam mengenai sistem pengaduan ini dapat mendorong personel untuk menjaga nama baik institusi dan meningkatkan kepercayaan publik (Public Trust) di wilayah Kutai Timur.

  • Tanggap Bencana, Kapolsek Muara Wahau Pimpin Pembagian Sembako di Lokasi Banjir

    Tanggap Bencana, Kapolsek Muara Wahau Pimpin Pembagian Sembako di Lokasi Banjir

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM –

    Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan meluapnya air sungai hingga merendam permukiman warga di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau.

    Di tengah kesulitan warga menghadapi banjir, Polsek Muara Wahau hadir memberikan bantuan kemanusiaan pada Selasa (9/12/2025).

    ​Dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, jajaran kepolisian menyalurkan 30 paket sembako kepada warga terdampak. Paket bantuan tersebut berisi beras 5 kilogram, telur, serta kebutuhan pokok lainnya seperti mi instan, gula, dan minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang aksesnya terbatas akibat genangan air.

    ​Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat.

    ​“Kami hadir untuk meringankan beban warga. Semoga bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan dasar sementara dan memberi kekuatan bagi masyarakat untuk tetap tabah menghadapi situasi ini,” ujar Sumartono.

    ​Senada dengan itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Kutim telah diinstruksikan untuk bergerak cepat dalam merespons bencana.

    ​“Fokus kami adalah keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin warga merasakan bahwa Polri hadir bersama mereka, terutama di masa sulit seperti ini,” tegas AKBP Fauzan.

    ​Bantuan ini disambut hangat oleh warga setempat. Salah seorang warga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan, mengingat kondisi ekonomi dan akses yang terhambat banjir.

    “Terima kasih kepada Polsek Muara Wahau. Bantuan ini sangat berarti karena air belum sepenuhnya surut,”tutupnya.

  • Tim Gabungan Bekuk Pengedar Sabu 51,81 Gram di Sangatta

    Tim Gabungan Bekuk Pengedar Sabu 51,81 Gram di Sangatta

    www.ads.pojokdigital.com/, KUTIM – Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Kutai Timur kembali membuahkan hasil. Seorang terduga pengedar berhasil dibekuk aparat dalam operasi gabungan yang digelar pada Rabu malam, 3 Desember 2025, di Jalan Poros KM 5 Sangatta Bontang.

    Penangkapan tersebut dilakukan setelah tim memperoleh informasi mengenai aktivitas mencurigakan pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kutim.

    Operasi penindakan melibatkan unsur TNI dari Unit Intel Kodim 0909/Kutim, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutim, Badan Intelijen Negara (BIN) Kaltim, serta Satresnarkoba Polres Kutai Timur. Koordinasi lintas instansi ini disebut menjadi kunci keberhasilan operasi.

    Penangkapan berlangsung sekitar pukul 18.25 WITA. Saat diperiksa, tim menemukan paket sabu dengan total berat bruto 51,81 gram. Barang terlarang tersebut didapatkan dalam bentuk beberapa kemasan siap edar.

    Untuk memastikan berat barang bukti, pelaku langsung digelandang ke Makodim 0909/Kutim. Proses penimbangan dilakukan secara resmi dan disaksikan jajaran aparat gabungan sebelum pelaku dipindahkan ke Polres Kutai Timur.

    Dandim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto yang berada di lokasi menyampaikan bahwa operasi ini merupakan komitmen bersama dalam menindak peredaran narkoba yang semakin meresahkan masyarakat.

    “Penindakan ini merupakan bentuk pelaksanaan program P4GN di Kutai Timur. Kami bergerak sesuai arahan pimpinan untuk serius memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” ujarnya, Kamis 4 Desember 2025.

    Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan operasi gabungan menjadi bukti bahwa langkah kolektif lebih efektif dibandingkan kerja sektoral.

    “Polri, BNN, dan aparat intelijen saling mendukung. Ini bukan tugas satu lembaga saja, tetapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala BNNK Kutim AKBP Risnoto menyebut wilayah Kutim menjadi target peredaran karena letak strategis dan aktivitas ekonomi yang meningkat. Ia memastikan operasi serupa akan terus dilakukan.

    “Kami sudah memetakan jalur dan pola pergerakan jaringan. Penangkapan ini bukan akhir, tetapi bagian dari proses memutus rantai distribusi,” katanya.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim IPTU Erwin Susanto menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan sesuai prosedur. Ia menyebutkan bahwa pelaporan resmi dan pendalaman jaringan telah dimulai sejak malam penangkapan.

    “Kasus ini langsung ditindaklanjuti secara formil dalam waktu 1×24 jam. Selanjutnya kami akan mengejar pihak lain yang terhubung dengan pelaku,” jelasnya.

    Usai konferensi pers internal, pelaku dibawa ke Mapolres Kutim untuk pemeriksaan lanjutan. Aparat menyatakan bahwa pengawasan dan operasi lapangan akan ditingkatkan untuk menekan peredaran narkoba di Kutim.

    Dengan temuan ini, aparat berharap pesan kuat tersampaikan: wilayah Kutai Timur tidak akan menjadi tempat persembunyian maupun jalur distribusi bagi pengedar narkoba.(C/*)

  • Polres Kutai Timur Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

    Polres Kutai Timur Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

    ‎​www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur secara resmi melepas keberangkatan armada bantuan sosial (bansos) untuk korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

    Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Kutai Timur pada pagi hari tadi, sekitar pukul 08.30 WITA, sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah terdampak.

    ‎​Bantuan ini ditujukan khusus bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian jajaran kepolisian di Kutai Timur terhadap penderitaan sesama anak bangsa yang sedang diuji oleh bencana alam.

    ‎​Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memimpin langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa dukanya yang mendalam.

    ‎​"Yang pertama, saya selaku Kapolres Kutai Timur mewakili seluruh jajaran dan mewakili seluruh stakeholder, kami turut berdukacita dan turut berempati atas terjadinya peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Barat, dan Aceh yang telah menimpa saudara-saudara kita," ujar AKBP Fauzan, Selasa (02/11/2025).

    ‎​Penggalangan bantuan ini tidak hanya melibatkan internal kepolisian, tetapi juga menggandeng berbagai pihak eksternal. Polres Kutim berhasil mengumpulkan donasi dari rekan-rekan mitra swasta serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur untuk memaksimalkan jumlah bantuan yang dikirim.

    ‎​Terkait motivasi di balik gerakan kemanusiaan ini, Kapolres menjelaskan bahwa seluruh elemen di Polres Kutim merasa terpanggil untuk bertindak.

    ‎​"Kemudian atas kejadian tersebut kami Polres Kutai Timur beserta seluruh jajaran ini terpanggil untuk melaksanakan kegiatan peduli untuk meringankan beban daripada saudara-saudara kita yang ada di sana," tegas Fauzan.

    ‎​Mekanisme pengiriman bantuan dilakukan secara berjenjang. Sebelum diterbangkan atau dikirimkan ke pulau Sumatera, seluruh logistik yang terkumpul dari Kutai Timur akan dikumpulkan terlebih dahulu di Markas Polda Kalimantan Timur untuk dikoordinasikan pemberangkatannya.

    ‎​"Alhamdulillah tadi pagi sudah berhasil kita berangkatkan menuju Polda Kalimantan Timur untuk nanti bersama-sama menuju lokasi bencana," tambahnya.

    ‎​Bantuan yang dikirimkan didominasi oleh bahan kebutuhan pokok (sembako) yang sangat krusial bagi para pengungsi. Data logistik mencatat pengiriman beras dengan rincian 337 karung kemasan 5 kilogram, 30 karung kemasan 10 kilogram, dan 10 karung untuk kemasan 25 kilogram.

    ‎​Selain beras, terdapat ribuan bungkus makanan instan dan bahan pelengkap lainnya. AKBP Fauzan merincikan jumlah logistik pangan tersebut secara spesifik kepada awak media.

    ‎​”Untuk mie instan, alhamdulillah kami sudah mengirimkan 3.690 bungkus. Kemudian gula pasir itu ada 260 bungkus yang kemasan 1 kg, minyak goreng 394 bungkus dengan kemasan 1 liter, kemudian susu 250 kaleng,” rincinya.

    ‎​Daftar bantuan pangan juga mencakup lauk pauk dan minuman kemasan. Tercatat ada 274 kaleng sarden, 250 botol kecap, 250 botol saus, 310 saset kopi, 250 bungkus biskuit Roma kelapa, 250 saset teh, serta 250 bungkus bihun jagung yang turut disertakan dalam truk pengangkut.

    ​Tak hanya makanan, Polres Kutim juga memperhatikan kebutuhan sandang dan perlengkapan tidur. Bantuan non-pangan yang dikirimkan meliputi selimut, pakaian layak pakai, tikar, tenda lipat, serta perlengkapan darurat lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di posko bencana.

    ‎​Untuk aspek kesehatan dan kebersihan, paket bantuan mencakup sampo, sabun, masker, hand sanitizer, obat-obatan ringan, hingga perlengkapan bayi seperti popok dan susu formula. Bantuan ini juga dilengkapi dengan peralatan sekolah bagi anak-anak terdampak.

    ‎​Guna memastikan keamanan bantuan hingga titik kumpul, Polres Kutim mengerahkan personel khusus untuk mengawal perjalanan logistik.

    ‎​”Kami sudah memberangkatkan tadi pagi pukul 09.00 langsung dikirim ke Polda Kaltim. Tentunya langsung dikawal oleh personel Satlantas dan personel Samapta Polres Kutai Timur,” jelas Fauzan.

    ‎​Menutup keterangannya, Kapolres mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk turut serta membantu. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk misi kemanusiaan ini.

    ‎​”Mudah-mudahan niat baik kita ini tentunya mendapatkan balasan dari Allah Subhanahu Wa Taala. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan media, para swasta, dan seluruh pihak yang sudah membantu kegiatan pelepasan bansos yang sudah kita laksanakan pada pagi hari ini,” pungkasnya.(Ciaa)

  • Polres Kutim Ajak Siswa SD Belajar Lalu Lintas Lewat Permainan Seru  ‎

    Polres Kutim Ajak Siswa SD Belajar Lalu Lintas Lewat Permainan Seru ‎

    ​www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Suasana halaman Markas Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur tampak berbeda pada Selasa (2/12/2025). Jauh dari kesan kaku atau menegangkan, area tersebut justru dipenuhi gelak tawa dan antusiasme puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) se-Sangatta.

    Kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti program unggulan “Polisi Sahabat Anak” yang digagas oleh Satbinmas Polres Kutim.
    Program ini hadir sebagai inovasi metode edukasi keselamatan. Alih-alih menggunakan metode ceramah satu arah yang membosankan, personel kepolisian mengajak para siswa belajar sambil bermain.

    Materi penting mengenai lalu lintas dikemas menjadi permainan interaktif, bercerita, dan simulasi praktik lapangan. Anak-anak diajarkan secara langsung cara melintasi jalan yang aman, serta mengenali arti rambu-rambu penting di jalan raya dengan suasana yang riang gembira.

    Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menjelaskan bahwa menanamkan kedisiplinan tidak harus dilakukan dengan ketegasan yang kaku. Menurutnya, pendidikan keselamatan sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang krusial untuk mencetak generasi pelopor keselamatan yang taat aturan. 

    Kami ingin menghapus stigma bahwa polisi itu menakutkan bagi anak-anak. Melalui pendekatan humanis ini, kami berharap mereka tumbuh dengan rasa percaya diri, memahami aturan demi keselamatan diri sendiri, dan yang terpenting, menganggap polisi sebagai sahabat serta pelindung mereka,” tegas Fauzan.

    Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam membangun karakter generasi muda, Polres Kutim berencana untuk terus menggiatkan program ini, bahkan aktif mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah Kutai Timur.(C/*) 

  • Operasi Gabungan Polres Kutim Jaring 25 Pelanggar Lalin di Jalan Poros Sangatta

    Operasi Gabungan Polres Kutim Jaring 25 Pelanggar Lalin di Jalan Poros Sangatta

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur (Kutim) melaksanakan Operasi 21 Gabungan di Road 9, Jalan Poros Sangatta–Bengalon, pada Kamis (27/11/2025). Operasi gabungan yang melibatkan 56 personel dari Polantas, Polisi Militer AD, Dispenda, dan Jasa Raharja ini berhasil menjaring 25 pelanggaran lalu lintas.

    Operasi yang dipimpin Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, ini fokus pada pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan dan penindakan pelanggaran. Petugas menerapkan sistem tilang manual terhadap pelanggar.

    Dari hasil penindakan, total 25 pelanggaran tercatat. Rinciannya meliputi penahanan 12 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan 7 Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu, 6 unit kendaraan terdiri dari 2 unit roda empat dan 4 unit roda dua turut diamankan dan dibawa ke Kantor Satlantas Polres Kutim untuk diproses lebih lanjut.

    AKP Rezky menjelaskan bahwa operasi ini merupakan upaya penegakan hukum sekaligus edukasi agar masyarakat lebih tertib berkendara.

    “Kami menindak pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas, sekaligus mengingatkan pengendara agar selalu melengkapi surat-surat,” ujarnya pada Jumat (28/11/2025).

    Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas pelaksanaan operasi gabungan ini. Ia menekankan pentingnya kegiatan tersebut untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

    “Operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi bagian dari upaya keselamatan. Kita ingin memastikan pengendara memiliki kelengkapan administrasi dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” tutupnya.(/*)

  • Pelajar Kutim Dapat Pembekalan Literasi Digital dari Polres dan Kesbangpol Kaltim

    Pelajar Kutim Dapat Pembekalan Literasi Digital dari Polres dan Kesbangpol Kaltim

    Kutai Timur-Puluhan pelajar SMA se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat pembekalan literasi digital dari Polres Kutim bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Hotel Victoria, Sangatta, pada Senin (6/10/2025).

    Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para pelajar agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kemampuan memahami dan menyaring informasi menjadi hal yang sangat penting dimiliki generasi muda.

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali berbagai materi seputar etika bermedia sosial, bahaya penyebaran hoaks, serta pencegahan ujaran kebencian di dunia maya. Narasumber menekankan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga bisa menjadi wadah produktif untuk menyebarkan informasi positif.

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto melalui Kasi Humas Aiptu Wahyu Winarko menyampaikan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan beretika. Ia berharap generasi muda Kutim mampu menjadi pelopor dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

    “Pelajar harus cerdas dalam bermedia sosial. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. Jadilah generasi yang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan dari Kesbangpol Kaltim turut menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami dampak sosial dari setiap tindakan di dunia maya. Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di era digital saat ini.

    Kegiatan literasi digital tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelajar yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya berhati-hati dan beretika di dunia maya.(Ciaa/*)