Category: Nasional

  • WFH Mulai Berlaku di Kutim, ASN Administrasi Bisa dari Rumah, Layanan Teknis Tetap Standby

    WFH Mulai Berlaku di Kutim, ASN Administrasi Bisa dari Rumah, Layanan Teknis Tetap Standby

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

    Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Dalam Negeri terkait transformasi budaya kerja ASN di daerah, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait kebijakan tersebut dan segera mengambil langkah teknis melalui perangkat daerah.

    “Informasinya sudah ada, nanti ditindaklanjuti. Saya minta Sekda menyiapkan suratnya dulu,” ujarnya.

    Menurutnya, skema kerja ASN di Kutim tidak sepenuhnya dilakukan dari rumah, melainkan menggunakan sistem kombinasi antara work from office (WFO) dan work from Home (WFH)

    Pola ini dirancang agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Ardiansyah menegaskan bahwa tidak semua sektor dapat menerapkan WFH, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan pekerjaan teknis di lapangan.

    “Yang teknis itu tidak bisa, seperti rumah sakit, puskesmas, kemudian perizinan. Itu diusahakan tetap maksimal standby. Tapi yang administrasi bisa menyesuaikan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, kebijakan ini lebih difokuskan pada ASN yang bekerja di bidang administrasi, yang dinilai lebih fleksibel dalam menjalankan tugas secara daring.

    Dengan demikian, diharapkan efektivitas kerja tetap terjaga meski tidak seluruhnya dilakukan dari kantor.

    Selain itu, Ardiansyah juga menekankan bahwa kepala daerah tetap harus menjalankan tugas dari kantor dan tidak termasuk dalam skema WFH.

    Hal ini untuk memastikan pengambilan keputusan strategis tetap berjalan cepat dan terkoordinasi dengan baik.

    Terkait potensi penyalahgunaan kebijakan WFH, Pemkab Kutim membuka peluang untuk menerapkan sanksi bagi ASN yang tidak menjalankan tugas secara optimal saat bekerja dari rumah.

    “Nanti kita lihat aturannya,” singkat Ardiansyah.

    Rencananya, kebijakan WFH ini akan mulai diberlakukan pada 1 April 2026 dengan skema satu hari kerja dari rumah dalam satu pekan selama dua bulan ke depan.

    Pemkab Kutim berharap kebijakan ini tidak hanya mampu menekan konsumsi BBM, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja ASN menjadi lebih adaptif, fleksibel, dan berbasis kinerja.

  • Capaian UHC Perkuat Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Nasional

    Capaian UHC Perkuat Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Nasional

    Jakarta – Keberhasilan ratusan daerah meraih Universal Health Coverage (UHC) tidak hanya menandai luasnya jangkauan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tetapi juga membawa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa cakupan JKN yang hampir menyeluruh membuka akses layanan kesehatan secara lebih adil, terutama bagi kelompok rentan. Dengan kepesertaan yang luas, masyarakat kini tidak lagi menghadapi hambatan besar dalam memperoleh layanan medis yang dibutuhkan.

    Ia menjelaskan, daerah yang telah mencapai UHC menunjukkan tren positif dalam berbagai indikator kesehatan. Mulai dari menurunnya tingkat kesakitan, meningkatnya pemanfaatan fasilitas kesehatan, hingga berkurangnya beban pengeluaran rumah tangga untuk biaya pengobatan.

    “UHC bukan hanya soal angka kepesertaan, tapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas,” ujar Ghufron.

    Seiring meningkatnya jumlah peserta, pemanfaatan layanan kesehatan juga terus bertumbuh. Rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan kini mencapai sekitar dua juta kunjungan per hari, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.

    Untuk menjaga mutu layanan di tengah tingginya pemanfaatan tersebut, BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan serta mendorong penguatan layanan primer. Upaya ini dipandang krusial agar pelayanan tetap efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan peserta.

    Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi strategi utama dalam meningkatkan kenyamanan layanan. Berbagai kanal non-tatap muka seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, hingga Care Center 165 terus dikembangkan untuk memudahkan peserta mengakses layanan administrasi.

    Pemanfaatan antrean online dan fitur i-Care JKN turut membantu meningkatkan efisiensi pelayanan di fasilitas kesehatan. Dengan sistem tersebut, riwayat layanan peserta dapat diakses dengan cepat sehingga mendukung ketepatan diagnosis dan tindakan medis.

    Ghufron menambahkan, capaian UHC yang diraih saat ini merupakan modal penting untuk menjaga keberlanjutan Program JKN ke depan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar manfaat program ini terus dirasakan masyarakat secara luas.

    “Yang terpenting adalah memastikan keberlanjutan dan kualitas layanan, sehingga perlindungan kesehatan benar-benar menjadi hak yang terjaga bagi seluruh warga,” pungkasnya.(*/X)

  • Laga Penentuan: Persikutim Optimis Curi Poin dari Persibo

    Laga Penentuan: Persikutim Optimis Curi Poin dari Persibo

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Jelang laga krusial menghadapi Persibo Bojonegoro pada lanjutan Liga 3, Persikutim menunjukkan keyakinan tinggi untuk mencuri poin pada pertandingan yang digelar di Stadion Banyuanyar, Solo. Meski gagal meraih hasil maksimal pada pertandingan perdana, skuad berjuluk Singa Moose itu memastikan kesiapan strategi, mental, hingga komposisi pemain.

    Manajemen Persikutim United, Pandi Widiarto, menegaskan sejak pagi tim langsung kembali fokus pada latihan taktikal. Menurutnya, kesiapan mental dan adaptasi pola bermain menjadi prioritas utama agar tampil lebih efektif.

    “Tadi pagi kami latihan taktikal secara teknis. Kami berharap lawan Bojonegoro bisa dapat poin,” ujar Pandi saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu 3 Desember 2025.

    Lebih lanjut, Pandi menyebut absennya salah satu pemain inti, Vandi Eko Utomo, memang sedikit memengaruhi strategi. Namun, ia memastikan slot pengganti telah disiapkan dan para pemain pelapis menunjukkan performa yang menjanjikan.

    “Walaupun pemain grade A belum bisa main, kami tetap optimis dengan pemain yang ada,” tambahnya.

    Evaluasi juga menyasar aspek teknis pasca kekalahan tipis 0-1 pada laga sebelumnya. Kondisi lapangan tergenang akibat hujan deras menjadi salah satu faktor yang dinilai menghambat performa pemain.

    Selain itu, absennya dua pemain yang sedang mengikuti seleksi Timnas U-20, termasuk Ergun yang kerap menjadi starter, turut memberi pengaruh pada struktur permainan. Meski demikian, pergantian pemain sudah dipetakan dan disesuaikan dengan kebutuhan tim.

    Pandi menegaskan, strategi dan komposisi pemain masih dalam finalisasi bersama pelatih. Sementara itu, peningkatan dukungan sponsor juga menjadi agenda penting untuk menopang perjalanan tim ke depan.

    Ia berharap perusahaan besar di Kutai Timur dapat berkontribusi dalam pengembangan klub. Baginya, dukungan eksternal dan motivasi internal harus berjalan selaras.

    “Kami ingin pemain lebih fight dan bertarung maksimal di pertandingan,” tegasnya.

    Dukungan moral juga datang dari Dewan Pembina Persikutim United, Ardiansyah Sulaiman. Ia berharap skuad mampu bangkit dan tampil lebih percaya diri dalam laga kedua ini.

    “Kemarin kan kalah melawan Persika. Ya, mudah-mudahan berikutnya bisa menang melawan Persibo. Karena ini full kompetisi,” kata Ardiansyah.

    Meski enggan memberikan prediksi skor, Ardiansyah menilai kemenangan atau kekalahan adalah bagian dari dinamika kompetisi. Yang terpenting, kata dia, tim mampu melakukan evaluasi berkelanjutan.

    “Yang penting semangat bertanding dan evaluasi untuk laga selanjutnya. Saya enggak bisa prediksi, ya doakan saja. Mudah-mudahan menang,” tutupnya.(Ciaa)

  • Polres Kutai Timur Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

    Polres Kutai Timur Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

    ‎​www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur secara resmi melepas keberangkatan armada bantuan sosial (bansos) untuk korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

    Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Kutai Timur pada pagi hari tadi, sekitar pukul 08.30 WITA, sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah terdampak.

    ‎​Bantuan ini ditujukan khusus bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian jajaran kepolisian di Kutai Timur terhadap penderitaan sesama anak bangsa yang sedang diuji oleh bencana alam.

    ‎​Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memimpin langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa dukanya yang mendalam.

    ‎​"Yang pertama, saya selaku Kapolres Kutai Timur mewakili seluruh jajaran dan mewakili seluruh stakeholder, kami turut berdukacita dan turut berempati atas terjadinya peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Barat, dan Aceh yang telah menimpa saudara-saudara kita," ujar AKBP Fauzan, Selasa (02/11/2025).

    ‎​Penggalangan bantuan ini tidak hanya melibatkan internal kepolisian, tetapi juga menggandeng berbagai pihak eksternal. Polres Kutim berhasil mengumpulkan donasi dari rekan-rekan mitra swasta serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur untuk memaksimalkan jumlah bantuan yang dikirim.

    ‎​Terkait motivasi di balik gerakan kemanusiaan ini, Kapolres menjelaskan bahwa seluruh elemen di Polres Kutim merasa terpanggil untuk bertindak.

    ‎​"Kemudian atas kejadian tersebut kami Polres Kutai Timur beserta seluruh jajaran ini terpanggil untuk melaksanakan kegiatan peduli untuk meringankan beban daripada saudara-saudara kita yang ada di sana," tegas Fauzan.

    ‎​Mekanisme pengiriman bantuan dilakukan secara berjenjang. Sebelum diterbangkan atau dikirimkan ke pulau Sumatera, seluruh logistik yang terkumpul dari Kutai Timur akan dikumpulkan terlebih dahulu di Markas Polda Kalimantan Timur untuk dikoordinasikan pemberangkatannya.

    ‎​"Alhamdulillah tadi pagi sudah berhasil kita berangkatkan menuju Polda Kalimantan Timur untuk nanti bersama-sama menuju lokasi bencana," tambahnya.

    ‎​Bantuan yang dikirimkan didominasi oleh bahan kebutuhan pokok (sembako) yang sangat krusial bagi para pengungsi. Data logistik mencatat pengiriman beras dengan rincian 337 karung kemasan 5 kilogram, 30 karung kemasan 10 kilogram, dan 10 karung untuk kemasan 25 kilogram.

    ‎​Selain beras, terdapat ribuan bungkus makanan instan dan bahan pelengkap lainnya. AKBP Fauzan merincikan jumlah logistik pangan tersebut secara spesifik kepada awak media.

    ‎​”Untuk mie instan, alhamdulillah kami sudah mengirimkan 3.690 bungkus. Kemudian gula pasir itu ada 260 bungkus yang kemasan 1 kg, minyak goreng 394 bungkus dengan kemasan 1 liter, kemudian susu 250 kaleng,” rincinya.

    ‎​Daftar bantuan pangan juga mencakup lauk pauk dan minuman kemasan. Tercatat ada 274 kaleng sarden, 250 botol kecap, 250 botol saus, 310 saset kopi, 250 bungkus biskuit Roma kelapa, 250 saset teh, serta 250 bungkus bihun jagung yang turut disertakan dalam truk pengangkut.

    ​Tak hanya makanan, Polres Kutim juga memperhatikan kebutuhan sandang dan perlengkapan tidur. Bantuan non-pangan yang dikirimkan meliputi selimut, pakaian layak pakai, tikar, tenda lipat, serta perlengkapan darurat lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di posko bencana.

    ‎​Untuk aspek kesehatan dan kebersihan, paket bantuan mencakup sampo, sabun, masker, hand sanitizer, obat-obatan ringan, hingga perlengkapan bayi seperti popok dan susu formula. Bantuan ini juga dilengkapi dengan peralatan sekolah bagi anak-anak terdampak.

    ‎​Guna memastikan keamanan bantuan hingga titik kumpul, Polres Kutim mengerahkan personel khusus untuk mengawal perjalanan logistik.

    ‎​”Kami sudah memberangkatkan tadi pagi pukul 09.00 langsung dikirim ke Polda Kaltim. Tentunya langsung dikawal oleh personel Satlantas dan personel Samapta Polres Kutai Timur,” jelas Fauzan.

    ‎​Menutup keterangannya, Kapolres mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk turut serta membantu. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk misi kemanusiaan ini.

    ‎​”Mudah-mudahan niat baik kita ini tentunya mendapatkan balasan dari Allah Subhanahu Wa Taala. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan media, para swasta, dan seluruh pihak yang sudah membantu kegiatan pelepasan bansos yang sudah kita laksanakan pada pagi hari ini,” pungkasnya.(Ciaa)

  • Irma Hatika Ramadani, Remaja Kutim Siap Harumkan Nama Kaltim di Ajang Miss Teenager Indonesia 2025

    Irma Hatika Ramadani, Remaja Kutim Siap Harumkan Nama Kaltim di Ajang Miss Teenager Indonesia 2025

    Kutai Timur – Semangat dan tekad tinggi terpancar dari sosok Irma Hatika Ramadani, gadis 15 tahun asal Kutai Timur (Kutim) yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang bergengsi Miss Teenager Indonesia 2025.

    Tak sekadar berparas manis, Irma hadir membawa misi besar, membuktikan bahwa remaja Kaltim mampu bersaing, berprestasi, dan menginspirasi di tingkat nasional.

    Bagi Irma, ajang Miss Teenager bukan sekadar kontes kecantikan. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan diri, mulai dari public speaking, manajemen waktu, hingga membangun karakter yang berdedikasi.

    “Saya ingin membuktikan bahwa ajang ini bukan hanya tentang kecantikan, tetapi tentang kontribusi positif yang bisa kita berikan,” ujarnya.

    Perjalanan Irma menuju panggung nasional tidaklah mudah. Ia mengaku banyak belajar dari proses panjang yang menempanya hingga kini berdiri mewakili nama Kaltim.

    “Perjuangan ini mengajarkan arti pantang menyerah. Saya bangga bisa membawa panji Kaltim dan akan berjuang menampilkan potensi terbaik daerah yang kini menjadi Jantung Nusantara,” tuturnya.

    Dalam persiapannya, Irma terus melatih kemampuan berbicara di depan umum serta menjawab pertanyaan dengan cerdas, terstruktur, dan meyakinkan. Bagi gadis asal Kutim ini, kunci keberhasilan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga ketulusan dalam menyampaikan pesan positif.

    Meski berjuang dengan segala keterbatasan, Irma tak berhenti berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta. Ia menilai, partisipasinya di ajang nasional merupakan bentuk investasi citra daerah yang tak ternilai.

    “Saya membawa nama Kaltim di tingkat nasional. Dukungan moral maupun material dari berbagai pihak akan menjadi penguat langkah saya. Kemenangan nanti bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh Benua Etam,” ungkapnya.

    Irma juga menegaskan bahwa perjuangannya bukan hanya untuk meraih gelar semata. Ia memiliki visi yang lebih luas, menyebarkan nilai-nilai positif bagi remaja Indonesia.

    “Saya ingin mengajak remaja Indonesia untuk berpartisipasi aktif memajukan bangsa dengan moral yang positif, membangun benteng moralitas kuat di tengah tantangan pergaulan bebas,” tegasnya.

    Dalam pesannya kepada masyarakat Kalimantan Timur, Irma menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi representasi daerah di kancah nasional.

    “Saya mungkin berjuang sendirian di atas panggung, tapi saya percaya ada jutaan doa dari masyarakat Kaltim yang mengiringi langkah saya. Dukungan kecil pun sangat berarti,” ucapnya.

    Selain mempersiapkan diri secara mental dan fisik, Irma juga terus berusaha menghimpun dukungan finansial agar dapat tampil maksimal di ajang Miss Teenager Indonesia 2025. Ia menilai, setiap bentuk dukungan merupakan bagian penting dari perjuangannya mengharumkan nama daerah.

    Jika terpilih menjadi pemenang, Irma berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Timur. Dengan kemampuan berkolaborasi dan beradaptasi yang tinggi, ia ingin menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

    “Saya siap berkolaborasi untuk kemajuan Kaltim. Setiap kritik dan saran akan saya jadikan energi positif agar saya bisa tumbuh menjadi remaja yang bermanfaat,” tutupnya.

    Melalui ajang Miss Teenager Indonesia 2025, Irma Hatika Ramadani berharap dapat membawa pesan bahwa remaja Kaltim adalah generasi yang tangguh, cerdas, dan berintegritas, serta siap berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia.

  • Wakili Kaltim, Dina Khasana Siap Gaungkan Budaya Lewat Teknologi di Ajang Nasional

    Wakili Kaltim, Dina Khasana Siap Gaungkan Budaya Lewat Teknologi di Ajang Nasional

    Kutai Timur – Perempuan muda asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dina Khasana Kusairi, siap membawa semangat baru dalam pelestarian budaya di kancah nasional.

    Dina akan mewakili Kalimantan Timur dalam ajang bergengsi Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 1 November mendatang.

    Dalam ajang tersebut, Dina mengusung konsep unik yang menggabungkan nilai budaya dan sentuhan teknologi modern. Ia ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan gaya hidup generasi muda masa kini.

    “Anak muda sekarang lebih suka visual daripada teks. Karena itu, saya mencoba memanfaatkan teknologi agar budaya bisa lebih menarik dan tidak membosankan,” ujar Dina saat ditemui di kantor Bupati, Minggu (12/10/2025).

    Melalui gagasan bertema “Budaya dan Teknologi”, Dina berupaya memperkenalkan kembali dongeng dan cerita rakyat Nusantara dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini diharapkan mampu membuat generasi muda lebih mudah memahami dan mencintai budaya lokal.

    Program advokasi yang digagas Dina bahkan telah mulai diterapkan di lingkungan sekolahnya, SMP YPPSB. Ia mengajak para pelajar untuk mengenal kebudayaan lokal melalui media digital interaktif, termasuk animasi dan cerita bergambar hasil olahan AI.

    Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda melupakan akar budaya. Justru, teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk melestarikan dan memperluas jangkauan budaya Indonesia ke berbagai lapisan masyarakat.

    “Dengan teknologi, kita bisa membuat budaya tampil lebih modern tanpa mengubah maknanya. Ini cara saya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah dunia digital,” tambahnya.

    Bagi Dina, partisipasinya di ajang nasional bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung pembuktian bahwa generasi muda Kutai Timur mampu bersaing di level nasional dengan ide dan gagasan yang relevan dengan zaman.

    Ia mengaku bangga sekaligus terharu bisa membawa nama Kalimantan Timur, terutama karena dirinya berasal dari Kutai Timur.

    “Rasanya senang sekali bisa mewakili daerah sendiri. Saingannya berat karena dari 34 provinsi, semua luar biasa,” katanya.

    Saat ini, Dina terus mematangkan berbagai persiapan menjelang keberangkatannya ke Bali, mulai dari latihan public speaking, catwalk, hingga pemantapan konsep advokasi budaya.

    “Persiapan sudah hampir selesai, tinggal menyesuaikan kostum yang akan digunakan,” ungkapnya.

    Selain fokus pada persiapan kompetisi, Dina juga berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia ingin membawa nama daerah dengan hasil terbaik dan memperkenalkan konsep budaya modern ke tingkat nasional.

    “Saya sangat berharap didukung, karena selain membawa nama Kutai Timur, saya juga mewakili Kalimantan Timur. Dengan program ini, saya ingin budaya daerah bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai mancanegara,” tegas Dina.

    Menutup perbincangan, Dina menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk ikut mendoakan perjuangannya.

    “Saya minta doa dan restu dari seluruh warga Kaltim, khususnya Kutim. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membuat budaya kita semakin dikenal,” tutupnya.(Ciaa/*)

  • HUT ke-80 TNI, Kapolres Kutim: Bersama TNI, Wujudkan Indonesia Aman dan Sejahtera

    HUT ke-80 TNI, Kapolres Kutim: Bersama TNI, Wujudkan Indonesia Aman dan Sejahtera

    KUTAI TIMUR – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi mendalam atas dedikasi TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Atas nama keluarga besar Polres Kutim, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada TNI. Semoga TNI semakin kuat, profesional, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” ucap AKBP Fauzan Arianto, Minggu (5/10/2025).

    Menurutnya, hubungan sinergis antara TNI dan Polri di wilayah Kutim selama ini berjalan dengan sangat baik. Kedua institusi tersebut terus berkolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial masyarakat di seluruh wilayah hukum Kutim.

    “TNI dan Polri adalah garda terdepan penjaga keamanan dan stabilitas bangsa. Kami selalu bersinergi dalam setiap langkah dan kegiatan di lapangan. Kolaborasi ini akan terus kami jaga sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tegasnya.

    Kapolres Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0909/KTM dan Lanal Sangatta yang selama ini telah menunjukkan kerja sama solid dalam berbagai kegiatan, baik pengamanan, sosial kemasyarakatan, maupun penanggulangan bencana.

    “Sinergitas TNI-Polri adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

    Sementara itu, dalam amanat nasional HUT ke-80 TNI, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kepemimpinan berkarakter, berintegritas, dan menjadi teladan di lingkungan TNI.

    “Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus Ing Ngarso Sung Tulodho, memberi contoh di depan. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten dan tidak profesional,” tegas Presiden Prabowo.

    Ia juga menekankan bahwa seluruh unsur pimpinan di tubuh TNI wajib terus membina diri serta memberikan teladan terbaik bagi para prajuritnya.

    “Saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI untuk selalu memberi teladan. Panglima TNI dan para Kepala Staf saya perintahkan untuk terus menilai kepemimpinan di tubuh TNI. Karena prajurit kita berhak mendapatkan kepemimpinan yang terbaik,” pungkasnya.

  • Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

    Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

    Kutai Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kodim 0909/KTM mengambil peran strategis dalam mengawasi sekaligus mendampingi jalannya distribusi makanan bergizi agar tepat sasaran dan aman dikonsumsi masyarakat.

    Komandan Kodim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, menegaskan bahwa tanggung jawab menyukseskan program MBG tidak hanya berada di pundak TNI semata, melainkan juga seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah.

    “Ini kan sudah menjadi program utama Presiden. Jadi semua stakeholder harus punya tanggung jawab untuk menyukseskan, bukan hanya TNI saja,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

    Di Kutim, program MBG menyasar lebih dari 21.000 penerima manfaat, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 42 titik dapur telah disiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi, termasuk dapur baru di kawasan APT Pranoto yang baru saja diresmikan bulan lalu.

    Menurut Letkol Ragil, pengawasan akan dilakukan secara masif, tidak hanya terfokus di Sangatta sebagai ibu kota kabupaten, tetapi juga merata hingga wilayah kecamatan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman.

    “Pemerintah daerah juga membentuk satgas percepatan pembangunan dapur MBG. Di tiap dapur ada tenaga profesional, mulai dari kepala dapur, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan. Tugas Kodim adalah mendampingi dan mengawasi di lapangan,” jelasnya.

    Seluruh jajaran Kodim, termasuk Koramil dan Babinsa, turut dilibatkan dalam pengawasan. Mereka mengawal proses mulai dari penyortiran bahan baku, pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.

    Langkah ini sekaligus menjadi antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kasus keracunan massal, sebagaimana sempat terjadi di beberapa daerah lain. Menurutnya, faktor keracunan bisa muncul dari bahan baku yang tidak layak, cara penyimpanan makanan yang kurang tepat, hingga aspek higienitas dapur.

    “Contoh paling sederhana adalah telur. Kalau distribusinya memakan waktu lama, kualitasnya bisa menurun. Karena itu pengawasan harus ketat sejak tahap penyortiran bahan baku,” ungkap Ragil.

    Ia juga menyoroti waktu antara proses memasak dan konsumsi yang cukup panjang. Makanan yang dimasak sejak dini hari baru akan disantap penerima sekitar pukul 09.00–10.00. Karena itu diperlukan teknik penyimpanan yang baik agar makanan tetap segar dan tidak cepat basi.

    Selain itu, Kodim bersama tim dapur juga melakukan pendataan terhadap penerima manfaat untuk mengantisipasi kemungkinan alergi. Menu yang disajikan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing penerima.

    Ragil menekankan agar makanan program MBG segera dikonsumsi setelah disajikan, bukan dibawa pulang. “Makanan ini punya masa waktu. Harus habis jam 1 atau jam 2 siang. Kalau dibawa pulang, bisa basi dan itu berisiko menimbulkan keracunan,” jelasnya.

    Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, Kodim Kutim optimistis program MBG dapat berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. “Tujuan Presiden, tujuan pemerintah, dan tujuan negara adalah memastikan anak-anak kita serta masyarakat mendapat gizi yang layak. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

  • Aksi Aliansi Kutim Melawan Guncang Bukit Pelangi, Tuntut Keadilan dan Transparansi

    Aksi Aliansi Kutim Melawan Guncang Bukit Pelangi, Tuntut Keadilan dan Transparansi

    Kutai Timur – Ratusan demonstran yang tergabung dalam elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang menamai diri mereka Aliansi Kutim Melawan menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Senin, 1 September 2025.

    Aksi yang berlangsung ramai ini dipusatkan di depan Simpang Empat Lampu Merah Polres Kutim, kawasan Perkantoran Bukit Pelangi.

    Dalam orasinya, perwakilan Aliansi Kutim Melawan, Erwin Febrian Syuhada, menyerukan pentingnya persatuan rakyat melalui pembentukan blok politik.

    “Tidak ada oposisi sejati di rakyat hari ini. Tidak ada oposisi yang membela rakyat hari ini. Betul. Selain kita, teman-teman,” kata erwin.

    Tidak ada yang akan membela kita, kawan-kawan. Tidak akan ada yang membela Affan Kurniawan. Tidak akan ada yang membela seorang mahasiswa yang meninggal, selain kita.

    Para demonstran menekankan bahwa pembentukan blok politik rakyat akan menjadi “wajah permanen” untuk terus melawan dan mengingatkan penguasa bahwa kekuatan rakyat ketika bersatu tidak bisa dikalahkan.

    Aksi ini mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam kasus yang menjadi perhatian mereka, serta menuntut agar proses hukum berjalan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

    Erwin juga mengingatkan bahwa kemarahan masyarakat harus diubah menjadi energi perlawanan yang membara.

    “Kemarahan ini tidak boleh hanya untuk menyalakan lilin, tapi kita harus menyalakan api. Kita harus menyalakan obor,” tegasnya.

  • Gerakan Solidaritas Kutai Timur Desak Polri Usut Tuntas Kasus Afan Kurniawan

    Gerakan Solidaritas Kutai Timur Desak Polri Usut Tuntas Kasus Afan Kurniawan

    Kutai Timur – Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar aksi bertajuk Gerakan Solidaritas Kutai Timur.

    Aksi ini merupakan bentuk dukungan moral sekaligus desakan kepada aparat penegak hukum agar menindaklanjuti kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Afan Kurniawan, yang tewas akibat terlindas kendaraan taktis barakuda Brimob saat kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Ketua KNPI Kutim, Avivurahman Al Ghazali, yang memimpin aksi tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar unjuk rasa. Menurutnya, gerakan ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi dan solidaritas terhadap dinamika sosial yang berkembang.

    Dalam aksi tersebut, mereka membawa tiga petisi penting yang ditujukan kepada Kepolisian Resort (Polres) Kutai Timur.

    Petisi pertama, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menuntaskan kasus meninggalnya Afan Kurniawan secara terbuka dan transparan. Mereka menekankan agar proses hukum disampaikan secara jelas kepada publik.

    Petisi kedua, meminta Polres Kutim tidak melakukan tindakan represif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menurut mereka, pendekatan represif justru berpotensi memperkeruh suasana dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

    Petisi ketiga, berisi ajakan bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kutai Timur agar tetap aman, damai, dan kondusif. Para peserta aksi menilai stabilitas daerah menjadi kunci keberlanjutan pembangunan di tengah situasi nasional yang penuh tantangan.

    Avivurahman juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi yang rawan provokasi.

    “Kalau Kutai Timur ikut terbelah, pembangunan pasti terhambat. Kepemudaan kita juga bisa pecah karena provokasi,” ujarnya.

    Ia menegaskan, perjuangan rakyat harus terus dilakukan, namun dengan cara-cara bijak.

    “Pesan bisa tersampaikan, tapi yang paling penting jangan sampai ada aksi-aksi anarki. Aspirasi bisa disuarakan tanpa harus merusak atau melanggar hukum,” katanya.

    Pihaknya juga meminta Polri memastikan tidak ada tindakan represif yang dapat mencederai kepentingan rakyat.

    “Kepolisian harus berada di garis terdepan melindungi rakyat, bukan sebaliknya. Kedaulatan rakyat adalah keselamatan yang terbaik, dan itu harus jadi prinsip utama,” tegas Avivurahman.

    Menariknya, aksi solidaritas ini digelar pada malam hari. Menurut panitia, waktu tersebut dipilih sebagai simbol ketenangan sekaligus bentuk penghormatan terhadap almarhum Afan Kurniawan.

    Selain itu, mereka juga menyinggung insiden di sejumlah daerah lain. Di Makassar, misalnya, dilaporkan ada korban meninggal hingga empat sampai lima orang, sementara korban luka-luka jumlahnya masih banyak.

    “Pesan ini harus sampai kepada institusi Polri. Polri dan TNI harus berbenah. Tidak boleh lagi ada benturan antara rakyat dengan penegak hukum. Polri juga harus jeli membaca situasi. Jangan sampai bangsa ini diadu domba. Rakyat dan aparat harus berjalan bersama membangun bangsa,” tutupnya.(Ciaa)