Category: Kecamatan

  • Diduga Jadi Tempat Prostitusi dan Miras, Tiga Warung Hiburan di Kutim Ditutup

    Diduga Jadi Tempat Prostitusi dan Miras, Tiga Warung Hiburan di Kutim Ditutup

    KUTAI TIMUR – Tiga tempat hiburan malam (THM) berkedok warung di Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), ditutup paksa aparat gabungan pada Kamis (11/9) malam. Penutupan dilakukan lantaran tempat tersebut diduga kuat menjadi lokasi peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi terselubung.

    Kapolsek Sangkulirang, Iptu Erik Bastian, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Kecamatan Sangkulirang. Surat tersebut diterbitkan setelah adanya laporan dari tokoh agama serta masyarakat yang sudah lama merasa resah.

    “Masyarakat sudah lama resah terhadap kegiatan di warung-warung ini. Bahkan masyarakat sudah memberikan somasi sampai melakukan aksi demo terhadap aktivitas di sana,” ungkap Erik, Jumat (12/9/2025)

    Dalam operasi itu, aparat gabungan menemukan sejumlah pelanggaran serius. Di Warung Biliar Km 10, pengelola bahkan sempat melakukan perlawanan ketika tim berusaha masuk. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan sembilan perempuan pekerja untuk didata oleh Dinas Sosial.

    “Saat penertiban, pihak pengelola melakukan perlawanan dan melarang tim gabungan membuka pintu kafe. Namun akhirnya kami tetap berhasil mengamankan para pekerja,” jelasnya.

    Temuan lebih mencolok terjadi di Cafe Dullah. Dari lokasi itu, aparat menyita sembilan botol bir berisi, tiga botol kosong, serta mengamankan 16 perempuan yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi terselubung.

    “Fakta di lapangan menguatkan dugaan bahwa tempat ini tidak sekadar warung biasa, melainkan dijadikan lokasi praktik prostitusi dan peredaran miras,” tegas Erik.

    Sementara itu, Cafe Ikas dalam keadaan tutup saat operasi berlangsung. Namun, tempat tersebut sebelumnya telah dicurigai sebagai titik peredaran minuman keras dan aktivitas prostitusi.

    Menurut Erik, penutupan tiga THM berkedok warung itu merupakan langkah tegas setelah berbagai teguran, baik lisan maupun tertulis, tidak diindahkan pengelola.

    “Ini bentuk jawaban atas keresahan masyarakat. Kami sudah beberapa kali memberikan teguran, tapi tidak diindahkan. Jadi, penutupan terpaksa dilakukan,” pungkasnya.

  • Embung Banyu Langi, Dari Irigasi Jadi Destinasi Wisata Andalan Desa Suka Maju

    Embung Banyu Langi, Dari Irigasi Jadi Destinasi Wisata Andalan Desa Suka Maju

    KUTAI TIMUR – Sebuah transformasi inspiratif terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. Embung Banyu Langi, yang dulunya hanya berfungsi sebagai penampungan air hujan untuk keperluan irigasi pertanian, kini menjelma menjadi destinasi wisata lokal yang ramai dikunjungi warga.

    Berada di kawasan strategis dengan pemandangan alam yang menawan, embung ini disulap menjadi ruang terbuka publik yang menarik, berkat inisiatif dan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, BUMDes, dan Pokdarwis setempat.

    Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman, menjelaskan bahwa ide awal pengembangan wisata ini muncul dari kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi yang murah, mudah diakses, dan tetap menyatu dengan alam sekitar.

    “Awalnya embung ini dibangun hanya untuk menampung air. Tapi kami melihat peluang besar. Tempatnya indah, potensinya sayang kalau dibiarkan begitu saja,” kata Usman, Rabu (06/08/2025).

    Kini, Embung Banyu Langi tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti wahana perahu bebek, kolam pemancingan, taman bermain anak, panggung hiburan, hingga deretan warung UMKM yang menjual makanan dan produk lokal.

    Luas kawasan embung mencapai sekitar 7,8 hektare. Pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif melalui BUMDes dan Pokdarwis, yang sebagian besar terdiri dari warga desa itu sendiri.

    “Transformasi ini bukan hanya soal membangun fisik, tapi juga membangun semangat gotong royong dan kesadaran warga akan potensi desanya,” ujar Usman.

    Perubahan fungsi embung tersebut juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Sejumlah warga mulai membuka usaha, seperti penyewaan pelampung, jasa pemandu wisata, dan warung makan, yang semula hanya buka saat akhir pekan, kini bisa beroperasi setiap hari.

    Ani, salah satu pelaku UMKM di kawasan tersebut, mengaku penghasilannya meningkat sejak kawasan embung ramai dikunjungi. “Dulu cuma buka Sabtu-Minggu, sekarang setiap hari ada pengunjung. Alhamdulillah, bisa bantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

    Setiap akhir pekan, kawasan embung dipadati pengunjung, tidak hanya dari Desa Suka Maju, tapi juga dari desa dan kecamatan tetangga. Banyak yang datang bersama keluarga untuk menikmati udara segar, piknik, atau sekadar melepas penat dari rutinitas harian.

    Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyambut baik inisiatif ini. Salah satu bentuk dukungan yang direncanakan adalah pembangunan fasilitas glamping (glamour camping) agar embung ini bisa menjadi destinasi wisata alam bermalam.

    Meski pada awalnya sempat muncul keraguan dari sebagian warga, seiring waktu, keberhasilan transformasi ini membuktikan bahwa potensi lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola secara bijak dan kolaboratif.

    “Sekarang, warga yang dulu ragu malah jadi yang paling aktif terlibat. Ini bukan cuma soal wisata, tapi soal bagaimana kita membangun desa bersama-sama,” pungkas Usman.

    Embung Banyu Langi kini menjadi bukti nyata bahwa desa punya potensi luar biasa yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Dari embung sederhana, menjadi ikon kebanggaan warga, dan contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kutim.(Ciaa/)

  • Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Kutai Timur – Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi mengumumkan 10 peserta terbaik yang berhasil lolos ke tahap akhir. Dari puluhan video kreatif yang masuk, para finalis ini dinilai mampu menangkap esensi desa dengan cara yang menyentuh, segar, dan autentik menghadirkan kisah-kisah lokal dari sudut pandang generasi muda,

    Disiarkan langsung melalui akun Instagram Sangatta Folks dan Pemuda Kutim Hebat, pengumuman ini disambut antusias oleh warganet. Tiga dewan juri Ordiansyah Tarlan, Aidil Putra, dan Maisarah Muhaidin (Mae) hadir langsung dalam siaran tersebut dan memberikan apresiasi atas kualitas karya peserta.

    “Kami melihat semangat luar biasa dalam setiap video yang dikirimkan. Peserta tidak hanya mempromosikan potensi desanya, tetapi juga menyampaikan narasi dengan sudut pandang yang kuat dan menggugah. Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kutai Timur memiliki banyak cerita yang layak diangkat,” ujar Ordiansyah Tarlan mewakili dewan juri, Minggu (17/05/2025).

    10 Finalis Terbaik “Explore Potensi Desa Kutim 2025”

    1.Charly Ridwan Manurung – Desa Singa Gembara

    2.Devin Adriansyah Lukman – Desa Perkebunan Bukit Makmur

    3.Faisal Ghani – Gula Merah Desa Peridan

    4.Forum Dance Traditional Kutim – Desa Perkebunan Kelulut, Sangatta Selatan

    5.Flora Laway – Desa Mekar Baru, Busang

    6.Muhamad Vickram Asikin DM – Desa Sekerat

    7. Muhammad Alfarizi Edytia – Desa Swarga Bara

    8.Kaindi Biru – Pedalaman Suku Dayak, Desa Miau Baru

    9.Naomi Sachi – Desa Sangatta Selatan

    10.Laurentina Milo Maku – Desa Swarga Bara

    Selanjutnya, 10 peserta ini akan bersaing memperebutkan tiga kategori penghargaan utama:

    1.5 Juara Terbaik

    2.5 Juara Harapan

    3.5 Juara Favorit

    Penilaian akan berfokus pada eksplorasi potensi lokal, kreativitas, teknik pengambilan gambar, narasi, serta dampak sosial. Pemenang akan diumumkan pada 19 Mei 2025.

    Ketua Penyelenggara, Wily Christian, menegaskan bahwa kompetisi ini lebih dari sekadar lomba. “Kami ingin menjadikan lomba ini sebagai gerakan positif yang terus hidup. Desa-desa di Kutim menyimpan begitu banyak keunikan dan potensi yang belum banyak diketahui. Melalui vlog, suara dan cerita dari desa bisa didengar lebih luas,”ungkapnya.

    Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi jembatan penting untuk mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih besar.(*)

  • Distanak Laksanakan Vaksin PMK Kedua – Bupati Suntik Sapi di Kaubun

    Distanak Laksanakan Vaksin PMK Kedua – Bupati Suntik Sapi di Kaubun

    www.ads.pojokdigital.com/, Kaubun – Pemerintah Republik Indonesia menetapkan lima kunci penanganan dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Hal itu dikenal dengan 5 M, dimulai dari Memberikan vaksin pada ternak sehat, menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang, membatasi lalu-lintas ternak dan produk ternak. Lalu selanjutnya mengisolasi ternak sakit dan ternak baru, dan melaksanakan stamping out (pemusnahan, red) ternak yang positif PMK.

    Terkait penanganan dan pencegahan, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Timur pada Jum’at (25/11/2022), kembali menggelar penyuntikan vaksin PMK kedua sebagai langkah poin pertama pada 5 M. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun, yang mana secara simbolis vaksinasi PMK pada hewan ternak tersebut dilakukan oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman.

    “Pemkab Kutim sangat antusias dalam menggelar program yang dilakukan secara nasional dari pusat hingga ke daerah. Kutim sendiri saat ini masuk zona hijau, dan dengan dilaksanakan vaksinasi PMK diharapkan sapi-sapi milik peternak terbebas dari penyakit tersebut,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

    Sementara itu Kepala Distanak Dyah Ratnaningrum yang didampingi Kepala UPT P4 Yuliandi menyebutkan, pelaksanaan vaksin PMK kedua kalinya ini diharapkan akan membuat zero penyakit yang menular pada hewan ternak tersebut.

    “Untuk tahap kedua kali ini, ditargetkan 160 ekor sapi divaksin. Kita berbahagia dengan turut-sertanya Bupati Ardiansyah Sulaiman, sebagai orang yang mengawali vaskinasi pmk tahap ke dua ke sapi petani di desa Mata Air,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • 1.607 RT Dapat Program Bantuan Sebesar Rp 50 Juta

    1.607 RT Dapat Program Bantuan Sebesar Rp 50 Juta

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelontorkan bantuan Rp 50 juta untuk tiap-tiap Rukun Tetangga (RT), sebagai upaya pemberdayaan pada masyarakat di unit lingkungan terkecil. Terdapat Rp 82 miliar yang digelontorkan untuk 1.607 RT se-Kutai Timur.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman menunjuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) yang dibawah pimpinan Yuriansyah T, menjadi leading sektor dari kebijakan yang bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat dilingkup RT.

    Kepala DPMDes Yurianysah T menerangkan jika dana tersebut difokuskan untuk peningkatan kapasitas aparat desa dan RT. Anggaran sebesar 20 persen atau Rp 10 juta diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia (non fisik) dan 80 persen atau Rp 40 juta persen fisik.

    “Bukan dalam bentuk uang tunai, tetapi dalam bentuk program kegiatan yang usulannya benar- benar dari forum RT. Jika bukan program RT yang sudah disepakati, hal tersebutntidak bisa dilaksanakan,’ ujar Yuriansyah pada Selasa (22/11/2022).

    Hal ini diperjelas Bupati Ardiansyah Sulaiman, jika dalam pelaksanaan program untuk menggoalkan kesejahteraan rakyat tersebut. Maka diterbitkanlah Surat Keputusan (SK) Bupati Kutai Timur, sebagai dasar yang memperkuat pelaksanaan program bantuan Rp 50 per Rukun Tetangga (RT).

    “Melalui program ini, maka pembangunan yang tidak terhimpun di dalam Musrenbang dapat dilaksanakan. Meski dilakukan secara bertahap, karena ini merupakan program jangka panjang dan berkesinambungan,” jelas Bupati. (ADV-KOMINFO/Imr/Wal)

  • Pasar Tumpah Jadi Perhatian Satpol PP dan Disperindag

    Pasar Tumpah Jadi Perhatian Satpol PP dan Disperindag

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pemkab Kutim bukannya tidak bergerak, bahkan seringkali dilakukan razia secara mendadak untuk menghentikan aktifitas jual beli yang tidak pada tempatnya alias pasar tumpah. Kegiatan ini  dilaksanakan secara bersama-sama atau lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Kepala Satpol PP Didi Herdiansyah mengatakan jika beberapa waktu lalu pihaknya melaksanakan penertiban di pasar Sangatta Selatan. Pelanggaran banyak dilakukan oknum pedagang yang berjualan di area yang tidak seharusnya.

    “Kami melakukan penertiban di Masabang hingga sekitara jembatan baru di Sangatta Lama, itu merupakan titik penertiban yang disasar Satpol PP. Mengingat diluar titik tersebut, ada beberapa titik pasar tumpah yang menganggu aktifitas umum terutama lalu-lintas jalan,” jelasnya pada Senin (21/11/2022).

    Penertiban dilakukan tidak secara serampangan, namun telah dipersiapkan sebelumnya dengan langkah-langkah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Adapun Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zaini menegasakan jika kebebasan untuk berusaha atau berdagang memang dilindungi. Tetapi tidak boleh sembarangan menggelar lapak ditempat-tempat yang bukan semestinya dipergunakan untuk berdagang.

    “Itu yang kita harap dapat dimengerti, karena berdagang juga ada aturannya dan tidak boleh melanggar aturan. Disperindag mengelola pedagang yang ada di dalam pasar, semisal di Pasar Induk Sangatta,” jelasnya.

    Diakuinya diperlukan sinergi dan pehaman oleh semua pihak untuk mengatasi fenomena pasar tumpah. Tidak kurang-kurang pihaknya bersama Satpol PP melibatkan elemen seperti pihak TNI, Polri, Dishub untuk melakukan penertiban bersama. (ADV-KOMINFO/Uni/Ran)

  • Pembangunan Kutim Berlangsung Lancar

    Pembangunan Kutim Berlangsung Lancar

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Laju pembangunan di kawasan pedalaman Kutim menjelang akhir tahun 2022, dinilai baik oleh Wakil Ketua II DPRD Arfan. Seperti pengerjaan jalan yang menghubungkan Kecamatan Rantau Pulung dan Batu Ampar di dua titik yakni di Jl Poros Himba Lestari, untuk titik pertama sepanjang 1.200 meter dan titik kedua sepanjang 800 meter.

    Lelaki bertubuh tinggi besar itu menegaskan jika proyek pembangunan infrastruktur benar-benar berjalan dengan baik dan tepat waktu. Ia bahkan telah meninjau secara langsung pada bulan Oktober lalu, dimana pekerja dan alat-alat berat bergerak untuk menyelesaikan pecepatan pengerasan dan pengaspalan jalan agar memudahkan akses transportasi darat masyarakat.

    “Tak hanya itu, kami juga meninjau pengerjaan pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Muara Bengkal. Dimana Pemkab Kutim telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 29,4 miliar untuk pembangunan rumah sakit tersebut,” jelasnya.

    Wakil Ketua DPRD mengaku saat mengechek pengerjaan sejumlah proyek pembangunan tersebut, ia ditemani langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Muhammad Muhir.

    Diterangkanya lebih jauh jika perkembangan dari proyek yang dilakukan amatlah luar biasa. Terdapat beberapa proyek seperti peningkatan jalan hingga pembangunan rumah sakit, yang dijadwalkan akan selesai pada Desember ini.

    “Jadi memang saya lihat, program yang sudah dijalankan pemerintah cukup luar biasa. Pak Bupati pergi langsung melihat kondisi yang ada dilapangan. Sehingga ini tidak sekedar asal laporan kepada pimpinan,” terang Wakil Ketua II DPRD Kutim. (Ran)

  • Berikut 25 Lembaga PAUD Formal se-Kutim

    Berikut 25 Lembaga PAUD Formal se-Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kuti Timur tk saja memfokuskan pendidikan untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun juga untuk anak-anak dalam lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutim Irma Yuwinda menyebutkan untuk lembaga PAUD Formal se-Kutim terdapat 25 lembaga yang tersebar merata di 18 kecamatan, baik itu yang berada di Ibukota Kabupaten maupun kecamatan di daerah pesisir dan pedalaman.

    “Untuk di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan terdapat tiga Taman Kanak-Kanak, yakni TKN Pembina di Jl APT Pranoto, TK Pembina di Jl AW Syahranie, dan TK Pembina di Jl Cemara Komperta Km 1. Di Teluk Pandan ada TK Pembina di Jl Poros Sangatta-Bontang, di Rantau Pulung ada TK Pembina I di Jl Teratai Desa Kebon Agung dan TK Pembina II di Jl Pendidikan Desa Manunggal Jaya,” terangnya pada Rabu (16/11/2022).

    Selanjutnya TK Pembina di Sepaso Timur Bengalon, di Kaubun ada TK Pembina I dan TK Pembina II yang berada di Desa Bumi Rapak dan Desa Bumi Etam. TK Pembina di Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran dan Telen, masing-masing kecamatan terdapat satu Taman Kanak-Kanak.

    “Di Muara Wahau terdapat TK Pembina I dan II, di Kongbeng ada TK Pembina yang terletak di Jl Pancasila tepatnya di Desa Marga Mulia. Untuk Muara Bengkal dan Muara Ancalong masing-masing ada dua buah TK Pembina,” jelasnya lebih jauh.

    Adapun di Long Mesangat ada 1 TK Pembina, di Busang terdapat 2 TK Pembina, di Karangan terdapat 1 TK Pembina yang berada di Desa Karangan Dalam dan di Batu Ampar TK Pembina terletak di Jl Terminal Baru. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

  • Hasil Sektor Pertanian Padi Sawah Mampu Diandalkan

    Hasil Sektor Pertanian Padi Sawah Mampu Diandalkan

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir terus-menerus melakukan panen raya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tani di beberapa kecamatan. Pada September 2020 lalu saja tercatat petani di Desa Sepaso di Bengalon berhasil panen raya dilahan seluas 65 hektar dengan produksi rata-rata 4,5 ton.

    Pertengahan Agustus 2022 lalu saja, kelompok tani di Desa Bumi Rapak Kaubun berhasil melakukan panen raya dilahan seluas 300 hektar dengan produksi rata-rata perhektare 5,7 ton.

    Data tersebut diatas menunjukkan kemampuan sektor pertanian padi sawah di Kutim mampu diandalkan untuk ketahanan pangan. Diterangkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum, pada Senin (7/11/2022). Survei yang dilakukan dinasnya di tahun 2017 lalu. Luas lahan sawah di daerah ini mencapai 8.716 hektare, dengan jumlah sawah produktif 3.213 hektar.

    “Jika luasan sawah sebesar 8.728 hektar tersebut dapat produktif. Tentu hasil panennya yang untuk satu hektar dapat menghasilkan 4,5 ton. Maka saat itu berlangsung optimal dengan panen mencapai 2 kali dalam setahun, ketahanan pangan daerah ini akan tercipta dan benar-benar swasembada,” tukasnya.

    Kelompok-kelompok tani di Kutim juga patut diacungi jempol, dimana mereka mampu bergerak bersama Distanak untuk mempertahankan lahan sawah yang ada. Dengan harapan sawah-sawah tersebut tidak beralih fungsi peruntukkannya menjadi kebun sawit atau komoditas lainnya.

    “Kelompok Tani Bhuana Sari di Desa Bumi Rapak merupakan salah-satu ikon, dari Distanak dalam menggarap lahan sawah dengan hasil panen melimpah,” jelas Dyah. (ADV-KOMINFO/War/Ran)