Author: webmaster

  • Polres Kutai Timur Tangkap Pengedar Narkoba di Muara Wahau, Sita 163 Gram Sabu

    Polres Kutai Timur Tangkap Pengedar Narkoba di Muara Wahau, Sita 163 Gram Sabu

    Kutai Timur – Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Timur kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika. Seorang pria berinisial MHA (27) ditangkap di Desa Nehes Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, pada Sabtu, 10 Mei 2025 sekitar pukul 03.30 Wita.

    Penangkapan dilakukan di kediaman pelaku yang berada di Jalan Log Pond RT 006. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita lima poket diduga sabu seberat bruto 163 gram berikut plastik pembungkus, satu unit telepon genggam, satu kotak handphone, satu bungkus kantong plastik hitam, dan lima buah plastik klip bening.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim, Iptu Erwin Susanto, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

    “Setelah melakukan pengembangan, kami berhasil mengamankan tersangka di rumahnya. Barang bukti sabu ditemukan disembunyikan di semak-semak dekat rumah. Tersangka mengakui bahwa barang tersebut miliknya dan diperoleh melalui sistem jejak,” ujar Iptu Erwin saat dikonfirmasi pada Selasa (13/5/2025).

    Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP-A / 44 / V / 2025 / Kaltim / Res. Kutim, tertanggal 10 Mei 2025. Saat ini, MHA telah diamankan di Mapolres Kutai Timur untuk menjalani proses hukum. Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika,” tegas Iptu Erwin.(*/C)

  • Wujudkan Lingkungan Aman untuk Anak, Kemen PPPA dan PT KPC Resmikan Taman Bermain

    Wujudkan Lingkungan Aman untuk Anak, Kemen PPPA dan PT KPC Resmikan Taman Bermain

    Kutai Timur – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meresmikan ruang bermain ramah anak yang berlokasi di kawasan Townhall PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (tanggal peresmian).

    Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, khususnya menuju target nasional Indonesia Emas 2045.

    “Sebagaimana amanat Bapak Presiden, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan seperti PT KPC, sangat penting dalam mewujudkan daerah layak anak,” ujar Arifah.

    Menurutnya, pembangunan ruang bermain ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan ruang-ruang inklusif bagi anak-anak, yang tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan mereka.

    Arifah juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan oleh PT KPC, yang dinilainya telah melampaui standar ruang bermain anak yang ditetapkan oleh kementerian.

    “Menurut saya fasilitasnya sangat baik, bahkan melebihi ekspektasi saya. Ini menunjukkan bahwa PT KPC memiliki perhatian besar terhadap pembangunan generasi masa depan,” tambahnya.

    Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PT KPC, Hendro Ichwanto, menyatakan bahwa pembangunan taman bermain ramah anak merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial di Kutai Timur.

    “Kami memastikan taman bermain ini aman dari aktivitas lalu lintas dan sesuai standar Kemen PPPA. Ini menjadi bagian dari komitmen kami mewujudkan rumah bersama yang layak bagi anak-anak Indonesia,” ucap Hendro.

    Ia juga menyatakan kesiapan PT KPC untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mewujudkan kabupaten layak anak, tidak hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga di masyarakat sekitar.

    “Mudah-mudahan kami bisa terus berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak di Kutai Timur,” tutupnya.(C)

  • Lomba VLOG Kutim 2025 Sukses Digelar, Pemuda Desa Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas

    Lomba VLOG Kutim 2025 Sukses Digelar, Pemuda Desa Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas

    Sangatta — Lomba VLOG “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi ditutup pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 00.00 WITA. Penutupan lomba ini menandai keberhasilan sebuah ajang kreatif yang menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda desa dalam mengangkat potensi lokal mereka secara digital.

    Ketua Panitia Penyelenggara, Wily Christian, mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya partisipasi masyarakat, terutama dari kalangan pemuda. “Kami sangat mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh peserta. Hampir seluruh kecamatan di Kutai Timur terwakili lewat karya-karya kreatif yang masuk. Banyak video dikirim menjelang detik-detik terakhir penutupan, menandakan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.

    Menurut Wily, keberhasilan lomba ini turut mencerminkan potensi besar generasi muda desa dalam mendukung transformasi digital dari tingkat akar rumput. Ia menambahkan, laporan hasil kegiatan telah disampaikan kepada Bupati Kutai Timur dan mendapat respons positif. “Bapak Bupati menyambut baik capaian ini. Ini membuktikan bahwa gerakan dari desa bisa menjadi motor perubahan positif dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

    Saat ini, proses penjurian tengah berlangsung sejak 11 Mei dan akan berakhir pada 15 Mei 2025. Tim juri berasal dari kalangan profesional videografi yang telah dikenal secara nasional. “Salah satu juri adalah kreator top yang jadi inspirasi banyak anak muda. Kami sengaja buat kejutan, jadi ditunggu saja,” tambah Wily.

    Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 16 Mei 2025, sedangkan penyerahan hadiah akan digelar pada 19 Mei 2025. Momen ini juga akan bertepatan dengan agenda penting lainnya, yakni Pengukuhan Kepengurusan Pemuda Kutim Hebat.

    Lomba ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi pemuda desa untuk terus berkarya dan mempromosikan daerahnya. Tak sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara kreativitas, teknologi, dan kecintaan terhadap desa.(*)

  • Brimob Polda Kaltim Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tujuh Desa Kabupaten Berau

    Brimob Polda Kaltim Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tujuh Desa Kabupaten Berau

    Berau – Banjir yang melanda tujuh desa di Kabupaten Berau pada Jumat (9/5/2025) mendorong Tim SAR Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim untuk segera bergerak melaksanakan evakuasi warga terdampak. Desa-desa yang terdampak antara lain Pegat Bukur, Merasa, Long Lanuk, Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Bena Baru, dan Inaran.

    Dipimpin langsung oleh Aiptu Cholidin, personel Brimob turun ke lokasi banjir untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan air serta membantu mengamankan barang-barang milik warga yang terendam. Personel juga turut membantu para pengendara yang kesulitan melintasi jalanan yang tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.

    Wakil Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Ahmad Supriadi, S.H., menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan personel selama menjalankan tugas di tengah kondisi yang cukup ekstrem.

    “Saya menginstruksikan seluruh personel untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan diri agar bisa memberikan pelayanan optimal kepada warga yang membutuhkan,” tegasnya.

    Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel dan peralatan SAR sebagai langkah antisipatif menghadapi musim penghujan yang masih berlangsung.

    “Kami telah menyiagakan personel dan peralatan SAR untuk merespons cepat setiap laporan warga yang terdampak bencana,” ujarnya. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

    Hingga saat ini, proses evakuasi dan pendampingan terhadap warga terdampak masih terus berlangsung.(*)

  • Polda Kaltim dan Pangaban Tingkatkan Kerja Sama Demi Keamanan Kalimantan Timur

    Polda Kaltim dan Pangaban Tingkatkan Kerja Sama Demi Keamanan Kalimantan Timur

    Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menerima audiensi dari Paguyuban Ngapak Balikpapan (Pangaban) dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah Kalimantan Timur. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kapolda Kaltim Pada Jumat (9/5/2025).

    Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., menerima langsung rombongan Pangaban yang dipimpin oleh Ketua Pangaban, Panca Murniati. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Karoops, Dirintelkam, dan Dirbinmas Polda Kaltim.

    Dalam sambutannya, Ketua Pangaban Panca Murniati menyampaikan bahwa Pangaban telah berdiri selama 50 tahun dan aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pangaban untuk terus menjalin kerja sama yang baik dengan pihak kepolisian dalam mendukung tugas-tugas pemeliharaan kamtibmas.

    Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasinya atas kontribusi positif Pangaban dan menyambut baik keinginan untuk terus bersinergi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas masyarakat dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.

    “Polda Kaltim sangat terbuka terhadap inisiatif positif dari masyarakat. Kami menyambut baik semangat Pangaban dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, terutama dalam membangun ketertiban dan keamanan wilayah,” ujar Kapolda

    Dewan Pangaban, Becky, turut menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari Polda Kaltim. Sementara itu, Dewan Penasehat Pangaban, Tasimun, yang juga merupakan purnawirawan Polri, menyatakan kesiapannya untuk membantu tugas-tugas kepolisian apabila dibutuhkan.(*)

  • STIPER Kutim Siap Dukung Program “Gratis POL” dari Pemprov Kaltim

    STIPER Kutim Siap Dukung Program “Gratis POL” dari Pemprov Kaltim

    Sangatta – Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER), Dr. Ismail Fahmy Almadi, S.Pi., MP., menyatakan kesiapan dalam menyambut program bantuan pendidikan “Gratis POL” yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program ini ditujukan untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Kaltim.

    “Karena kita berada di wilayah Kalimantan Timur, tentu kami siap mengikuti program gubernur ini. Kami juga sudah beberapa kali diundang dalam pertemuan, termasuk saat launching program yang dihadiri 53 perguruan tinggi,” ujar Dr. Ismail dalam wawancara via telfon kepada awak media, Jumat (9/5/2025).

    Ia menjelaskan bahwa program Gratis POL berbeda dengan beasiswa. Program ini fokus pada bantuan pembayaran SPP bagi mahasiswa aktif yang kuliah di Kaltim, sehingga secara langsung mengurangi beban biaya pendidikan.

    STIPER, lanjutnya, telah mengajukan kuota sebanyak 315 mahasiswa untuk ikut serta dalam program ini. Namun, hingga kini, masih menunggu proses verifikasi dari pihak provinsi.

    “Provinsi masih memverifikasi karena tidak semua perguruan tinggi akan mendapatkan bantuan, mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

    Terkait manfaat program bagi kalangan dosen, Dr. Ismail mengungkapkan bahwa peluang tetap ada melalui jalur beasiswa, bukan program Gratis POL. Namun, terdapat persyaratan usia yang menjadi tantangan tersendiri.

    “Misalnya untuk S1 batas usia 21–25 tahun, S2 sekitar 30 tahun, dan S3 maksimal 50 tahun. Jadi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan harus menyesuaikan dengan ketentuan itu,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi juga dapat mendukung pengembangan infrastruktur kampus dan peningkatan kualitas SDM melalui bantuan operasional maupun fasilitas pendidikan.

    “Harapan kami tentu besar, agar kualitas pendidikan bisa meningkat tidak hanya dari sisi SDM, tapi juga dari sarana dan prasarana untuk mendukung Tridharma Perguruan Tinggi,” tutupnya.(C)

  • Lima Desa di Bengalon Terendam Banjir, BPBD Kutim: Waspada Buaya dan Air Kiriman

    Lima Desa di Bengalon Terendam Banjir, BPBD Kutim: Waspada Buaya dan Air Kiriman

    Sangatta – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari mengakibatkan lima desa di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, terendam banjir. Desa yang terdampak antara lain Sepaso, Sepaso Selatan, Sepaso Timur, Sepaso Barat, dan Tepian Langsat.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur langsung menurunkan tim ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan warga yang terdampak. Kepala BPBD Kutim, Idris Syam, menyatakan bahwa personel sudah berada di lapangan sejak kemarin. “Tim kami telah mendirikan tenda pemantauan dan menyalurkan bantuan logistik berupa beras, minyak, mi instan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya saat wawancara via telfon Jumat, (9/5/2025).

    Idris menyebut beberapa titik banjir terparah berada di Desa Sepaso Selatan pada RT 01 hingga RT 10, serta di beberapa jalan utama seperti Jalan 10 November, Jalan Sepat, Jalan Mangga, Jalan Pemuda, Sungai Raden, dan Sebongkok Ujung. Selain itu, genangan air juga dilaporkan di Kembak Ujung dan Keranok (Sepaso Timur), serta wilayah Perdau (Sepaso Barat).

    Kondisi di Desa Tepian Langsat juga mengkhawatirkan. Debit air terus meningkat akibat tingginya curah hujan. Berdasarkan data dari pos pantau sungai di Jembatan Perdau, permukaan air naik 2 cm dari hari sebelumnya dan telah melewati batas pengukuran alat. Saat ini, status banjir ditetapkan sebagai Waspada.

    Lebih jauh, Idris juga memperingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemunculan hewan buas, terutama buaya. “Bengalon identik dengan buaya, dan saat banjir, mereka sering muncul mencari makan. Kami minta warga untuk mengawasi anak-anak dan tidak mandi di genangan air,” tegasnya.

    Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai sekolah atau fasilitas umum lain yang terdampak. Namun BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan perangkat desa setempat.

    “Saya belum mendapatkan informasi mengenai sekolah yang terdampak,”tambahnya.

    Pihak BPBD juga menyebutkan penyebab utama banjir adalah kiriman air dari wilayah hulu, yakni dari Muara Wahau, Telen, dan Bengalon sendiri.(C)