Author: webmaster

  • PSU Pilbup Mahakam Ulu di Pedalaman Berjalan Aman dan Tertib

    PSU Pilbup Mahakam Ulu di Pedalaman Berjalan Aman dan Tertib

    Mahakam Ulu – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu di Kampung Noha Silat, Kecamatan Long Apari, berlangsung aman dan tertib, Sabtu pagi (24/5/2025). Warga menunjukkan partisipasi aktif dalam proses demokrasi yang mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan Linmas setempat.

    Sejak pukul 08.30 WITA, personel gabungan telah bersiaga di lokasi. Pengamanan dipimpin oleh Briptu Yoga Arief Rhamdani dari Polsek Long Apari, dibantu dua anggota Linmas, Agustinus Agon dan Petrus Abang. Meski lokasi berada di wilayah perbatasan dengan akses yang cukup sulit, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

    Warga setempat tampak antusias menggunakan hak pilihnya. Kehadiran aparat keamanan turut memberikan rasa aman dan nyaman selama proses pemungutan suara.

    Kapolsek Long Apari mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran PSU, khususnya masyarakat Kampung Noha Silat. “Kondisi ini membuktikan bahwa proses demokrasi bisa berlangsung damai dan bermartabat, bahkan di pelosok perbatasan sekalipun,” ujarnya.

    Pengamanan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga integritas pemilu, memperkuat kepercayaan publik, serta menjamin hak politik warga negara di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Dokumentasi kegiatan telah disiapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas di lapangan.

    Jika Anda ingin menyesuaikan gaya bahasa untuk media tertentu (misalnya media pemerintah, media independen, atau internal Polri), saya bisa bantu lebih lanjut.

  • Dinsos Kutai Timur Klarifikasi Dugaan Penelantaran ODGJ: “Ini Bukan Kelalaian Institusi”

    Dinsos Kutai Timur Klarifikasi Dugaan Penelantaran ODGJ: “Ini Bukan Kelalaian Institusi”

    Kutai Timur – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur memberikan klarifikasi terkait dugaan penelantaran seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat viral di media sosial pada awal pekan ini.

    Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Ernata, dalam konferensi pers pada Kamis (22/5/2025), menjelaskan bahwa insiden yang terjadi pada Senin (20/5/2025) bukan disebabkan oleh kelalaian institusi, melainkan karena kendala teknis di lapangan.

    Menurut Ernata, pria ODGJ berusia sekitar 50 tahun tersebut awalnya dibawa dari Puskesmas Bengalon ke kantor Dinsos pada siang hari. Namun, saat ia kembali dari kegiatan luar sekitar pukul 16.30 WITA, ia mendapati petugas dari bidang Rehabilitasi Sosial tidak berada di tempat.

    “Saya langsung mengambil tindakan. Ini manusia, bukan barang,” ujar Ernata tegas. Ia kemudian menghubungi Satpol PP untuk membawa ODGJ tersebut ke RSUD Kudungga Sangatta.

    Ernata menekankan bahwa penanganan ODGJ melibatkan koordinasi tiga instansi, yakni Satpol PP untuk pengamanan, Dinas Kesehatan untuk tindakan medis, dan Dinas Sosial untuk aspek sosial dan administratif, seperti pengurusan identitas, BPJS, serta rujukan.

    “Kami sudah menangani ODGJ selama enam tahun tanpa masalah. Ini murni kelalaian individu, bukan kesalahan sistem. Pejabat terkait sudah dievaluasi dan menyampaikan permintaan maaf,” ungkap Ernata, yang memiliki latar belakang pendidikan Pekerja Sosial hingga jenjang doktoral.

    Staf Dinsos, Miluwati, menambahkan bahwa pasien sempat diberikan obat penenang dan sedang menunggu keluarganya. Setelah dilakukan pendekatan oleh Kadis, pasien akhirnya bersedia dibawa ke rumah sakit. Proses administrasi sempat mengalami hambatan karena ketiadaan identitas, namun pihak Satpol PP berhasil menghubungi keluarganya melalui media sosial.

    Sementara itu, Agus Budi, mantan Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, menyatakan bahwa pasien tidak benar-benar terlantar. “Penanganan dilakukan pada sore harinya, termasuk pemberian makan dan minum. Mungkin informasi yang beredar diambil sebelum proses itu berjalan,” jelasnya.

    Menutup konferensi pers, Ernata berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Ia menegaskan pentingnya aparatur sosial memiliki empati dan jiwa melayani.

    “Kritik yang membangun kami apresiasi. Ini menjadi cambuk untuk meningkatkan pelayanan kami ke depan,” pungkasnya.

  • Raperda Keolahragaan Dorong Kutim Bangun Industri Olahraga Modern Berbasis Digital

    Raperda Keolahragaan Dorong Kutim Bangun Industri Olahraga Modern Berbasis Digital

    Kutai Timur – Dunia olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap memasuki era baru. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Keolahragaan yang tengah dibahas DPRD Kutim membawa visi besar “Mendorong lahirnya industri olahraga modern yang berbasis digital dan multidisiplin”.

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Keolahragaan, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa olahraga modern tidak lagi hanya berbicara soal pertandingan di lapangan. “Hari ini olahraga sudah masuk ke ranah digitalisasi, analisis video, sampai penguatan tim pendukung seperti ahli gizi, fisioterapis, dan analis performa,” ujar Pandi dalam forum pembahasan Raperda bersama stakeholder olahraga.

    Pemerintah daerah pun tak bekerja sendiri. DPRD Kutim mengajak berbagai pihak seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), hingga National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) untuk terlibat aktif dalam perumusan regulasi. Tak hanya itu, kolaborasi dengan perangkat desa juga disiapkan guna menyerap masukan dari akar rumput.

    Raperda ini juga menaruh perhatian besar pada pembinaan atlet dan pengembangan sumber daya manusia olahraga. “Kita tidak hanya bicara atlet, tapi juga kualitas pelatih, wasit, tenaga medis olahraga—semua akan dibina secara sistematis,” tambah Pandi. Rencana ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi, baik tingkat regional maupun nasional.

    Salah satu terobosan penting dalam Raperda ini adalah dibukanya peluang pendanaan olahraga melalui skema Alokasi Dana Desa (ADD). Ini memungkinkan pemerintah desa turut berkontribusi terhadap pengembangan fasilitas dan kegiatan olahraga lokal. “Kami ingin memberikan payung hukum agar desa memiliki dasar yang jelas untuk mendanai kegiatan olahraga,” kata Pandi.

    Secara keseluruhan, Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan ini bukan hanya perangkat hukum biasa. Ia digagas sebagai fondasi pembangunan ekosistem olahraga Kutim yang inklusif, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan semangat kolaboratif lintas sektor, masa depan olahraga Kutim diproyeksikan akan lebih cerah dan merata hingga ke tingkat desa.

  • Belum Rampung, Proyek Air Bersih Rp13 Miliar di Kecamatan Telen Sudah Terendam

    Belum Rampung, Proyek Air Bersih Rp13 Miliar di Kecamatan Telen Sudah Terendam

    Kutai Timur – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh PDAM di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kutai Timur, menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Pasalnya, proyek bernilai Rp13 miliar yang belum rampung dikerjakan itu sudah terendam banjir.

    Ketua Komisi C DPRD Kutim, Ardiansyah, menilai perencanaan proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut tidak matang, terutama karena lokasi pembangunan dinilai rawan banjir.

    “Ini lebih tinggi sungai daripada tempat kedudukannya. Jadi bagaimanapun juga, walaupun ini mau ditanggul tinggi, tetap tidak bisa,” ujar Ardiansyah saat ditemui Rabu (21/5/2025)

    Ardiansyah menyebutkan, pihaknya akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar proyek ini tidak menjadi pemborosan anggaran dan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

    “Makanya kami minta dievaluasi dulu sebelum ini dilanjutkan. Jangan sampai proyek ini dibangun tapi mubazir, tidak bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Staf Cipta Karya PUPR Kutim, Leli, mengakui bahwa proyek SPAM tersebut memang belum selesai, khususnya pada bagian drainase pembuangan air.

    “Memang ini belum selesai dan kita juga dengan kejadian ini langsung menganalisa kembali. Pengerjaan drainase untuk air keluar itu yang memang belum ada,” ujar Leli.

    Ia menambahkan, kajian teknis proyek sebenarnya telah dilakukan sebelumnya. Namun, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan air masuk ke area proyek, menghambat penyelesaian pekerjaan.

    “Nanti kalau memang ada kajian untuk memperbaiki kondisi ini, berarti memang harus dianggarkan kembali untuk perbaikannya. Anggaran untuk lanjutan pengerjaan juga belum selesai,” pungkasnya.

    Proyek SPAM ini diketahui menggunakan anggaran perubahan tahun 2024 sebesar Rp13 miliar. DPRD meminta agar pengerjaan dilanjutkan dengan memperhatikan kelayakan lokasi dan risiko banjir di wilayah tersebut.(Ciaa)

  • Potensi Genangan di Telen, PDAM Kutim Minta Proyek Diselesaikan Dulu

    Potensi Genangan di Telen, PDAM Kutim Minta Proyek Diselesaikan Dulu

    Kutai Timur – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benuah (TTB) Kutai Timur menegaskan belum bisa menerima proyek sistem drainase atau instalasi air di wilayah Telen karena pengerjaannya belum rampung. Direktur Perumdam TTB, Suparjan, menekankan pentingnya penyelesaian menyeluruh dan uji kelayakan sebelum serah terima dilakukan.

    “Kalau sesuatu belum selesai, kita komentari nanti enggak pas. Biar selesai dulu. Setelah itu pasti ada uji coba, tes kelayakan, dan penilaian teknis lainnya,” ujar Suparjan kepada awak media pada Rabu (21/05/2025).

    Suparjan juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi genangan air yang muncul di area proyek. Ia menyebut sejumlah dokumentasi video menunjukkan adanya genangan yang mengindikasikan sistem drainase belum berfungsi dengan baik.

    “Kalau pekerjaan belum selesai secara keseluruhan, ya pasti ada masalah seperti air tergenang, apalagi di masa hujan. Itu harus diantisipasi, apalagi ada peralatan yang bisa saja terendam,” jelasnya.

    Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan sangat diperlukan sebelum membuat keputusan final. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kelayakan sistem harus dilakukan secara objektif dan terbuka.

    “Nah, kalau seandainya nanti pada saat ke lapangan, terus tidak sesuai, enggak bisa digunakan, kita sampaikan sama-sama. Kalau berfungsi, katakan berfungsi. Kalau tidak, saya tidak mau ambil risiko,” ujarnya.

    Ia menambahkan, PDAM sebagai operator tidak ingin menerima tanggung jawab atas proyek yang belum memenuhi standar teknis. Penyerahan proyek secara prematur, menurutnya, justru akan menjadi beban.

    “Kalau tidak layak dan kita dipaksa menerima, nanti malah jadi beban. Anggaran yang digunakan tidak sedikit. Tujuan pembangunan kan untuk memberi manfaat, bukan menambah masalah,” pungkasnya. (Ciaa)

  • Kebakaran Pagi Buta di Perumahan G House Satu Warga Luka Bakar dan Seorang Petugas Terluka

    Kebakaran Pagi Buta di Perumahan G House Satu Warga Luka Bakar dan Seorang Petugas Terluka

    Kutai TimurKebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat di Perumahan G House Jl. Danau Melintang Kecamatan Sangatta Utara, pada Senin pagi (19/5/2025). Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.40 WITA ini menghanguskan empat rumah warga dan menyebabkan dua orang mengalami luka, masing-masing satu warga dan satu petugas pemadam kebakaran.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Failu melalui Kepala Seksi Pemadam, Pengendalian Operasi, Komunikasi dan Investigasi Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur, Eko Purnomo, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di area seluas 40 x 60 meter persegi, meliputi dua rumah tunggal dan dua rumah barakan yang masing-masing memiliki empat pintu.

    “Untuk kronologi dan penyebab pastinya masih dalam proses investigasi. Dugaan sementara karena korsleting listrik di bagian plafon,proses pemadaman dan pendinginan memakan waktu sekitar empat jam,” ujarnya saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (20/05/2025).

    Sebanyak tujuh unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi, termasuk tiga unit dari Pos Pendidikan, satu dari Pos Stadion, satu dari Bukit Pelangi (Sekretariat Kabupaten), serta dua unit bantuan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC). Empat unit sepeda motor milik warga juga dilaporkan ikut terbakar.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu warga mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke Sentra Operasi Kesehatan (SOC) untuk perawatan. Seorang petugas pemadam juga mengalami luka akibat tertusuk paku saat bertugas di lokasi kejadian.

    Data sementara mencatat lima kepala keluarga (KK) atau sekitar 15 jiwa terdampak oleh kebakaran ini. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Tim investigasi Damkar akan kembali melakukan pendataan lanjutan di lokasi kebakaran.

    Eko mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. “Banyak kasus kebakaran disebabkan oleh kabel listrik yang aus, digigit tikus, atau tidak layak pakai. Perlu kesadaran untuk peremajaan instalasi secara berkala,” ujarnya.

  • Pemkab Kutim Gencarkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Anggaran Rp352 Juta Disiapkan

    Pemkab Kutim Gencarkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Anggaran Rp352 Juta Disiapkan

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menggenjot pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan sebagai bagian dari program strategis nasional. Langkah ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membahas rencana pembentukan koperasi di 141 wilayah, terdiri dari 139 desa dan 2 kelurahan.

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kutim, Trisno, mengatakan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi seluruh proses pembentukan Kopdes Merah Putih, mulai dari sosialisasi hingga pelaporan ke tingkat provinsi dan pusat.

    “Program ini bagian dari amanat pusat, dan kami di daerah siap mendukung penuh. Kami telah menyusun rencana kerja strategis bersama OPD terkait,” ujar Trisno, Senin (19/5).

    Dalam mendukung proses legalitas dan pembentukan badan hukum koperasi, Pemkab Kutim melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp352.500.000. Anggaran ini akan digunakan untuk biaya pembuatan akta notaris, dengan alokasi Rp2.500.000 untuk setiap desa dan kelurahan.

    Trisno menegaskan bahwa pembentukan seluruh koperasi ditargetkan berlangsung serentak pada 12 Juni 2025, melalui musyawarah di masing-masing desa dan kelurahan. Sebelum tanggal tersebut, Pemkab akan melakukan koordinasi intensif dengan seluruh camat dan kepala desa guna memastikan kesiapan di lapangan.

    “Kami ingin pelaksanaan program ini berjalan lancar, akuntabel, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa,” tutup Trisno.

    Pembentukan Kopdes Merah Putih ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing desa di Kutai Timur.(Ciaa)

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Kontrakan di RT 37 Perumahan G House

    Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Kontrakan di RT 37 Perumahan G House

    Kutai Timur – Kebakaran besar terjadi di RT 37, Perumahan G House, Jalan Danau Melintang, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WITA. Api melalap beberapa bangunan, termasuk rumah kontrakan dan rumah milik warga.

    Ketua RT 37,  Mulyadi, menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.30 WITA. Namun menurutnya, api kemungkinan sudah muncul lebih awal. “Saya lihat langsung dari sini, tapi infonya api sudah menyala sebelum saya diberi tahu,” ujarnya.

    Menurut kesaksian warga, api pertama kali muncul dari bangunan kontrakan (barakan), namun titik awal penyebaran api masih belum diketahui pasti. Salah satu saksi baru menyadari kebakaran setelah mendengar suara ledakan. “Warga seberang yang pertama melihat. Para penyewa justru tidak sadar sampai terdengar ledakan,” jelas Mulyadi.

    Bangunan yang terbakar semuanya berpenghuni. Namun, kontrakan dihuni oleh pekerja yang sering berganti-ganti dan tidak menetap, sehingga sulit dipastikan jumlah pastinya. “Mereka tidak pernah melapor ke RT. Yang tercatat hanya pemilik rumah dan dua orang penghuni rumah kayu,” katanya.

    Dalam peristiwa ini, satu orang mengalami luka akibat tertimpa plafon dan sudah dibawa ke RS SOHC untuk mendapat perawatan. Korban adalah orang kepercayaan dari pemilik rumah asli.

    Diketahui juga, satu rumah sedang kosong karena penghuninya berada di Balikpapan. Sementara rumah lainnya yang bernomor 133 hanya dihuni oleh anak dari pemilik rumah, karena orang tuanya sedang di Sulawesi. Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih olah TKP oleh pihak berwenang.(Ciaa)

  • Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Kutai Timur – Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi mengumumkan 10 peserta terbaik yang berhasil lolos ke tahap akhir. Dari puluhan video kreatif yang masuk, para finalis ini dinilai mampu menangkap esensi desa dengan cara yang menyentuh, segar, dan autentik menghadirkan kisah-kisah lokal dari sudut pandang generasi muda,

    Disiarkan langsung melalui akun Instagram Sangatta Folks dan Pemuda Kutim Hebat, pengumuman ini disambut antusias oleh warganet. Tiga dewan juri Ordiansyah Tarlan, Aidil Putra, dan Maisarah Muhaidin (Mae) hadir langsung dalam siaran tersebut dan memberikan apresiasi atas kualitas karya peserta.

    “Kami melihat semangat luar biasa dalam setiap video yang dikirimkan. Peserta tidak hanya mempromosikan potensi desanya, tetapi juga menyampaikan narasi dengan sudut pandang yang kuat dan menggugah. Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kutai Timur memiliki banyak cerita yang layak diangkat,” ujar Ordiansyah Tarlan mewakili dewan juri, Minggu (17/05/2025).

    10 Finalis Terbaik “Explore Potensi Desa Kutim 2025”

    1.Charly Ridwan Manurung – Desa Singa Gembara

    2.Devin Adriansyah Lukman – Desa Perkebunan Bukit Makmur

    3.Faisal Ghani – Gula Merah Desa Peridan

    4.Forum Dance Traditional Kutim – Desa Perkebunan Kelulut, Sangatta Selatan

    5.Flora Laway – Desa Mekar Baru, Busang

    6.Muhamad Vickram Asikin DM – Desa Sekerat

    7. Muhammad Alfarizi Edytia – Desa Swarga Bara

    8.Kaindi Biru – Pedalaman Suku Dayak, Desa Miau Baru

    9.Naomi Sachi – Desa Sangatta Selatan

    10.Laurentina Milo Maku – Desa Swarga Bara

    Selanjutnya, 10 peserta ini akan bersaing memperebutkan tiga kategori penghargaan utama:

    1.5 Juara Terbaik

    2.5 Juara Harapan

    3.5 Juara Favorit

    Penilaian akan berfokus pada eksplorasi potensi lokal, kreativitas, teknik pengambilan gambar, narasi, serta dampak sosial. Pemenang akan diumumkan pada 19 Mei 2025.

    Ketua Penyelenggara, Wily Christian, menegaskan bahwa kompetisi ini lebih dari sekadar lomba. “Kami ingin menjadikan lomba ini sebagai gerakan positif yang terus hidup. Desa-desa di Kutim menyimpan begitu banyak keunikan dan potensi yang belum banyak diketahui. Melalui vlog, suara dan cerita dari desa bisa didengar lebih luas,”ungkapnya.

    Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi jembatan penting untuk mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih besar.(*)

  • Polres Kutim Gelar Rangkaian Kegiatan HUT Bhayangkara, Fokus pada Kebersamaan Warga

    Polres Kutim Gelar Rangkaian Kegiatan HUT Bhayangkara, Fokus pada Kebersamaan Warga

    Kutai Timur – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Bhayangkara, Polres Kutai Timur (Kutim) menyiapkan berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Beragam lomba dan acara kebersamaan akan digelar sepanjang bulan Juni, sebagai bentuk nyata sinergi antara Polri dan warga.

    Kapolres Kutim, AKBP Chandra Hermawan, mengungkapkan bahwa ada sekitar sepuluh kegiatan yang akan dilaksanakan dan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. “Kita insyaallah akan gelar sekitar sepuluh kegiatan lomba bersama masyarakat. Ada gerak jalan santai, lomba burung, bulu tangkis, sepak bola, menembak, sampai kejuaraan Mobile Legends,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/5/2025).

    Tak hanya menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga dirancang sebagai wadah interaksi positif antara polisi dan masyarakat. “Kita ingin HUT Bhayangkara ini benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya acara seremonial, tapi jadi ajang kebersamaan,” tambah Chandra.

    Upacara peringatan HUT Bhayangkara rencananya tetap dilaksanakan di Polres Kutim, sebagaimana tradisi setiap tahunnya. Chandra menyebutkan bahwa meskipun tahun lalu ia belum bertugas di Kutim saat upacara berlangsung, pelaksanaan tahun ini akan tetap dikemas semeriah mungkin.

    Dalam pelaksanaannya, Polres Kutim juga turut mengundang berbagai komunitas lokal untuk ambil bagian, termasuk dalam cabang olahraga populer di kalangan anak muda seperti Mobile Legends. “Kami terbuka untuk semua warga. Intinya, ini momen kebersamaan,” ujarnya.

    Sementara itu, tema nasional HUT Bhayangkara masih menunggu arahan resmi dari Mabes Polri. “Biasanya nanti dari Mabes akan diturunkan tema resminya, dan kami akan menyesuaikan kegiatan di daerah dengan arahan tersebut,” jelas Chandra.(Ciaa)