Author: Kaltim12

  • Distanak Laksanakan Vaksin PMK Kedua – Bupati Suntik Sapi di Kaubun

    Distanak Laksanakan Vaksin PMK Kedua – Bupati Suntik Sapi di Kaubun

    www.ads.pojokdigital.com/, Kaubun – Pemerintah Republik Indonesia menetapkan lima kunci penanganan dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Hal itu dikenal dengan 5 M, dimulai dari Memberikan vaksin pada ternak sehat, menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang, membatasi lalu-lintas ternak dan produk ternak. Lalu selanjutnya mengisolasi ternak sakit dan ternak baru, dan melaksanakan stamping out (pemusnahan, red) ternak yang positif PMK.

    Terkait penanganan dan pencegahan, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Timur pada Jum’at (25/11/2022), kembali menggelar penyuntikan vaksin PMK kedua sebagai langkah poin pertama pada 5 M. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun, yang mana secara simbolis vaksinasi PMK pada hewan ternak tersebut dilakukan oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman.

    “Pemkab Kutim sangat antusias dalam menggelar program yang dilakukan secara nasional dari pusat hingga ke daerah. Kutim sendiri saat ini masuk zona hijau, dan dengan dilaksanakan vaksinasi PMK diharapkan sapi-sapi milik peternak terbebas dari penyakit tersebut,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

    Sementara itu Kepala Distanak Dyah Ratnaningrum yang didampingi Kepala UPT P4 Yuliandi menyebutkan, pelaksanaan vaksin PMK kedua kalinya ini diharapkan akan membuat zero penyakit yang menular pada hewan ternak tersebut.

    “Untuk tahap kedua kali ini, ditargetkan 160 ekor sapi divaksin. Kita berbahagia dengan turut-sertanya Bupati Ardiansyah Sulaiman, sebagai orang yang mengawali vaskinasi pmk tahap ke dua ke sapi petani di desa Mata Air,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • 30 Persen Capaian di Legislatif – Peran Perempuan dalam Pesta Demokrasi

    30 Persen Capaian di Legislatif – Peran Perempuan dalam Pesta Demokrasi

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Menjelang pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang, tentu pemahaman akan pentingnya keterwakilan perempuan di kursi legislatif yakni Dewan Perwakilan Rakyat harus diraih dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

    Keterwakilan perempuan dalam politik saat ini masih dianggap rendah, untuk itulah diharap kesadaran dan partisipasi muncul agar mampu mencapai 30 persen peranan di politik.

    Dalam kegiatan sosialisasi pendidikan politik yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur, pada Kamis (24/11/2022). Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi menyebutkan peran wanita dalam dunia politik di Kutim masih sangat rendah.

    “Tema kegiatan sosialisasi pendidikan politik, yakni mendorong partisipasi peran perempuan dalam pesta demokrasi. Maka kita berharap hak suara ibu-ibu ini bisa tersuarakan dengan lantang. Seperti di dalam dewan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan,” jelasnya.

    Disebutkannya amat penting meningkatkan partisipasi perempuan, dalam pengambilan keputusan politik dapat lebih akomodatif dan substansial serta menguatkan demokrasi di daerah maupun di Indonesia secara keseluruhan.

    “Dari sisi politik saya yakin hal ini dapat terpenuhi. Hanya saja peluang dan kesempatan yang ada harus dimanfaatkan dan di dorong agar keterlibatan aktif kaum perempuan muncul dalam wilayah politik,” jelasnya.

    Adapun Kepala Kesbangpol Kutim Muhammad Basuni menjelaskan, maksud dilaksanakan kegiatan tersebut. Yakni untuk memberikan motivasi dan pengetahuan, agar kaum perempuan mampu memiliki kapasitas serta peran dalam pembangunan.

    “Peran itu meliputi meliputi tiga hal, yakni sebagai penyelenggara, sebagai peserta dan sebagai pemilih. Termasuk pula berbagi peran dengan keluarga Ketika dia masuk dalam ranah politik,” ujarnya. (ADV-KOMINFO/Ran/Uni)

  • Apel Siaga Karhutla – Cegah Bencana Sejak Dini

    Apel Siaga Karhutla – Cegah Bencana Sejak Dini

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 16 Tahun 2011 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar apel pencegahan dan kesiapsiagaan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutl), yang dipusatkan di Lapangan Helipad Komplek Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta pada Kamis (24/11/2022) pagi.

    Untuk itu, upaya penanggulangan bencana bukanlah kerja sendiri, melainkan tanggung jawab bersama, baik Pemerintah Daerah, unsur masyarakat, dunia usaha atau swasta, perusahaan, akademisi atau perguruan tinggi, serta media cetak dan elektronik.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan agar semua pihak mampu meningkatkan pencegahan dini dan kesiapsiagaan, mengingat Karhutla dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga. Sehingga baik personel atau relawan dan peralatan harus siap bergerak setiap saat.

    “Kita semua harus all out bersinergi, semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali dan juga rekan-rekan relawan. Agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari bencana Karhutla,” tegas Bupati.

    Melalui apel pencegahan dan kesiapsiagaan bencana Karhutla komunikasi antar stakeholder dapat ditingkatkan. Sinergitas seluruh personil yang tergabung baik itu masyarakat ataupun aparat dan petugas pemadam kebakaran.

    “Seluruh personil dan relawan tetap semangat dan solid, dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas. Melalui kegiatan ini saya harap komunikasi antar stakeholder semakin meningkat,” tandasnya.

    Hadir dalam kegiatan tersebut pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Polisi Republik Indonesia (Polri), Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, UPT KPHP, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perudam) Tirta Tuah Benua, Tagana, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta, Masyarakat Peduli Api Kutim. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Asisten II : Minimal 50 Persen PAD Masuk Struktur APBD

    Asisten II : Minimal 50 Persen PAD Masuk Struktur APBD

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Zubair menegaskan, dalam kondisi pasca pandemi COVID-19 separuh atau 50 persen Pedapatan Asli Daerah (PAD) masuk struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah sangat baik.

    “Untuk mewujudkan kemandirian fiskal, sudah barang tentu PAD Kutim harus dinaikkan lagi dibandingkan sebelumnya. Dalam ukuran minimal diangka 50 persen dari struktur APBD Kabupaten,” ujarnya pada Rabu (23/11/2022) siang.

    APBD Kutim nilainya besar, mengingat hingga sekarang ini masih ditopang oleh transfer dana pemerimbangan dari pemerintah pusat, misalnya Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan SDA, Dana Alokasi Umum (DAU) hingga Dana Alokasi Khusus (DAK).

    “Oleh karenanya Bapeda Kutim harus terus mengoptimalkann PAD. Sehingga kedepan pelaksanaan roda pemerintahan tidak lagi bergantung sepenuhnya dari dana transfer pemerintah pusat,” harapnya.

    Adapun langkah kongkrit yang dapat dijalankan pemerintah agar bisa mewujudkan kemandirian fiskal. Seperti memaksimalkan pengembangan Badan usaha Milik Daerah, Perusahaan Daerah, serta lain sebagainya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

  • 1.607 RT Dapat Program Bantuan Sebesar Rp 50 Juta

    1.607 RT Dapat Program Bantuan Sebesar Rp 50 Juta

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelontorkan bantuan Rp 50 juta untuk tiap-tiap Rukun Tetangga (RT), sebagai upaya pemberdayaan pada masyarakat di unit lingkungan terkecil. Terdapat Rp 82 miliar yang digelontorkan untuk 1.607 RT se-Kutai Timur.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman menunjuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) yang dibawah pimpinan Yuriansyah T, menjadi leading sektor dari kebijakan yang bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat dilingkup RT.

    Kepala DPMDes Yurianysah T menerangkan jika dana tersebut difokuskan untuk peningkatan kapasitas aparat desa dan RT. Anggaran sebesar 20 persen atau Rp 10 juta diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia (non fisik) dan 80 persen atau Rp 40 juta persen fisik.

    “Bukan dalam bentuk uang tunai, tetapi dalam bentuk program kegiatan yang usulannya benar- benar dari forum RT. Jika bukan program RT yang sudah disepakati, hal tersebutntidak bisa dilaksanakan,’ ujar Yuriansyah pada Selasa (22/11/2022).

    Hal ini diperjelas Bupati Ardiansyah Sulaiman, jika dalam pelaksanaan program untuk menggoalkan kesejahteraan rakyat tersebut. Maka diterbitkanlah Surat Keputusan (SK) Bupati Kutai Timur, sebagai dasar yang memperkuat pelaksanaan program bantuan Rp 50 per Rukun Tetangga (RT).

    “Melalui program ini, maka pembangunan yang tidak terhimpun di dalam Musrenbang dapat dilaksanakan. Meski dilakukan secara bertahap, karena ini merupakan program jangka panjang dan berkesinambungan,” jelas Bupati. (ADV-KOMINFO/Imr/Wal)

  • Pasar Tumpah Jadi Perhatian Satpol PP dan Disperindag

    Pasar Tumpah Jadi Perhatian Satpol PP dan Disperindag

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pemkab Kutim bukannya tidak bergerak, bahkan seringkali dilakukan razia secara mendadak untuk menghentikan aktifitas jual beli yang tidak pada tempatnya alias pasar tumpah. Kegiatan ini  dilaksanakan secara bersama-sama atau lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Kepala Satpol PP Didi Herdiansyah mengatakan jika beberapa waktu lalu pihaknya melaksanakan penertiban di pasar Sangatta Selatan. Pelanggaran banyak dilakukan oknum pedagang yang berjualan di area yang tidak seharusnya.

    “Kami melakukan penertiban di Masabang hingga sekitara jembatan baru di Sangatta Lama, itu merupakan titik penertiban yang disasar Satpol PP. Mengingat diluar titik tersebut, ada beberapa titik pasar tumpah yang menganggu aktifitas umum terutama lalu-lintas jalan,” jelasnya pada Senin (21/11/2022).

    Penertiban dilakukan tidak secara serampangan, namun telah dipersiapkan sebelumnya dengan langkah-langkah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Adapun Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zaini menegasakan jika kebebasan untuk berusaha atau berdagang memang dilindungi. Tetapi tidak boleh sembarangan menggelar lapak ditempat-tempat yang bukan semestinya dipergunakan untuk berdagang.

    “Itu yang kita harap dapat dimengerti, karena berdagang juga ada aturannya dan tidak boleh melanggar aturan. Disperindag mengelola pedagang yang ada di dalam pasar, semisal di Pasar Induk Sangatta,” jelasnya.

    Diakuinya diperlukan sinergi dan pehaman oleh semua pihak untuk mengatasi fenomena pasar tumpah. Tidak kurang-kurang pihaknya bersama Satpol PP melibatkan elemen seperti pihak TNI, Polri, Dishub untuk melakukan penertiban bersama. (ADV-KOMINFO/Uni/Ran)

  • Berusaha Padukan Sektor Pertanian dengan Agrowisata

    Berusaha Padukan Sektor Pertanian dengan Agrowisata

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pertanian merupakan sektor penopang perekonomian untuk beberapa kecamatan di Kutim, selain sektor perkebunan kelapa sawit. Wajar kemudian jika Bupati Ardiansyah Sulaiman memcoba melakukan terobosan, seperti menggabungkan pertanian dengan sektor lain perlu dikembangkan, seperti sektor pariwisata dalam hal ini agrowisata.

    Bupati pada Senin (21/11/2022), menyebutkan agrowisata sawah ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata dan awal untuk membangun pusat perekonomian yang luas dari sektor pertanian.

    “Dengan cara memanfaatkan wilayah pertanian sebagai tempat wisata bagi masyarakat. Hijaunya hamparan padi dapat dinikmati dengan dukungan fasilitas untuk agrowisata. Dapat pula dibuat jembatan dari kayu ulin untuk dilintasi misalnya,” terang orang nomor satu di Kutim tersebut.

    Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Dyah Ratnaningrum menyebutkan, pihaknya tengah berencana mengembangkan agrowisata di Kecamatan Kaubun di atas lahan seluas 80 hektar.

    “Distanak tengah mengembangkan agrowisata di lahan seluas 80 hektar di Kaubun. Nanti akan dibangun jalan tani sebagai jalan wisata. Lalu dibuat taman repodium, yakni tanaman yang berfungsi sebagai insektisida. Sehingga akan ada paduan yang indah,” ungkapnya. (ADV-KOMINFO/Ran)

  • Muara Bengkal dan Busang – Giliran Disasar Pasar Murah

    Muara Bengkal dan Busang – Giliran Disasar Pasar Murah

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur kembali mengelar kegiatan pasar murah dalam minggu ini. Yang disasar pada 23-24 November 2022 ialah kecamatan Muara Bengkal, dimana akan dilanjutkan pada 25-26 di kecamatan Busang.

    Kadisperindag Zaini menyebutkan di dua kecamatan tersebut ada sekitar 2.578 buah paket sembako, yang akan disebarkan dalam pasar murah tersebut. Kupon telah dibagikan sebelumnya sesuai dengan kebutuhan pada tiap-tiap kecamatan yang disasar dalam kegiatan pasar murah tersebut.

    “Tujuannya untuk mengendalikan inflasi di Kutim secara keseluruhan. Dalam satu paket berisi beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 kg, sarden 2 kaleng besar, susu kental manis 2 kaleng dan Indomie 9 bungkus. Untuk total sembako semuanya ada 54.720 paket,” terang Zaini pada Senin (21/11/2022).

    Gelaran pasar murah mendapat antensi positif dari masyarakat. Mengingat hal ini sangat membantu perekonomian masyarakat, ditengah kesulitan yang terjadi imbas dari penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak.

    Pasar murah telah dilaksanakan sebelumnya di Kecamatan Sangatta Utara pada 7 November dengan 500 paket, kemudian 8-9 November 2022 total 2.620 paket sembako. Sangatta Selatan 10-11 November 2022 dengan total 1.589 paket sembako. Teluk Pandan dilaksanakan pada 12-13 November 2022 dengan total 855 paket sembako.

    “Untuk kecamatan Rantau Pulung telah dilaksanakan pada 14-16 November 2022 dengan total 900 paket sembako. Bengalon di 17 November 2022 dengan total 1.559 paket sembako. Sangkulirang pada 18-19 November 2022, total 1.438 paket sembako. Kecamatan Karangan pada 20 November 2022 lalu dengan total 590 paket sembako,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

  • Anggaran Pilkades di BPKAD – Besaran Bervariasi Berdasarkan Usulan

    Anggaran Pilkades di BPKAD – Besaran Bervariasi Berdasarkan Usulan

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Anggaran Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan berlangsung di 77 Desa pada 17 Kecamatan di Kutai Timur langsung diproses oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang sebelumnya berdasarkan usulan tiap-tiap desa yang menyelenggarakan.

    Hal ini diterangkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Yuriansyah T pada Senin (21/11/2022) siang, besarannya anggaran bervariasi tergantung dengan besar kecilnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari masing-masing desa.

    “Adapun prosedurnya berdasarkan usulan, lalu kemudian diajukan dan lantas disetujui oleh BPKAD, untuk kemudian dananya disalurkan ke rekening desa masing-masing,” ujar mantan Camat Muara Wahau itu.

    Harapan besar yang diusung dalam Pilkades Serentak yang akan berlangsung pada 5 Desember 2022 mendatang, agar terlaksana pesta demokrasi ditataran desa dengan jujur dan adil.

    “Dengan anggaran yang telah jelas tersebut alirannya, diharapkan semua desa dapat melksanakan tahapan Pilkades dengan mencermati aturan main. Agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah,” jelasnya. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

     

  • Majukan DKP Kutim Berdasarkan Skala Prioritas

    Majukan DKP Kutim Berdasarkan Skala Prioritas

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Timur Suriansyah tidak hanya mau berpangku tangan, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemegang tampuk tertinggi pada dinas tersebut.

    Berbagai program kerja terus dilakukan dirinya bersama-sama dengan para pejabat fungsional maupun staf Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya. Walau memang disadarinya ia yang baru menduduki jabatan tersebut pada bulan Agustus 2022 lalu.

    “Kita meneruskan apa-apa saja yang telah di programkan dan dianggarkan oleh pemimpin sebelumnya. Setelah melalui invetarisir dan pelaksanaan program-program yang berjalan di akhir tahun 2022 ini. Maka pada tahun 2023 mendatang akan ditingkatkan lagi sasaran kerja dan manfaat program untuk masyarakat nelayan,” tukasnya pada Senin (21/11/2022).

    Beberapa program berjalan dengan baik, termasuk terakhir dengan mengelola bantuan Perlindungan Sosial (Perlinsos) pada Selasa (14/11/2022) lalu. Dimana diberikan bantuan mesin ketinting 13 PK/HP dan Has untuk nelayan.

    Diterangkannya dirinya tetap berpijak pada Tupoksinya, dengan mewujudkan visi dan misi dari Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang. Dimana hal-hal itu dipastikan menyentuh langsung kebutuhan nelayan dan kepastian perkembangan sektor kelautan di Kutim.

    “Atau dapat juga dengan memakai tolak ukur atau skala prioritas. Itu gambaran nyata yang juga berkaitan erat dengan kerja dari DKP Kutim,” pungkasnya. (ADV-KOMINFO/Ran)