Author: Kaltim12

  • KDRT di Sangatta Diselesaikan Secara Restoratif, Suami Janji Tak Ulangi Perbuatan

    KDRT di Sangatta Diselesaikan Secara Restoratif, Suami Janji Tak Ulangi Perbuatan

    Kutai Timur – Sebuah pertengkaran kecil antara pasangan suami istri di Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), berakhir dengan kekerasan. Pria berinisial FT tak mampu menahan emosi hingga memukul dan mencekik istrinya, SIP, di rumah mereka, Jumat (22/8/2025) pagi.

    Insiden terjadi sekitar pukul 06.45 WITA di Perumahan HTR Blok D No.10, Jalan AW Syahrani, Sangatta Utara. Perselisihan bermula ketika FT melarang anaknya berangkat ke sekolah lantaran hujan deras. Larangan itu justru menimbulkan adu mulut dengan SIP, hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik.

    Korban sempat mengalami luka di bibir dan tangan akibat peristiwa tersebut. Namun tak lama kemudian, FT menyesali perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf di hadapan keluarga serta tokoh masyarakat sekitar.

    Setelah melalui proses penyelidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur memutuskan perkara tersebut dapat diselesaikan lewat jalur keadilan restoratif. Langkah ini diambil berdasarkan surat resmi Nomor B-3973/O.4.20/Etl.2/10/2025 yang dikeluarkan Kejari Kutim.

    “Kasus ini memenuhi semua unsur keadilan restoratif. Pelaku bukan residivis, ancaman hukumannya di bawah lima tahun, dan yang terpenting, korban dan pelaku telah berdamai secara sukarela,”jelas Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kutim, Bayu Fermady, Rabu (22/10/2025).

    Proses perdamaian berlangsung di Rumah Restorative Justice Desa Sangatta Bara, pada 9 Oktober 2025. Dalam kesempatan itu, FT menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan berjanji untuk memperbaiki perilakunya.

    “Keduanya sudah sepakat untuk berdamai dan melanjutkan kehidupan rumah tangga dengan lebih baik. Masyarakat juga ikut mendukung penyelesaian damai ini,”tambah Bayu.

    Dari hasil pemeriksaan, sejumlah barang bukti diamankan, antara lain baju lengan panjang krem bermotif bunga, celana panjang karet warna krem, dan jaket biru navy. Seluruh barang tersebut telah dikembalikan kepada FT selaku pemilik.

    Kejari Kutim menegaskan bahwa penghentian perkara ini didasarkan pada Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, serta Pedoman Jaksa Agung Nomor 24 Tahun 2021.

    “Keadilan restoratif bukan berarti membebaskan pelaku dari kesalahan, tetapi memulihkan hubungan sosial dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri,”tegasnya.

    Meski begitu, pihak kejaksaan menekankan bahwa keputusan ini bisa dibuka kembali jika ditemukan alasan baru oleh penyidik atau jika ada keputusan pengadilan yang menyatakan penyelesaian tidak sah.

    Dengan berakhirnya perkara tersebut, Kejari Kutim berharap pendekatan keadilan restoratif bisa menjadi contoh penyelesaian yang berlandaskan kemanusiaan.

    “Tujuan hukum tidak hanya menghukum, tetapi menghadirkan kedamaian dan pemulihan bagi semua pihak. Selama kedua belah pihak beritikad baik, jalur damai adalah pilihan terbaik,”tutup Bayu.

  • Kutim Dapat Kepercayaan Gelar Kejurprov Bulu Tangkis Kaltim 2025

    Kutim Dapat Kepercayaan Gelar Kejurprov Bulu Tangkis Kaltim 2025

    Kutai Timur-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi. Tahun ini, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kudungga, Sangatta, mulai 21 hingga 25 Oktober 2025.

    Kegiatan yang diikuti 389 atlet dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim ini menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Malang, Jawa Timur, akhir tahun ini.

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya. Ia menilai, event olahraga seperti ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat olahraga di Kutim, khususnya cabang bulu tangkis.

    “Terima kasih kepada PBSI Kaltim dan PBSI Kutim atas kerja sama dan kepercayaannya. Kejurprov ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga proses penjaringan atlet terbaik menuju level nasional,” ujar Ardiansyah saat membuka kejuaraan, Selasa (21/10/2025).

    Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Kutim untuk terus mendukung pembinaan atlet lokal melalui turnamen Bupati Open yang digelar rutin setiap tahun. Menurutnya, dari ajang-ajang seperti inilah semangat juang dan sportivitas dapat tumbuh.

    “Bertandinglah dengan sungguh-sungguh dan tetap menjunjung sportivitas. Dari sini akan lahir atlet tangguh yang membawa nama Kaltim di tingkat nasional,” tambahnya.

    Sementara itu, Sekretaris PBSI Kaltim, Riza Fahrizal, menjelaskan bahwa Kejurprov PBSI merupakan bagian dari sistem kompetisi berjenjang. Atlet-atlet terbaik yang tampil di Kutim nantinya akan mewakili Kaltim dalam Kejurnas 2025.

    “Kejurprov ini menjadi jalur resmi seleksi atlet. Selain itu, hasilnya juga menjadi dasar penetapan nomor pertandingan bulu tangkis untuk Porprov 2026 di Kabupaten Paser,” ungkapnya.

    Riza menambahkan, kabupaten/kota yang tidak berpartisipasi di Kejurprov otomatis tidak memiliki hak tampil pada nomor tertentu di Porprov mendatang.

    Ia juga menilai, Kutim telah menunjukkan konsistensinya dalam pembinaan olahraga bulu tangkis. Turnamen Bupati Open yang digelar tiap tahun disebut sudah layak naik tingkat menjadi kejuaraan nasional.

    Ada dua turnamen di Kaltim yang dinilai layak naik status, dan salah satunya adalah Bupati Open Kutai Timur. Kami akan mengusulkan agar mulai 2026 nanti, event ini masuk agenda nasional PBSI,” tutupnya.

  • Turnamen Mancing Bupati Cup 2025 Sukses Digelar, Dara Manisku Unggul dengan 63,40 Poin

    Turnamen Mancing Bupati Cup 2025 Sukses Digelar, Dara Manisku Unggul dengan 63,40 Poin

    Kutai Timur – Laut Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi pusat perhatian pecinta olahraga mancing. Ajang Fishing Tournament Bupati Cup 2025 yang digelar di perairan Sangatta berlangsung meriah, diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

    Dari hasil penjurian akhir, Dara Manisku Fishing Team berhasil menyabet juara umum dengan total poin 63,40, disusul Camar Laut di posisi kedua (31,80 poin), dan Garong Fishing Team di urutan ketiga (27,50 poin), Minggu (19/10/2025).

    Kemeriahan turnamen tahunan ini menjadi bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga memancing sekaligus pariwisata bahari Kutim.

    Sejak pelepasan peserta oleh Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman di Pelabuhan Kenyamukan, atmosfer kompetisi terasa begitu hangat. Dukungan penonton dan komunitas pemancing turut memeriahkan suasana hingga acara penutupan.

    Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang adu teknik atau perburuan ikan besar, tetapi juga wahana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian laut dan ekosistem pesisir Kutai Timur.

    “Kegiatan ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk benar-benar mencintai lingkungan laut. Kutai Timur memiliki lautan yang indah dengan biota yang menjanjikan, dan ini bagian penting bagi pemerintah untuk mengenalkannya ke publik,” ucap Ardiansyah.

    Ia mengingatkan bahwa laut Kutim menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, namun perlu dikelola dengan bijak agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.

    Karena itu, ia meminta seluruh peserta dan masyarakat nelayan untuk mematuhi aturan tentang jenis ikan yang boleh ditangkap, serta menjaga kawasan konservasi seperti Pulau Miang yang kini tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata bawah laut.

    Bupati juga menyoroti pentingnya menjadikan turnamen seperti ini sebagai sarana promosi wisata dan pemberdayaan ekonomi lokal. Ia berharap pelaku usaha, pengelola wisata, hingga komunitas mancing bisa berkolaborasi memperkuat potensi bahari Kutai Timur.

    “Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah. Ini soal bagaimana kita bisa menjaga laut kita, memperkenalkan potensi bahari Kutim ke luar daerah, dan menjadikannya kebanggaan bersama,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Dewan Juri Hamdani Hasan menjelaskan bahwa sistem penjurian tahun ini menggunakan metode berstandar nasional yang mengacu pada regulasi internasional. Ketatnya verifikasi administrasi dan pengawasan lapangan dilakukan demi menjaga objektivitas hasil lomba.

    “Ini event pertama di Kutim dengan verifikasi administrasi yang sangat ketat, agar penilaian lebih objektif dan transparan,” ujarnya.

    Di sisi lain, Ketua DPK APRI Kutim, Husaifa, menambahkan bahwa meski sempat dihadapkan dengan kendala teknis di lapangan, turnamen tetap berjalan lancar dan kondusif.

    Ia juga mengumumkan rencana APRI Kutim mengirim dua atlet ke ajang Malaysia International Diving Fresh Water pada Desember mendatang sebagai bagian dari pengembangan potensi atlet maritim daerah.

    Kemenangan Dara Manisku Fishing Team menjadi sorotan utama dalam ajang ini. Salah satu anggotanya mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka diraih berkat strategi penggunaan umpan dan teknik metal jig yang efektif menarik ikan tuna gigi anjing.

    “Kami mendapatkan lima ekor tuna dengan bobot terberat mencapai 25 kilogram. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan bisa jadi motivasi buat tim-tim lain,” ungkapnya.

    Ardiansyah pun menutup kegiatan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, juri, dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen.

    Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur.

    “Fishing Tournament Bupati Cup harus terus kita jaga. Ini bukan hanya kompetisi, tapi bagian dari cara kita menumbuhkan cinta pada laut dan memperkenalkan Kutai Timur ke dunia,” tutupnya.

  • Bupati Kutim Lepas 65 Tim di Fishing Tournament Bupati Cup 2025

    Bupati Kutim Lepas 65 Tim di Fishing Tournament Bupati Cup 2025

    Kutai Timur – Suasana Pelabuhan Kenyamukan, Sangatta, Sabtu (18/10/2025) pagi tampak berbeda dari biasanya. Sorak semangat dan dentuman mesin kapal nelayan berpadu dengan gelombang laut yang bergulung pelan.

    Di tempat inilah, Bupati Kutai Timur (Kutim), H Ardiansyah Sulaiman, secara resmi melepas 65 tim peserta Fishing Tournament Bupati Cup 2025, sebuah ajang olahraga bahari yang telah menjadi tradisi tahunan di Kutim.

    Turnamen bergengsi ini memasuki tahun keempat penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2022. Antusiasme peserta meningkat pesat, terbukti dengan hadirnya peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Kendari, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.

    Ketua DPK Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kutim, Husaifa, mengatakan setiap tim beranggotakan lima orang dan seluruhnya merupakan anggota resmi APRI.

    “Ini adalah tahun keempat Bapak Bupati menyelenggarakan Fishing Tournament Bupati Cup. DPK APRI Kutim kembali dipercaya sebagai pelaksana kegiatan,” ujarnya.

    Perlombaan dimulai pukul 07.30 Wita dan dijadwalkan berakhir Minggu siang (19/10/2025). Para peserta wajib kembali ke pelabuhan sebelum pukul 14.00 untuk menyerahkan kartu lock serta menimbang hasil tangkapan.

    Turnamen ini mempertandingkan delapan spesies ikan, antara lain kakap, tuna, kerapu, trakulu, tenggiri, dan barakuda. Setiap peserta diperbolehkan menyerahkan maksimal lima ekor ikan dengan berat minimal tiga kilogram per ekor.

    “Kategori juara umum ditentukan dari akumulasi berat lima ikan terberat, sedangkan kategori per spesies juga tersedia,” jelas Husaifa.

    Bagi pemenang kategori juara umum, panitia menyiapkan hadiah uang tunai senilai Rp30 juta untuk juara pertama, Rp20 juta untuk juara kedua, dan Rp10 juta untuk juara ketiga. Sedangkan juara per spesies berhak atas Rp6 juta, serta ada penghargaan khusus bagi kapten kapal terbaik.

    Tak hanya menjadi ajang adu keterampilan memancing, kegiatan ini juga berdampak besar bagi perekonomian lokal. Rata-rata setiap tim mengeluarkan biaya sewa kapal sebesar Rp6 juta, di luar kebutuhan logistik dan perlengkapan lainnya.

    “Dampak ekonominya luar biasa. Mulai dari sewa kapal, pembelian umpan, es batu, hingga penginapan. Semua sektor UMKM lokal ikut bergerak,” ujar Husaifa.

    Menariknya, panitia tidak memungut biaya pendaftaran. Peserta hanya diwajibkan menanggung asuransi keselamatan jiwa. Selain itu, konsumsi disiapkan panitia, sementara sejumlah sponsor turut mendukung dengan doorprize dan voucher makan, termasuk dari Rumah Makan Blangkon.

    Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan bagian dari gerakan kolektif untuk menumbuhkan kembali semangat bahari masyarakat Kutim.

    “Negara kita adalah negara kepulauan, dua pertiga wilayahnya laut. Potensi besar ini harus dikelola dengan bijak, bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang,” tegasnya.

    Bupati memaknai kegiatan ini sebagai wujud kesadaran ekologis dan sosial. Menurutnya, laut bukan hanya sumber rezeki, tetapi juga warisan alam yang harus dijaga.

    Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor kelautan melalui pembinaan koperasi nelayan, pengembangan industri perikanan, dan promosi wisata bahari.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, yang turut hadir dalam pelepasan peserta, mengatakan kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan bagi atlet olahraga memancing yang kini masuk cabang olahraga resmi di Pekan Olahraga Nasional (Pornas).

    “Kutim pernah menyumbangkan satu emas dan satu perunggu untuk Kaltim di Pornas ke-8 di NTB. Harapannya, dari turnamen ini akan lahir atlet baru yang bisa berprestasi di Pornas 2027 nanti,” ujarnya.

    Husaifa menambahkan, Pemkab Kutim dan DPK APRI menargetkan pada tahun 2028 akan kembali menggelar turnamen bertaraf internasional, setelah sebelumnya sukses pada 2023.

    “Kami berharap event 2028 bisa mengundang peserta dari berbagai negara agar potensi laut Kutim semakin dikenal dunia,” ujarnya.

    Turnamen Fishing Bupati Cup 2025 ini turut dihadiri Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

    Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pelepasan simbolik kapal peserta yang berlayar menuju titik pemancingan di perairan Kutim.

  • Dana Hibah Ormas di Kutim Capai Rp1 Miliar, Kesbangpol Temukan Sejumlah Organisasi Fiktif

    Dana Hibah Ormas di Kutim Capai Rp1 Miliar, Kesbangpol Temukan Sejumlah Organisasi Fiktif

    Kutai Timur – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan penyaluran dana hibah tahun ini dilakukan secara selektif.

    Dari 11 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diusulkan sebagai penerima, hanya tujuh yang dinyatakan lolos verifikasi. Empat lainnya terpaksa dicoret lantaran terindikasi fiktif dan tidak memenuhi persyaratan administratif.

    Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, mengungkapkan proses seleksi dilakukan ketat melalui verifikasi lapangan untuk memastikan dana hibah benar-benar disalurkan kepada ormas yang aktif dan memiliki legalitas yang sah.

    “Awalnya ada 11 ormas yang diusulkan, tapi setelah kami verifikasi di lapangan, hanya tujuh yang lolos. Tiga lainnya bermasalah karena dibentuk dadakan, ada juga yang tempatnya tidak ada,” ujar Tejo, baru-baru ini di wawancarai awak media.

    Ia menjelaskan, tahapan verifikasi mencakup pengecekan akta notaris, susunan pengurus, serta keberadaan sekretariat atau kantor resmi ormas. Semua aspek itu wajib dipenuhi agar lembaga yang bersangkutan dapat menerima dana hibah dari pemerintah daerah.

    “Ormas itu wajib punya sekretariat, ada plang nama, dan struktur pengurus yang jelas. Harus lengkap, karena sekarang semua dipantau. Kalau main-main bisa berisiko hukum,” tegasnya.

    Adapun total dana hibah yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp1 miliar. Besaran alokasinya bervariasi, mulai dari Rp100 juta hingga Rp200 juta untuk masing-masing organisasi penerima.

    Namun, Tejo mengaku pihaknya tidak dilibatkan langsung dalam proses penentuan besaran dana bagi tiap ormas. Menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

    “Itu yang saya sayangkan. Harusnya Kesbangpol dilibatkan juga dalam menentukan. Karena kami yang tahu mana ormas yang benar-benar aktif dan layak dibina,” katanya.

    Sementara itu, penyaluran dana hibah untuk partai politik (parpol) di Kutim disebut telah selesai dilakukan. Setiap suara sah hasil Pemilu sebelumnya mendapat alokasi dana sebesar Rp7 ribu per suara.

    “Pokoknya per suara sah Rp7 ribu, dan ada sepuluh partai politik yang mendapatkannya,” tutup Tejo.

  • Persetara Target Pertahankan Gelar Juara Umum di Bupati Cup Kutim 2025

    Persetara Target Pertahankan Gelar Juara Umum di Bupati Cup Kutim 2025

    KUTAI TIMUR-Tim sepak bola Kecamatan Sangatta Utara, Persetara, menegaskan tekad bulat untuk kembali mengukir prestasi tertinggi di ajang Bupati Cup Kutai Timur 2025.

    Dengan komposisi pemain yang lebih matang dan semangat juang yang kian solid, Persetara siap mempertahankan gelar juara umum yang telah mereka sandang dua tahun berturut-turut.

    ‎Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menyampaikan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap tim kebanggaan warganya itu. Menurutnya, Persetara telah menjadi simbol kebanggaan dan semangat masyarakat Sangatta Utara.

    ‎“Tahun pertama belum berhasil, tapi tahun kedua dan ketiga kami keluar sebagai juara umum. Selama dibor Coach Muslimin, piala tak pernah berpindah tangan,” ujar Hasdiah saat peluncuran jersey baru tim yang digelar di Angkringan Impres, Sangatta Utara, Rabu (15/10/2025) malam.

    ‎Hasdiah juga menambahkan, semangat juang yang ditunjukkan pemain Persetara menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di tingkat kecamatan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan. Ia berharap tradisi juara itu bisa terus dipertahankan pada tahun ini.

    ‎Ketua KNPI Kutai Timur, Avivurahman, menyampaikan, bahwa ini bukan hanya soal seragam baru, tetapi momentum untuk membangun semangat baru bagi dunia persepakbolaan Kutim.

    ‎“KNPI harusnya menjadi sebuah transformasi baru kepemudaan kita. Bagaimana kita memandang persepsi sepak bolaan kita, dan bagaimana kita meningkatkan kualitas-kualitas kepemudaan kita,” ucap Avivurahman.

    ‎Ia menegaskan, peluncuran jersey Persetara menjadi simbol kebangkitan dan komitmen bersama untuk membawa sepak bola Kutai Timur naik ke level yang lebih tinggi.

    ‎ “Hari ini bukan hanya tentang berbicara Bupati Cup. Ikhtiar kita adalah bagaimana membawa sepak bola Kabupaten Kutai Timur naik ke level selanjutnya,” tegasnya.

    ‎Menurutnya, Kutai Timur saat ini sudah memiliki tim Persitim United, dan di masa depan diharapkan akan lahir lebih banyak klub lokal yang mampu bersaing di ajang provinsi hingga nasional.

    ‎”Kita ingin sepak bola lokal kita tidak berhenti hanya pada ajang Piala Bupati Cup. Kita akan antarkan para atlet sepak bola Kutim menuju Piala Gubernur Kalimantan Timur selanjutnya,” ujarnya.

    ‎Avivurahman juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar Kutim mampu menghasilkan pemain lokal berkualitas tanpa harus mendatangkan atlet dari luar daerah.

    ‎“Kita berharap pembinaan ini bisa menghasilkan kualitas pemain lokal. Jadi, saat ajang besar seperti Porprov dan lainnya, kita tidak perlu lagi mengambil atlet dari luar,” katanya.

    ‎Ia mengajak kepada seluruh pemuda Kutai Timur agar terus bersatu dan berperan aktif dalam membangun olahraga daerah.

    ‎“Semangat Persetara hari ini adalah semangat kita semua. Mari jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan sepak bola Kutai Timur,” pungkasnya.

    ‎Lebih lanjut, Manajer Persetara, Yusri Yusuf, dalam kesempatan itu, Ia menegaskan bahwa skuad yang diturunkan tahun ini merupakan hasil penyempurnaan dari musim sebelumnya.

    ‎“Dengan komposisi yang ada, saya berharap lebih baik dari tahun lalu dan juara secara konsisten. Kontinuitas latihan juga tetap kami jaga,” ujarnya.

    ‎Turnamen Bupati Cup Kutai Timur 2025 dijadwalkan bergulir pada 19 Oktober mendatang di Stadion Kudangga, Sangatta.

    ‎Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh masyarakat, Persetara menargetkan piala tetap bertahan di Sangatta Utara melanjutkan tradisi juara yang sudah mereka torehkan.(Ciaa/*)

  • Irma Hatika Ramadani, Remaja Kutim Siap Harumkan Nama Kaltim di Ajang Miss Teenager Indonesia 2025

    Irma Hatika Ramadani, Remaja Kutim Siap Harumkan Nama Kaltim di Ajang Miss Teenager Indonesia 2025

    Kutai Timur – Semangat dan tekad tinggi terpancar dari sosok Irma Hatika Ramadani, gadis 15 tahun asal Kutai Timur (Kutim) yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang bergengsi Miss Teenager Indonesia 2025.

    Tak sekadar berparas manis, Irma hadir membawa misi besar, membuktikan bahwa remaja Kaltim mampu bersaing, berprestasi, dan menginspirasi di tingkat nasional.

    Bagi Irma, ajang Miss Teenager bukan sekadar kontes kecantikan. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan diri, mulai dari public speaking, manajemen waktu, hingga membangun karakter yang berdedikasi.

    “Saya ingin membuktikan bahwa ajang ini bukan hanya tentang kecantikan, tetapi tentang kontribusi positif yang bisa kita berikan,” ujarnya.

    Perjalanan Irma menuju panggung nasional tidaklah mudah. Ia mengaku banyak belajar dari proses panjang yang menempanya hingga kini berdiri mewakili nama Kaltim.

    “Perjuangan ini mengajarkan arti pantang menyerah. Saya bangga bisa membawa panji Kaltim dan akan berjuang menampilkan potensi terbaik daerah yang kini menjadi Jantung Nusantara,” tuturnya.

    Dalam persiapannya, Irma terus melatih kemampuan berbicara di depan umum serta menjawab pertanyaan dengan cerdas, terstruktur, dan meyakinkan. Bagi gadis asal Kutim ini, kunci keberhasilan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga ketulusan dalam menyampaikan pesan positif.

    Meski berjuang dengan segala keterbatasan, Irma tak berhenti berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta. Ia menilai, partisipasinya di ajang nasional merupakan bentuk investasi citra daerah yang tak ternilai.

    “Saya membawa nama Kaltim di tingkat nasional. Dukungan moral maupun material dari berbagai pihak akan menjadi penguat langkah saya. Kemenangan nanti bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh Benua Etam,” ungkapnya.

    Irma juga menegaskan bahwa perjuangannya bukan hanya untuk meraih gelar semata. Ia memiliki visi yang lebih luas, menyebarkan nilai-nilai positif bagi remaja Indonesia.

    “Saya ingin mengajak remaja Indonesia untuk berpartisipasi aktif memajukan bangsa dengan moral yang positif, membangun benteng moralitas kuat di tengah tantangan pergaulan bebas,” tegasnya.

    Dalam pesannya kepada masyarakat Kalimantan Timur, Irma menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi representasi daerah di kancah nasional.

    “Saya mungkin berjuang sendirian di atas panggung, tapi saya percaya ada jutaan doa dari masyarakat Kaltim yang mengiringi langkah saya. Dukungan kecil pun sangat berarti,” ucapnya.

    Selain mempersiapkan diri secara mental dan fisik, Irma juga terus berusaha menghimpun dukungan finansial agar dapat tampil maksimal di ajang Miss Teenager Indonesia 2025. Ia menilai, setiap bentuk dukungan merupakan bagian penting dari perjuangannya mengharumkan nama daerah.

    Jika terpilih menjadi pemenang, Irma berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Timur. Dengan kemampuan berkolaborasi dan beradaptasi yang tinggi, ia ingin menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

    “Saya siap berkolaborasi untuk kemajuan Kaltim. Setiap kritik dan saran akan saya jadikan energi positif agar saya bisa tumbuh menjadi remaja yang bermanfaat,” tutupnya.

    Melalui ajang Miss Teenager Indonesia 2025, Irma Hatika Ramadani berharap dapat membawa pesan bahwa remaja Kaltim adalah generasi yang tangguh, cerdas, dan berintegritas, serta siap berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia.

  • Wakili Kaltim, Dina Khasana Siap Gaungkan Budaya Lewat Teknologi di Ajang Nasional

    Wakili Kaltim, Dina Khasana Siap Gaungkan Budaya Lewat Teknologi di Ajang Nasional

    Kutai Timur – Perempuan muda asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dina Khasana Kusairi, siap membawa semangat baru dalam pelestarian budaya di kancah nasional.

    Dina akan mewakili Kalimantan Timur dalam ajang bergengsi Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 1 November mendatang.

    Dalam ajang tersebut, Dina mengusung konsep unik yang menggabungkan nilai budaya dan sentuhan teknologi modern. Ia ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan gaya hidup generasi muda masa kini.

    “Anak muda sekarang lebih suka visual daripada teks. Karena itu, saya mencoba memanfaatkan teknologi agar budaya bisa lebih menarik dan tidak membosankan,” ujar Dina saat ditemui di kantor Bupati, Minggu (12/10/2025).

    Melalui gagasan bertema “Budaya dan Teknologi”, Dina berupaya memperkenalkan kembali dongeng dan cerita rakyat Nusantara dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini diharapkan mampu membuat generasi muda lebih mudah memahami dan mencintai budaya lokal.

    Program advokasi yang digagas Dina bahkan telah mulai diterapkan di lingkungan sekolahnya, SMP YPPSB. Ia mengajak para pelajar untuk mengenal kebudayaan lokal melalui media digital interaktif, termasuk animasi dan cerita bergambar hasil olahan AI.

    Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda melupakan akar budaya. Justru, teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk melestarikan dan memperluas jangkauan budaya Indonesia ke berbagai lapisan masyarakat.

    “Dengan teknologi, kita bisa membuat budaya tampil lebih modern tanpa mengubah maknanya. Ini cara saya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah dunia digital,” tambahnya.

    Bagi Dina, partisipasinya di ajang nasional bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung pembuktian bahwa generasi muda Kutai Timur mampu bersaing di level nasional dengan ide dan gagasan yang relevan dengan zaman.

    Ia mengaku bangga sekaligus terharu bisa membawa nama Kalimantan Timur, terutama karena dirinya berasal dari Kutai Timur.

    “Rasanya senang sekali bisa mewakili daerah sendiri. Saingannya berat karena dari 34 provinsi, semua luar biasa,” katanya.

    Saat ini, Dina terus mematangkan berbagai persiapan menjelang keberangkatannya ke Bali, mulai dari latihan public speaking, catwalk, hingga pemantapan konsep advokasi budaya.

    “Persiapan sudah hampir selesai, tinggal menyesuaikan kostum yang akan digunakan,” ungkapnya.

    Selain fokus pada persiapan kompetisi, Dina juga berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia ingin membawa nama daerah dengan hasil terbaik dan memperkenalkan konsep budaya modern ke tingkat nasional.

    “Saya sangat berharap didukung, karena selain membawa nama Kutai Timur, saya juga mewakili Kalimantan Timur. Dengan program ini, saya ingin budaya daerah bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai mancanegara,” tegas Dina.

    Menutup perbincangan, Dina menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk ikut mendoakan perjuangannya.

    “Saya minta doa dan restu dari seluruh warga Kaltim, khususnya Kutim. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membuat budaya kita semakin dikenal,” tutupnya.(Ciaa/*)

  • Gedung Baru Kejari Kutim Berdiri di Atas Lahan 2,4 Hektare, Anggaran Capai Rp131,5 Miliar

    Gedung Baru Kejari Kutim Berdiri di Atas Lahan 2,4 Hektare, Anggaran Capai Rp131,5 Miliar

    Kutai Timur – Gedung baru Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur akhirnya resmi berdiri megah di atas lahan seluas 2,4 hektare di Jalan AW Syahranie, Kecamatan Sangatta Utara. Pembangunan kawasan tersebut menelan total anggaran sebesar Rp131,5 miliar yang bersumber dari APBD Kutai Timur.

    Peresmian gedung baru ini dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur, Supardi, pada Selasa (7/10).

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mewujudkan fasilitas baru bagi lembaga kejaksaan di daerah.

    “Gedung baru ini megah sekali. Kalau kita lihat dari luar, gagah, luas, dan lebar. Ini menunjukkan dukungan luar biasa dari pemerintah daerah terhadap aparat penegak hukum,” ujar Supardi.

    Ia menegaskan, kolaborasi antara kejaksaan dan pemerintah daerah merupakan bentuk sinergi positif yang tetap berpegang pada fungsi dan kewenangan masing-masing.

    “Tentunya saya tekankan kembali tanpa mengurangi tugas dan fungsi masing-masing. Jadi apa yang bisa dibantu nanti bisa saling koordinasi,” tegasnya.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pembangunan kantor Kejari Kutim saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, bangunan utama sudah dapat difungsikan dengan baik.

    “Tahun depan, insyaallah kami akan selesaikan seluruhnya. Kami berharap gedung ini juga bisa menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Ardiansyah.

    Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dan kejaksaan, mengingat peran kejaksaan sebagai pengacara negara yang turut membantu pemerintah dalam urusan hukum.

    “Kami koordinasi cukup bagus. Kejaksaan adalah mitra penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Kejari Kutim, Reopan Saragi, menjelaskan bahwa pembangunan gedung utama kantor Kejari Kutim menyerap anggaran sebesar Rp58,2 miliar. Gedung ini menjadi bagian dari kawasan perkantoran terpadu yang juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung.

    “Selain gedung utama, di kawasan ini juga dibangun rumah jabatan, gedung barang bukti, gedung penjara, loket tilang dan barang bukti, serta fasilitas lainnya,” ungkap Reopan.

    Menurutnya, seluruh perencanaan fisik kawasan kantor Kejari Kutim menelan total anggaran sebesar Rp131,5 miliar. Reopan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas dukungan penuh yang telah diberikan.

    “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkab Kutim yang telah merealisasikan pembangunan kantor baru ini. Fasilitas ini akan semakin menunjang kinerja kami dalam melayani masyarakat,” tutupnya.(Ciaa/*)

  • Pelajar Kutim Dapat Pembekalan Literasi Digital dari Polres dan Kesbangpol Kaltim

    Pelajar Kutim Dapat Pembekalan Literasi Digital dari Polres dan Kesbangpol Kaltim

    Kutai Timur-Puluhan pelajar SMA se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat pembekalan literasi digital dari Polres Kutim bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Hotel Victoria, Sangatta, pada Senin (6/10/2025).

    Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para pelajar agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kemampuan memahami dan menyaring informasi menjadi hal yang sangat penting dimiliki generasi muda.

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali berbagai materi seputar etika bermedia sosial, bahaya penyebaran hoaks, serta pencegahan ujaran kebencian di dunia maya. Narasumber menekankan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga bisa menjadi wadah produktif untuk menyebarkan informasi positif.

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto melalui Kasi Humas Aiptu Wahyu Winarko menyampaikan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan beretika. Ia berharap generasi muda Kutim mampu menjadi pelopor dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

    “Pelajar harus cerdas dalam bermedia sosial. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. Jadilah generasi yang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan dari Kesbangpol Kaltim turut menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami dampak sosial dari setiap tindakan di dunia maya. Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di era digital saat ini.

    Kegiatan literasi digital tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelajar yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya berhati-hati dan beretika di dunia maya.(Ciaa/*)