Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempercepat rencana pembangunan proyek strategis “Coastal Way” (Jalur Pesisir). Proyek ini bertujuan menghubungkan wilayah dari Desa Sandaran hingga kawasan Tanjung Mangkalihat, sekaligus mengatasi masalah keterisolasian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa Coastal Way lebih dari sekadar proyek infrastruktur jalan. Menurutnya, jalur ini merupakan pintu gerbang utama untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Fokus utama dalam pembangunan adalah perbaikan dan pembukaan ruas jalan yang menghubungkan Manukan, Takat, Seriu, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran.
“Jalur ini adalah pembuka akses bagi wilayah pesisir yang selama ini sulit dijangkau. Potensi laut dan wisata bahari kita sangat besar, dan dengan terbukanya akses, industri kreatif dan sektor pariwisata akan berkembang pesat,” jelas Ardiansyah, jumat(21/11/2025).
Dalam upaya merealisasikan proyek ambisius ini, Pemkab Kutim menerapkan strategi kolaboratif. Pemerintah akan menggandeng dan melibatkan perusahaan swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk tahap awal pembukaan badan jalan. Sementara itu, untuk peningkatan kualitas jalan agar menjadi representatif akan dialokasikan anggarannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun berikutnya.
Ardiansyah menyatakan keyakinan bahwa terbukanya akses ini akan mempopulerkan berbagai destinasi wisata eksotis di kawasan tersebut, seperti Teluk Sulaiman dan pantai-pantai alami di Sandaran. Selain sektor pariwisata, distribusi hasil perikanan dan produk UMKM lokal juga diharapkan menjadi jauh lebih lancar dan efisien.
“Kami berharap proyek Coastal Way ini menjadi warisan pembangunan yang akan mengubah wajah pesisir Kutai Timur menjadi kawasan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya secara ekonomi,” tutupnya.(Adv/Kominfo)
