DPRD Kutim Sambut Baik Pembangunan Strategis MYC, Kunci Menuju Kutim Emas 2045

Kutai Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis melalui skema Multi Years Contract (MYC) atau kontrak tahun jamak.

Dukungan ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kutim, Akbar Tanjung, yang menilai penetapan skema MYC untuk periode 2026–2027 adalah upaya progresif. Skema ini memastikan proyek-proyek vital tidak terhambat kendala alokasi anggaran tahunan, sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan.

Proyek-proyek besar yang masuk dalam skema MYC tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan kualitas jalan dan jembatan, penyediaan sarana air bersih, pengembangan sistem drainase perkotaan, serta optimalisasi Pelabuhan Kenyamukan sebagai gerbang logistik utama Kutim.

Akbar Tanjung menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang terstruktur merupakan kunci utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Kutai Timur yang telah mengambil langkah ini. Infrastruktur yang dibangun melalui MYC tidak hanya akan mempermudah aksesibilitas masyarakat, tetapi juga akan mempercepat pergerakan ekonomi dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok pedesaan,” ujar Akbar, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, fokus pembangunan seperti jalan, jembatan, dan Pelabuhan Kenyamukan akan membuat Kutai Timur semakin siap menghadapi tantangan jangka panjang. Secara khusus, upaya ini sangat krusial dalam mewujudkan Visi Kutim Emas 2045.
Fraksi PKS memastikan komitmennya untuk terus mengawal seluruh proses pembangunan MYC di DPRD Kutim. Hal ini dilakukan guna memastikan proyek-proyek tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal serta dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Kutim.

Diharapkan, skema MYC ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih progresif.(Adv/DPRD)