Blog

  • Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Jepu-Jepu, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar, terutama pada momen libur Tahun Baru 2026.

    Sejak pagi hingga siang hari, arus wisatawan terus berdatangan ke pantai yang dikenal dengan panorama lautnya yang masih alami tersebut. Kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah titik, mulai dari bibir pantai hingga area pondok-pondok istirahat yang tersedia.

    Mayoritas pengunjung datang bersama keluarga dan rombongan kecil untuk menghabiskan waktu liburan. Cuaca cerah dengan angin laut yang sejuk turut mendukung meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Pantai Jepu-Jepu.

    Tidak hanya kunjungan harian yang meningkat, tingkat hunian vila di sekitar pantai juga mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah wisatawan memilih menginap untuk menikmati suasana pantai lebih lama, terutama saat momentum hari raya dan pergantian tahun.

    Salah seorang pengunjung asal Sangatta, Yuni, mengaku sengaja datang ke Pantai Jepu-Jepu untuk melepas penat bersama temannya. Ia menilai pantai ini masih terjaga kealamiannya dan cocok sebagai tempat beristirahat dari rutinitas.

    “Tempatnya masih alami dan udaranya segar, cocok untuk refreshing, apalagi ini libur tahun baru,” ujarnya saat ditemui, Kamis (1/1/2026).

    Menurut Yuni, pengelolaan wisata perlu terus ditingkatkan tanpa menghilangkan keasrian lingkungan. Ia berharap fasilitas pendukung dapat ditambah seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

    Sementara itu, pengunjung lainnya, Andi, mengatakan Pantai Jepu-Jepu menjadi pilihan wisata keluarga karena kondisi pantainya yang relatif bersih dan nyaman untuk anak-anak.

    “Pantainya tidak terlalu ramai dan anak-anak bisa bermain dengan aman. Akses jalannya juga cukup mudah,” tuturnya.

    Dari sisi pengelola, peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian vila. Pengelola vila di kawasan Pantai Jepu-Jepu, Yunan Firdaus Haqqy, menyebut seluruh vila terisi penuh selama libur hari raya dan pergantian tahun.

    “Sejak kemarin sore sampai hari ini, seluruh vila terisi. Kebanyakan tamu menginap satu sampai dua malam, dan mayoritas berasal dari Sangatta dan sekitarnya,” katanya.

    Yunan menambahkan, ramainya wisatawan turut menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa sewa perlengkapan pantai, hingga pelaku UMKM merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata.

    “Kunjungan seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Kami berharap ke depan bisa terus berlanjut,” ujarnya.

    Selain mendorong ekonomi lokal, pengelola wisata bersama masyarakat setempat juga meningkatkan pengawasan di area pantai untuk menjaga keamanan pengunjung serta kebersihan lingkungan. Pengunjung diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

    Pantai Jepu-Jepu hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kecamatan Kaliorang yang diharapkan dapat terus berkembang sebagai tujuan wisata keluarga yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. 

  • Ratusan Pelajar Kaltim Berebut Mahkota PPPKT 2026

    Ratusan Pelajar Kaltim Berebut Mahkota PPPKT 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,SAMARINDA – Ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur (PPPKT) 2026 resmi digelar. Sebanyak 338 pelajar tingkat SMP dan SMA dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tercatat mengikuti seleksi untuk memperebutkan gelar Putera dan Puteri Pelajar Kaltim 2026.

    PPPKT 2026 mengusung tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara” dengan slogan “Learning Today, Leading Tomorrow.” Ajang ini bertujuan mencetak pelajar berdampak yang memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen melestarikan budaya lokal.

    Sejak pendaftaran dibuka pada 18 Oktober 2025, para peserta telah melalui tahapan seleksi berlapis. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pelaksanaan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Dari ratusan peserta, panitia akan menyeleksi 35 grand finalis terbaik.

    Rangkaian kegiatan PPPKT 2026 meliputi seleksi administrasi, wawancara, talent show, serta pra-karantina yang berisi pembekalan public speaking, personal branding, kelas kepribadian, dan pengembangan proyek sosial. Tahap karantina akan dilaksanakan secara luring, sebelum memasuki malam Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda pada 26–29 Januari 2026.

    Penilaian finalis dilakukan secara komprehensif, mencakup kemampuan komunikasi, penampilan panggung, bakat, wawasan kebangsaan dan budaya lokal, serta proyek sosial yang dijalankan. Proses penjurian melibatkan pakar pendidikan, tokoh budaya, praktisi seni, hingga alumni Putera Puteri Pelajar.

    Selain meraih gelar Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 serta kesempatan mewakili daerah di ajang nasional, para pemenang juga berhak atas grand prize berupa program edutrip ke Singapura dan Malaysia. Program tersebut didukung oleh Exocloud Indonesia sebagaiS bentuk kontribusi sektor swasta dalam pengembangan kualitas generasi muda.

    Regional Director sekaligus pemegang lisensi Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur, Handi Wijaya, mengatakan PPPKT bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan pelajar.

    “Melalui tema Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara dan slogan Learning Today, Leading Tomorrow, kami ingin menegaskan bahwa pelajar Kalimantan Timur siap belajar hari ini untuk memimpin di masa depan,” ujarnya.

    Informasi terkait kegiatan PPPKT 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pp.pelajarkaltim atau kanal komunikasi panitia.

  • Hetifah Sjaifudian: Gen Z Jangan Cuma Cari Kerja, Tapi Ciptakan Peluang Digital

    Hetifah Sjaifudian: Gen Z Jangan Cuma Cari Kerja, Tapi Ciptakan Peluang Digital

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z, tidak boleh hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi harus mampu menjadi pencipta peluang melalui pemanfaatan teknologi digital.

    Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop bertema “Gen-Zpreneur: Ciptakan Peluang Digital #MulaiAjaDulu” di Aula STIE Nusantara Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (19/12/2025).

    Hetifah menilai, perkembangan teknologi digital membuka ruang yang sangat luas bagi anak muda untuk berwirausaha tanpa harus memiliki modal besar. Menurutnya, kreativitas, literasi digital, serta keberanian memulai menjadi kunci utama dalam membangun usaha di era ekonomi digital.

    “Generasi Z punya modal besar. Jangan takut gagal, yang penting berani memulai, belajar dari proses, dan terus beradaptasi,” ujar Hetifah.

    Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda berbasis inovasi. Kampus, kata dia, harus menjadi ruang tumbuhnya ide-ide kreatif yang mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

    “Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga melahirkan wirausaha muda. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan pelaku industri kreatif sangat penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan digital, termasuk di daerah,” tambahnya.

    Workshop yang berlangsung sehari ini diikuti sekitar 150 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan STIE Nusantara Sangatta, masyarakat umum, komunitas kepemudaan, serta perwakilan media. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi digital yang membagikan pengalaman praktis membangun usaha di era digital.

    Melalui kegiatan ini, Hetifah berharap generasi muda di Kutai Timur semakin percaya diri memanfaatkan peluang ekonomi digital dan mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah berbasis inovasi dan kreativitas.(Ciaa/*)

  • Jamin Kerahasiaan Pelapor, Polsek Sangatta Utara Sosialisasikan Sistem Pengaduan WBS dan SP4N

    Jamin Kerahasiaan Pelapor, Polsek Sangatta Utara Sosialisasikan Sistem Pengaduan WBS dan SP4N

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM -Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik terus digencarkan jajaran Polres Kutai Timur. Kali ini, Polsek Sangatta Utara menggelar sosialisasi Whistle Blower System (WBS) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) di Aula Mapolsek, Rabu (10/12/2025).

    ​Sosialisasi ini menghadirkan Kaur Litpers Subbid Paminal Bid Propam Polda Kaltim, Kompol Dr. M. Zamhuri, sebagai pemateri. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kapolsek Sangatta Utara Iptu Alan Firdaus, jajaran Kanit, anggota Polsek, serta perwakilan Bhayangkari.

    ​Dalam materinya, Kompol Zamhuri menekankan fungsi vital kedua sistem tersebut. WBS hadir sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran anggota Polri dengan jaminan kerahasiaan pelapor. Sedangkan SP4N memastikan setiap aduan masyarakat terintegrasi dan ditangani secara profesional.

    ​Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Alan Firdaus, menyebut kegiatan ini penting untuk menjaga integritas anggotanya.

    ​“Wawasan terkait mekanisme pelaporan ini penting guna mewujudkan Polri yang semakin bersih dalam melayani masyarakat,” ujar Iptu Alan.

    ​Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, sosialisasi ini adalah wujud komitmen transparansi Polres Kutim kepada masyarakat.

    ​“Polres Kutim memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun laporan. WBS dan SP4N adalah wujud implementasi Polri Presisi agar pelayanan bebas dari penyimpangan,” tegas AKBP Fauzan.

    ​Kapolres berharap, pemahaman mendalam mengenai sistem pengaduan ini dapat mendorong personel untuk menjaga nama baik institusi dan meningkatkan kepercayaan publik (Public Trust) di wilayah Kutai Timur.

  • Tanggap Bencana, Kapolsek Muara Wahau Pimpin Pembagian Sembako di Lokasi Banjir

    Tanggap Bencana, Kapolsek Muara Wahau Pimpin Pembagian Sembako di Lokasi Banjir

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM –

    Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan meluapnya air sungai hingga merendam permukiman warga di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau.

    Di tengah kesulitan warga menghadapi banjir, Polsek Muara Wahau hadir memberikan bantuan kemanusiaan pada Selasa (9/12/2025).

    ​Dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, jajaran kepolisian menyalurkan 30 paket sembako kepada warga terdampak. Paket bantuan tersebut berisi beras 5 kilogram, telur, serta kebutuhan pokok lainnya seperti mi instan, gula, dan minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang aksesnya terbatas akibat genangan air.

    ​Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat.

    ​“Kami hadir untuk meringankan beban warga. Semoga bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan dasar sementara dan memberi kekuatan bagi masyarakat untuk tetap tabah menghadapi situasi ini,” ujar Sumartono.

    ​Senada dengan itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Kutim telah diinstruksikan untuk bergerak cepat dalam merespons bencana.

    ​“Fokus kami adalah keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin warga merasakan bahwa Polri hadir bersama mereka, terutama di masa sulit seperti ini,” tegas AKBP Fauzan.

    ​Bantuan ini disambut hangat oleh warga setempat. Salah seorang warga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan, mengingat kondisi ekonomi dan akses yang terhambat banjir.

    “Terima kasih kepada Polsek Muara Wahau. Bantuan ini sangat berarti karena air belum sepenuhnya surut,”tutupnya.

  • Faizal Rachman Resmi Menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kutim 2025–2030

    Faizal Rachman Resmi Menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kutim 2025–2030

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – DPP PDI Perjuangan menetapkan Faizal Rachman sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Timur untuk periode 2025–2030 melalui SK bernomor 23.06/KPTS/KP/DPP/XI/2025 yang resmi diumumkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Hotel Novotel Balikpapan.

    Acara tersebut turut dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

    Dalam SK tersebut, selain mengangkat Faizal sebagai ketua, DPP juga mengesahkan Puji Kinasih dan Kristian Hasmadi sebagai bagian dari unsur kepengurusan DPC yang baru.

    Usai menerima mandat, Faizal Rachman menjelaskan arah kerja awal kepemimpinannya.

    Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah merapikan dan memperkuat struktur organisasi dari tingkat cabang hingga anak ranting.

    “Pembenahan struktur sampai ke tingkat paling bawah menjadi prioritas awal kami. Dengan susunan organisasi yang rapi, seluruh kader dapat bergerak lebih serempak,” ujarnya.

     

    Faizal menambahkan bahwa konsolidasi internal menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja advokasi partai bagi masyarakat Kutai Timur.

    Menurutnya, kehadiran partai harus benar-benar terasa dalam memperjuangkan kebutuhan rakyat.

    Selain memperkuat internal, ia juga memastikan bahwa DPC Kutai Timur mulai mempersiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang, termasuk persiapan menjelang pemilu berikutnya.

    “Kami berkomitmen agar setiap program dan langkah yang kami jalankan memberikan manfaat nyata, baik untuk warga Kutai Timur maupun bagi partai,” tegas Faizal.

    Dengan pengesahan komposisi pengurus yang baru, PDI Perjuangan Kutai Timur diharapkan semakin solid dan mampu menjalankan agenda-agenda strategis pada periode lima tahun mendatang.

  • Karangan Dilanda Banjir, Warga Diminta Waspadai Buaya di Area Tergenang

    Karangan Dilanda Banjir, Warga Diminta Waspadai Buaya di Area Tergenang

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Intensitas hujan tinggi dalam sepekan terakhir menyebabkan banjir kembali melanda Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), Minggu (7/12/2025). Tiga desa terdampak, yakni Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang.

    Selain merendam permukiman warga, banjir ini juga meningkatkan potensi bahaya serangan satwa liar, terutama buaya yang diketahui hidup di aliran sungai sekitar.

    Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, tinggi air di Karangan Dalam mencapai paha hingga hampir pinggang orang dewasa. Kondisi itu membuat sejumlah warga harus dievakuasi ke lokasi lebih aman.

    “Kondisi air di Karangan Dalam terus naik dan sudah ada warga yang dievakuasi. Namun jumlah pastinya masih menunggu laporan resmi dari desa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim.

    Sementara itu, di Karangan Ilir, debit air terpantau stabil dan belum ada warga yang harus mengungsi. Untuk Karangan Seberang, BPBD masih menunggu perkembangan situasi dari perangkat desa.

    Naim menjelaskan, banjir ini dipicu curah hujan tinggi disertai kondisi sungai yang sedang pasang. Kawasan permukiman yang berada dekat bantaran sungai turut memperparah dampak luapan air.

    “Dalam beberapa hari terakhir hujan cukup sering dan deras. Sungai juga sedang pasang sehingga air cepat meluap ke permukiman,” ucapnya.

    Seiring meningkatnya debit air, BPBD mengeluarkan peringatan khusus kepada warga agar tidak beraktivitas atau membiarkan anak-anak bermain di area banjir. Peringatan ini diberikan karena wilayah Kutim, termasuk Karangan, merupakan habitat buaya sungai.

    “Kami mengimbau warga untuk lebih waspada karena Kutim dikenal sebagai daerah habitat buaya. Anak-anak khususnya jangan dibiarkan bermain di area tergenang,” tegas Naim.

    BPBD juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau potensi keberadaan buaya di area banjir guna mencegah hal-hal yang membahayakan keselamatan warga.

    Untuk mendukung penanganan, BPBD telah menyiagakan perahu dan perlengkapan evakuasi di sejumlah desa. Pemantauan dilakukan 24 jam terhadap perkembangan situasi di lokasi terdampak.

    “Jika dalam 1 x 24 jam air terus naik dan tidak ada tanda-tanda penurunan, tim BPBD akan turun langsung membawa peralatan tambahan,” tutupnya.

  • Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026

    Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara mengenai polemik penyaluran motor operasional RT yang belum merata. Ia memastikan, seluruh desa dan kelurahan yang belum kebagian jatah akan diselesaikan pada tahun anggaran 2026.

    ​Bupati menyadari adanya kekecewaan di lapangan, termasuk penolakan dari Forum RT di Kelurahan Singa Geweh yang merasa pembagian unit belum maksimal. Namun, ia meminta para Ketua RT memahami kondisi keuangan daerah.

    ​“Anggaran tahun ini memang mengalami penyesuaian luar biasa karena TKD dipangkas. Ditambah lagi TDF Desember 2024 yang tidak terealisasi, membuat kita harus menata ulang anggaran 2025,” ungkap Ardiansyah.

    ​Akibatnya, sisa penyaluran untuk sekitar 8 desa dan 2 kelurahan harus dijadwalkan ulang.

    ​“Untuk kelurahan yang tersisa, meskipun kemarin ada sisa 8 unit, mungkin akan diberikan kalau mereka siap. Kalau tidak, mekanismenya mungkin dititip ke Lurah dulu,” jelasnya.

    ​Meski ada penundaan, Bupati memberikan garansi bahwa program ini tidak akan mangkrak. Dokumen perencanaan untuk pengadaan sisa unit motor disebutnya telah siap untuk dieksekusi pada Anggaran Murni 2026.

    ​“Insyaallah 2026 sudah aman dan siap kita masukkan di murni. Kami harap masyarakat dan perangkat desa bisa berkolaborasi agar realisasi nanti berjalan lancar,” tutupnya.

  • Dinilai Tebang Pilih, Forum RT Singa Geweh Tolak Bantuan Motor Pemkab Kutim

    Dinilai Tebang Pilih, Forum RT Singa Geweh Tolak Bantuan Motor Pemkab Kutim

    www.ads.pojokdigital.com/, KUTIM – Polemik distribusi bantuan kendaraan operasional bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kutai Timur kembali mencuat. Kali ini, Forum RT Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, secara resmi menolak bantuan tersebut karena dinilai tidak adil dan tidak proporsional.

    ​Ketua Forum RT Singa Geweh, Chalvin S. Mangera, menegaskan bahwa penolakan ini bukan karena enggan menerima bantuan, melainkan bentuk protes keras atas mekanisme pembagian yang dianggap diskriminatif. Singa Geweh dinilai dijadikan prioritas terakhir dibandingkan wilayah lain.

    ​“Ini program bupati yang seharusnya direalisasikan secara adil, arif, dan bijaksana. Tapi kenyataannya, Kelurahan Singa Geweh justru ditempatkan di urutan belakang,” ujar Chalvin.

    ​Ketimpangan ini terlihat dari alokasi anggaran. Dari total 35 RT di Singa Geweh, hanya delapan unit motor yang dianggarkan untuk tahun 2025, sementara 27 unit sisanya baru dialokasikan pada 2026. Hal ini kontras dengan RT di Kelurahan Teluk Lingga yang—meski berstatus sama sebagai wilayah perkotaan—telah menerima bantuan penuh lebih awal.

    ​“Kalau Teluk Lingga bisa menerima tahun ini secara penuh, seharusnya Singa Geweh juga sama. Pola bertahap ini membuat kami merasa disepelekan,” tegasnya.

    ​Menyikapi hal tersebut, Chalvin menyebut Forum RT telah menggelar rapat internal. Hasilnya, seluruh RT sepakat menolak total bantuan tersebut, termasuk delapan unit yang direncanakan cair tahun depan.

    ​“Daripada dianggap bisa dibodohi, lebih baik kami tidak terima. Bahkan delapan motor yang akan diberikan tahun ini pun kami tolak,” ucapnya.

    ​Sebagai tindak lanjut, surat keberatan resmi yang ditandatangani 35 Ketua RT telah disiapkan untuk dikirim kepada Bupati dan DPRD Kutai Timur. Chalvin menekankan, aksi ini bukan bentuk pembangkangan terhadap pemerintah, melainkan tuntutan kesetaraan perlakuan antara desa dan kelurahan.

    ​“Kami hanya meminta kebijakan yang adil. Tidak boleh ada pembeda padahal sistemnya sama,” jelasnya. Forum RT Singa Geweh kini memilih menunggu evaluasi kebijakan tersebut agar tidak ada kesan pilih kasih di masa mendatang.

  • Tim Gabungan Bekuk Pengedar Sabu 51,81 Gram di Sangatta

    Tim Gabungan Bekuk Pengedar Sabu 51,81 Gram di Sangatta

    www.ads.pojokdigital.com/, KUTIM – Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Kutai Timur kembali membuahkan hasil. Seorang terduga pengedar berhasil dibekuk aparat dalam operasi gabungan yang digelar pada Rabu malam, 3 Desember 2025, di Jalan Poros KM 5 Sangatta Bontang.

    Penangkapan tersebut dilakukan setelah tim memperoleh informasi mengenai aktivitas mencurigakan pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kutim.

    Operasi penindakan melibatkan unsur TNI dari Unit Intel Kodim 0909/Kutim, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutim, Badan Intelijen Negara (BIN) Kaltim, serta Satresnarkoba Polres Kutai Timur. Koordinasi lintas instansi ini disebut menjadi kunci keberhasilan operasi.

    Penangkapan berlangsung sekitar pukul 18.25 WITA. Saat diperiksa, tim menemukan paket sabu dengan total berat bruto 51,81 gram. Barang terlarang tersebut didapatkan dalam bentuk beberapa kemasan siap edar.

    Untuk memastikan berat barang bukti, pelaku langsung digelandang ke Makodim 0909/Kutim. Proses penimbangan dilakukan secara resmi dan disaksikan jajaran aparat gabungan sebelum pelaku dipindahkan ke Polres Kutai Timur.

    Dandim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto yang berada di lokasi menyampaikan bahwa operasi ini merupakan komitmen bersama dalam menindak peredaran narkoba yang semakin meresahkan masyarakat.

    “Penindakan ini merupakan bentuk pelaksanaan program P4GN di Kutai Timur. Kami bergerak sesuai arahan pimpinan untuk serius memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” ujarnya, Kamis 4 Desember 2025.

    Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan operasi gabungan menjadi bukti bahwa langkah kolektif lebih efektif dibandingkan kerja sektoral.

    “Polri, BNN, dan aparat intelijen saling mendukung. Ini bukan tugas satu lembaga saja, tetapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala BNNK Kutim AKBP Risnoto menyebut wilayah Kutim menjadi target peredaran karena letak strategis dan aktivitas ekonomi yang meningkat. Ia memastikan operasi serupa akan terus dilakukan.

    “Kami sudah memetakan jalur dan pola pergerakan jaringan. Penangkapan ini bukan akhir, tetapi bagian dari proses memutus rantai distribusi,” katanya.

    Kasat Resnarkoba Polres Kutim IPTU Erwin Susanto menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan sesuai prosedur. Ia menyebutkan bahwa pelaporan resmi dan pendalaman jaringan telah dimulai sejak malam penangkapan.

    “Kasus ini langsung ditindaklanjuti secara formil dalam waktu 1×24 jam. Selanjutnya kami akan mengejar pihak lain yang terhubung dengan pelaku,” jelasnya.

    Usai konferensi pers internal, pelaku dibawa ke Mapolres Kutim untuk pemeriksaan lanjutan. Aparat menyatakan bahwa pengawasan dan operasi lapangan akan ditingkatkan untuk menekan peredaran narkoba di Kutim.

    Dengan temuan ini, aparat berharap pesan kuat tersampaikan: wilayah Kutai Timur tidak akan menjadi tempat persembunyian maupun jalur distribusi bagi pengedar narkoba.(C/*)