Category: Wonderful Kutim

  • Balai TNK Tutup Prevab, Prioritaskan Konservasi Orang Utan

    Balai TNK Tutup Prevab, Prioritaskan Konservasi Orang Utan

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Balai Taman Nasional Kutai (TNK) menutup sementara kawasan Prevab sebagai langkah prioritas dalam menjaga kelestarian habitat dan keseimbangan ekosistem orang utan di kawasan konservasi tersebut.

    Kasubbag Tata Usaha Balai TNK, Kristina Nainggolan, mengatakan penutupan Prevab merupakan bagian dari agenda rutin pengelolaan wisata alam berbasis konservasi, khususnya pada kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi.

    Prevab memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lain karena menjadi area pelepasliaran dan habitat alami orang utan, sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih ketat dan berorientasi pada kepentingan satwa.

    Menurut Kristina, aktivitas wisata yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi ekologis kawasan, sehingga diperlukan waktu jeda agar lingkungan dapat memulihkan dirinya secara alami.

    “Kami memberi ruang agar ekosistem di Prevab bisa pulih dan satwa-satwa di dalamnya, khususnya orang utan, dapat beraktivitas dengan lebih tenang,” ujarnya.

    Selain aspek konservasi, penutupan sementara ini juga dimanfaatkan Balai TNK untuk melakukan pembenahan tata kelola wisata sesuai arahan Kementerian Kehutanan.

    Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah persiapan digitalisasi pelayanan wisata, mulai dari sistem reservasi pengunjung hingga pencatatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Prevab.

    Kristina mengungkapkan, selama ini pihaknya menerima keluhan terkait sistem pemesanan yang belum tertata, terutama mengenai keterbatasan fasilitas pondok wisata bagi pengunjung yang ingin menginap.

    “Dengan sistem digital, pemesanan akan lebih tertib dan transparan, sehingga kapasitas kunjungan dan fasilitas bisa dikelola lebih baik,” jelasnya.

    Balai TNK berharap, setelah proses pemulihan ekosistem dan pembenahan manajemen selesai, wisata Prevab dapat kembali dibuka dengan pelayanan yang lebih baik tanpa mengabaikan prinsip utama konservasi orang utan.

  • Karst Sangkulirang-Mangkalihat Terancam Ekspansi Tambang, Komunitas Kutim Minta Status UNESCO Dipercepat

    Karst Sangkulirang-Mangkalihat Terancam Ekspansi Tambang, Komunitas Kutim Minta Status UNESCO Dipercepat

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat kian menguat. Sejumlah komunitas pecinta alam di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendesak pemerintah agar mempercepat pengakuan kawasan tersebut sebagai UNESCO Global Geopark.

    Bentang karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dikenal sebagai salah satu kawasan karst terbesar di Kalimantan dinilai berada dalam posisi rawan. Beberapa segmen wilayahnya disebut sudah berdekatan langsung dengan area konsesi pertambangan.

    Penggiat wisata alam dari Amica Creative Explore, Andre, menilai penetapan status geopark internasional menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kawasan tersebut. Menurutnya, tanpa pengakuan resmi, ruang eksploitasi masih terbuka lebar.

    “Kalau belum ditetapkan sebagai Geopark, kawasan ini sangat rentan dimasuki aktivitas yang merusak. Status UNESCO akan menjadi benteng kuat bagi kelestarian karst,” ujarnya.

    Andre menambahkan, wilayah karst di Kecamatan Karangan saat ini sudah berada di titik yang mengkhawatirkan karena jaraknya yang semakin dekat dengan aktivitas pertambangan. Ia menilai keterlambatan pengakuan dapat berdampak pada hilangnya ekosistem bernilai tinggi.

    Hal senada disampaikan Ketua My Trip My Adventure Kutim, Soraya. Ia mengatakan komunitas pecinta alam di Kutim sepakat mendorong pemerintah agar tidak hanya mengusulkan, tetapi juga mengawal proses pengakuan Geopark hingga tuntas.

    Menurutnya, Sangkulirang-Mangkalihat bukan hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga jejak warisan budaya dan geologi yang terbentuk selama ribuan tahun. Pengakuan internasional dinilai penting untuk menjaga nilai tersebut dari ancaman kerusakan.

    Sementara itu, Ketua MAPALA Sabana, Putri, menegaskan bahwa pengakuan UNESCO akan mempersempit ruang gerak perusahaan dalam melakukan eksploitasi kawasan karst. Ia menilai status geopark akan menjadi payung perlindungan yang lebih kuat dibanding regulasi lokal.

    “Kalau sudah diakui UNESCO, tidak ada lagi celah bagi aktivitas yang berpotensi merusak kawasan karst,” tegasnya.

    Putri berharap pemerintah daerah dan provinsi lebih serius melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan UNESCO, agar proses pengakuan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat tidak berlarut-larut.

  • Budaya Dayak Wehea Siap Tampil di Panggung Nasional, Lom Plai Diperjuangkan Masuk KEN 2026

    Budaya Dayak Wehea Siap Tampil di Panggung Nasional, Lom Plai Diperjuangkan Masuk KEN 2026

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah berupaya keras memperjuangkan agar festival budaya adat Lom Plai kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

    ‎Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Akhmad Rifanie, mengungkapkan bahwa festival Lom Plai saat ini telah lolos tahap administrasi dan akan segera mengikuti tahapan presentasi serta kurasi di hadapan pihak kementerian.

    ‎“Saat ini kami telah lolos tahap administrasi. Kami akan melakukan presentasi dan kurasi terkait festival Lom Plai ke Kementerian secara langsung pada 14 November mendatang,” ujarnya di Sangatta, Selasa (4/11/2025).

    ‎Menurut Rifanie, festival Lom Plai merupakan salah satu dari empat event budaya di Kalimantan Timur yang berhasil melaju ke tahap akhir seleksi KEN 2026. Tiga lainnya yakni Borneo Culture Week 7.0, Erau Adat Kutai, dan Balikpapan Fest.

    ‎Ia menjelaskan bahwa salah satu syarat utama agar suatu kegiatan dapat masuk dalam KEN adalah konsistensi penyelenggaraan yang dilakukan secara rutin, serta memiliki dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi daerah.

    ‎“Setiap daerah diminta menampilkan potensi dan keunggulan event mereka secara utuh, baik dari aspek pelaksanaan, kreativitas, maupun pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

    ‎Pihaknya kini tengah menyiapkan berbagai materi dan data pendukung untuk memperkuat argumen dalam sesi presentasi mendatang. Termasuk di dalamnya dokumentasi kegiatan, dampak ekonomi, hingga partisipasi masyarakat lokal.

    ‎“Kami sedang mempersiapkan seluruh materi dan data pendukung untuk keperluan presentasi tersebut,” tambahnya.

    ‎Festival Lom Plai sendiri dikenal sebagai perayaan adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea yang sarat dengan nilai-nilai pelestarian alam serta warisan leluhur.

    ‎Dalam prosesi ritualnya, masyarakat menampilkan tarian, musik, dan tradisi gotong royong yang telah diwariskan turun-temurun.

    ‎“Festival Lom Plai memiliki ciri khas tersendiri karena mengangkat adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea, salah satu suku yang menjaga warisan leluhur dan harmoni dengan alam,” tuturnya.

    ‎Rifanie menegaskan bahwa keberhasilan Lom Plai masuk kembali dalam KEN akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kutim, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur.

    ‎“Kami siap dan optimis festival unggulan di Kutim ini mampu kembali menembus event nasional di 2026 mendatang,” tegasnya.

    ‎Ia menambahkan, festival Lom Plai sebelumnya sempat masuk dalam daftar KEN pada 2023 dan 2024, namun tidak tercantum dalam agenda nasional tahun 2025. Meski demikian, animo masyarakat dan wisatawan terhadap kegiatan tersebut tetap tinggi.

    ‎“Semoga Lom Plai bisa kembali ditunjuk untuk ketiga kalinya masuk dalam jajaran event berskala nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaannya,” pungkasnya.

  • Embung Banyu Langi, Dari Irigasi Jadi Destinasi Wisata Andalan Desa Suka Maju

    Embung Banyu Langi, Dari Irigasi Jadi Destinasi Wisata Andalan Desa Suka Maju

    KUTAI TIMUR – Sebuah transformasi inspiratif terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. Embung Banyu Langi, yang dulunya hanya berfungsi sebagai penampungan air hujan untuk keperluan irigasi pertanian, kini menjelma menjadi destinasi wisata lokal yang ramai dikunjungi warga.

    Berada di kawasan strategis dengan pemandangan alam yang menawan, embung ini disulap menjadi ruang terbuka publik yang menarik, berkat inisiatif dan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, BUMDes, dan Pokdarwis setempat.

    Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman, menjelaskan bahwa ide awal pengembangan wisata ini muncul dari kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi yang murah, mudah diakses, dan tetap menyatu dengan alam sekitar.

    “Awalnya embung ini dibangun hanya untuk menampung air. Tapi kami melihat peluang besar. Tempatnya indah, potensinya sayang kalau dibiarkan begitu saja,” kata Usman, Rabu (06/08/2025).

    Kini, Embung Banyu Langi tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti wahana perahu bebek, kolam pemancingan, taman bermain anak, panggung hiburan, hingga deretan warung UMKM yang menjual makanan dan produk lokal.

    Luas kawasan embung mencapai sekitar 7,8 hektare. Pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif melalui BUMDes dan Pokdarwis, yang sebagian besar terdiri dari warga desa itu sendiri.

    “Transformasi ini bukan hanya soal membangun fisik, tapi juga membangun semangat gotong royong dan kesadaran warga akan potensi desanya,” ujar Usman.

    Perubahan fungsi embung tersebut juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Sejumlah warga mulai membuka usaha, seperti penyewaan pelampung, jasa pemandu wisata, dan warung makan, yang semula hanya buka saat akhir pekan, kini bisa beroperasi setiap hari.

    Ani, salah satu pelaku UMKM di kawasan tersebut, mengaku penghasilannya meningkat sejak kawasan embung ramai dikunjungi. “Dulu cuma buka Sabtu-Minggu, sekarang setiap hari ada pengunjung. Alhamdulillah, bisa bantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

    Setiap akhir pekan, kawasan embung dipadati pengunjung, tidak hanya dari Desa Suka Maju, tapi juga dari desa dan kecamatan tetangga. Banyak yang datang bersama keluarga untuk menikmati udara segar, piknik, atau sekadar melepas penat dari rutinitas harian.

    Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyambut baik inisiatif ini. Salah satu bentuk dukungan yang direncanakan adalah pembangunan fasilitas glamping (glamour camping) agar embung ini bisa menjadi destinasi wisata alam bermalam.

    Meski pada awalnya sempat muncul keraguan dari sebagian warga, seiring waktu, keberhasilan transformasi ini membuktikan bahwa potensi lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola secara bijak dan kolaboratif.

    “Sekarang, warga yang dulu ragu malah jadi yang paling aktif terlibat. Ini bukan cuma soal wisata, tapi soal bagaimana kita membangun desa bersama-sama,” pungkas Usman.

    Embung Banyu Langi kini menjadi bukti nyata bahwa desa punya potensi luar biasa yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Dari embung sederhana, menjadi ikon kebanggaan warga, dan contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kutim.(Ciaa/)

  • Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Cerita Desa dari Lensa Anak Muda: 10 Vlog Terbaik Kutim 2025 Terpilih

    Kutai Timur – Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi mengumumkan 10 peserta terbaik yang berhasil lolos ke tahap akhir. Dari puluhan video kreatif yang masuk, para finalis ini dinilai mampu menangkap esensi desa dengan cara yang menyentuh, segar, dan autentik menghadirkan kisah-kisah lokal dari sudut pandang generasi muda,

    Disiarkan langsung melalui akun Instagram Sangatta Folks dan Pemuda Kutim Hebat, pengumuman ini disambut antusias oleh warganet. Tiga dewan juri Ordiansyah Tarlan, Aidil Putra, dan Maisarah Muhaidin (Mae) hadir langsung dalam siaran tersebut dan memberikan apresiasi atas kualitas karya peserta.

    “Kami melihat semangat luar biasa dalam setiap video yang dikirimkan. Peserta tidak hanya mempromosikan potensi desanya, tetapi juga menyampaikan narasi dengan sudut pandang yang kuat dan menggugah. Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kutai Timur memiliki banyak cerita yang layak diangkat,” ujar Ordiansyah Tarlan mewakili dewan juri, Minggu (17/05/2025).

    10 Finalis Terbaik “Explore Potensi Desa Kutim 2025”

    1.Charly Ridwan Manurung – Desa Singa Gembara

    2.Devin Adriansyah Lukman – Desa Perkebunan Bukit Makmur

    3.Faisal Ghani – Gula Merah Desa Peridan

    4.Forum Dance Traditional Kutim – Desa Perkebunan Kelulut, Sangatta Selatan

    5.Flora Laway – Desa Mekar Baru, Busang

    6.Muhamad Vickram Asikin DM – Desa Sekerat

    7. Muhammad Alfarizi Edytia – Desa Swarga Bara

    8.Kaindi Biru – Pedalaman Suku Dayak, Desa Miau Baru

    9.Naomi Sachi – Desa Sangatta Selatan

    10.Laurentina Milo Maku – Desa Swarga Bara

    Selanjutnya, 10 peserta ini akan bersaing memperebutkan tiga kategori penghargaan utama:

    1.5 Juara Terbaik

    2.5 Juara Harapan

    3.5 Juara Favorit

    Penilaian akan berfokus pada eksplorasi potensi lokal, kreativitas, teknik pengambilan gambar, narasi, serta dampak sosial. Pemenang akan diumumkan pada 19 Mei 2025.

    Ketua Penyelenggara, Wily Christian, menegaskan bahwa kompetisi ini lebih dari sekadar lomba. “Kami ingin menjadikan lomba ini sebagai gerakan positif yang terus hidup. Desa-desa di Kutim menyimpan begitu banyak keunikan dan potensi yang belum banyak diketahui. Melalui vlog, suara dan cerita dari desa bisa didengar lebih luas,”ungkapnya.

    Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2025” membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi jembatan penting untuk mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih besar.(*)

  • Lomba VLOG Kutim 2025 Sukses Digelar, Pemuda Desa Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas

    Lomba VLOG Kutim 2025 Sukses Digelar, Pemuda Desa Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas

    Sangatta — Lomba VLOG “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi ditutup pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 00.00 WITA. Penutupan lomba ini menandai keberhasilan sebuah ajang kreatif yang menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda desa dalam mengangkat potensi lokal mereka secara digital.

    Ketua Panitia Penyelenggara, Wily Christian, mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya partisipasi masyarakat, terutama dari kalangan pemuda. “Kami sangat mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh peserta. Hampir seluruh kecamatan di Kutai Timur terwakili lewat karya-karya kreatif yang masuk. Banyak video dikirim menjelang detik-detik terakhir penutupan, menandakan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.

    Menurut Wily, keberhasilan lomba ini turut mencerminkan potensi besar generasi muda desa dalam mendukung transformasi digital dari tingkat akar rumput. Ia menambahkan, laporan hasil kegiatan telah disampaikan kepada Bupati Kutai Timur dan mendapat respons positif. “Bapak Bupati menyambut baik capaian ini. Ini membuktikan bahwa gerakan dari desa bisa menjadi motor perubahan positif dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

    Saat ini, proses penjurian tengah berlangsung sejak 11 Mei dan akan berakhir pada 15 Mei 2025. Tim juri berasal dari kalangan profesional videografi yang telah dikenal secara nasional. “Salah satu juri adalah kreator top yang jadi inspirasi banyak anak muda. Kami sengaja buat kejutan, jadi ditunggu saja,” tambah Wily.

    Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 16 Mei 2025, sedangkan penyerahan hadiah akan digelar pada 19 Mei 2025. Momen ini juga akan bertepatan dengan agenda penting lainnya, yakni Pengukuhan Kepengurusan Pemuda Kutim Hebat.

    Lomba ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi pemuda desa untuk terus berkarya dan mempromosikan daerahnya. Tak sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara kreativitas, teknologi, dan kecintaan terhadap desa.(*)

  • Ketua LPTQ : Musabaqah Tilawatil Qur’an Berlangsung Akhir November

    Ketua LPTQ : Musabaqah Tilawatil Qur’an Berlangsung Akhir November

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an XVI Tingkat Kabupaten Kutai Timur dipastikan akan berlangsung pada Selasa (29/11/2022) mendatang. Hal ini ditegskan oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi yang juga merupakan Ketua Lembaga Pendidikan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kutim.

    Disebutkannya persiapan-persiapan terkait kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan syiar islam tersebut, masif dilakukan oleh pihak panitia dengan pusat kegiatan di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta yang terletak di Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi.

    “Kita telah melakukan pengechekan pada seluruh perangkat teknis maupun non teknis, sehingga hajatan besar tersebut dapat terselenggara dengan sukses. Semisal terkait perlengkapan, kesehatan, maupun juga kesiapan dari pihak kecamatan se-Kutim dalam mengirimkan para kafilah mereka di kegiatan akbar terkait syiar agama tersebut,” jelas pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

    Terkait detail untuk masing-masing kafilah yang mengirimkan perwakilannya untuk tiap kategori yang diperlombakan dalam MTQ XVI, pihak LPTQ Kutim akan melaksanakan verifikasi di tabggal 27-28 November.

    “Pada 29 November 2022 pagi kita lakukan perihal mulai dari pelantikan Dewan Hakim, rapat official, tehnical meeting, pengumuman peserta yang lulus verifikasi, serta pembukaan MTQ pada malam harinya,” tukas Rizali Hadi saat dihubungi melalui HP pada Jum’at (18/11/2022) sore. (ADV-KOMINFO/War/Ran)

     

  • Sandaran Miliki Beragam Objek Pariwisata

    Sandaran Miliki Beragam Objek Pariwisata

    www.ads.pojokdigital.com/, Sangatta – Membangun sektor pariwisata di Kutai Timur tak dapat dilakukan sebagaimana hikayat Bandung Bondowoso, membangun seribu candi dalam waktu satu malam.

    Diperlukan kekuatan yang melibatkan semua elemen untuk saling bahu-membahu, menghadapi berbagai aral rintangan, sebelum menikmati manisnya kesuksesan layaknya daerah yang sudah terkenal destinasi wisatanya diluaran sana.

    Bupati Ardiansyah Sulaiman mengaku, ia mengenalkan ke publik di Indonesia terkait beragam potensi dan destinasi wisata daerah yang tersebar dari ujung selatan hingga utara Kutim. Bahkan tembus ke markas Angkatan Laut (AL), ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berkaitan persiapan Sail Sangkulirang 2024 mendatang.

    “Saya menyampaikan jika Kutim Magic Land, daerah yang penuh keajaiban. Kutim memiliki potensi wisata di lautan atas dan dalam, pantai hingga kawasan pedalaman yang eksotik,” terangnya pada Rabu (2/11/2022).

    Permasalahannya adalah kapan dan kapan! Seluruh masyarakat mengangkat nama daerah? Agar orang-orang berdatangan ke Kutim. Persoalan tersebut dibaca oleh Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang. Sehingga dimulailah beberapa event sebagai langkah kejut, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah.

    Pelaksanaan Bhayangkara Over Land Kutim 2022 beberapa waktu lalu, merupakan salah-satu contoh dini, berkaitan mengenalkan nama Kutim ke penjuru wilayah Indonesia dan dunia. Termasuk memancing tiap-tiap kecamatan di Kutim, membuat agenda yang tidak saja berguna bagi masyarakat namun juga memancing rasa keingintahuan khalayak tentang Kutim.

    “Untuk apa memancing orang-orang berdatangan, agar terjadi perputaran uang yang besar di Kutim. Menaikkan daya dukung ekonomi dari sektor pariwisata. Tahun ini kita mulai,” ujarnya tanpa keraguan.

    Potensi pariwisata di Kecamatan Sandaran tidak saja hanya berbicara tentang Danau Sapan di Tado’an. Terdapat beberapa lokasi wisata lain seperti air terjun Dua’ae di Tanjung Mangkalihat, wisata mangrove serta pantai Indah dan Prapat Tunggal di Manubar, lalu air terjun Batang Bakil di desa Sandaran. Belum lagi pesta adat erau dan cagar budaya di desa Marukangan.

    Danau Sapan di Tado’an membuat Ardiansyah Sulaiman berfikir, agar pihak desa, kecamatan dan masyarakat setempat untuk mengadakan home stay bagi tamu-tamu yang datang. Sehingga selain objek wisata tumbuh, dukungan masyarakat menjadi penuh pada sektor pariwisata.

    “Home stay bukan bangunan baru, tetapi bangunan tempat tinggal masyarakat yang dibuat ruangan untuk menginap reresentatif bagi tamu. Ketika datang tamu, masyarakat dapat merasakan langsung dampak ekonominya. Danau Sapan jelas akan berkembang pesat, tergantung mau atau tidaknya masyarakat,” jelas Bupati Kutim. (ADV-KOMINFO/Ran/Uni)