Category: Pendidikan

  • Sembilan Pelajar Kaltim Terpilih sebagai Duta Siswa Indonesia 2026 di Surabaya

    Sembilan Pelajar Kaltim Terpilih sebagai Duta Siswa Indonesia 2026 di Surabaya

    www.ads.pojokdigital.com/,Bontang – Provinsi Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak sembilan siswa dan siswi terbaik asal Kalimantan Timur resmi terpilih sebagai Duta Siswa Indonesia 2026, dalam ajang nasional yang diselenggarakan di Surabaya, tanggal 29 Januari – 2 Februari 2026.

    ‎Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas generasi muda Kalimantan Timur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan, karakter, serta kepedulian sosial yang kuat.

    ‎Perwakilan Duta Siswa Indonesia 2026 dari Kalimantan Timur tersebut berasal dari berbagai sekolah di wilayah Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Loa Kulu.

    ‎Adapun sembilan pelajar yang terpilih adalah:

    • ‎Juwita Febryaningrum – SMKS Medika Samarinda
    • ‎Adrian Risqi Ramadhani – SMA Negeri 1 Bontang
    • ‎Syafira Kanaya Putri – MA Nuruddin Samboja
    • ‎Putri Apriyanda Rahmadani – SMA Negeri 1 Bontang
    • ‎Muhammad Aan – SMA Negeri 1 Bontang
    • ‎Chessa Julia Putri – MTsN 2 Kutai Kartanegara
    • ‎Tribuana Amalia Mastini – MAN Bontang
    • ‎Kyla Aina Nazwa – SMKN 1 Bontang
    • ‎Zarka Cantika Ananda – SMK Muhammadiyah Loa Kulu

    ‎Salah satu perwakilan, Adrian Risqi Ramadhani dari SMA Negeri 1 Bontang, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.

    ‎Ia menilai ajang Duta Siswa Indonesia menjadi wadah bagi pelajar untuk berkembang, berani menyuarakan gagasan, serta membawa dampak positif bagi lingkungan.

    ‎“Kami berharap amanah ini dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya dan mampu menjadi inspirasi bagi pelajar lain, khususnya di Kalimantan Timur,” ujar Adrian.

    ‎Melalui peran sebagai Duta Siswa Indonesia 2026, para pelajar ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan, teladan, serta membawa nama baik daerah di kancah nasional.(Ciaa/*)

  • Pelajar Bontang Raih Puteri Pelajar Ekonomi Kreatif Kaltim 2026

    Pelajar Bontang Raih Puteri Pelajar Ekonomi Kreatif Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,BONTANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kota Bontang. Nazhifa Istiqomah, siswi SMA Negeri 2 Bontang, berhasil meraih gelar Puteri Pelajar Ekonomi Kreatif 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

    Capaian tersebut diraih Nazhifa setelah melalui serangkaian tahapan seleksi dan penilaian yang ketat, mulai dari uji wawasan, kemampuan komunikasi, hingga pemahaman tentang pengembangan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.

    Dalam ajang tersebut, Nazhifa dinilai mampu menampilkan gagasan kreatif yang menitikberatkan pada peran pelajar dalam mendorong inovasi, kewirausahaan, serta pemanfaatan potensi lokal berbasis ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

    Nazhifa mengaku ajang Puteri Pelajar menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya. Ia menyebut pencapaian ini sebagai sebuah anugerah yang patut disyukuri.

    “Pesan dan kesan saya selama mengikuti ajang ini, ajang ini menjadi bagian dari perjalanan, ini adalah sebuah anugerah. Selain dukungan luar biasa dari lingkungan sekitar, saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa keberanian adalah fondasi utama untuk bertumbuh,” ujar Nazhifa.

    Ia juga menambahkan, pertemuan dengan para finalis dari berbagai daerah di Kalimantan Timur memberikan motivasi tersendiri untuk terus berkembang dan berkontribusi positif.

    “Bertemu dengan rekan-rekan hebat se-Kalimantan semakin memotivasi saya untuk terus melangkah dan memberikan dampak positif,” tambahnya.

    Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik SMA Negeri 2 Bontang serta Kota Bontang di tingkat provinsi. Prestasi tersebut diharapkan mampu menginspirasi pelajar lain untuk berani mengembangkan potensi diri.

    Sebagai Puteri Pelajar Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur 2026, Nazhifa diharapkan dapat menjadi duta inspiratif bagi generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan semangat kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi di kalangan pelajar.

  • Disdikbud Kutim Matangkan Pelaksanaan TKA Paket A, B, dan C Tahun 2026

    Disdikbud Kutim Matangkan Pelaksanaan TKA Paket A, B, dan C Tahun 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun 2026.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Februari 2026, di Hotel Royal Victoria, Sangatta.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi teknis para penyelenggara pendidikan kesetaraan, khususnya dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar yang akurat, objektif, dan akuntabel.

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa Bimtek TKA memiliki peran strategis dalam menentukan standar kualitas lulusan pendidikan kesetaraan. Menurutnya, TKA menjadi instrumen penting dalam mengukur capaian akademik peserta didik, seiring dengan penerapan sistem evaluasi berbasis komputer.

    “Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh penyelenggara pendidikan kesetaraan di Kutai Timur memiliki kesiapan teknis yang matang dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026,” ujar Mulyono, Senin (2/2/2026).

    Ia menjelaskan bahwa TKA merupakan kebijakan yang melengkapi sistem evaluasi sebelumnya, seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). TKA secara khusus diperuntukkan bagi peserta didik kelas akhir sebagai alat ukur capaian akademik secara menyeluruh.

    “Kalau dulu kita mengenal EBTANAS, sekarang ada TKA yang pelaksanaannya sepenuhnya berbasis komputer. Ini menuntut kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung yang memadai,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menyampaikan bahwa Bimtek ini diikuti oleh 83 peserta. Mereka berasal dari 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kutai Timur.

    “Peserta terdiri dari kepala satuan pendidikan serta proktor yang nantinya bertanggung jawab langsung dalam pelaksanaan TKA di masing-masing lembaga,” jelas Heri.

    Untuk memastikan kualitas pelaksanaan, Disdikbud Kutim menghadirkan narasumber dari UPTB Telkom Provinsi Kalimantan Timur. Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kemampuan teknis proktor dan pengawas dalam mengoperasikan sistem ujian berbasis komputer.

    “Harapan kami, setelah mengikuti Bimtek ini, kemampuan teknis para proktor meningkat signifikan sehingga pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar dan minim kendala teknis,” tutup Heri.

  • Peduli Generasi Muda, PT Subur Abadi Plantations Gelar Edukasi Kesehatan dan Keselamatan

    Peduli Generasi Muda, PT Subur Abadi Plantations Gelar Edukasi Kesehatan dan Keselamatan

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter dan kualitas hidup generasi muda, PT Subur Abadi Plantations (SAP) menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak di ruang belajar perusahaan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menanamkan kesadaran hidup sehat dan perilaku aman sejak usia dini.

    Administratur PT Subur Abadi Plantations, Abdus Syukur, mengatakan bahwa edukasi kesehatan dan keselamatan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing.

    Menurutnya, pemahaman sejak dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.

    “Kesehatan dan keselamatan adalah nilai yang terus kami tanamkan. Dengan memberikan edukasi sejak usia dini, kami berharap anak-anak tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga diri sendiri dan lingkungan sekitarnya,” ujar Abdus Syukur, Senin (26/1/2026).

    Ia menambahkan, kurangnya pemahaman terkait perilaku hidup sehat dan aman dapat meningkatkan risiko penyakit maupun kecelakaan di kemudian hari.

    Oleh karena itu, perusahaan mendorong metode pembelajaran yang interaktif dan disertai praktik langsung agar mudah dipahami oleh anak-anak.

    Kegiatan edukasi ini menghadirkan sejumlah materi, di antaranya kesehatan gigi yang disampaikan oleh dr. Vera. Dalam sesi tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik menyikat gigi dengan cara yang benar, sehingga lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Materi keselamatan berkendara disampaikan oleh perwakilan Safety, Health, and Environment (SHE) PT Subur Abadi Plantations, Mulyana. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, serta diajak mempraktikkan cara naik kendaraan dengan tertib dan duduk dengan aman.

    Selain itu, mereka juga diingatkan untuk peduli terhadap keselamatan orang tua dengan mengingatkan penggunaan alat pelindung diri saat bekerja.

    Sementara itu, materi pengenalan dan penanganan api disampaikan oleh Asrul. Anak-anak diberikan pemahaman dasar mengenai manfaat dan bahaya api, serta langkah awal yang harus dilakukan apabila melihat api besar, yakni segera melapor kepada orang dewasa guna mencegah risiko kebakaran.

    Melalui kegiatan ini, PT Subur Abadi Plantations berharap nilai-nilai hidup sehat dan perilaku keselamatan dapat tertanam sejak dini.

    Dengan bekal pengetahuan yang diberikan, anak-anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan kecil di lingkungan keluarga dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun generasi muda yang sehat, aman, dan berkarakter. (*)

  • HMI Cabang Sangatta Perkuat Literasi dan Kemandirian Ekonomi Kader

    HMI Cabang Sangatta Perkuat Literasi dan Kemandirian Ekonomi Kader

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta menegaskan komitmennya untuk memperkuat proses kaderisasi di tingkat komisariat hingga cabang pada periode kepengurusan 2025-2026.
    Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Sangatta, Siswandi Bin Rusli, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), atas dukungan yang diberikan.

    Bantuan tersebut telah direalisasikan untuk menunjang fasilitas kaderisasi, di antaranya pengadaan komputer bagi komisariat, termasuk persiapan komisariat definitif di Bontang, serta pembangunan perpustakaan cabang guna meningkatkan literasi kader.

    "Alhamdulillah, di kepengurusan ini kami berupaya menjaga proses kaderisasi dengan mendukung perpustakaan. Karena sebelumnya literasi kita agak kurang, jadi kita persiapkan fasilitasnya," ujar Siswandi, saat sambutan di Hotel Royal Victori, Jumat (28/11/2025).

    Tak hanya fokus pada intelektualitas, HMI Sangatta juga melakukan terobosan di bidang kemandirian ekonomi dengan menyediakan peralatan sablon. Siswandi berharap usaha ini dapat menjadi wadah kreativitas kader sekaligus menopang kebutuhan operasional organisasi.

    "Kami sudah siapkan mesin sablon agar adik-adik HMI terus berkarya. Ke depan, kami berharap bisa bermitra dengan Dispora untuk kebutuhan sablon kegiatan, sehingga perputaran ekonomi di cabang tetap berjalan," tambahnya.

    Siswandi juga mengumumkan bahwa pada bulan Desember mendatang, HMI Cabang Sangatta akan meluncurkan website resmi sebagai wadah bagi kader untuk menuangkan opini dan pemikiran kritis secara digital. Selain itu, ia menegaskan posisi HMI yang kini telah bergabung di bawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur demi menjaga kondusivitas dan kolaborasi pemuda.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyambut positif langkah strategis HMI. Basuki menegaskan bahwa Dispora adalah rumah bagi seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), baik HMI, PMII, GMNI, maupun lainnya.

    "HMI, KNPI, dan OKP lainnya adalah laboratorium kader yang luar biasa untuk mencetak pemimpin hebat. Saat ini, Kutai Timur telah menjadi role model kepemudaan di Kalimantan Timur, terbukti dengan diraihnya Panji Keberhasilan Bidang Pemuda Juara 1 tingkat provinsi pada tahun 2025," ungkap Basuki.

    Basuki mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjaga harmonisasi dan mengurangi dinamika yang tidak perlu. Ia meminta KNPI sebagai wadah berhimpun untuk merangkul dan membina seluruh OKP agar bergerak satu visi memajukan daerah.

    "Kita tunjukkan Kutai Timur bukan 'kaleng-kaleng'. Kita targetkan Kutai Timur menjadi Kabupaten Layak Pemuda, di mana anak muda merasa nyaman dan memiliki ruang untuk berkarya. Bantu pemerintah, berikan kritik dan saran melalui diskusi yang konstruktif untuk kemajuan bersama," pungkas Basuki.(C/*)

  • ‎Pemkab Kutim Dorong Penguatan Kompetensi Pers Lewat Pelaksanaan UKW

    ‎Pemkab Kutim Dorong Penguatan Kompetensi Pers Lewat Pelaksanaan UKW

    KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas informasi publik melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang mewakili Bupati Kutim, bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar, serta perwakilan lembaga uji dari Pikiran Rakyat, Refa Riana di Hotel Victoria, Sangatta.

    ‎Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting di era digital. Arus informasi yang semakin cepat, kata dia, menuntut insan pers untuk mampu memilah, mengolah, dan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta bertanggung jawab.

    ‎“Pers bukan hanya penyampai informasi. Mereka adalah gatekeeper yang menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. Karena itu, kompetensi wartawan menjadi unsur penting dalam mewujudkan transparansi dan kepercayaan publik,” tegas Mahyunadi, Selasa (18/11/2025).

    ‎Ia brharap pelaksanaan UKW dapat mendorong semakin banyak wartawan di Kutim meraih sertifikasi kompetensi sesuai standar profesi, sehingga mampu menghadapi tantangan misinformasi dan maraknya peredaran hoaks di ruang digital. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang kerja sama yang lebih kuat dengan media, mengingat peran wartawan sangat penting dalam menjaga kualitas wacana publik.

    ‎“Wartawan profesional adalah benteng terdepan dalam menjaga ruang informasi publik. Mereka harus menghadirkan informasi yang akurat, mencerahkan, dan tidak memecah belah,” sambungnya.

    ‎Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat ekosistem informasi publik yang sehat dan transparan. Menurutnya, kapasitas wartawan yang mumpuni turut menentukan kualitas pemberitaan daerah.

    ‎“Kominfo Kutim berkomitmen memperkuat ruang informasi yang bebas hoaks. Pemerintah dan insan pers adalah mitra strategis dalam memberikan informasi yang tepat dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

    ‎Ronny menambahkan bahwa Kutai Timur kini memiliki Peraturan Bupati (Perbup) No. 26 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Media di Kabupaten Kutai Timur. Regulasi tersebut disusun sebagai instrumen tata kelola media yang lebih profesional, sekaligus menindaklanjuti masukan dari BPK kepada pemerintah daerah.

    ‎Dari pihak lembaga uji, Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat, Refa Riana, menjelaskan bahwa UKW merupakan standar profesi yang telah disepakati secara nasional sejak Piagam Palembang 2010. Pada 2011 ditetapkan lembaga uji resmi, dan pada 2012 pelaksanaan UKW mulai berjalan hingga kini.

    ‎“Hingga Desember 2024, dari hampir 50 ribu media online, baru sekitar 20 ribu wartawan yang sudah menjalani UKW. Artinya, masih banyak yang belum tersertifikasi,” jelasnya.

    ‎Pada pelaksanaan UKW kali ini, sebanyak tujuh penguji diterjunkan tiga dari Jawa Barat dan empat dari Kalimantan Timur untuk menguji wartawan di tiga jenjang: Muda, Madya, dan Utama. (Adv/Kominfo)

  • Hadiri Stadium General Stiper, Ketua DPRD Kutim Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis Secara Ilmiah

    Hadiri Stadium General Stiper, Ketua DPRD Kutim Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis Secara Ilmiah

    ‎Kutai Timur – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, mengingatkan mahasiswa agar mampu mengembangkan pola pikir kritis dalam menanggapi persoalan pembangunan daerah. Namun, ia menegaskan, sikap kritis itu harus disampaikan secara ilmiah, bukan melalui tindakan anarkis.

    ‎Pesan tersebut disampaikan Jimmi saat menghadiri Stadium General di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim, Kamis (11/9/2025). Ia menilai mahasiswa merupakan generasi penerus yang memiliki peran besar dalam mengawal pembangunan.

    ‎”Kritis itu perlu, sangat perlu bagi pemuda kita yang nantinya akan membangun daerah ini. Tetapi jangan sampai menjadi anarkis,” ucap Jimmi.

    ‎Ia mencontohkan beberapa kasus di daerah lain, seperti pembakaran kantor DPRD maupun kantor pemerintahan, yang menurutnya justru mencoreng nama baik mahasiswa. Jimmi meyakini, aksi anarkis kerap terjadi karena adanya penyusup dari pihak luar.

    ‎”Contoh di Makassar, izin demonstrasi sampai sore itu memang mahasiswa. Tetapi ketika berlanjut hingga malam, ternyata banyak yang bukan murni mahasiswa. Akhirnya terjadi tindakan anarkis,” jelasnya.

    ‎Jimmi mengingatkan bahwa mahasiswa harus menjaga citra diri dan kampus dengan menyampaikan kritik secara ilmiah. Menurutnya, kritik yang konstruktif akan membantu pemerintah memperbaiki kebijakan dan memastikan penggunaan uang rakyat tepat sasaran.

    ‎”Tujuannya adalah bagaimana efektivitas dan efisiensi penggunaan uang rakyat itu untuk pembangunan betul-betul terlaksana dengan baik. Opsinya disampaikan secara ilmiah, bukan dengan cara merusak,” tandasnya.(Ciaa/*)

  • Wujudkan Lingkungan Aman untuk Anak, Kemen PPPA dan PT KPC Resmikan Taman Bermain

    Wujudkan Lingkungan Aman untuk Anak, Kemen PPPA dan PT KPC Resmikan Taman Bermain

    Kutai Timur – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meresmikan ruang bermain ramah anak yang berlokasi di kawasan Townhall PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (tanggal peresmian).

    Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, khususnya menuju target nasional Indonesia Emas 2045.

    “Sebagaimana amanat Bapak Presiden, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan seperti PT KPC, sangat penting dalam mewujudkan daerah layak anak,” ujar Arifah.

    Menurutnya, pembangunan ruang bermain ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan ruang-ruang inklusif bagi anak-anak, yang tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan mereka.

    Arifah juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan oleh PT KPC, yang dinilainya telah melampaui standar ruang bermain anak yang ditetapkan oleh kementerian.

    “Menurut saya fasilitasnya sangat baik, bahkan melebihi ekspektasi saya. Ini menunjukkan bahwa PT KPC memiliki perhatian besar terhadap pembangunan generasi masa depan,” tambahnya.

    Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PT KPC, Hendro Ichwanto, menyatakan bahwa pembangunan taman bermain ramah anak merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial di Kutai Timur.

    “Kami memastikan taman bermain ini aman dari aktivitas lalu lintas dan sesuai standar Kemen PPPA. Ini menjadi bagian dari komitmen kami mewujudkan rumah bersama yang layak bagi anak-anak Indonesia,” ucap Hendro.

    Ia juga menyatakan kesiapan PT KPC untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mewujudkan kabupaten layak anak, tidak hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga di masyarakat sekitar.

    “Mudah-mudahan kami bisa terus berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak di Kutai Timur,” tutupnya.(C)

  • STIPER Kutim Siap Dukung Program “Gratis POL” dari Pemprov Kaltim

    STIPER Kutim Siap Dukung Program “Gratis POL” dari Pemprov Kaltim

    Sangatta – Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER), Dr. Ismail Fahmy Almadi, S.Pi., MP., menyatakan kesiapan dalam menyambut program bantuan pendidikan “Gratis POL” yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program ini ditujukan untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Kaltim.

    “Karena kita berada di wilayah Kalimantan Timur, tentu kami siap mengikuti program gubernur ini. Kami juga sudah beberapa kali diundang dalam pertemuan, termasuk saat launching program yang dihadiri 53 perguruan tinggi,” ujar Dr. Ismail dalam wawancara via telfon kepada awak media, Jumat (9/5/2025).

    Ia menjelaskan bahwa program Gratis POL berbeda dengan beasiswa. Program ini fokus pada bantuan pembayaran SPP bagi mahasiswa aktif yang kuliah di Kaltim, sehingga secara langsung mengurangi beban biaya pendidikan.

    STIPER, lanjutnya, telah mengajukan kuota sebanyak 315 mahasiswa untuk ikut serta dalam program ini. Namun, hingga kini, masih menunggu proses verifikasi dari pihak provinsi.

    “Provinsi masih memverifikasi karena tidak semua perguruan tinggi akan mendapatkan bantuan, mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

    Terkait manfaat program bagi kalangan dosen, Dr. Ismail mengungkapkan bahwa peluang tetap ada melalui jalur beasiswa, bukan program Gratis POL. Namun, terdapat persyaratan usia yang menjadi tantangan tersendiri.

    “Misalnya untuk S1 batas usia 21–25 tahun, S2 sekitar 30 tahun, dan S3 maksimal 50 tahun. Jadi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan harus menyesuaikan dengan ketentuan itu,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi juga dapat mendukung pengembangan infrastruktur kampus dan peningkatan kualitas SDM melalui bantuan operasional maupun fasilitas pendidikan.

    “Harapan kami tentu besar, agar kualitas pendidikan bisa meningkat tidak hanya dari sisi SDM, tapi juga dari sarana dan prasarana untuk mendukung Tridharma Perguruan Tinggi,” tutupnya.(C)