Category: Kaltim

  • Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    Tiga Hari Pencarian, Korban Truk Tenggelam di Sungai Telen Berhasil Dievakuasi

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Upaya pencarian korban kecelakaan air (laka air) truk pengangkut cangkang sawit yang terjatuh dari LCT RPNE atau ponton penyeberangan di Sungai Telen, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya membuahkan hasil.

    Pada hari ketiga pelaksanaan SAR, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Korban diketahui bernama Andi Agus Supriadi (45), warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain korban, satu unit dump truck yang ikut tenggelam juga berhasil dievakuasi dari dasar sungai.

    Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan bahwa kegiatan pencarian hari ketiga diawali dengan apel dan pengarahan kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Tim gabungan terdiri dari Sat Polairud Polres Kutim, BPBD Kutim, Basarnas Berau, Basarnas Balikpapan, personel TNI-Polri, pihak perusahaan, serta masyarakat sekitar.

    “Tim melakukan penyisiran di permukaan sungai serta penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban dan kendaraan,” ujar AKP Sudarwanto.

    Sekitar pukul 15.00 WITA, tim SAR bersama masyarakat menemukan satu unit dump truck Hino warna hijau dengan nomor polisi KT 8579 VN. Selanjutnya, tim penyelam dari Basarnas melakukan pengikatan sling untuk proses evakuasi kendaraan.

    Pada pukul 16.00 WITA, dump truck tersebut berhasil diangkat ke darat dengan bantuan alat berat excavator milik pihak perusahaan. Proses pencarian kemudian dilanjutkan hingga sore hari.

    Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.21 WITA oleh tim SAR gabungan bersama warga yang masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas PDC Kecamatan Muara Wahau untuk dilakukan visum.

    “Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya akan dibawa ke Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambah AKP Sudarwanto.

    Sementara itu, satu unit kendaraan lainnya, yakni dump truck Isuzu warna putih dengan nomor polisi KT 8341 YT, hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

    “Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh personel Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pihak perusahaan, serta masyarakat yang telah bersinergi dalam pelaksanaan SAR ini. Alhamdulillah, pada hari ketiga korban berhasil ditemukan dan satu unit kendaraan dapat dievakuasi,” ujarnya.

    AKBP Fauzan juga menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh objek yang tenggelam berhasil ditemukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel SAR.

  • Banyak Temuan Pelanggaran, Ditlantas Polda Kaltim Benahi Pelaksanaan Rampcheck 2026

    Banyak Temuan Pelanggaran, Ditlantas Polda Kaltim Benahi Pelaksanaan Rampcheck 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,BALIKPAPAN – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur menyoroti masih banyaknya temuan pelanggaran dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (Rampcheck), khususnya pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat BPTD Kelas II Kalimantan Timur, Rabu (21/1/2026).

    Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim KBP Ahmad Yanuari Insan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan Rampcheck di lapangan masih belum optimal dan cenderung bersifat formalitas. Kondisi ini dinilai berpotensi mengabaikan aspek keselamatan transportasi, terutama pada momen libur panjang.

    “Rampcheck ini jangan hanya menjadi kegiatan administratif. Kita masih menemukan pemeriksaan yang sifatnya formalitas, padahal tujuan utama kita adalah menjamin keselamatan masyarakat,” tegas Ahmad Yanuari Insan.

    Dalam paparan evaluasi terungkap sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan, mulai dari kendaraan angkutan umum dengan usia operasional di atas 25 tahun, kerusakan pada fungsi utama kendaraan, hingga penggunaan peralatan pemeriksaan yang belum memenuhi standar keselamatan.

    Selain aspek teknis kendaraan, pelanggaran administrasi juga menjadi temuan terbanyak. Banyak pengemudi dan perusahaan angkutan yang tidak melengkapi dokumen wajib, seperti SIM, STNK, kartu pengawasan, hingga izin operasional. Bahkan, ditemukan bus pariwisata yang beroperasi menggunakan izin AKDP.

    “Masih ada bus pariwisata yang menggunakan izin tidak sesuai peruntukan, serta perusahaan angkutan yang belum memiliki sistem manajemen keselamatan untuk mengatur jam kerja pengemudi,” ungkapnya.

    Menanggapi temuan tersebut, Ditlantas Polda Kaltim menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan Rampcheck tahun 2026. Rampcheck ke depan tidak hanya difokuskan pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan dan kesehatan pengemudi.

    “Ke depan, Rampcheck tidak hanya memeriksa kendaraan, tetapi juga pengemudinya. Mulai dari kondisi fisik, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan sebelum perjalanan,” jelas Ahmad Yanuari.

    Rampcheck akan dilaksanakan lebih intensif di terminal, pool bus, rest area, serta kawasan wisata, terutama pada periode libur panjang seperti Isra Mikraj, Imlek, Paskah, Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus, dan Hari Kemerdekaan RI.

    Sebagai langkah lanjutan, Ditlantas Polda Kaltim juga akan menggelar Operasi Keselamatan 2026 selama 14 hari mulai 2 Februari 2026, termasuk penertiban angkutan umum yang menggunakan pelat hitam dan perusahaan angkutan yang tidak mengantongi izin resmi.

    “Keselamatan adalah prioritas. Dengan pembenahan Rampcheck ini, kami berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, khususnya pada masa libur panjang,” pungkasnya.

  • Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

    Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui sektor pariwisata. Pada Kalender Event Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, dua event kebudayaan unggulan Kutim, yakni Festival Lom Plai dan Festival Sekerat, resmi masuk sebagai agenda daerah.

    Pengusulan dua event tersebut dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim sebagai strategi mempromosikan kekayaan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah di tingkat provinsi hingga nasional.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebutkan masuknya dua festival itu diumumkan bersamaan dengan peluncuran 20 event unggulan Kaltim yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    “Pada saat launching 20 event unggulan Kaltim kemarin, yang masuk dari Kutai Timur adalah Festival Lom Plai dan Festival Sekerat,” ujar Rifanie.

    Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kaltim meminta setiap kabupaten dan kota mengajukan event yang rutin dilaksanakan serta memiliki kesiapan dari sisi anggaran dan penyelenggaraan.

    Berdasarkan permintaan tersebut, Dispar Kutim mengajukan Festival Lom Plai dan Festival Sekerat karena dinilai paling siap serta telah dilaksanakan secara konsisten setiap tahun oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

    Menurut Rifanie, kedua festival itu tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga merupakan representasi budaya lokal yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun di Kutai Timur.

    “Pemilihan dua event ini didasarkan pada kesiapan anggaran, konsistensi pelaksanaan, serta nilai budaya yang kuat dan masih hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, Kutai Timur masih memiliki sejumlah event kebudayaan lain yang berpotensi untuk dikembangkan, namun keterbatasan kepastian anggaran membuat belum semuanya dapat diajukan ke kalender event Kaltim 2026.

    “Ada event-event budaya lain yang ingin kami masukkan, tetapi karena kepastian anggarannya belum ada, sementara ini baru dua event tersebut yang bisa dipastikan,” pungkas Rifanie.

  • Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    Perceraian di Kutim Melonjak Tajam, PA Sangatta Tangani 1.522 Perkara Sepanjang 2025

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Pengadilan Agama (PA) Sangatta mencatat peningkatan tajam perkara perceraian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang tahun 2025. Ribuan perkara masuk dan ratusan pasangan resmi berpisah melalui putusan pengadilan.

    Berdasarkan data PA Sangatta, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 1.522 perkara dari berbagai jenis yang diterima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.493 perkara berhasil diselesaikan melalui proses persidangan.

    Panitera Muda Hukum PA Sangatta, Abdulrahman Sidik, menyampaikan bahwa tidak seluruh perkara yang diputus berujung pada perceraian. Namun ratusan perkara dikabulkan dan diterbitkan akta cerai.

    “Perkara yang diselesaikan itu beragam. Tidak semuanya dikabulkan. Akta cerai hanya diterbitkan bagi perkara yang diputus cerai oleh majelis hakim,” ujar Abdulrahman.

    Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 848 perkara perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap dan berujung pada penerbitan akta cerai.

    Jumlah tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, PA Sangatta hanya mencatat 567 perkara perceraian.

    Peningkatan ini menempatkan perkara perceraian sebagai salah satu perkara paling dominan yang ditangani PA Sangatta sepanjang 2025.

    Mayoritas perkara perceraian yang masuk merupakan cerai gugat, yakni gugatan yang diajukan oleh pihak istri terhadap suami.

    “Sebagian besar perkara yang kami terima adalah cerai gugat,” kata Abdulrahman.

    PA Sangatta menegaskan tetap mengedepankan proses mediasi sebelum perkara dilanjutkan ke tahap putusan.

    “Kami selalu mengupayakan mediasi agar para pihak masih memiliki kesempatan untuk berdamai,” tuturnya.

    Namun, banyak perkara tetap berlanjut ke putusan karena konflik rumah tangga sudah berlangsung lama dan sulit untuk dipulihkan.

  • Puteri Pelajar Indonesia Tekankan Pendidikan Setara Berbasis Budaya di Era Nusantara

    Puteri Pelajar Indonesia Tekankan Pendidikan Setara Berbasis Budaya di Era Nusantara

    www.ads.pojokdigital.com/,SAMARINDA – Puteri Pelajar Indonesia, Naeva Zahirah, menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Melalui advokasi bertajuk Nusantara Berbudaya, ia mendorong terwujudnya pendidikan yang setara sekaligus berakar pada nilai-nilai budaya sejak usia dini.

    Naeva menyampaikan, perbedaan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan nyata. Siswa di wilayah perkotaan umumnya menikmati sarana belajar yang lebih memadai, mulai dari kondisi bangunan sekolah, ketersediaan buku, hingga akses internet. Sebaliknya, di sejumlah daerah pedesaan, siswa masih harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah dan belajar dengan fasilitas yang terbatas.

    Kesenjangan tersebut tercermin dalam capaian pendidikan. Berdasarkan data tahun 2023, tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas di wilayah pedesaan tercatat sebesar 27,98 persen, jauh tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan yang mencapai 49,16 persen. Menurut Naeva, angka tersebut menunjukkan masih adanya hambatan struktural yang dihadapi anak-anak di daerah dalam memperoleh akses pendidikan yang layak.

    “Data ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan belum sepenuhnya tercapai,” ujar Naeva, Rabu (14/1/2026) .

    Sebagai respons atas kondisi tersebut, Naeva menggagas Nusantara Berbudaya, sebuah program yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembelajaran berbasis budaya. Program ini dirancang agar dapat diterapkan baik di desa maupun di kota, dengan pendekatan yang inklusif dan kontekstual.

    Melalui Nusantara Berbudaya, siswa diajak mengikuti kegiatan literasi berbasis cerita rakyat serta pembelajaran seni tradisional, seperti tari, musik, dan nyanyian daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.

    Naeva menilai penguatan pendidikan yang berpijak pada budaya menjadi semakin penting seiring pembangunan Nusantara sebagai ibu kota baru. “Pendidikan yang setara dan berakar pada budaya akan menjadi fondasi bagi generasi masa depan Indonesia,” katanya.

    Ia berharap, inisiatif tersebut dapat mendorong kolaborasi berbagai pihak agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.

  • Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    Ramainya Pantai Jepu-Jepu Dongkrak Hunian Vila dan Usaha Lokal

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Jepu-Jepu, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar, terutama pada momen libur Tahun Baru 2026.

    Sejak pagi hingga siang hari, arus wisatawan terus berdatangan ke pantai yang dikenal dengan panorama lautnya yang masih alami tersebut. Kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah titik, mulai dari bibir pantai hingga area pondok-pondok istirahat yang tersedia.

    Mayoritas pengunjung datang bersama keluarga dan rombongan kecil untuk menghabiskan waktu liburan. Cuaca cerah dengan angin laut yang sejuk turut mendukung meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Pantai Jepu-Jepu.

    Tidak hanya kunjungan harian yang meningkat, tingkat hunian vila di sekitar pantai juga mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah wisatawan memilih menginap untuk menikmati suasana pantai lebih lama, terutama saat momentum hari raya dan pergantian tahun.

    Salah seorang pengunjung asal Sangatta, Yuni, mengaku sengaja datang ke Pantai Jepu-Jepu untuk melepas penat bersama temannya. Ia menilai pantai ini masih terjaga kealamiannya dan cocok sebagai tempat beristirahat dari rutinitas.

    “Tempatnya masih alami dan udaranya segar, cocok untuk refreshing, apalagi ini libur tahun baru,” ujarnya saat ditemui, Kamis (1/1/2026).

    Menurut Yuni, pengelolaan wisata perlu terus ditingkatkan tanpa menghilangkan keasrian lingkungan. Ia berharap fasilitas pendukung dapat ditambah seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

    Sementara itu, pengunjung lainnya, Andi, mengatakan Pantai Jepu-Jepu menjadi pilihan wisata keluarga karena kondisi pantainya yang relatif bersih dan nyaman untuk anak-anak.

    “Pantainya tidak terlalu ramai dan anak-anak bisa bermain dengan aman. Akses jalannya juga cukup mudah,” tuturnya.

    Dari sisi pengelola, peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian vila. Pengelola vila di kawasan Pantai Jepu-Jepu, Yunan Firdaus Haqqy, menyebut seluruh vila terisi penuh selama libur hari raya dan pergantian tahun.

    “Sejak kemarin sore sampai hari ini, seluruh vila terisi. Kebanyakan tamu menginap satu sampai dua malam, dan mayoritas berasal dari Sangatta dan sekitarnya,” katanya.

    Yunan menambahkan, ramainya wisatawan turut menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa sewa perlengkapan pantai, hingga pelaku UMKM merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata.

    “Kunjungan seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Kami berharap ke depan bisa terus berlanjut,” ujarnya.

    Selain mendorong ekonomi lokal, pengelola wisata bersama masyarakat setempat juga meningkatkan pengawasan di area pantai untuk menjaga keamanan pengunjung serta kebersihan lingkungan. Pengunjung diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

    Pantai Jepu-Jepu hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kecamatan Kaliorang yang diharapkan dapat terus berkembang sebagai tujuan wisata keluarga yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. 

  • Ratusan Pelajar Kaltim Berebut Mahkota PPPKT 2026

    Ratusan Pelajar Kaltim Berebut Mahkota PPPKT 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,SAMARINDA – Ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur (PPPKT) 2026 resmi digelar. Sebanyak 338 pelajar tingkat SMP dan SMA dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tercatat mengikuti seleksi untuk memperebutkan gelar Putera dan Puteri Pelajar Kaltim 2026.

    PPPKT 2026 mengusung tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara” dengan slogan “Learning Today, Leading Tomorrow.” Ajang ini bertujuan mencetak pelajar berdampak yang memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen melestarikan budaya lokal.

    Sejak pendaftaran dibuka pada 18 Oktober 2025, para peserta telah melalui tahapan seleksi berlapis. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pelaksanaan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Dari ratusan peserta, panitia akan menyeleksi 35 grand finalis terbaik.

    Rangkaian kegiatan PPPKT 2026 meliputi seleksi administrasi, wawancara, talent show, serta pra-karantina yang berisi pembekalan public speaking, personal branding, kelas kepribadian, dan pengembangan proyek sosial. Tahap karantina akan dilaksanakan secara luring, sebelum memasuki malam Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda pada 26–29 Januari 2026.

    Penilaian finalis dilakukan secara komprehensif, mencakup kemampuan komunikasi, penampilan panggung, bakat, wawasan kebangsaan dan budaya lokal, serta proyek sosial yang dijalankan. Proses penjurian melibatkan pakar pendidikan, tokoh budaya, praktisi seni, hingga alumni Putera Puteri Pelajar.

    Selain meraih gelar Putera dan Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 serta kesempatan mewakili daerah di ajang nasional, para pemenang juga berhak atas grand prize berupa program edutrip ke Singapura dan Malaysia. Program tersebut didukung oleh Exocloud Indonesia sebagaiS bentuk kontribusi sektor swasta dalam pengembangan kualitas generasi muda.

    Regional Director sekaligus pemegang lisensi Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur, Handi Wijaya, mengatakan PPPKT bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan pelajar.

    “Melalui tema Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara dan slogan Learning Today, Leading Tomorrow, kami ingin menegaskan bahwa pelajar Kalimantan Timur siap belajar hari ini untuk memimpin di masa depan,” ujarnya.

    Informasi terkait kegiatan PPPKT 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pp.pelajarkaltim atau kanal komunikasi panitia.

  • Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026

    Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026

    www.ads.pojokdigital.com/,KUTIM – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara mengenai polemik penyaluran motor operasional RT yang belum merata. Ia memastikan, seluruh desa dan kelurahan yang belum kebagian jatah akan diselesaikan pada tahun anggaran 2026.

    ​Bupati menyadari adanya kekecewaan di lapangan, termasuk penolakan dari Forum RT di Kelurahan Singa Geweh yang merasa pembagian unit belum maksimal. Namun, ia meminta para Ketua RT memahami kondisi keuangan daerah.

    ​“Anggaran tahun ini memang mengalami penyesuaian luar biasa karena TKD dipangkas. Ditambah lagi TDF Desember 2024 yang tidak terealisasi, membuat kita harus menata ulang anggaran 2025,” ungkap Ardiansyah.

    ​Akibatnya, sisa penyaluran untuk sekitar 8 desa dan 2 kelurahan harus dijadwalkan ulang.

    ​“Untuk kelurahan yang tersisa, meskipun kemarin ada sisa 8 unit, mungkin akan diberikan kalau mereka siap. Kalau tidak, mekanismenya mungkin dititip ke Lurah dulu,” jelasnya.

    ​Meski ada penundaan, Bupati memberikan garansi bahwa program ini tidak akan mangkrak. Dokumen perencanaan untuk pengadaan sisa unit motor disebutnya telah siap untuk dieksekusi pada Anggaran Murni 2026.

    ​“Insyaallah 2026 sudah aman dan siap kita masukkan di murni. Kami harap masyarakat dan perangkat desa bisa berkolaborasi agar realisasi nanti berjalan lancar,” tutupnya.

  • ‎Wartawan Kunjungi Operasional KPC, Saksikan Teknologi Tambang Raksasa dan Upaya Rehabilitasi Lingkungan

    ‎Wartawan Kunjungi Operasional KPC, Saksikan Teknologi Tambang Raksasa dan Upaya Rehabilitasi Lingkungan

    ‎KUTAI TIMUR – Rombongan wartawan dari berbagai media lokal dan nasional disambut hangat setibanya di Kantor Pusat PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kehadiran mereka diterima langsung oleh jajaran Public Communication perusahaan, di antaranya Superintendent Public Communication Siswahyudi, Supervisor Guest Relations Ade Anang, serta Officer Media Relations Wahyu Sujatmiko, Senin (17/11/2025).

    ‎Sambutan tersebut menjadi pembuka agenda kunjungan lapangan yang bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai operasional tambang serta implementasi pengelolaan lingkungan di area KPC.

    ‎Tak lama setelah pertemuan awal, para jurnalis diarahkan menuju Prima Square Area menggunakan bus operasional. Selama perjalanan, tim KPC menjelaskan bahwa wilayah ini bukan hanya pusat aktivitas penambangan, tetapi juga lokasi penerapan program rehabilitasi lahan pascatambang.

    ‎Area bekas galian telah ditanami berbagai jenis pohon sebagai upaya memulihkan ekosistem dan mengembalikan fungsi lingkungan secara berkelanjutan.

    ‎Dalam sesi penjelasan teknis, perwakilan KPC, Mas Denas, memaparkan berbagai aspek teknik operasional. Ia menegaskan bahwa beberapa alat yang digunakan perusahaan merupakan unit terbesar yang beroperasi di Indonesia.

    ‎“Alat yang paling besar ini, kalau dihitung, Indonesia hanya punya beberapa unit saja. Di KPC Raya ada tiga unit, dan semuanya beroperasi di area ini,” ujarnya.

    ‎Satu unit excavator raksasa yang digunakan memiliki kapasitas 90 ton sekali “sendok”. Tiga alat inilah yang menjadi tulang punggung produksi di area tersebut.

    ‎Sementara itu, untuk pengangkutan material, KPC mengoperasikan truk tambang berkapasitas 300 ton sekali angkut satu tingkat di bawah jenis truk super besar yang pernah dipamerkan di area Bukit Pandang. Dengan bobot penuh mencapai 700 ton, kendaraan ini jelas tidak dapat melintas di jalan umum.

    ‎“Kalau lewat Jalan Teluk Lingga, mungkin amblas semua,” ujar seorang petugas sambil tersenyum.

    ‎Truk memiliki lebar sekitar 7 meter, sehingga operasionalnya sepenuhnya dilakukan di area tambang.

    ‎Perjalanan berlanjut menuju Pit 270, salah satu pit terdalam yang dikelola KPC. Di kiri dan kanan area pit tampak genangan air yang tertata, merupakan bagian dari strategi dewatering untuk mengendalikan air tanah.

    ‎KPC menerapkan teknik settling pond yaitu membuat kolam-kolam bertingkat agar air dari pit yang berada di bawah permukaan laut dapat dipompa naik secara bertahap.

    ‎“Tidak ada pompa yang mampu menarik langsung dari kedalaman itu. Karena itu kami bentuk kolam berjenjang. Di pit ini saja ada sekitar 23–24 unit pompa,” jelas tim teknis.

    ‎Jumlah pompa tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan pit lainnya di KPC.

    ‎Meski produksi tahunan di area tersebut “hanya” sekitar 3 juta ton, kualitas batubaranya merupakan salah satu yang terbaik, karena termasuk kategori prima coal.

    ‎Sepanjang perjalanan, para wartawan dapat melihat aktivitas tambang yang masif namun tertata. Unit-unit seperti Liebherr HD, water tank, dan Strada hilir-mudik di jalur hauling dengan koordinasi yang rapi. Seluruh alat berat menggunakan bendera identitas perusahaan sebagai penanda keselamatan sekaligus sistem pengenalan operasional. (Yuristio)

  • Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 Resmi Diluncurkan, Angkat Tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara”

    Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 Resmi Diluncurkan, Angkat Tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara”

    Samarinda – Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 resmi diluncurkan dengan mengusung tema “Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara” serta slogan “Learning Today, Leading Tomorrow.” Ajang ini menjadi wadah pengembangan diri bagi generasi muda Bumi Etam yang diharapkan mampu tampil sebagai pelajar visioner, inspiratif, dan siap berkontribusi nyata bagi daerah maupun bangsa.

    Sejak pendaftaran dibuka pada 18 Oktober 2025, antusiasme pelajar Kaltim cukup tinggi. Tercatat sebanyak 176 peserta dari jenjang SMP dan SMA mendaftar, mewakili tujuh kabupaten/kota di Kaltim. Angka ini menunjukkan dukungan luas terhadap ruang aktualisasi yang positif sekaligus kompetitif bagi pelajar di daerah.

    Ajang Putera Puteri Pelajar Kaltim bukan sekadar kompetisi kecerdasan dan penampilan, tetapi juga upaya membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, mencintai budaya lokal, serta berjiwa kepemimpinan. Mereka nantinya diproyeksikan sebagai ambassador pelajar yang mampu menjadi teladan di sekolah maupun lingkungan sosial.

    Rangkaian kegiatan seleksi disiapkan dengan ketat. Dimulai dari seleksi berkas, wawancara, hingga talent show yang menguji bakat dan kreativitas peserta. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti pra-karantina dengan pembekalan public speaking, personal branding, kelas kepribadian, hingga pelatihan pengembangan project sosial.

    Tahap berikutnya adalah karantina secara offline yang direncanakan berlangsung di Samarinda. Puncak kegiatan atau Grand Final akan digelar pada awal tahun 2026. Tanggal resmi akan segera diumumkan panitia melalui kanal informasi resmi.

    Dalam Grand Final, para finalis akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya kemampuan public speaking, penampilan panggung, talent performance, wawasan kebangsaan, budaya lokal, serta project sosial yang digagas. Penjurian melibatkan pakar pendidikan, tokoh budaya, praktisi seni, hingga alumni Putera Puteri Pelajar.

    Selain gelar kehormatan sebagai Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026, pemenang juga akan mendapat kesempatan mewakili Kaltim di ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia di tingkat nasional. Kesempatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pelajar Kaltim untuk unjuk kualitas di panggung lebih luas.

    Regional Director sekaligus pemegang lisensi Putera Puteri Pelajar Kaltim, Handi Wijaya, menyebutkan bahwa ajang ini merupakan momentum penting bagi pelajar di Kaltim. Menurutnya, melalui tema dan slogan yang diusung, panitia ingin mengukuhkan identitas pelajar Kaltim sebagai generasi visioner.

    “Melalui tema Pelajar Etam, Garda Depan Membangun Nusantara dan slogan Learning Today, Leading Tomorrow, kami ingin menegaskan bahwa generasi muda Kalimantan Timur adalah pelajar visioner yang siap belajar hari ini untuk memimpin di masa depan,” ujar Handi.

    Ia menambahkan, para pemenang diharapkan mampu membawa nama baik Kaltim di tingkat nasional serta menjadi inspirasi bagi sesama pelajar di daerah. “Kami berharap wakil Kaltim dapat menginspirasi sekaligus menunjukkan kualitas terbaik di ajang nasional,” tambahnya.

    Panitia juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat luas. Informasi pendaftaran, peluang menjadi media partner, hingga dukungan sponsor bisa diakses melalui nomor resmi 0822-3628-6858, email dutapelajarkaltim@gmail.com, atau akun Instagram @pp.pelajarkaltim.

    Keterlibatan sponsor dan partner resmi akan diumumkan secara berkala melalui media sosial panitia. Kehadiran pihak-pihak pendukung ini diyakini akan memperkuat pelaksanaan acara, sehingga dapat berjalan lebih maksimal dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan serta pelajar Kaltim.

    Dengan peluncuran resmi ini, Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 diharapkan menjadi panggung prestisius yang mampu melahirkan generasi muda unggul, berdaya saing, dan siap mengabdikan diri bagi bangsa.